
...馃尮Bahkan ketika saudara kembar pun, punya dua garis tangan yang sama tapi nasib yang berbeda馃尮...
Romi sudah bicara dengan maminya jika dia akan melamar Wilea. Dan mereka pun sudah membuat janji dengan Wilea untuk kejutan itu.
Wilea sangat senang dan tidak bisa dia utarakan dengan kata-kata bagaimana perasaan hatinya saat ini.
Wilea sedang berada di kamar Alea dan akan memberitahukan jika Romi akan melamarnya.
"Alea...aku punya kabar gembira. Dan kamu adalah orang pertama yang akan aku beritahu," kata Wilea dengan mata berbinar penuh kebahagiaan.
Alea berbalik dan menatap kembarannya.
"Katakan. Apa itu?"
"Romi akan melamarku...." kata Wilea dan membuat mata Alea terbelalak tak percaya.
"Apa!? Cepat sekali. Dan sejak kapan kalian pacaran?" Alea yang akhir-akhir ini sangat tertekan jarang bicara pada kembarannya.
Alea punya masalah yang sangat besar sehingga melupakan beberapa hal yang biasa dia lakukan bersama Wilea.
"Kau sangat sibuk dengan teman barumu. Siapa namanya? Jane. Ya Jane...aku tidak sempat curhat padamu..." kata Wilea merajuk.
"Maaf. Aku hanya kaget saja. Apakah kau akan menikah di usia muda? Bukankah Mommy ingin agar kita menjadi wanita karir dan tidak menikah muda?" kata Alea yang selalu ingat pesan Mommynya namun takdir berkata lain.
"Menikah bukan berarti aku tidak akan kuliah. Aku akan kuliah sambil menikah. Dan Romi setuju dengan hal itu. Aku tetap akan menjadi wanita karir dan dia tidak melarangnya," kata Wilea.
Alea sangat iri dengan nasib baik Wilea, kembaranya.
"Kau sangat beruntung. Romi pria yang tampan dan bijaksana. Kau pasti akan bahagia hidup bersamanya," kata Alea dan tanpa terasa dua sudut matanya meneteskan air mata.
"Air mata ini...air mata bahagia. Aku bahagia untukmu...." kata Alea meskipun dalam hati dia begitu kesakitan. Dia merasa takdirnya jauh berbeda dengan kembaranya.
Wilea akan hidup bahagia bersama orang yang dia cintai, sedangkan dia sekarang sedang hamil dan bahkan tidak punya kekasih. Dia hamil karena insiden. Dia bahkan tidak begitu mengenal Jack juga keluarganya. Tapi dia sekarang membujuk Jack akan bertanggung jawab terhadap perbuatanya. Tentu saja belum ada rasa cinta di dalam hatinya.
Yang ada hanyalah rasa takut, cemas dan keinginan untuk menyelamatkan nama baiknya juga keluarga nya.
__ADS_1
.
.
Beberapa hari kemudian, Romi benar-benar datang bersama ibunya. Ibunya adalah sahabat Rose sejak lama. Dan lamaran itu berjalan dengan lancar, tidak ada kendala apapun.
"Aku tidak menyangka kita akan menjadi besan," kata Rani, Mamanya Romi.
"Sebenarnya, tadinya aku ingin anak-anak kuliah dan berkarir dulu, tapi karena mereka ingin menikah muda mengikuti jejakku, aku tidak bisa memaksanya," kata Rose menatap Rani dan mereka bicara dari hati ke hati, tidak ada jamuan kaku, yang ada justru sudah seperti keluarga sendiri.
"Jangan khawatir Rose. Aku akan menganggap Wilea seperti putriku sendiri. Dan setelah mereka menikah, Wilea akan tetap bisa kuliah dan berkarir. Aku berjanji padamu, cita-citanya tidak akan terhenti hanya karena mereka menikah. Aku akan mengatur segalanya," kata Rani yang dalam segi ekonomi, hidupnya lebih makmur di bandingkan Rose.
Meskipun janda, Rani adalah wakil CEO di sebuah perusahaan kosmetik terkenal di dunia.
Sedangkan Rose, hanya bekerja di perusahaan biasa dengan gaji standar.
"Aku percaya padamu," kata Rose menatap sahabatnya.
"Aku akan mengatur segalanya untuk pernikahan mereka. Kamu jangan khawatir," kata Rani seakan memahami kondisi Rose.
"Tante....kami akan membuat pernikahan yang indah untuk Wilea dan Tante jangan khawatir soal biayanya. Semuanya kami yang akan menanggungnya," timpal Romi yang juga sudah bekerja di perusahaan yang sama dengan mamanya.
Tapi tidak dengan Alea. Alea tersenyum kecut. Senyum yang di paksakan. Senyum yang menyembunyikan kegetiran di dalam hatinya.
Dia sedang hamil dan semuanya masih belum jelas. Jack masih membujuk keluarganya dan aku setiap hari cemas memikirkannya, pikir Alea.
"Hai...kenapa melamun? Kau mirip sekali dengan Wilea. Apakah kau juga sudah punya kekasih?" tanya Tante Rani ketika melihat Alea sedang melamun.
"Em...sudah Tante..."
"Kau juga akan mengikuti jejak kembaranmu? Menikah muda?" tanya Tante Rani.
"Em...belum tahu Tante..." kata Alea tersipu malu.
Lalu Romi mendekat pada Alea dan mulai bercanda dengannya.
__ADS_1
"Hai Alea..bagaimana kabarmu?" sapa Romi sambil duduk didekatnya.
"Aku baik. Dan kau begitu cepat jatuh cinta pada saudara ku. Kau akan membuat aku kesepian," gurau Alea.
"Apakah kau pernah jatuh cinta? Aku seharipun tidak bisa tenang jika belum berbicara pada nya. Entah sejak kapan, tapi aku mulai gelisah setelah jatuh cinta padanya,"
"Dan...kau cepat-cepat melamarnya lalu menikah. Dan kakakku akan tinggal denganmu lalu aku.....aku akan sedih karena dia tidak tinggal bersama kami lagi..." Alea tersenyum tipis.
"Jangan bilang begitu, kau akan menjadi saudara iparku. Kau boleh ikut dengan kami?" bisik Romi dan membuat Wilea menegurnya.
"Kenapa kau meracuni pikirannya. Tidak. Alea akan tetap disini bersama Mommy. Mommy akan kesepian jika kedua putrinya berada jauh darinya. Sorry, kali ini aku tidak mengajakmu. Kau harus tetap bersama Mommy," kata Wilea dan memberikan minuman untuk Alea dan Romi.
"Dia tidak ingin kau mengganggunya," bisik Romi pada Alea dan membuat Wilea mencubit tangannya.
"Apa kamu bilang...."
"Tidak. Aku hanya bercanda..."
"Jangan dengarkan dia. Alea...kau tidak papakan jika aku tinggal bersama Romi dan keluarganya,"
"Jangan khawatir Wil. Mami dan aku tidak akan kesepian dan ...."
Sebentar lagi aku juga akan menikah dan akan ada tamu baru yang mungil dirumah ini. Aku akan melahirkan dan punya anak. Aku akan sibuk mengurus anakku dan ....
"Nah kan...melamun lagi..." tegur Romi.
"Kau benar. Dia sekarang sering melamun. Ada apa? Katakan?" tanya Wilea duduk disamping saudaranya.
"Em, tidak ada. Aku hanya....sudahlah. Selamat untuk kalian. Semuanya berjalan lancar, dan aku...aku akan ke kamar dulu. Aku harus menelpon seseorang," kata Alea yang akan menelpon Jack.
Alea lalu pergi ke kamarnya dan menelpon Jack.
Berulang kali dia menelpon dan tidak dijawab oleh Jack. Ternyata Jack sedang dilantik menjadi CEO di perusahaan papanya dan kini sedang bersama para tamu undangan.
Jack mematikan ponselnya karena tidak ingin di ganggu hari ini.
__ADS_1
Alea menyimpan ponselnya dengan sedih.
"Kenapa dia tidak mengangkatnya? Sejak kemarin sulit sekali bicara dengannya? Haruskah aku datang ke rumahnya dan memohon?" kata Alea lirih.