
Setelah itu, Rosa pun menyuruh Nawan untuk memindahkan Ratih ke kamar nya, sedangkan ia pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
Namun di sisi lain, telihat Jack tengah memanaskan motor nya dan menyiapkan segala keperluan untuk nenyerang.
"Jack, lu mau ngapain dengan semua ini?." Tanya teman Jack.
"Gua berhutang budi dengan Ratih dan Randi. gua mau semua titik bersih dari penyusup sebelum acara pernikahan itu berlangsung." Jawab Jack sambil mengasah pisau nya.
"Baiklah, buatlah konsep strategi agar kami bisa melakukan semuanya dengan baik Jack seperti mau lu." Ucap teman Jack.
"Baiklah" Balas Jack.
Lalu Jack pun mengeluarkan kertas dengan peta seluruh titik yang terancam sampai pada yang baik-baik saja, setelah itu ia pun memulai strategi nya.
Kembali lagi kita pada Ratih, kini ia sudah berada di dalam kamar nya. lalu ia tertidur pulas karena kelelahan seharian bersama perancang untuk merancang gaun nya.
Namun Nawan yang baru saja mengantar Ratih ke kamar pun harus berhenti melangkah karena ia melihat sebuah kertas yang berada di atas nakas Ratih.
"Apa ini." Ucap Nawan laku membaca kertas itu.
Tulisan kertas "Kill You!"
"Siapa yang berani membuat onar pada Ratih, dia berurusan dengan gua." Ucap batin Nawan lalu pergi dari kamar.
Setelah Nawan keluar dari kamar Ratih, ia pun menelepon Trio semprul dan Tomi untuk segera berkumpul di rumah Omah dan Opah malam ini juga.
Namun Rosa yang khawatir dengan mimik wajah Nawan yang penuh emosi pun segera menghampiri Nawan dan memeluk nya dari belakang.
"Sayang, kamu kenapa?." Tanya Rosa.
"Aku baik-baik saja sayang, tolong kamu jaga Ratih jika aku tidak di rumah." Jawab Nawan lalu berpesan.
"Mengapa begitu sayang, tolong ceritakan ada apa sebenar nya?." Tanya Rosa lagi.
"Ada yang ingin bermain dengan Ratih, aku akan mencari tahu siapa orang itu dan memberikan pelajaran untuk nya." Jawab Nawan yang penuh emosi.
__ADS_1
Namun saat Nawan hendak melangkah lebih jauh untuk pergi ke ruang tamu pun, ia mendengar suara bising dari kamar Ratih.
"Ratih!." Teriak Nawan lalu berlari kembali menuju kamar Ratih di ikuti Rosa.
Dan betapa kaget nya mereka berdua, hingga Nawan pun langsung meraih Ratih yang kini tengah terjatuh di lantai, dengan mulut yang mengeluarkan darah dan leher yang tersayat rapih.
Lalu Ratih pun masih bersikap santai sambil mengulurkan tangan pada Nawan untuk meminta bantuan nya
"Gua di sini Dek, sayang ayo kita bersiap untuk ke rumah sakit." Titah Nawan sambil mengangkat tubuh Ratih.
"Ti.. idak Kak, Ratih mau istirahat saja. tidak ingin ke rumah sakit." Balas Ratih yang tersenggal-senggal.
"Lu harus di periksa lebih lanjut Rat, leher lu terluka parah dan lu sampai batuk berdarah juga." Balas Nawan yang kesal dengan jawaban Ratih.
"Please" Ucap Ratih memohon.
Lalu mau tidak mau Nawan pun menuruti keinginan Ratih, hingga akhri nya team medis lah yang datang ke rumah Omah dan Opah untuk segera menangani Ratih.
_Cinta Gadis Broken Home_
"Kalian ngapain di sini?." Tanya Randi.
"Gua mau membersihkan beberapa wilayah di sini Ran, gua mau pernikahan lu dan Ratih tidak ada gangguan." Jawab Jack dengan tegas.
"Tapi lu gak perlu begini Jack, kita pasti akan baik-baik saja selama semua kompak." Ucap Randi.
"Kompak saja gak cukup Ran, please dengar kata gua sekali ini saja karena Ratih masih dalam bahaya walaupun Andrew sudah di penjara." Balas Jack.
"Maksud lu bagaimana Jack?." Tanya Randi yang mulai khawatir.
"Gua hanya berjaga-jaga saja Ran. karena yang gua tau, Ayah nya Andrew itu kejam dan akan melakukan apa saja untuk mencapai apa yang dia dan Andrew inginkan." Jawab Jack dengan tegas.
Lalu saat Randi dan Jack tengah mengobrol, tiba-tiba handphone Randi pun berdering dengan notif spesial Ratih.
"Loh sebentar Jack," Ucap Randi.
__ADS_1
"Ada apa Ran?." Tanya Jack.
"Ratih menelepon gua." Jawab Randi lalu menjawab telepon.
"Hallo sayang." Ucap Randi.
馃摓"Maaf Dek ini Rosa." Balas Rosa.
"Oh Kak Rosa, ada apa kok menelepon dengan ponsel Ratih Kak, apa semua baik-baik saja?." Tanya Randi.
馃摓"Semua tidak baik-baik saja Dek, Ratih kini sedang di tangani Dokter karena mengalami luka sayatan di leher dan hampir saja kena urat nadi nya, so dia juga muntah darah dan terus mengeluarkan darah dari mulut nya." Jawab Rosa yang mencoba menjelaskan pada Randi apa yang sebenar nya terjadi.
"What!!, Randi kesana sekarang Kak." Ucap Randi lalu menutup panggilan itu.
"Ada apa Ran, semua baik-baik saja kan?." Tanya Jack.
"Benar kata lu Jack, ada yang tidak beres. Ratih sekarang tengah di tangani Dokter karena luka serius di leher dan juga ada luka dalam." Jawab Randi.
"Astaga, sebaik nya lu pergi segera ke rumah Ratih. biar wilayah dari titik ke titik, nanti gua dan anak-anak yang akan mengurus nya." Titah Jack.
"Thanks Jack, gua cabut dulu." Balas Randi lalu segera pergi dengan motor sport nya di susul Paulus dan Henri.
"Baik!, jalankan tugas kalian sesuai rencana kita dengan planing A, dan ketua!, lu pakai baik-baik alat telinga lu dan kita berpencar sekarang." Titah Jack lalu pergi di ikuti empat teman nya.
Bersambung..
hemm besok sudah mau puasa nih hehe..
Minal aidzin wal faidzin ya semuanya, maafkan Ar bila ada salah kata maupun ucapan, dan untuk para readers maafkan Ar bila lama sekali up nya dan kadang suka membuat kalian penasaran dengan kelanjutan nya hehe.馃槉
Dan untuk kawan虏novelis ku, keluarga online ku dan juga kesayangan ku. Maafkan Ar ya bila masih banyak salah kata dan kurang selama kenal dengan kalian馃.
Ar berharap, semoga puasa kita lancar, so sehat selalu dan jauh-jauh dari nama nya Bahaya Aamiin.
Thanks for waiting馃槉, jangan lupa like, koment, rate, vote and gift so fav love me rak kalian ya hehe.
__ADS_1
papayo Minal aidzin wal faidzin