
...馃尮Kadang kau bisa celaka ketika memilih teman yang salah馃尮...
Jane mencari Jack di seluruh kota demi Alea dan untuk menebus rasa bersalahnya pada Alea. Jane berjanji dia harus menemukan pria yang sudah membuat temannya hamil.
Kini dia sudah menemukan alamat rumahnya setelah dia mencari ke semua club' dan sudah beberapa Minggu dia memang tidak keluar rumah.
Ibunya seorang pejabat tinggi dan ayahnya pengusaha. Jack sedang dipersiapkan untuk menjadi CEO di perusahaan ayahnya.
Untuk itulah dia tidak di perbolehkan pergi kemanapun.
"Jack, mami senang akhirnya sekarang sudah tiba saatnya kau menjadi CEO di perusahaan papi,"
"Tapi mi, kenapa mami melarangku keluar rumah? Aku sangat bosan,"
"Itu demi kebaikanmu sayang. Kau akan menjadi CEO. Sikapmu harus berubah. terakhir kau pulang dalam keadaan mabok. Temanmu sudah mempengaruhi dirimu," kata Maminya tegas.
"Aku harus bertemu seseorang. Izinkan aku pergi malam ini. Aku janji tidak akan minum lagi. Dan akan pulang awal," kata Jack pada Maminya.
Maminya berfikir sejenak. Dalam hati dia juga merasa kasihan jika melihat putranya terkurung didalam rumah. Tapi kejadian kemarin benar-benar membuatnya marah ketika Jack pulang terlambat dan dalam keadaan bau minuman keras.
"Kau boleh pergi tapi harus janji, jangan pulang terlambat dan jangan minum lagi,"
"Jack janji mi.... emmuaaach.."
__ADS_1
Jack memang sangat dekat dengan maminya.
Jack merasa bersalah pada Alea dan ingin tahu keadaanya. Dia juga tidak bisa bertemu dengan Jane untuk minta maaf pada Alea dan menemuinya setelah apa yang mereka lakukan.
Jack langsung masuk kamar dan segera keluar dari rumah. Sampai di depan gerbang paling depan, dia melihat Jane baru saja turun dari mobilnya.
"Jane, sedang apa disini?" tegur Jack mengagetkan Jane yang melihat-lihat dimana rumah Jack.
"Ohh, syukurlah kita bertemu. Aku mencari rumahmu," kata Jane.
"Kau berada didepan rumahku," kata Jack.
"Ini rumahmu?" Jane terpana melihat rumah yang sangat megah milik Jane. Mirip rumah seorang pejabat tinggi.
"Ya...kau berdiri didepan rumahku. Mau masuk?"
"Ada yang ingin aku sampaikan padamu," kata Jane.
"Kita bicara di tempat biasa saja," ajak Jack.
Mereka lalu sampai di kafe di mana Ron dan Jack suka mengabiskan waktu disana. Ron lah yang mengenalkan Jack pada beberapa wanita dan juga minuman itu pertama kalinya. Ron besar di jalanan sehingga semua itu tidak asing lagi baginya.
Lalu akhirnya Ron mengenalkan Jane yang juga gadis broken home pada Jack. Dan mereka bertiga menjadi teman sejak saat itu.
__ADS_1
"Ada apa?"
"Kau kemana saja? Sudah beberapa Minggu aku tidak melihatmu?"
"Aku dirumah dan mami melarangku kemana-mana. Aku akan menjadi CEO dan aku sangat sibuk,"
"Ohh, jadi kau akan menjadi CEO. Kau hebat. Aku bangga padamu. Dan aku ikut senang. Tapi ada masalah lain yang membuatku cemas,"
"Apa itu?"
"Alea...."
"Gadis itu? Yang bersamaku malam itu? Ada apa dengannya?" Jack nampak cemas setelah mendengar nama gadis yang dia renggut kesuciannya dimalam itu.
"Di hamil...." kata Jane menatap Jack yang tiba-tiba tegang dan terbelalak.
"Apa? Hamil?"
"Ya...dan dia bilang kau melakukanya di malam itu? Kenapa kau tidak menggunakan pengaman?"
"Astaga. Aku tidak berfikir sejauh itu. Semuanya terjadi begitu saja,"
"Lalu, bagaimana keadaan nya? apakah dia baik-baik saja?" tanya Jack mencemaskan Alea.
__ADS_1
"Dia sangat sedih. Keluarganya belum tahu soal kehamilannya. Dia ingin bertemu denganmu. Sebelum memberi tahu keluarganya,"
"Baiklah. Dimana dia sekarang? Aku akan menemuinya...." kata Jack pada Jane sahabatnya.