Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Bab 28 Menjadi pria cacat


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, Rose sudah berlari-lari pagi sambil membawa kertas berisi tulisan, "Pulanglah Alea! Ibu akan menerima kau dan bayimu, kita akan merawatnya bersama-sama"


Tulisan itu ditempel dimana-mana setelah dia mengetahui jika bayi uang ditemukan di tempat sampah itu bukan bayi putrinya.


Diam-diam, Rose merasa bersyukur karena berita itu, dan membuatnya sadar jika keluarga adalah yang paling dibutuhkan Alea saat ini agar tidak terjadi hal buruk seperti yang ada didalam berita.


Rose tidak punya cara lain. Dia kehilangan komunikasi dengan putrinya. Dan hanya ini satu-satunya cara untuk menemukan dirinya.


****


Pagi ini, Jack akan berangkat ke kantor. Dia sudah putus asa dan menerima kenyataan jika orang yang dia cintai dan juga bayinya sudah bahagia bersama pria lain. Mereka sudah menikah, dan tidak tinggal di kota ini.


"Sarapan dulu Sayang..." ucap maminya sembari tersenyum melihat Jack kembali bersemangat setelah datang ke rumah Alea diam-diam dan tidak bertemu dengannya.


"Kita akan mulai awal yang indah untuk hari esok...."


Maminya berkata sambil memotong roti diatas piring.


"Em, baiklah," awalnya Jack akan menolak untuk sarapan. Tapi benar apa yang dikatakan maminya.


Alea sudah bahagia bersama pria lain. Jadi dia harus melanjutkan hidupnya dan tidak bersedih sepanjang waktu. Karena hanya akan menyakiti diri sendiri.


"Kau yakin hari ini akan ke kantor?"

__ADS_1


"Aku sudah siap mam. Mereka yang cacat tidak perlu malu untuk bertemu orang. Dulu aku sangat bangga dengan anggota tubuhku ini yang para gadis bilang sangat sempurna, tapi, aku sekarang sudah cacat, dan aku akan melihat reaksi mereka yang benar-benar tulus dalam berteman," sahut Jack dengan jiwa barunya.


"Okey, semoga sukses,"


****


Di kantor, Jack berjalan dengan sedikit pincang dan membuat mata para karyawannya yang awalnya mengaguminya dan tidak berkedip saat melihatnya berjalan, kini mencibirnya dan perlahan-lahan memalingkan wajahnya.


Hanya sedikit dari mereka yang masih tersenyum tulus dan tidak melihat kekurangan dirinya.


Jack sadar, karena dia cacat maka semua ini berubah. Dia yang awalnya seperti menghipnotis semua orang kini terlihat di remehkan karena fisiknya.


Jack semakin tersadar jika selama ini mereka tidak tulus menyukainya, melainkan karena dia keluarga konglomerat dan juga pria tampan dan gagah, semua orang dulu mengelu-elukan namanya.


Jack hanya tersenyum melihat reaksi setiap orang dan tetap dengan kepala tegak dia masuk ke kantornya.


Seorang sekretaris masuk dan memberikan berkas yang lumayan banyak untuk di periksa olehnya.


Dan matanya terjatuh pada kaki Jack dan dia sedikit mengangkat bahunya seakan tidak percaya pada apa yang di lihatnya.


"Kaki bapak, apakah mau saya pijat? Mungkin bapak keseleo," kata Sekretaris itu membuka pembicaraan. Dia tidak tahu jika Jack mengalami kecelakaan dan di operasi.


"Boleh,"

__ADS_1


Kali ini Jack sengaja akan menguji ketulusan sekretaris nya.


Perlahan dia menaikkan celana panjangnya dan terlihat kakinya kecil seperti sebuah tongkat.


"Apa!?" Sekretaris itu terperanjat dan tidak jadi menyentuhnya.


"Kenapa? Bukankah kau tadi akan memijatnya?"


"Em...tapi...kaki bapak...."


Sekretaris itu tertunduk dan diam saja beberapa saat.


Jack lalu merapikan celana panjangnya lagi dan berkata " kau boleh pergi,"


Kata Jack dengan ramah.


"Ehm,,baik pak..."


Sekretaris itu segera menggunakan kesempatan ini untuk pergi dan entah dengan cepat dari hadapan Bosnya itu.


"Bagaimana mungkin? Dia cacat? Kenapa bisa? Dulu tidak seperti ini. Dalam waktu satu tahun, semuanya berubah?"


Sekretaris itu dengan dada masih berdebar segera ke ruangan nya dan menarik nafas dalam lalu mengingat kembali momen ketika dia memijit kaki Jack dan kakinya normal. Kenapa sekarang menjadi cacat?

__ADS_1


__ADS_2