
Flashback on
Dua hari lalu Ratih tengah bangun dari tidur nya dan langsung sarapan. lalu ia mengambil obat dan meminum nya setelah sarapan.
Tapi setelah ia selesai melakukan aktivitas pagi nya. ia ke dapur untuk mengambil sesuatu, namun ia bingung mau mengambil apa seolah seisi otak nya hilang tiba-tiba.
"Tadi gua mau ngapain yak. kok jadi lupa begini?" ucap batin Ratih.
Lalu ia pun tidak peduli hal itu dan langsung pergi menuju sekolah. bahkan rasa pikun nya pun menyerang saat di sekolah, dimana ia sudah mengumpulkan tugas namun di sangka belum mengumpulkan hingga ia harus menahan malu karena ulah nya.
"Ehm.. apa syaraf otak gua bermasalah yak?, tapi kata Dokter kan gua gak kenapa-kenapa" ucap batin Ratih yang terus bertanya-tanya.
Hingga akhir nya ia kembali ke rumah dan tak sengaja ingin mengambil handphone malah meremas pisau hingga tangan nya terluka.
"Aduh!" teriak Ratih.
"Anda tidak apa-apa Nona muda?" tanya Bik Imah.
"Ini siapa si yang naruh pisau di sini!, ah tangan ku jadi terluka" pekik Ratih sambil membasuh tangan nya.
"Maaf Nona muda, tadi anda sendiri yang menaruh nya untuk membuka apel" ucap Bik Imah sambil membantu membalut luka Ratih.
Ratih pun kembali diam karena ia bingung apa yang ia lakukan akhir-akhir ini menjadi sulit ia ingat kembali.
Flashback Off.
"Gua cuma bingung Kak" ucap Ratih.
"Apa lu punya masalah batin yang belum lu ceritakan sama gua?" tanya Nawan lalu duduk di samping Ratih.
"Ehm.. bukan nya udah gak ada Kak, hanya rasa trauma terhadap bentakkan dan kekerasan saja Kak, selebih nya no problem" jawab Ratih.
"Kalau begitu, maukah kita ke psikolog?" tanya Nawan.
"Gak mau Kak, gua kan gak gila" jawab Ratih.
"Baiklah kalau begitu kita harus coba terapi yak agar masalah ingatan Ratih bisa kembali pulih seperti dulu" ucap Nawan.
"Iya Kak" balas Ratih.
Nawan pun kembali memeluk Ratih di dekapan nya, lalu mengobrol lagi dengan Ratih hingga ia tertidur pulas di pelukan Nawan.
"Selamat tidur ya putri kecil" ucap Nawan lalu membaringkan Ratih dan beranjak.
Malam pun tiba, dimana cuaca kini sedang tidak bagus di india. bahkan hujan lebat dan petir pun kian menyambar membuat malam yang indah menjadi malam yang menyeramkan.
Namun di indonesia cuaca masih sangat baik, tiada hujan maupun panas, seolah sangat menyejukkan hati dengan suasana angin yang lirih berganti.
Randi yang merindukan Ratih pun hanya bisa menunggu kabar Ratih yang masih belum ia terima sedari pagi. namun rasa rindu dan khawatir itu pun kini memudar setelah Nawan memberikan kabar pada Randi.
📩"Ran, maaf ya ini Nawan. hadiah lu udah di terima Ratih dan ia sangat senang. tapi sekarang Ratih lagi butuh banyak istirahat karena ia baru saja kecelakaan motor hingga membuat kaki nya terluka dan juga mental nya sedikit keganggu" pesan Nawan.
"Terimakasih ya Kak, tolong sampaikan pada Ratih untuk jaga kesehatan disana dan cepat sembuh" balas Randi.
__ADS_1
📩"Nanti gua sampaikan" pesan Nawan.
"Thank you" balas Randi.
Randi pun menjadi khawatir karena ia tau jika Ratih tertekan pasti penyakit nya kambuh. hingga membuat Randi pun memikirkan satu hal agar Ratih dapat melupakan masalah nya dan kembali fokus akan bahagia nya.
Hingga ia pun merencanakan sebuah kejutan berupa video bersama Genk Elang dan Genk Kc agar Ratih bisa melihat nya dan kembali tersenyum untuk melupakan masalah nya.
Di sisi lain, Ratih muntah-muntah dan merasa nyeri di perut nya. lalu Nawan pun mengurus Ratih di bantu Dokter rumah.
"Dek, apa masih sakit perut nya?" tanya Nawan.
"Gak Kak, jangan khawatir ya." jawab Ratih.
"Jangan bohong Dek, benar masih sakit atau tidak?" tanya Nawan memastikan.
"Beneran udah gak apa-apa kok, thanks Dok" jawab Ratih.
"Sama-sama Nona muda. Tuan muda, saya permisi dulu untuk melanjutkan aktivitas di rumah sakit. karena cuaca sedang tidak bersahabat, banyak Pasien yang harus di tangani." ucap Dokter.
"Baiklah, kamu hati-hati di jalan yak. terimakasih sudah merawat Ratih dengan baik." balas Nawan.
"Panggil Bibik Kak, lalu suruh supir antar Dokter ke rumah sakit ya" ucap Ratih.
"Gak usah repot-repot Tuan, Nona. biar saya pergi sendiri saja" balas Dokter.
"Tidak apa-apa Dok, lagi pula ini sudah tanggung jawab kamu sebagai pasien rumah untuk mengantar Dokter pada rumah sakit setelah di ganggu waktu nya" ucap Nawan.
"Baiklah jika Tuan dan Nona memaksa" balas Dokter.
"Syukria" ucap Ratih.
"Sama-sama Nona muda. selamat malam, jangan tidur kemalaman yak. Tuan dan Nona harus istirahat cukup" ucap Bik Inem.
"Siap bos cuantik" Balas Nawan dan Ratih.
"Hehe, kalau begitu Bik Inem pamit ya, permisi" ucap Bik Inem lalu pergi.
Nawan pun hanya tersenyum melihat Bik Inem yang begitu perhatian pada nya dan Ratih. lalu Ratih mengambil gelas susu dan kopi untuk nya dan Nawan.
"Nih Kak" ucap Ratih.
"Thanks Dek" balas Nawan lalu meraih cangkir itu.
Ratih dan Nawan pun minum bersama sambil menghangatkan tubuh. dan Ratih yang penasaran dengan kotak hadiah dari Randi pun mulai menyenggol pundak Nawan hingga ia tersedak kopi.
"Uhuk.. uhuk.. dudul!" pekik Nawan.
"Hehe mangap Kak mangap" ucap Ratih.
"Kepala lu tiga mangap mangap, kenapa?" tanya Nawan.
"Ambilin kotak dari Randi dong Maaf hehe" pinta Ratih.
__ADS_1
"Nyusahin lu ya mentang-mentang tuh kaki kebalik" ucap Nawan becanda sambil mengambil kotak itu.
"Apa ya ini isi nya ehm..." ucap Ratih sambil menaruh gelas dan membuka kado.
"Bismillah dulu, siapa tau prank haha" ejek Nawan.
"Sirik aja lu" balas Ratih sewot.
Nawan pun hanya menahan tawa saat pipi cubby Ratih mengembung, lalu mood jelek Ratih pun berubah menjadi good mood saat melihat isi dalam kotak kecil itu.
"Ah.. sweet" ucap Ratih sambil mengangkat Dress dari dalam kotak.
"Cie yang dapat dress baru, kesukaan tuh yang modelan gitu tuh haha" ejek Nawan.
"Hih Kakak, ini bagus tau seksy dan ah udahlah. Randi emang tau kesukaan pacar nya ahaha" puji Ratih.
"Jah... untung nya dia tau ya selera cewek tomboy milih dress gimana, coba kalau enggak. bisa mati berdiri yang ada tuh anak karena bakal lu amuk masa" ejek Nawan lagi.
"Hilih lu Kak!" ketus Ratih sambil mendorong Nawan.
Lalu Nawan dan Ratih pun saling mendorong sampai kaki Ratih yang sakit pun mengeluarkan bunyi. lalu Ratih langsung melotot dan meremas tangan Nawan.
"Aagghh..." teriak Ratih saat kaki nya terasa lebih sakit dari sebelum nya.
"Aduh.. makan nya jangan banyak gerak Dek, aduh sakit ya ehm.." ucap Nawan khawatir.
"Gak apa-apa kok Kak, yasudah ayo istirahat aja deh ehm.." balas Ratih.
"Yakin Dek?, kan kaki nya sakit tuh gimana kamu bisa istirahat?" tanya Nawan.
"Tidur di pelukan Kakak udah nyaman kok buat Ratih" ucap Ratih dengan senyuman.
Nawan pun merasa bahagia saat Ratih terlihat kembali ceria, lalu ia pun berbaring dan membiarkan Ratih menyandarkan kepala nya di dada Nawan.
Setelah itu, mereka pun tidur berdua di temani dingin nya malam dan cuaca yang tidak bagus itu.
...Bersambung☺☺...
...Yah.. udah selesai ya episode hari ini, see you next episode ya semua nya....
...JANGAN LUPA 🥰🥰...
...LIKE & KOMENT...
...VOTE / GIFT...
...RATE...
...AND SHARE...
papayo🥰
"Tiada hari tanpa berpikir kapan ku mati☺, karena ku dilahirkan untuk kembali"
__ADS_1
#Ar29
Terimakasih untuk kalian yang selalu mamlir menunggu up novel ini. semoga kalian sshat selalu and see u di next episode lagi☺