Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Kelalaian Randi dan Nawan


__ADS_3

"Ya udah deh to the poin saja lah ya. kita ajak Ratih ke clube saja untuk merileks kan pikiran nya. so jika sudah sampai disana ya apapun ingin nya kita turuti jika itu baik untuk nya." ucap Randi.


"Eh beg*, clube mana baik buat dia, yang ada dia minum banyak dan ah lu sudah tau ginjal nya tidak bagus" balas Nawan.


"Tenang saja, gua sudah booking tempat dan gua juga sudah bilang pada teman Appa kalau tempat nya gua pakai beberapa jam dulu khusus untuk kita dengan non alkohol" ucap Randi.


"Lu serius ya?" tanya Nawan.


"Yups Kak gua serius" jawab Randi.


Setelah itu, Randi dan Nawan pun pergi mengajak Ratih untuk berpesta ria di clube ilegal itu.


Flashback off


Ratih begitu mengagumi tempat clube itu hingga melupakan tujuan nya yang ingin MMA ilegal di sana.


Lalu dia pun ke mini bar dan memesan minum. akan tetapi, karena clube sudah di atur oleh Randi, petugas mini bar pun menukar seluruh alkohol nya dengan beraneka macam jus yang pasti tidak akan membuat Ratih mabuk .


"Silahkan di nikmati mbak" ucap nya.


"Thanks" balas Ratih lalu meneguk nya.


Namun Ratih yang tau sekali alkohol, ia pun merasa ada yang aneh dengan alkohol yang ia minum. tapi dia tidak hirau dan langsung memilih menari di tengah-tengah ramai nya clube.


"Semua aman Kak" ucap Randi sambil memperhatikan Ratih yang tengah menari.


"Ya sejauh ini masih aman" balas Nawan.


Tapi, lama kelamaan Clube itu pun semakin ramai dan tanpa mereka sadari, genk yang di pinpin oleh Andrew menyadap Clube itu.


"Hai Rat" ucap Andrew.


"Ngapain lu di sini?" tanya Ratih yang perlahan emosi nya meningkat.


"Gua hanya ingin bersenang-senang sejenak dengan lu" jawab Andrew.


"Lu jangan berbuat yang aneh ya Drew, jika tidak, maka gua akan teriak" ucap Ratih.


"Tenang saja, semua akan lembut tidak ada kasar yang berlebihan hehe" balas Andrew.


Lalu Ratih pun sedikit menjauh dan menari lagi dengan enjoy nya. sedangkan Nawan dan Randi, mereka minum jus di minibar setelah memastikan Ratih bisa menyesuaikan diri tanpa melihat lagi kalau ada bahaya yang mengintai nya.


Dan benar saja, Andrew yang masih menggilai Ratih pun langsung membekap mulut nya dan membawa nya ke sebuah kamar yang sudah ia pesan tempo hari.

__ADS_1


"Lu mau apa!" bentak Ratih setelah sampai di kamar itu.


"Melakukan yang ingin gua lakukan sejak lama Rat" ucap Andrew lalu mengunci kamar.


"Bangs*t!" teriak Ratih lalu menampar Andrew.


"Haha, ayolah Rat" ucap Andrew.


"Tolong!!" teriak Ratih namun tidak terdengar oleh siapapun.


Kemudian, Ratih yang awal nya melawan pun kini terpojok karena tenaga nya sudah terbuang sia-sia. lalu dengan mudah nya Andrew pun menggendong Ratih dan mengikat nya tangan nya ke sudut dan sudut ranjang, begitupun dengan kedua kaki nya.


"Drew, kita belum menikah dan ini salah" ucap Ratih dengan emosi.


"Bagi gua ini benar. lu gak mungkin mau menikah dengan gua Rat, dan jika gua melakukan hal ini maka lu gak akan menikah dengan siapapun kecuali gua." balas Andrew yang perlahan mulai menaiki tubuh Ratih.


Lalu Ratih yang risih dengan apa yang di lakukan Andrew pun terus memberontak walau hasil nya sia-sia. dan sisi lain, Randi dan Nawan yang baru menyadari Ratih tidak ada di tengah-tengah keramaian pun menjadi panik.


"Ratih kemana Ran?" tanya Nawan.


"****!, itu anggota Black road Kak, Ratih dalam bahaya." jawab Randi.


"Ayo kita cari Ratih sebelum terlambat" ajak Nawan.


Lalu Randi dan Nawan pun berpencar untuk mencari Ratih di tengah-tengah ramai nya clube ilegal itu. namun di saat mereka berdua mencari Ratih, Andrew ternyata sudah benar-benar di ambang kegilaan nya.


"Dengan begini, lu gak akan sakit" ucap Andrew.


"Drew, lu jangan gila begini!. sadar Drew! gua gak mau" berontak Ratih terus.


Namun Andrew yang sudah di ambang semakin gila di alam bawah sadar nya pun segera menindih Ratih lagi dan menanggal kan seluruh pakaian Ratih.


Dan Ratih yang semakin ketakutan pun kembali memberontak, hingga Andrew pun berhasil melakukan apa yang ia inginkan.


"Agrh.." suara rintihan keluar dari bibir Ratih berbarengan dengan air mata yang menetes di sudut mata nya.


"Gak terlalu sakit bukan?" tanya Andrew.


Lalu Ratih pun memaling kan wajah nya karena ia bingung mau berbuat apa. namun di sisi lain, Randi yang melihat sebuah kamar di sudut clube yang di jaga dua anggota genk BC pun menjadi curiga.


Hingga ia mengabari Nawan dengan segera, dan setelah mereka bertemu, tanpa basa-basi Nawan dan Randi pun segera menyerang kedua anggota Genk bc dan menanyakan keberadaan Ratih.


"Dimana Ratih!" tanya Randi degan emosi sambil mencekik leher lawan.

__ADS_1


"Di.. di dalam Tuan" jawab nya.


Lalu Randi pun melepas cekikkan nya dan langsug mendobrak pintu bersamaan dengan Nawan yang ikut membantu nya.


"Brak!!!" pintu kamar pun terbuka dengan keras.


Hingga mengagetkan Andrew dan Ratih yang sedang bergulat dalam selimut. lalu Andrew pun memakai piyama nya dan membiarkan Ratih di balik selimut itu yang sudah pingsan karena pergulatan Andrew yang kasar.


"Bangs*t!" teriak Nawan yang murka.


Lalu terjadilah pertikaian antara Andrew melawan Nawan dan Randi. karena satu lawan dua, jadi Andrew kewalahan sehingga memanggil anak buah nya untuk menghadang Randi dan Nawan lalu ia pun melarikan diri.


"Woy! jangan lari lu!" teriak Randi yang hendak mengejar Andrew.


"Sudah Ran biarkan saja, ehm.." ucap Nawan yang kini mematung melihat kondisi Ratih.


Lalu Nawan dan Randi yang merasa bersalah pun membuka ikatan tangan dan kaki Ratih. lalu membalutkan selimut itu untuk menyelimuti Ratih.


Setelah itu, Nawan pun menggendong Ratih yang masih pingsan. tanpa mempedulikan banyak orang yang melihat mereka dengan aneh dan kasian.


Waktu terus berlalu...


Hingga mereka pun tiba di rumah Omah dan Opah. lalu Omah dan Opah yang melihat itu pun syok dan kaget. lalu Omah menampar Nawan dan Randi.


"Kenapa kalian sampai ceroboh begini!" bentak Omah.


"Maaf Omah, ini salah ku bukan Kak Nawan" balas Randi yang menyesali perbuatan nya.


"Pulang lah Randi!, Nawan!, kau pergi ke kamar mu! sekarang!" bentak Omah yang mengusir kedua nya.


Lalu Randi dan Nawan pun pergi ke tempat masing-masing dengan rasa bersalah nya. sedangkan Omah, dia pergi ke kamar Ratih sambil membasuh tubuh Ratih dengan lap hangat.


Disana Omah merasa sedih, karena bukan hanya Ratih di nodai, namun ia juga di perlakukan kasar. karena terlihat pergelangan kaki dan tangan nya yang membiru, pipi yang memar dan juga lecet-lecet di beberapa bagian tubuh nya.


Tidak sampai di situ, ia juga begitu syok ketika melihat area sensi**f Ratih yang memang sudah tidak seperti seharus nya.


"Ya Tuhan, cobaan apalagi ini" ucap Omah sambil menangis.



Bersambung...


Sedih saat menulis episode ini, namun semua sudah menjadi jalur nya. 馃檪

__ADS_1


Thanks semua nya, episode ini sudah usai, kita ketemu lagi di next episode ya. see u papayo..


jangan lupa like, koment, saran, votw


__ADS_2