Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Bab 17 Kita berbeda


__ADS_3

Alea melangkah masuk ke teras dan ketika itu Jack membalikkan badannya. Jack kaget melihat Alea ada dirumahnya. Dia lalu melihat ke halaman dan tidak ada tamu siapapun selain Alea.


"Jadi kau yang datang ke rumahku?" Jack segera berjalan dan mengajak Alea masuk.


"Kau tidak bisa di hubungi. Kau juga tidak datang menemuiku. Aku sangat khawatir," kata Alea pelan dan lirih.


"Aku baru saja di lantik menjadi CEO. Aku sangat sibuk beberapa hari ini. Maafkan aku," kata Jack lalu mempersilakan Alea duduk.


"Jadi.... sekarang kau adalah seorang CEO?" Alea tak percaya jika ayah dari bayi yang dia kandung ternyata punya jabatan yang tinggi.


"Ya....dan bagaimana keadaanmu?" Jack nampak mengkhawatirkan bayinya yang sedang di kandung Alea.


"Aku baik-baik saja. Tapi jika kau tidak segera datang dan melamarku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku. Kakakku Wilea akan menikah. Dan perutku akan semakin besar," Alea terlihat sangat cemas. Bibirnya bahkan bergetar ketika berbicara.


"Jack! Kau bicara dengan siapa?" tanya Maminya dan kaget melihat Jack berbicara dengan seorang gadis diruang tamu.


Maminya melihat Alea dari ujung rambut hingga ujung kaki dan hatinya bergumam.


"Gadis kelas menengah,"


Alea semakin gemetar melihat maminya Jack yang memandanginya seperti itu.


"Saya Alea Tante, teman Jack," kata Alea sopan.


"Ohh, sudah lama berteman?"


"Ehm, baru satu bulan Tante..." jawab Alea jujur.

__ADS_1


Deg. Astaga, kenapa Alea bicara dengan maminya. Semua akan runyam jika begini. Alea tidak tahu apa yang akan maminya pikirkan sekarang.


"Oke. Jack. Mami tinggal dulu. Mami akan keluar sebentar," kata maminya lalu pergi.


Alea mengangguk memberi hormat dan kakinya kali ini juga ikut gemetar.


"Jack, aku semakin cemas sekarang," bisik Alea lirih.


"Kenapa?"


"Karena ternyata kita sangat jauh berbeda. Bagaikan dua kutub Selatan dan Utara,"


Jack menarik nafas dalam. Dia lalu tersenyum pada Alea.


"Jangan khawatir. Aku akan tangani semua ini," kata Jack memegang tangan Alea.


"Nanti malam. Saat makan malam, aku akan bilang pada mereka," kata Jack berusaha menutupi hatinya yang gundah juga.


Dia dalam hati juga tidak yakin akan semudah itu bicara dan membuat kedua orang tuanya setuju dengan permintaan nya. Tapi, didepan Alea, dia nampak tenang dan meyakinkan dirinya jika semua akan baik-baik saja.


"Jika begitu, aku pulang sekarang. Dan aku harap kau membawa kabar baik secepatnya," kata Alea sambil berdiri.


"Ya...." Jack mengantarkan Alea sampai didepan.


"Aku akan mengantarmu sampai kerumahmu,"


"Tapi..."

__ADS_1


"Jangan menolak. Kau sedang mengandung anak kita jadi, kau tidak boleh pulang sendirian,"


"Baiklah," Alea menurut dan masuk kedalam mobil Jack yang mewah dan berkelas.


Sampai didepan rumah Alea, Jack turun dan membukakan pintu untuknya.


Alea turun dan melambai pada Jack.


"Masuklah, ini rumahku," kata Alea.


"Tidak. Lain kali saja. Yang penting aku sudah tahu dimana rumahmu. Lain kali aku akan datang kemari dengan kedua orang tuaku untuk melamarmu,"


"Ehm, yaa." Alea mengangguk.


.


.


Malam ini, Jack sedang makan malam bersama ayah dan ibunya. Dalam hati dia senang karena ibunya sudah bertemu dengan Alea. Kendati belum tahu jika mereka punya hubungan spesial.


"Mah, Pah, Aku ingin mengatakan hal yang penting," Kata Jack dan kedua orang tuanya kandangnya dengan seksama.


Kedua orang tuanya lalu tersenyum dan berfikir jika itu ada hubungannya dengan pelantikan nya menjadi CEO.


"Katakan saja,"


"Aku ingin menikah secepatnya," kata Jack dan sontak saja membuat kedua orang tuanya terkejut bukan kepalang.

__ADS_1


"Apa!?" Mereka saling berpandangan dengan mata terbelalak.


__ADS_2