
Akash pun pergi setelah berpamitan pada Ratih dan Nawan cs. sedangkan Randi dan Henri sudah di basscamp, lalu Mayang dan Paulus kini tengah di taman kota xxx.
Paulus tidak mengerti apa tujuan Mayang mengajak nya ke tempat terakhir ia bertemu Maytari, dimana taman itu penuh dengan history indah Maytari dan Paulus pada masa nya.
"Lu ngapain ngajak gua kesini?" tanya Paulus.
"Kamu ingat tempat ini?" Mayang bertanya balik pada Paulus.
"Ya ini tempat gua dan orang yang gua cintai terakhie bertemu" jawab Paulus.
"Yups betul, Maytari pun kini tengah menunggu kamu Paulus" ucap Mayang.
"Maytari?, lu kenal dengan dia?" tanya Paulus yang kaget.
"Iya Paulus, dia yang sekarang itu berbeda. bahkan ia sedih karena kamu tidak mengenali dia" jawab Mayang.
"Maksud nya bagaimana May?, gua gak mengerti" lagi lagi Paulus bertanya.
Mayang pun membalikan tubuhnya membelakangi Paulus. lalu ia menghela nafas perlahan dan menghembuskannya lagi.
"Paulus, kamu benar-benar tidak mengenali Maytari?" tanya Mayang.
"Sudah lama gua gak ketemu dia May, dan sudah lama pula gua menunggu ia kembali." jawab Paulus.
"Kalau dia ada di hadapan lu dengan wajah yang berbeda, apakah lu tetap akan menerima dia?" tanya Mayang.
"Tentu saja May, apapun keadaan dia gua akan nerima dia apa adanya." jawab Paulus.
"Kamu yakin?" tanya Mayang lagi untuk memastikan.
"Ya gua yakin May" tegas Paulus.
Mayang pun menghela nafas nya dan menghembuskannya kembali, lalu ia menghampiri Paulus dan memegang kedua tangan Paulus.
"Paulus, sebenarn nya aku ingin bicara ini sudah lama sekali. namun aku tidak punya cukup keberanian untuk mengungkapkan nya" ucap Mayang.
Paulus pun hanya terdiam, karena ini kali pertama Paulus melihat ketulusan dan kejujuran di mata Mayang. seperti yang kita tahu kalau Paulus masih kecewa karena Mayang merusak hubungan kedua sahabat nya, namun kali ini hati nya berkata kalau Mayang tidaklah sejahat yang ia pikir.
"Kenapa gua merasa kalau yang di lakukan Mayang tidaklah seperti apa ingin nya" ucap batin Paulus yang terus bertanya-tanya.
Namun lamunan itu di pecahkan oleh Mayang yang kembali bicara dan meneteskan air mata.
__ADS_1
"Lus, maafkan Mayang karena selama ini aku menyembunyikan identitas aku sama kamu. sebenarnya aku Tari yang kamu rindukan Lus, namun aku gak bisa bicara padamu karena wajah ku kini sudah berbeda akibat di oprasi karena kecelakaan dulu" tutur Mayang mencoba menjelaskan.
Betapa kagetnya Paulus, hingga ia tidak dapat berkata-kata lagi. bahkan ia mematung dan tidak berkutik sama sekali.
"Tari?, bagaimana gua bisa percaya dengan semua perkataan lu May?, lu bohong kan. Tari itu sudah pergi tiga tahun lalu meninggalkan gua begitu saja tanpa membalas cinta gua. dan kini, kenapa lu datang dan mengaku-ngaku sebagai Tari sedangkan lu bukanlah Tari melainkan Mayang." beribu pertanyaan keluar dari mulut Paulus yang tidak percaya.
"Tolong paulus, kamu percaya sama aku. aku susah payah mencari moment yang pas agar aku dapat menjelaskan padamu kalau aku Tari, dan kini waktunya sudah tiba. tolong percaya sama aku Lus" ucap Mayang dengan tetesan air mata nya.
Paulus pun mengangkat dagu Mayang dan mengusap air mata Mayang. Ia menatap mata Mayang begitu dalam dan terlihatlah kejujuran dan ketulusan yang ia rasakan.
"Jika memang lu Tari, tolong ucapkan satu kata yang sering kita ucap dulu" ucap Paulus yang mulai percaya dengan Mayang.
Mayang pun menutup mata nya, lalu ia mengingat kembali memory indah yang tersimpan di taman ini bersama Paulus dan kembali mengatakan sebuah kata yang sering mereka ucapkan.
"Aku janji akan kembali, dengan membawa sebuah jawaban. di tempat ini kita banyak berbagi kasih dan aku akan selalu bersama mu walau tanpa seutas cinta" ucap Mayang lalu membuka mata nya.
Paulus pun tersenyum dan langsung memeluk Mayang. ia mengelus rambut hitam Mayang dan mengeratkan pelukan nya.
"Kenapa lu gak bilang dari dulu May kalau lu Tari?" tanya Paulus dengan menahan tangis nya.
"Karena aku gak tau harus bagaimana lagi aku memberitahukan pada kamu, sedangkan wajah ku saja tidak sama seperti dulu. bahkan aku sendiri pun tidak mengenali wajah ku" jawab Mayang sambil membalas pelukan Paulus.
"Aduh Tari, baju lu basah" ucap Paulus.
"Gak apa-apa Kok Lus" ucap Mayang.
Hujan pun terus mengguyur hingga Mayang yang basah kuyup pun kedinginan dan wajah nya juga memucat. tapi Paulus yang melihat itu pun segera melepas jaket nya dan membalut tubuh Mayang dengan jaket itu.
"Dingin ya Tar?" tanya Paulus.
"Gak kok tenang aja" jawab Mayang yang terus menggigil.
Lalu Paulus menarik tubuh Mayang ke pelukannya dan mereka pun saling menatap. hingga tatapan itu kini semakin dalam, membuat hasrat Paulus dan Mayang pun tak tertahankan.
Paulus pun memegang pipi Mayang dan mendekatkan wajah nya ke wajah Mayang, hingga bibir sexy Paulus pun kini menempel di bibir Mayang. mereka saling berciuman dan bertukar saliva untuk melepas rindu hingga kodok yang loncat ke arah kaki Mayang pun membuat ciuman itu seketika hancur dan membuat Mayang teriak histeris.
"Aaa.. ****!" teriak Mayang saat melihat kodok tengah mendarat di sepatu nya.
"Anjir ganggu banget si lu sat!" teriak Paulus sambil menyingkirkan kodok itu dari kaki Mayang.
Paulus pun kesal dengan kodok itu karena merusak moment ciuman nya bersama Mayang. namun, sekarang rasa canggung pun kembali hadir pada kedua insan itu.
__ADS_1
"Maaf Tari gua kelepasan hehe" ucap Paulus sambil menggaruk rambut nya yang tidak gatal.
Mayang pun hanya membalas senyuman dan terus membayangkan ciuman tadi yang ia sendiri pun tidak menduga akan terjadi. namun di sisi lain kini Randi tengah duduk di sofa sambil menikmati secangkir kopi dengan Henri.
"****** tuh si Paulus, pasti dia sama Mayang lagi menikmati hujan yang membagongkan ini" ketus Henri sambil menyeruput kopi nya.
"Heleh lu Ri, kalau iri ya cari cewek lah biar lu bisa ikutan uwuwan kayak mereka" celetuk Randi.
"Bego lu Ran, lu aja sama Ratih ada aja masalah apalagi gua nanti kalau punya pacar njir. bisa-bisa tiap hari gua di pukulin sendal karena gua yang gak bisa tahan sama satu cewek" ucap Henri.
"Makannya tobat bego, kalau khilaf lu kudu nyesel dan yakinkan diri lu buat setia sama satu cewek, kayak gua" balas Randi sambil menaikan kedua halis nya.
"Sebodo lu cebong air" ketus Henri.
lalu Randi pun tertawa meledek Henri, hingga mereka pun bercanda ala mereka sampai tak terasa waktu pun terus berlalu..
......~•^Bersambung^•~......
..."Sekeras apapun kamu menyembunyikan kebenaran, pasti akan terungkap juga pada akhir nya. karena apapun yang kita simpan dan rahasiakan pasti akan kita bagi juga pada orang yang kita sayang"...
..._Kata Ar hehe_...
Terimakasih untuk para readers yang selalu mendukung dan menanti cerita Cinta Gadis Broken Home ini😊, maaf aku suka jarang update karena terhalang waktu kerja dan juga kesehatan aku yang selalu naik turun.
Semoga kedepannya aku bisa up ya walau gak serajin dulu hehe.😁
Pokoknya doa aku buat kalian semoga terus sehat dan selalu bersyukur atas apa yang Tuhan kasih pada kita. ☺
Oh ya smpe lupa hehe.. jangan lupa mampir ke cerita nya my lovely othor yak😁😁😅.
Cerita nya seru deh pokoknya bikin hati dan jantung mu berdebar debar seperti cinta tapi bukan cinta yak😅😅.
Langsung aja aku sebutin deh My Lovely Othor nya .
Sang_Perindu dengan judul novel "Introvert Berjiwa Ganda" 🥰
kalau penasaran langsung aja di klik tinggalin jejak yang gede yak.😅😅
Baiklah episode kali ini aku tutup, jangan lupa tinggalkan jejak tampolan like, komeng, gift/vote, rate bintang lima dan hatur nugun sadayana😇😇☺🥰
__ADS_1