Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
sudah tiba, sial pun tiba


__ADS_3

"Syukurlah, amankan mereka di tempat yang ramai dan jaga mereka, buat mereka nyamab ditempat aman itu sampai saya kesana dan pastikan semua dalam keadaan oke" titah Nawan.


Setelah menerima telpon, Nawan pun kembali menghampiri teman-temannya dan juga Dokter Dion.


"An sudah boleh bertemu dengan Jack dan Randi, Paman?" tanya Nawan.


"Silahkan, Paman juga mau pamit dulu ya masih banyak pasien yang harus saya urus" ucap Dokter Dion lalu meninggalkan mereka.


"Kalian semua jika mau pulang silahkan pulang ya, lagi pula disini hanya bisa di besuk oleh dua sampai tiga orang saja" ucap Nawan.


"Yaudah kalau begitu gua pamit dulu ya An, mau urus basscamp dengan Julio dan William juga" ucap Riko.


"Gua juga ikut lu aja deh, disini pun sudah ada Paulus dan Henri" ucap Tomi.


"Yasudah pergilah, hati-hati di jalannya" ucap Nawan.


"Siap An" balas Riko.


"Thanks juga ya sudah membantu kita" sambung Henri.


"Sans aja Ri" ucap William.


"Yaudah kita permisi dulu ya, bye" ucap Julio lalu pergi lebih dulu.


Setelah mereka pergi, Nawan pun mulai mengecek keadaan Jack terlebih dahulu. sedangkan Henri dan Paulus segera mengecek keadaan Randi.


"Bagaimana keadaan lu Jack?" tanya Nawan dengan wajah dinginnya.


"Gua sudah baikkan kok, thank you ya udah bawa gua ke rumah sakit" jawab Jack yang masih lemah.


"ehmm ya." balas Nawan.

__ADS_1


"Oh ya An, dimana Dokter atau Suster di rumah sakit ini?, sepi sekali rasanya berbeda dengan rumah sakit lainnya" ucap Jack mencoba basa-basi dengan Nawan.


"Lu jangan pulang sebelum keadaan lu membaik Jack, lagi pula lu gak usah khawatir dengan Ibu dan Adik lu lagi." ucap Nawan.


"Haih nih anak udah seperti paranormal aja tau apa yang gua pikirkan" ucap batin Jack.


"Haih, kesambet baru tau rasa lu, udah gak usah khawatir dengan Ibu dan Adik lu. lu fokus saja agar tubuh lu cepat pulih dan segera temui Ibu dan Adik lu di hotel mawar" ucap Nawan lalu melangkah pergi dari hadapan Jack.


"Maksud lu apa Ran, bagaimana mereka bisa di hotel, An?. sedangkan sedari kemarin mereka di sandera di gudang kosong" ucap Jack sedikit berteriak.


Namun Nawan tidak menjawab dan terus melangkah keluar ruangan meninggalkan Jack yang penuh pertanyaan di benaknya saat ini.


Setelah menemui Jack, Nawan pun masuk ke ruangan dimana Randi di rawat. disana ia melihat Randi masih terdiam melihat langit-langit kamar tanpa menjawab atau merespon candaan Henri dan Paulus yang sedari tadi mencoba menghiburnya.


"Ehem" dehem Nawan.


Paulus dan Henri pun membalikkan tubuhnya hingga bertatapan dengan Nawan. lalu Nawan melangkah dan memegang pundak Randi.


Seketika Randi yang tadinya tiada gairah untuk hidup, kini mulai kembali berharaf karena ucapan Nawan barusan.


"Gua pamit ya, jaga diri lu baik-baik disini" ucap Nawan lalu pergi begitu saja.


...****************...


Tak terasa hari pun sudah semakin larut, hingga malam pun tiba. Ratih sudah tiba di bandara mumbai dan menghirup udara segar disana.


"Alhamdulillah sampai juga, ehm" ucap Ratih lalu mengeluarkan handphone dari tas kecilnya.


Setelah itu, Ratih pun langsung menelpon Nawan untuk mengabarinya kalau ia sudah tiba di mumbai. dan setelah telpon, ia pub membuka instagram nya sambil menarik kopernya menuju lobby bandara.


Namun, langkah nya tiba-tiba berhenti saat ia menemukan sebuah pesan singkat dari Randi yang bertuliskan.

__ADS_1


"Hati-hati di sana ya Rat, gua mencintai lu dan akan tetap seperti itu. gua tunggu lu kembali ya Rat" isi pesan singkat Randi.


Ratih pun membalasnya sambil tersenyum dan tanpa sengaja ia menabrak Pria berbobot tinggi dan berawakan atletis sehingga hanpdhone nya jatuh.


"Aduh handphone gua" ucap Ratih lalu membungkuk.


Namun setelah mengambil ponselnya kembali, ia memegang perutnya yang tiba-tiba terasa sakit.


"Ehm.." ringis Ratih sambil memegang perutnya.


"Hey, are tum kyon? (hey, kamu kenapa?) " tanya Pria itu dengan bahasa india nya.


"Mai theek (aku baik-baik saja)" jawab Ratih.


"jhooth mat bolo, chalo aspataal chalate hain (jangan bohong, ayo ke rumah sakit)" ajak Pria itu.


Namun saat Ratih hendak berjalan karena tangannya ditarik Pria itu, ia pun terjatuh dan semakin merintih kesakitan.


Lalu dengan berat hati, Pria itu menggendong Ratih dan segera membawa nya masuk kedalam mobil beserta kopernya yang supir mobil nya sudah di masukan juga ke bagasi.


"Aspataal mein (ke rumah sakit) " titah Pria itu.


Lalu supir nya pun segera menuruti Tuannya untuk pergi ke rumah sakit, sedangkan di sisi lain..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Biarlah penasaran kan kalian hehe, kira-kira bagaimana ya kelanjutannya?. bagaimanakah kehidupan Ratih nanti di india?,


Nah, kalau penasaran, langsung aja fav love novel nya biar gak ketinggalan cerita novel "Cinta Gadis Broken Home" nya okey.


Jangan lupa tinggalkan jejak pula setelah membaca dan berkunjung berupa Like, komebt, vote/gift, and Rate❤.

__ADS_1


__ADS_2