
Randi meneteskan air mata setelah melihat keadaan Ratih yang diam dan penuh alat medis di sekujur tubuhnya.
"Lu harus kuat, Ran. ini semua untuk Ratih" ucap Akash menguatkan Randi.
Randi pun mencoba menguatkan dirinya dan kembali melangkah lebih dekat untuk menghampiri Ratih.
"Gua keluar dulu ya, tolong jaga Ratih baik-baik" ucap Akash yang berlalu pergi meninggalkan Randi.
Kini Randi pun menarik kursi dan duduk di samping berangkar Ratih. lalu ia menggenggam erat tangan Ratih sambil mengungkapkan isi hatinya.
"Maafkan gua, Rat. maaf gua sudah menghancurkan satu kerpercayaan hanya karena foto yang belum jelas alasannya. gua juga menyesal, karena gua lu jadi seperti ini" ucap Randi sambil mengecup tangan Ratih dan menangis sejadi-jadinya.
"Gua gak pernah menangis saat gua melakukan hal benar, tapi kali ini gua menangis karena gua tau gua salah Rat. tolong maafkan gua dan berikan gua satu kesempatan untuk memulainya kembali" ucap Randi lagi.
Tidak lama dari itu, terlihatlah tetesan air mata dari sudut mata Ratih yang membuat Randi tersenyum sedikit.
"Gua tau lu bisa denger gua kan?, tolong buka mata lu dan kita susun kembali semuanya dari nol lagi. gua minta maaf Rat gua menyesal dan gua janji setelah ini gua gak akan menyakiti lu hanya karena hal yang belum jelas artinya, gua janji Rat, janji" ucap Randi penuh penyesalan.
Namun naas, saat Randi terus mencoba berinteraksi dengan Ratih. kondisi Ratih pun kembali krisis, bahkan ia kejang-kejang sehingga membuat Randi syok dan langsung berteriak
"Dokter.. Suster." teriak Randi histeris.
Teriakan Randi pun membuat keluarga purnama kembali tegang, Dokter serta Suster juga kembali masuk ke ruangan Ratih untuk memeriksa kondisinya lagi, lalu menyuruh Randi untuk menunggu di luar.
Dan dengan berat hati, Randi pun menunggu Ratih, ia hanya bisa melihatnya dari kejauhan di balik kaca bulat pintu ruangan itu.
"Semua akan baik-baik saja sayang" ucap Bu Sari mencoba tegar walau air mata sulit membohongi.
"Kenapa nasib Ratih seperti ini" ucap Omah yang depresi melihat cucu kesayangannya terbaring lemah.
"Bu, ini semua takdir Tuhan. karena kita di ciptakan oleh Tuhan dan kembali pada Tuhan juga" ucap Pak Purnama menenangkan Omah.
Lalu Omah pun hanya menangis di pelukan Opah. semua orang begitu sedih bahkan Nawan hanya diam saja dengan tatapan yang semakin kosong, membuat Rosa yang melihat kondisinya pun langsung menarik tubuh Nawan kedalam dekapannya.
"Sayang, kamu gak boleh terpuruk seperti ini. jika kamu tidak tegar, maka Ratih akan sedih nantinya hick..hick.." ucap Rosa dengan isak tangisnya
"Jika aku tidak lalai menjaga Ratih, gak mungkin ia akan seperti ini" ucap Nawan sambil memegang tangan Rosa.
"Ini semua sudah takdir dan kita gak bisa mengubahnya sayang, jadi kamu jangan menyalahkan diri sendiri" ucap Rosa.
Nawan pun perlahan melepas dekapan Rosa dan memegang pipinya. ia menatap Rosa dengan tatapan dingin lalu mengusap air matanya.
__ADS_1
Nawan menutup matanya sejenak dan mengingat kembali moment masa kecil hingga saat ini bersama Ratih yang ceria, bahkan senyuman dan canda tawa yang kerap susah di abadikan pun terlihat kembali terpancar.
Setelah itu, Nawan kembali membuka matanya dan mengelus pipi Rosa dengan sangat lembut.
"Kamu jangan menangis sayang, jika aku tidak menangis maka kamu pun tidak boleh menangis." ucap Nawan yang tiba-tiba kembali semangat.
Lalu, Nawan pun berdiri dari duduknya dan menguatkan semua orang agar tidak menangis, tapi tegar melewati cobaan bukan bersedih.
"Jika kita sedih terus, bagaimana Ratih akan pulih. dia sedang berjuang di dalam sana, lalu apa yang kita lakukan?, menangis?, untuk apa" ucap Nawan.
"Lalu apa, An. yang bisa kita lakukan? " tanya Bu Sari yang masih terisak.
"Kita harus tegar untuk menyemangati Ratih, usap air mata Bunda" ucap Nawan sambil mengusap air mata Bu Sari.
"Ratih tidak suka ada orang yang bersedih karena dia" lanjut Nawan sambil mengusap air mata Omah.
Semua orang pun kembali tegar dengan sikap Nawan yang tegar dan penuh keyakinan. lalu tibalah Nawan di hadapan Randi yang terdiam namun meneteskan air mata.
"Ran, lu harus kuat. ingat, perjuangan kalian sudah sejauh ini walau belum ada status apapun. tapi gua yakin kalau Adik gua akan bahagia dengan lu, tolong lu tegar untuknya jangan sedih terus. itu gak akan ngubah segalanya" ucap Nawan sambil memegang kedua pundak Randi.
"Iya, Ran. kalau lu terus terpuruk, maka Ratih juga akan sedih." sambung Akash.
"Nah ini baru ipar gua haha" tawa kecil Nawan.
...❤Cinta🥰Gadis❤Broken😘Home❤...
Tidak lama kemudian, Dokter keluar dan memberikan kabar entah itu kabar baik atau buruk masih misteri.
"Eh tulul, kan ini mau lu kasih tau juga, weleh" celetuk Author pada diri sendiri
Lanjut, kelamaan nunggu celetukan Author mah.
"Permisi, apakah ada yang bernama Randi disini?" tanya Dokter.
"Saya, Dok. ada apa?" jawab Randi yang bingung.
"Pasien masih belum siuman, tapi kini keadaannya sudah cukup membaik. lalu dia berkata Randi dan itu terucap hampir puluhan kali, walau napas Pasien sedang tidak stabil pun ia terus mengucap nama Randi" ucap Dokter.
"Tapi Dok, bagaimana kondisi Adik saya?. apakah semuanya sudah stabil atau memburuk?" tanya Nawan yang masih panik.
"Pasien sudah cukup membaik, entah apa sebenarnya yang sedang Tuhan tulis untuk anak ini. karena di saat kritis pun ia mampu berucap dan perlahan keadaannya kembali membaik. sebenarnya kami pun khawatir akan hal ini" tutur Dokter memberitahu.
__ADS_1
"Khawatir kenapa Dok?, maksudnya bagaimana" tanya Akash.
"Kami khawatir nyawa Pasien tidak bisa kami selamatkan karena kondisinya begitu tidak dapat di prediksi. hanya kekuatan Tuhan lah yang dapat membantunya." jawab Dokter.
"Tapi anak saya masih bisa selamat kan, Dok?" tanya Pak Purnama.
"Insyaallah, Tuan. kami sudah bekerja semaksimal mungkin dan semoga hasil memihak kepada kita, aamiin" ucap Dokter.
"Terimakasih Dok" ucap Pak Purnama.
Dokter pun pergi, dan tidak lama setelah itu, handphone Pak Purnama pun berdering.
"Iya hallo, ada apa?" tanya Pak purnama di telpon.
...🥰Cinta Gadis Broken Home❤...
"Ehm.. baik saya akan kesana" ucap Pak Purnama lagi.
Pak Purnama pun pamitan kepada Omah, Opah, Randi, Rosa dan Akash khususnya Bu Sari.
"Saya titip anak-anak ya Sari, karena saya ada urusan penting yang tidak bisa di wakilkan" ucap Pak Purnama.
"Saya pun harus pergi karena butik sedang mengalami masalah" balas Bu Sari.
"lalu, bagaimana dengan Anak-anak?" tanya Pak Purmama.
...❤Cinta🥰Gadis❤Broken😘Home❤...
Bersambung dulu ya..
Wah bakal debat kecil lagi nanti kayaknya nih hehe?, kira-kira... bagaimana ya kedepannya hubungan Ratih dam Randi serta keutuhan keluarga Ratih yang mulai berkumpul?.
Nah, penasaran kan hehe.. Nah kalau begitu langsung aja fav love biar gak ketinggalan ya.
Sebelum aku tutup episode kali ini, aku mau ucapin banyak terimakasih untuk para Authors maupun readers yang selalu setia menunggu next up novel ini.
Semoga kedepannya aku bisa terus up rajin ya, doain aja Author nya sehat selalu ya begitupun doa terbaik untuk para Readers dan Authors juga❤
Baik saya tutup episode kali ini, kalau suka jangan luap di like, koment, rate, vote/gift ya.
See u and papayo...
__ADS_1