
disambung lagi dengan suara musik yang entah dari mana berkumandang tiba-tiba tanpa di undang. namun Nawan hanya tersenyum karena ia tau suara siapa yang kini tengah mengisi acara.
"Ratih" ucap Nawan.
Ratih pun tersenyum dan terus menyanyikan sebuah lagu "perfect". walau ia duduk di kursi roda, ia tetap tersenyum hingga akhirnya.
"Stt" ringis Ratih.
"Dek!" teriak Nawan lalu beranjak dari tempat ia berdiri.
Tidak hanya Nawan, Randi Cs dan juga Trio semprul pun langsung panik karena Ratih terus memegangi perut nya dan wajah nya juga pucat.
"Yan panggilkan Dokter sekarang Dek!" teriak Rosa.
Acara bahagia pun seketika menjadi panik karena Ratih tiba-tiba tidak sadarkan diri.
...__Cinta Gadis Broken Home__...
Dua jam kemudian...
Ratih siuman dari pingsan nya dan menggerakkan mata nya ke kanan dan kiri melihat seluruh ruangan dari sudut ke sudut.
"Kenapa gua di kamar?, acara nya bagaimana? ehm." tanya Ratih.
Ratih terus bertanya-tanya dan duduk bersandar, terlihatlah semua kacau balau karena ulah Ratih. hingga akhirnya Nawan yang awalnya khawatir pun jadi kesal karena di acara bahagia nya harus rusak karena Ratih yang pingsan tiba-tiba.
"Rusak semua sayang acara kita" ucap Nawan dengan dingin nya.
"Gak apa-apa sayang, kita bisa buat acara lagi nanti yak. sekarang yang penting Adik kita baik-baik saja" ucap Rosa menenangkan Nawan.
"Tapi kalau Ratih gak pingsan dan ah... sudahlah, sudah rusak tetap aja rusak" kesal Nawan.
Lalu Ratih yang mendengar teriakan Nawan pun langsung menghela nafas nya dan menghembuskannya. setelah itu, ia menurunkan kedua kaki nya dan mulai melangkah keluar kamar.
"Ra, karena gua acara Kakak rusak" ucap Ratih pada dirinya sendiri.
"Ini bukan salah lu Rat" ucap Raih.
Ratih pun hanya menghela nafas dan terus melangkah menuruni tangga demi buah tangga. hingga akhirnya ia sampai tepat di belakang Nawan.
__ADS_1
Namun saat ia baru mau memegang pundak Nawan, tiba-tiba Nawan pun berucap hal yang menyakiti Ratih.
"Andai Ratih gak penyakitan, gak mungkin semua ini terjadi sayang" ucap Nawan dengan dingin nya.
Lalu Rosa yang menyadari kehadiran Ratih pun langsung menatap Nawan dengan tajam, dan memutar matanya ke arah Ratih yang menarik kembali tangan yang hendak menggapai pundak Nawan.
"An" panggil Rosa.
"Iya, kenapa?. apa yang aku bilang itu benar kan?" tanya Nawan dengan tegas.
"Iya Kak, ehm.. Kakak benar" ucap Ratih yang melangkah mundur menjauhi Nawan.
Nawan pun kaget mendengar suara Ratih, dan segeralah ia menoleh sambil melangkah mendekat pada Ratih. namun Ratih terus melangkah mundur hingga langkah Nawan pun berhenti setelah melihat reaksi Ratih yang menutup bibir dan memainkan jemari nya sambil menundukkan kepalanya.
"Dek, tolong dengarkan Kakak" ucap Nawan.
Ratih pun tersenyum dan mengangkat kepalanya. ia kembali melangkah mendekati Nawan dan memeluk nya pelan lalu melepasnya kembali.
"Maaf ya Kak, karena Ratih yang penyakitan dan gak sempurna ini acara kalian jadi rusak. tapi kalian jangan khawatir ya, hari ini juga Ratih akan kembali ke delhi saja agar acara kedepannya gak rusak lagi." ucap Ratih sambil tersenyum walau mata nya berlinang air mata.
"Gak Dek, ini bukan salah kamu kok. jangan bilang seperti itu lagi ok" ucap Rosa sambil mengelus pundak Ratih.
"Ratih.." panggil Nawan yang langsung mengejar nya.
Ratih pun terus berlari pelan walau ia jatuh dan tersandung, ia kembali bangkit dan terus melangkah sampai akhirnya menubruk tubuh kekar Tomi.
"Eh" ucap Tomi sambil menahan tubuh Ratih.
Ratih pun hanya menutup matanya, lalu Tomi segera membenarkan posisi Ratih dan mengusap air mata Ratih.
"Lu kenapa hah?, siapa yang buat lu nangis?, jawab Rat!" tanya Tomi dengan tegas.
"Gak ada yang jahat sama gua kok Kak Tomi, gua baik-baik aja" jawab Ratih berbohong.
"Kalau lu baik-baik saja, gak mungkin lu menangis" ucap Tomi.
Ratih pun hanya memeluk tubuh kekar Tomi dan menangis sejadi-jadi nya. lalu Tomi yang tidak paham pun hanya mengelus punggung Ratih, hingga tiba Nawan di hadapan Tomi dan Ratih.
"Sutt" isyarat Tomi pada Nawan.
__ADS_1
Nawan pun diam di tempat nya, hingga Ratih melepas pelukannya dan menatap mata Tomi dengan lekat dan tatapan kosong.
"Kak, kalau gua gak ada disini, tolong jagain Kak Nawan ya" ucap Ratih tiba-tiba.
"Lu ngomong apa si hah!!?, gak usah gacok deh" balas Tomi dengan tegas.
"Gua hanya menitipkan Kakak saja ehm.. dan hari ini tolong atur pertemuan gua dan Randi ya Kak." ucap Ratih.
"Minta tolong gimana hah?, Randi masih ada disini gak perlu di cari atau janjian lah" balas Tomi.
"Dia dimana?" tanya Ratih.
"Ada di dekat panggung, lu mau ketemu?" balik tanya Tomi.
"Iya Kak" jawab Ratih.
"Sebelum lu bertemu dan bicara dengan Randi, selesaikan dulu masalah lu dan Nawan ok" ucap Tomi lalu pergi meninggalkan Kakak ber Adik itu.
"Ngapain lu masih mengikuti gua Kak?" tanya Ratih tanpa menoleh.
"Gua cuma mau menjelaskan ucapan gua Dek, please jangan seperti ini sama gua. gua minta maaf Rat" jawab Nawan.
"Apa yang lu katakan itu benar Kak, lu gak usah minta maaf atau gak enak sama gua" balas Ratih.
"Tapi Dek.." ucap Nawan yang terpotong oleh Ratih.
"Gak apa-apa Kak, i'am oke and no problem you speak me dont perfect Boy, because this is my selft" ucap Ratih.
"Tolong Dek, maafkan gua Dek please" ucap Nawan terus.
"No problem Kak, sudahlah Kak. penerbangan gua sebentar lagi akan landas. maka gua akan cepat selesaikan semua sebelum terlambat" ucap Ratih lalu pergi begitu saja
__Bersambung__
..."Jika memang kehadiran aku mengganggu kalian, maka tak perlu di usir untuk aku segera pergi. karena aku sadar, aku yang penyakitan tak mungkin akan di anggap spesial seperti yang sempurna"...
..._Ratih Purnama Sari_...
Jangan lupa like, koment, rate, gift/vote ya
__ADS_1