Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
tak tik bum wer ala Ratih


__ADS_3

Setelah sampai di rumah Purnama, Randi segera mengetuk pintu rumah dan menekan bel juga. tidak lama kemudian, Bik Siti pun membukakan pintu untuk Randi.


"Eh Den Randi, ada yang bisa Bik Siti bantu?" tanya Bik Siti.


"Saya mau bertemu Kak Nawan, bisakah di panggil sekarang Bik?" jawab Randi.


"Baik Den, anda mau masuk kedalam dulu?" tanya Bik Siti lagi.


"Anything else Bik, saya hanya ingi bertemu Kak Nawan saja." jawab Randi dengan tegas.


"Yaudah kalau begitu tunggu sebentar ya Den" ucap Bik Siti lalu masuk ke dalam.


Tidak lama kemudian, Nawan keluar rumah bersama dengan Rosa dan big familly Purnama.


"Ada apa Ran?" tanya Nawan dengan dingin.


"Kenapa kalian kumpul disini bergerombol begini Ran?" tanya Rosa.


"Gua punya firasat buruk tentang Ratih Kak, gua cuma mau memastikan kalau Ratih baik-baik saja. dan gua mohon izin untuk ke india menemui Ratih bersama yang lain." ucap Randi.


"Kebetulan gua juga mau kesana Ran, karena Ratih belum mengabari sampai saat ini, gua takut dia kenapa-kenapa. " balas Nawan.


"Astaga.. yasudah kita berangkat sekarang saja" ajak Randi.


Nawan pun hanya membalas anggukan, setelah itu Purnama familly, Randi dan semua anggota Genk KC segera mengemudikan kendaraan masing-masing.


Dan di tengah perjalanan pun Genk Elang ikut serta bergabung dengan diketuai oleh Riko.


••_Firasat_°°


Namun di sisi lain, Ratih masih di tangani Dokter karena ia cukup banyak mengeluarkan darah karena luka tonjok dari Andrew.


Andrew pun turut menyesal karena perbuatan nya itu sangatlah bodoh dan tidak dapat ia maafkan pula.


Tapi, itu hanyalah trik menipu ala Ratih. karena saat ia sudah di dalam UGD, ia membuka matanya dan memegang tangan si Dokter.


"Dok, you can speak indonesia?" tanya Ratih.


Dokter pun di buat kaget bukan main, karena baru kali ini ia menemukan pasien sekarat, namun masih bisa bicara dan menyapa nya dengan santai seolah tidak terjadi apa-apa.


"Dok, you can speak indonesia?" tanya Ratih sekali lagi.


"Yes i can" jawab Dokter.


"Alhamdulillah, Dok bisakah anda membantu saya agar saya dapat keluar dari rumah sakit tanpa sepengetahuan Pria yang mengantar saya tadi?." tanya Ratih.

__ADS_1


"Memangnya kenapa Nona, saya lihat Pria itu sangatlah baik dan khawatir dengan keadaan anda" jawab Dokter.


"Aduh.. dari mana saya harus memulai cerita ini" ucap Ratih dengan bimbang.


Dan mau tidak mau Ratih pun menceritakan segalanya tanpa ada yang di rahasiakan ataupun terlewat pada sang Dokter.


"Saya tidak mengada-ngada Dok, tolong saya sekali ini saja, berapapun uang yang anda minta saya akan berikan. karena hanya anda harapan tetakhir saya untuk bisa bebas dari Pria brengs*k itu" ucap Ratih.


Setelah memikirkan dan mengimbangi pernyataan Ratih, Dokter pun langsung berdiskusi dengan Suster untuk bekerjasama membantu Ratih.


"Baiklah Nona, kami akan membantu anda, dan kami tidak perlu bayaran apapun karena ini demi pri kemanusiaan." ucap Dokter.


"Terimakasih Dok" balas Ratih dengan senyuman.


"Tapi sebelum itu, anda harus di obati terlebih dahulu" sambung Dokter.


"Baiklah Dok" jawab Ratih dengan antusias.


Dokter pun tersenyum dan langsung membantu Ratih, ia merapihkan kembali jahitan Ratih sampai rapih dan tidak ada yang koyah lagi.


••_Firasat_••


Satu jam berlalu, Dokter pun mengabarkan pada Andrew bahwa Ratih belum sadarkan diri dan masih kritis karena kehilangan banyak darah.


Dan bodoh nya Andrew, ia pun percaya dengan ucapan Dokter. lalu Dokter pun pergi meninggalkan Andrew dan melanjutkan misi selanjut nya untuk membantu Ratih keluar dari rumah sakit.


"Sumpah gua mimpi apaan ya bisa ikut misi paling gila ini." celetuk Julio.


"Et dah lu Jul, lagi keadaan genting gini masih sempet ye lu becanda" ketus Paulus.


"Heleh, sesekali ngapa jangan serius terus. lu mau emang kayak si ono noh" ucap Julio sambil melirik Tomi yang diam seperti es balok.


"Apa lu liatin gua?" tegur Tomi.


"Hehe.. gak kok Tom, gua cuma lagi melihat pramugari nya noh cantik kan" elak Julio.


"Sukurin" ucap Paulus sambil tertawa kecil.


"Sue lu" balas Julio.


_"Emang dasar dirimu Lio, lagi keadaan khawatir pun masih sempat nya melawak haha. jadi inget pangeran ku ehm_" ucap Author galau.


_"Udah jangan galau Thor, ayo di lanjut aja. kan masih ada aa yang siap menemani mu ea.. _" ucap Julio.


_"Astaga, dah gila kau ini_" balas Author.

__ADS_1


Dan cerita pun kembali di lanjut karena si Julio malah menggombali Author yang lagi galau. skuy kembali ke cerita...


••_Firasat_••


Waktu terus berjalan..


Tengah malam pun tiba, rencana Dokter dan Ratih pun telah di mulai.


"Are you ready Nona?" tanya Dokter.


"Yes i'am ready" balas Ratih.


Dokter pun langsung menutup kain selimut sampai menutupi seluruh tubuh Ratih, lalu Suster mendorong brangkar itu keluar pintu.


Andrew yang melihat itu pun serontak kaget dan mengira bahwa itu Ratih dan langsung menghentikan langkah Dokter dan para perawat.


"Maaf Pak, kenapa anda menghalangi jalan kami?" tanya Suster.


"Jika boleh saya tau, siapa pasien yang meninggal ini Sus." tanya Andrew dengan wajah pucat nya.


"Beliau adalah Wanita muda yang sangat malang, ia kecelakaan mobil sehingga jantung nya tertusuk oleh sebuah besi tajam lalu ia pun meninggal" jawab Suster berbohong.


"Syukurlah, saya kira ini kerabat saya. saya turut berduka cita ya Sus, silahkan di lanjut jalan nya" ucap Andrew yang lega.


Suster pun tersenyum dan kembali mendorong brangkar yang terdapat Ratih tersebut.


••_Firasat_••


Ratih pun kini sudah sampai di sebuah ruangan yang jauh dari UGD maupun Andrew. lalu Suster pun segera membuka penutup kain dan memakaikan burka hitam yang menutupi kepala hingga kaki nya, setelah itu ia membantu Ratih naik ke kursi roda dan mendorong nya.


"Kita akan keluar dari sini, saya sudah memesankan taxi untuk anda Nona. semoga anda selamat sampai tujuan ya" ucap Suster.


"Terimakasih Sus, ehm.. tapi Sus" ucap Ratih.


"Ada apa Nona?" tanya Suster.


"Saya boleh meminjam handphone anda?" tanya Ratih.


"Tentu" jawab Suster sambil memberikan Handphone nya pada Ratih.


Lalu Ratih pun segera mengetik nomor dan mengirimkan pesan singkat pada nomor itu yang bertuliskan "S.O.S#R.P.S", yaitu sebuah kode yang sering ia gunakan jika dalam keadaan darurat.


"Thanks Sus" ucap Ratih sambil mengembalikan handphone Suster itu.


Lalu setelah sampai di depan teras rumah sakit, Ratih pun langsung di bantu oleh Satpam dan Supir kedalam taxi dan pergi sejauh mungkin dari rumah sakit.

__ADS_1


••_Bersambung_••


__ADS_2