Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Bab 29 Berjuang


__ADS_3

Alea sedang duduk dan bicara dengan Jane di sebuah kontrakan. Sambil menyusui bayinya mereka ngobrol tentang pekerjaan yang akan di ambil Alea besok pagi.


"Aku sudah mendapatkan panggilan. Mulai besok aku akan bekerja," kata Alea.


"Aku akan menjaga bayimu selama kau bekerja. Kita bisa bagi tugas. Karena aku bekerja saat malam hari, maka kau akan bekerja saat siang hari," ucap Jane.


"Ok,"


Keesokan paginya, Alea akan berangkat bekerja, tiba-tiba pintunya di ketuk oleh seseorang.


"Ya! Tunggu sebentar!" sahut Alea.


Setelah rapi dan akan bekerja, Alea membuka pintunya.


"Jane...."


"Lihat ini!" ucap Jane sambil memberikan kertas pada Alea.


"Ibumu menaruh kertas ini dimana-mana. Bagaimana kau akan pergi bekerja?"


"Astaga! Mommy......"


"Tidak masalah! Aku punya ide, di foto ini wajahku polos bukan? Aku akan memakai riasan dan mereka tidak akan mengenaliku," kata Alea karena tidak ingin dia kehilangan pekerjaan yang sudah susah payah dia mendapatkan nya.


"Kau yakin?"


"Kau bisa melihatnya nya nanti. Tunggu ya, aku masuk dulu,"


Jane menunggu Alea berdandan sambil menggendong bayinya. Sesekali dia tersenyum sendirian ketika bayi mungil itu membuka mulutnya seakan menguap.


"Kau sangat lucu....."


Jane berkata sendirian.


"Ao.....ao.....ao...." Bayi itu seakan bicara padanya dengan gerakan bibir yang tanpa suara.

__ADS_1


"Ibumu akan bekerja dan berjuang untuk kebahagiaan mu. Kau dirumah dengan ku dan jangan rewel ya ....."


"Ehm ... anak pintar!"


Tidak lama kemudian Alea berbalik dari meja riasnya dan memperlihatkan hasilnya pada Jane.


"Jane!" panggilnya.


Jane lalu menoleh dan terpukau dengan hasilnya. Tidak disangka Alea benar-benar terlihat seperti bukan dirinya.


"Kau.... bagaimana bisa!?" ucap Jane terkejut.


"Aku belajar dari beberapa senior! Bagaimana?"


"Fix! Mereka tidak akan mengenalimu," kata Jane tersenyum.


"Okey, kalau begitu, aku berangkat ya. Susunya sudah aku peras disana, kau bisa memberikannya selagi aku belum pulang,"


"Baiklah! Selamat, berjuang!"


Dia bekerja di sebuah toko tekstil. Dan hari ini adalah hari pertamanya.


Dia sedang melayani konsumen sejak tadi. Dan dia merasa dadanya begitu kencang dan sakit. Dia lalu teringat akan bayinya yang dia titipkan pada Jane.


"Mbak....itu bajunya kok basah," tegur konsumen yang sedang Alea layani.


Alea melihat baju bagian dadanya. Dan benar saja, air susunya menetes ke bajunya karena dia belum sempat memerasnya.


"Ehm, iya, sebenarnya saya sedang menyusui. Tapi hari ini sangat ramai, saya belum sempat memerasnya,"


"Mbak...sana ambil dulu. Bilang sama bosmu. Aku biar sama karyawan yang lainnya. Sayang kalau tumpah susunya," ternyata konsumen itu begitu baik.


Alea mengangguk dan berjalan ke kantor bosnya.


"Ada apa Alea? Bukan kah kamu sedang melayani pembeli tadi?"

__ADS_1


"Iya bos. Tapi dia menyuruh saya untuk memeras ini dulu. Susunya tumpah. Katanya dia akan memanggil karyawan yang lainnya," sahut Alea.


"Ya sudah sana! Cepat ya! Jangan lama-lama! Toko lagi rame!" ucap bosnya lalu mengalihkan pandangan pada beberapa karyawan yang sibuk melayani konsumen hari ini.


Ini mendekati hari besar, jadi tokonya sangat ramai. Karena dia melihat pembeli terus berdatangan, bosnya itu lalu turun tangan juga dan ikut melayani nya.


Setengah jam berlalu, Bosnya mencari Alea dan tidak kelihatan di sekitarnya. Diapun memanggilnya.


"Alea!"


"Kenapa lama sekali?"


"Sebentar lagi bos,"


Ucap Alea dari belakang dan sedang memeras dada yang satunya lagi.


"Lama amat anak ini! Baru sehari bekerja tapi tidak profesional!" keluh bosnya itu.


Alea lalu keluar dan menemui Bosnya.


"Layani mereka! Kenapa kamu lama sekali!?"


Alea tidak menjawabnya dan hanya tersenyum kecil.


Alea lalu bergabung dengan teman-temannya dan melayani konsumen kembali.


Sudah jam lima. Tapi Alea belum juga pulang. Sedangkan Jane, dia harus bekerja jam enam dari rumah.


Alea berulang kali melihat jam dinding dan semakin cemas ketika jam itu terus saja berputar hampir mendekati jam enam tapi toko belum tutup.


"Aduh gimana ini!?" Alea sangat panik. Ini hari pertama dia bekerja, dia takut jika meminta ijin sebelum tokonya tutup.


"Hari ini kita tutup jam tujuh! Kita lembur!" kata Bosnya dari dalam ruangan.


Alea tersentak kaget.

__ADS_1


"Apa? Jam tujuh? Aku harus segera pulang, Jane juga harus bekerja. Tapi.... bagaimana aku mengatakan nya? Bos pasti akan marah. Ini hari pertama aku bekerja dan toko sangat ramai sehingga kami harus lembur," Alea bicara dalam hati dan wajahnya terlihat sangat cemas.


__ADS_2