Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Kekhawatiran yang melanda.


__ADS_3

Andrew hanya bisa menuruti perkataan Ratih lalu ia segera pergi dari hadapan Ratih dengan penuh penyesalan.


Dikamar, Ratih merenung bahkan ia hanya terbaring lemah dengan infus yang terpasang serta banyak sekali peralatan rumah sakit yang nemempel dibadannya.


"Kakak" ucap Ratih sambil memegang dadanya dan menutup matanya.


Lirih suara Ratih kala itu, dan diwaktu yang sama Nawan mendapat firasat bahkan merasakan kerinduan Ratih padanya.


"An, lu kenapa diam saja?" tanya Tomi.


"Gua merasakan kalau Ratih ada disekitar sini" balas Nawan.


"Bagaimana mungikin An, disini tidak ada rumah, bahkan ini dekat hutan bukan lagi komplek atau perkampungan" lanjut Riko.


"Gua tidak peduli kita dimana, yang pasti gua merasakan Ratih ada disekitar sini. tapi sudahlah kita pulang saja ini sudah mau malam juga" ucap Nawan.


"Iya ayo cabut" ajak Riko.


Pada akhirnya Nawan, Riko, Tomi, Julio dan William pun pergi dari hutan. namun saat ditengah perjalanan ia bertemu dengan Randi dan Genk King Cobra.


"Lu ngapain disini Ran?" teriak Nawan.


"Kak malam ini gua mau cari Ratih" balas Randi.


"Jangan, hari sudah malam. besok saja kita next mencari Ratih" teriak Nawan lagi.


"Hati gua tidak tenang Kak" balas Randi.


"Kita kerumah gua saja ya, besok pagi buta kita cari Ratih bersama" bujuk Nawan.


"Tapi Kak" ucap Randi.


"Sudah ayo" balas Nawan lalu mengebutkan laku motornya.


Akhirnya mau tidak mau Randi mengikuti Nawan dan melajukan kecepatan motornya supaya dapat menyamai kecepatan laju motor Nawan.


...****************...


Senja sudah berganti awan gelap dan malam sudah mulai terlihat. Randi dan Nawan beserta teman-temannya sudah sampai dirumah Omah dan Opah.

__ADS_1


"Ayo Ran, lu malam ini istirahat saja disini." ajak Nawan.


"Iya, banyak kamar kosong disini. sayang kalau tidak ditempati" sambung Julio.


"Weleh lu jul, ini rumah bukan kost-kostsan" celetuk William.


"Ai sia waras" balas Julio pada William.


"Lah Ai sia ngajak ribut aing hah?, wani sia ka aing?" tanya William sambil menggenggam kerah baju Julio.


"Malah betantem kebiasaan" tegas Riko sambil menjewer telinga William dan Julio.


"Aduh aduh... ampun Riko ampun" ucap William dan Julio bersamaan.


"Bodoamat" balas Riko.


Nawan, Randi dan yang lainnya hanya geleng-geleng melihat tingkah laku Trio semprul itu, lalu mereka melangkahkan kaki mereka lagi kedalam rumah.


"Assalamualaikum" ucap Nawan saat masuk kedalam rumah.


"Waalaikumsalam" balas yang lain serentak.


"Tuan, anda sudah pulang?" tanya Bik Imah.


"Iya Bik, tapi Adik masih belum ditemukan" jawab Nawan dengan wajah dinginnya.


"Sabar ya Tuan, saya yakin Nona muda baik-baik saja" sambung Bik Siti.


Nawan hanya mengangguk lalu membalikkan tubuhnya dan menatap teman-temannya.


"Bik, mereka teman-temanku. tolong siapkan semua kamar untuk mereka tidur disini. rumah ini akan sangat ramai hehe ku haraf Bik Imah dan Bik Siti selalu nyaman dan tidak terganggu oleh mereka." tutur Nawan sambil tersenyum simpul.


"Tenang saja Tuan, Bibik senang sekali bisa banyak tamu disini. karena Tuan tau sendiri disini sangat sepi" sambung Bik Siti.


"Hehe" balas Nawan.


"Baiklah Bibik permisi mau menyiapkan kamar mereka ya Tuan, Imah ayo kita siapkan segala keperluan mereka" ucap Bik siti.


"Tentu Siti" balas Bik Imah.

__ADS_1


"Permisi Tuan" ucap Bik Imah dan Siti serentak.


Bik Imah dan Siti pergi dari hadapan Nawan, lalu ia mengajak teman-temannya keruang tv untuk bersantai.


Disisi lain...


Ratih menangis tiada henti, dan Andrew yang semulanya diusir Ratih ia kembali memberanikan diri untuk menemui Ratih.


"Kenapa lu datang lagi kesini!" bentak Ratih pada Andrew.


Andrew tidak menjawab dan hanya melanjutkan langkahnya lalu berlutut di lantai.


"Gua tau gua salah Rat, tapi tolong jangan siksa diri lu begini. gua tidak sanggup melihatnya" ucap Andrew memohon.


Gila gak? Seorang Mafia besar bahkan pimpinan Genk terbesar aja bisa tunduk pada Ratih, apalagi cuma polisi dan pengusaha entah apa yang akan terjadi馃 lanjutkan gaes..


Ratih hanya diam saja, namun seperti biasa, karena ia terlalulama menangis akhirnya dadanya kembali sesak bahkan ia memegang lehernya yang seperti tercekik rasanya.


"Ehm.. Drew, hah" ucap Ratih terbata-bata.


"Ratih" teriak Andrew yang langsung berdiri dari duduknya.


"Kakak" ucap Ratih


"Maksud lu apa Rat?" tanya Andrew yang fanik menjadi bingung dibuatnya.


"Kakak" ucap Ratih.


Ratih terus berulang kali memanggil "Kakak", karena saat Ratih sesak Nawan selalu memeluknya untuk menenangkan Ratih.


"Apa Ratih seperti Adik gua, dan gua harus melakukan hal itu apa dia tidak akan marah" ucap batin Andrew bimbang.


Bersambung..


Kira-kira apa yang akan dilakukan Andrew untuk menenangkannya yak?馃 entahlah hanya Author keceh ini yang tau馃槑.


Oh iya, aku minta maaf ya karena jarang banget up teratur dan rutin馃檹, karena aku masih tahap merevisi karyaku yang tidak lain cerita yang sedang kalian baca ini馃 "Cinta Gadis Broken Home".


Tapi walau begitu, tetap doakan aku ya supaya cepat selesai revisinya dan bisa rutin lagi untuk melanjutkan ceritanya.馃檹

__ADS_1


Tetap dukung aku ya dengan cara Like, Koment dan saran, Vote dan Rate.馃馃


__ADS_2