Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Bahagia melihat mu bahagia


__ADS_3

Setelah selesai sarapan, terdengar suara benda jatuh dilantai atas. William yang memang instingnya paling bening alias cemerlang tambah aduhay pun langsung lari menuju TKP.


"Njir, tuh anak udah kayak super hero kepanasan aja lari cepet banget" celetuk Julio.


"Kalo pasal Ratih dia nomor satu Jul" balas Riko.


"Lagi makan haraf tenang" ucap Rosa sambil melirik Nawan yang masih terlihat santai menyantap sarapannya.


" Iya tuan putri hehe" balas Julio.


"Ehem" dehem Nawan sambil melirik Julio.


Julio pun menunduk dan makan kembali karena Nawan semakin panas dibuatnya, entah apa yang terjadi dengan Nawan, yang pasti hatinya sudah tumbuh bunga cinta untuk Rosa.


Berlanjut ke William yang sudah berdiri di depan pintu kamar Ratih. namun ia hanya berdiri tidak berani mengetuk pintu.


"Rat" panggil William dengan lirih.


"Masuk Wil, bantu gua ngapa ini aduh" teriak Ratih.


"Lah.. ngapa tuh bocah" celetukk William.


"Masuk woy!, malah ngomong sendiri heleh" ketus Ratih.


"eh iya iya hehe" balas William.


William pun segera membuka pintu dan melihat Ratih yang tengah bergelantungan di jendela seperti super hero. cuma bedanya ini bukan super hero, tapi cicak nempel di tembok haha.


"Lu ngapain disitu? " tanya William sambil mendekat pada Ratih.


"Astaga, tadi gua kesandung abis itu jatuh kesini." jawab Ratih.


"Haih ngapain kesandung lu mah Rat kayak gak ada kerjaan aja heleh" ucap William.


"Astaga bantu gua ngapa Wil, itu kursi udah jatuh masa gua harus jatuh juga ke bawah." ucap Ratih.


"Hehe iya iya" Balas William.


William pun meraih tangan Ratih dan membantunya naik keatas. setelah William berhasil menarik Ratih, ia menggendong Ratih ke atas kasur Ratih.


"Lain kali hati hati pao haha" ledek William.


"Sue kau, makasih ya" ketus Ratih.


"Buset dah, udah dibantu malah marah haha" tawa William.


Ratih hanya diam saja dan mengembungkan pipi chubby nya, sedangkan William hanya tersenyum dan memberikan coklat.


"Nih Rat, maafin gua kalau banyak salah selama ini dan gua sayang sama lu, tolong jangan lupain gua kalau gua sudah tidak ada nanti" ucap William dengan senyum manisnya.


"Kenapa lu bicara begitu?, tolong jangan bahas kematian" balas Ratih dengan lesu dan sedih.


"Kematian tidak ada yang tau, jadi ambil coklatnya gua pamit dulu ya" ucap William.

__ADS_1


Ratih mengambil coklat itu dan memeluk William. ia mengelus punggung William membuat hatinya begitu tenang saat dipelukan Ratih ewalau cintannya tidak terbalas namun harinya tetap akan selalu mencintai Ratih.


"Udah ah gua pamit dulu ya" ucap William.


"Hati hati" ucap Ratih sambil melepas pelukannya.


William pun pergi sedangkan Ratih memikirkan ucapan William tadi dan merasa takut jika semua terjadi nanti.


...****************...


Hari demi hari telah dilewati, Ratih pun kini sudah sembuh dan mulai aktivitas kembali, berkumpul dan tersenyum bersama yang lain disekolah yang ia rindu.


"Kaka, gua mau bakso boleh? " tanya Ratih.


"Lu mau apa saja hari ini gua borong" jawab Nawan.


"Yey hehe, Ratih mah bakso" ucap Ratih.


"Rik pesankan semuanya hari ini gus yang bayar" ucap Nawan.


"Assyiap bos que" ucap Riko lalu pergi memesan bakso.


Nawan bahagia melihat Ratih yang kini mulai berubah menjadi lebih baik, bahkan meninggalkan kebiasaan buruknya yang suka merokok, minum dan tauran.


Namun Nawan juga sedih, karena jika nanti Ratih tau Ayahnya Randi melarangnya berteman dengan Ratih pasti adiknya itu akan down kembali.


"Dek, gua mau bicara" ucap Nawan.


"Bicara saja Kak" balas Ratih.


"Baiklah, ayo kita susul Riko" ajak Tomi.


William dan Julio pun mengiya kan ajakan Tomi lalu meninggalkan Ratih dan Nawan untuk bicara berdua.


"Dek" panggil Nawan.


"Iya" jawab Ratih sambil menatap mata Nawan.


"Ratih suka ya dengan Randi? " tanya Nawan.


"Ehm.. enggak kok Kak" jawab Ratih sambil memainkan jari jemari Nawan.


"Jangan bohong sama Kaka, kamu suka kan sama Randi? " tanya Nawan sekali lagi.


Ratih hanya menganggukan kepalanya tanda "iya", Nawan pun menggenggam tangan Ratih dan mengelusnya.


"Mulai sekarang buang rasa itu dan lupakan Randi ya" ucap Nawan dengan dingin dan wajah datarnya.


"Kenapa begitu Kak? " ucap Ratih sambil membulatkan matanya.


"Jauhi dia sekarang juga sebelum rasa itu tumbuh semakin besar dan dalam" ucap Nawan lagi.


"Kenapa begitu Kak, Ratih baru suka lagi sama cowok setelah sekian lama. kenapa harus dijauhi dan dibuang rasa ini" ucap Ratih seketika dengan nada berat menahan sedih nya.

__ADS_1


"Gua punya alasan dek, tapi tidak sekarang gua beritau lu. intinya jauhi Randi, jika tidak lu gak akan bertemu Ayah dan Bunda" ucap Nawan sedikit mengancam.


Ratih melepas tangan Nawan lalu diam saja, kembali murung dan tidak bergairah lagi. bahkan tawanya yang sedari tadi mengembangkan pun hilang begitu saja.


Nawan mengerti perasaan Ratih, namun ia melakukan ini untuk kebaikan Ratih juga.


...****************...


Tidak lama kemudian Riko dan yang lainnya kembali membawa enam bakso pesanan Ratih dan yang lain lalu menaruhnya dimeja kantin.


"Selamat makan" ucap Julio.


"Terimakasih ya" ucap Nawan lalu makan bersama yang lain.


Semua memakan bakso tadi kecuali Ratih yang hanya mengaduk-aduk baksonya. Julio melihat Ratih dan menggenggam tangannya.


"Ayo makan, enak loh ini jangan diam saja nanti dingin gak enak" ucap Julio sambil mengangkat kedua halisnya.


"Hehe iya,. lepasin dulu tangan gua nanti gua gak bisa makan hehe" tawa Ratih walau itu semua palsu.


"Gua gak mau lepasin haha" canda Julio.


"Ih lu mah.. gimana gua mau makannya" ucap Ratih merengek.


"Gua suapin" sambung William.


"Noh udah ada pangeran kodok yang mau suapin haha" canda Julio lagi.


"Sudah, ayo makan dulu habiskan" ucap Nawan.


Ratih, Julio dan William pun menghentikan aktivitas bercandanya, lalu William menyuapi Ratih dan Julio menyuapi camilan pada Ratih.


Sedangkan di kursi lain, Randi yang melihat itu hanya bisa tersenyum walau ia sangat sedih karena larangan Ayahnya membuat hatinya sakit dan kecewa.


"Sabar ya Ran" ucap Paulus.


"Tidak apa-apa Pau, gua melihat Ratih dan tersenyum bahagia pun gua sudah senang" ucap Randi dengan senyuman.


"Gua yakin, suatu hari nanti Ayah lu akan merestui hubungan kalian." ucap Henri.


"Aamiin terimakasih ya kalian emang sahabat terbaik gua" balas Randi.


"Gua bahagia melihat lu bahagia Rat" itulah ucapan batin Randi dan William.


Randi hanya tersenyum karena bangga memiliki dua sahabat yang ada suka maupun dukanya. ia juga bahagia melihat Ratih bahagia. begitu pula dengan William yang senang karena walau ia hanya cinta dalam diam setidaknya Ratih bahagia walau dengan canda tawanya. Namun di tengah kebahagiaan itu tiba-tiba..


Bersambung..


Kira-kira bagaimana ya kelanjutannya? hehe..


Kalau penasaran yuk jangan lupa tav favorite supaya tidak tertinggal kelanjutan dari cerita Cinta Gadis Broken Home hehe


Oh iya, aku minta maaf ya karena jarang banget up teratur dan rutin馃檹, karena aku masih tahap merevisi karyaku yang tidak lain cerita yang sedang kalian baca ini馃 "Cinta Gadis Broken Home".

__ADS_1


Tapi walau begitu, tetap doakan aku ya supaya cepat selesai revisinya dan bisa rutin lagi untuk melanjutkan ceritanya.馃檹


Tetap dukung aku ya dengan cara Like, Koment dan saran, Vote dan Rate.馃馃


__ADS_2