Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Awal kehancuran Ratih


__ADS_3

Pagi pun tiba, Ratih tengah membuka mata nya dan merasakan sakit di area sens**f nya. lalu ia menangis namun tatapan nya kosong, hampa tiada gairah hidup lagi.


Namun di sisi lain, Omah tengah mengetuk pintu dan masuk ke dalam kamar Riska. lalu duduk di sebelah Riska dan menaruh lauk sarapan di atas nakas.


"Ratih, ayo makan dulu" ucap Omah.


Namun Ratih hanya diam saja tidak menjawan apapun yang Omah tanya atau ucap, walau Omah sudah berkali-kali bertanya.


Lalu Omah pun pasrah dan keluar dari kamar setelah melihat Riska yang respon nya hanya diam. hingga akhir nya ia membangunkan Nawan yang tengah berbaring di kasur namun mata nya terjaga.


"An, Ratih tidak mau makan. bagaimana ini nak?, Omah takut ia trauma berat dan.." ucap Omah yang mulai memikirknan hal aneh.


"Jangan memikirkan hal aneh Omah" balas Nawan lalu beranjak dari kasur nya.


Lalu Nawan pun menghampiri Omah dan meyakinkan Omah agar ia tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi Ratih, karena itu dapat membuat kondisi nya pun menjadi drof.


"Omah tenang saja, oang yang melecehkan Ratih sudah di sekap di markas An, dia tengah tersiksa di sana dan An tidak peduli apa konsekuesi nya jika dia mati nanti. An tidak akan membiarkan dia mati dengan mudah setelah melakukan semua ini terhadap Ratih." ucap Nawan dengan tatapan penuh emosi.


Lalu Omah yang kepalang dilanda kecewa, inget gaes kecewa bukan dilanda rindu ye haha. tidak menghalangi Nawan sedikit pun walau kelakuan cucu nya itu tidak benar.


Dan di tengah obrolan itu berlanjut, tiba-tiba handphone Nawan berbunyi dengan notif nama calon adik ipar dudul. lalu ia pun segera menjawab panggilan itu.


"Sebentar Omah, aku jawab telepon dulu." ucap Nawan.


"Baiklah, Omah pergi dulu ya" balas Omah lalu pergi dari kamar Nawan.


Setelah itu, Nawan pun menjawab panggilan itu dan mulai berbincang dengan Randi.


"Hallo, iya ada apa Ran?" tanya Nawan.


"Kak, gua mau melaporkan kalau Andrew sudah sekarat. tapi gua belum puas dengan semua itu" jawab Randi di telepon.


"Jangan kotori tangan lu Ran, biarkan mereka bekerja hingga anak bangs*t itu mati" ucap Nawan.


"Baiklah Kak, ehm.. bagaimana kondisi Ratih?" tanya Nawan.

__ADS_1


"Kata Omah, Ratih diam saja tidak mau makan. dan gua mau ke kamar nya untuk membujuk Ratih." ucap Nawan memberitahu.


"Sebentar Kak, ini ada notif dari anak hack." balas Randi lalu membuka pesan tersebut.


Setelah Randi membuka pesan dari pekerja Hacker nya, ia pun kaget karena video Ratih dan Andrew yang tengah b********n b***n pun tersebar di all sosmed.


"Bangs*t!, gua mau orang yang menyebar pertama kali video ini lu hack semua akun nya lalu hapus video itu sebelum tersebar luas dan siksa dia hingga gua puas" pesan Randi lalu kembali ke panggilan telepon yang tertunda.


"Ada apa Ran?" tanya Nawan.


Lalu Randi tidak banyak berkata dan hanya mengirimkan video rekaman yang tadi ia lihat sebelum nya pada Nawan. setelah itu, Nawan pun membanting gelas hingga pecah berantakkan.


"Cari mati lu Andrew!" teriak Nawan.


Dan di tengah Nawan dan Randi tengah berbincang bahkan saling emosi, Ratih pun tiba tiba membuka pintu kamar Nawan dengan keras hingga tembok pun retak di buat nya.


"Brak!!!!" suara keras pintu terbanting dan tembok pun retak.


Lalu Nawan yang kaget pun langsung memaling kan wajah nya menuju Ratih yang tengah menatap nya dengan kosong namun tangan mengepal dan wajah memerah memendam amarah.


Dan tanpa basa-basi, Randi dan Nawan pun memutuskan panggilan. lalu Nawan menghampiri Ratih yang tengah emosi, sedangkan Randi langsung turun dari kamar nya untuk segera pergi, namun langkah nya terhenti ketika Pak Pratama dan Bu Salma berdiri di hadapan Randi sambil memutar video yang tersebar itu.


"Begini kah balasan dari semua yang sudah Appa korban kan untuk mu Ran?" tanya Pak Pratama.


"Kenapa Ratih tega melakukan semua ini Randi?, Amma sudah percaya pada nya namun di rusak begitu saja." sambung Bu Salma.


"Ratih tidak seburuk yang kalian kira Ma, Pa," balas Nawan.


"Ini sudah jelas Randi!, apalagi yang mau kamu tepis!" bentak Pak Pratama.


"Kita bahas ini nanti saja Appa, aku harus pergi ke rumah Ratih, dia membutukan aku" ucap Randi dengan dingin.


"Kenapa kamu masih berurusan dengan wanita itu?, apa untung nya kamu bersama dia kalau aib nya saja sudah membuat keluarga kita akan menanggung malu di masa depan!" bentak Bu Salma.


Lalu Randi yang kaget dengan sikaf Bu Salma yang biasa nya lembut dan percaya Ratih pun, kini berbanding balik sehingga membuat emosi Randi bergejolak lalu menaikkan kepala nya menatap kedua orang tua nya.

__ADS_1


"Kalian tidak tau apa yang terjadi pada Ratih kala itu Ma, Pa." ucap Randi dengan bergetar menahan emosi.


"Kotor, tetap saja kotor!, Appa mau kamu menjauhi dia dan sudahi pertunangan mu dengan nya!" balas Pak Pratama.


Lalu Randi pun menatap Pak Pratama dengan sangat lekat seperti elang ingin memangsa makanan nya.


"Ratih bukan aib, dia juga bukan wanita bodoh yang mau tidur begitu saja dengan pria macam Andrew." ucap Randi.


"Ratih di paksa, bahkan tubuh nya di bius hingga ia tidak berdaya. dia hanyalah korban pel*****n bukan wanita murahan. sekarang lihatlah, apa video itu masih tersebar? dan jangan pernah menghalangi cinta ku untuk kesekian kalinya Pa, dan ini pringatan ku yang terakhir." sambung Randi lalu melanjutkan langkah nya.


Setelah itu, Bu Salma yang mulai mengerti maksud Randi pun menghalangi langkah Pak Pratama yang hendak menghentikan Randi melangkah.


Lalu Randi pun akhir nya pergi dari rumah menuju rumah Ratih. sedangkan di sisi lain, Ratih sudah ada di hadapan Nawan dan langsung menatap Nawan dengan tajam dan memeluk nya sambil menangis.


"Hick.. hick.., Kak, kenapa ini semua terjadi pada gua." ucap Ratih dalam tangis nya.


Lalu Nawan yang ikut sedih pun hanya bisa mengelus rambut pirang Ratih dan mengecup nya tanpa menggubris setiap ucapan demi ucapan yang di keluarkan dari mulut Ratih.


"Gua janji akan membalas semua nya pada Andrew Dek, gua bersumpah jika dia berdiri di hadapan gua, maka gua akan membunuh nya saat itu juga." ucap batin Nawan.


Setelah itu, Ratih yang sudah capek menangis pun tiba-tiba pingsan di pelukan Nawan. lalu Nawan pun menggendong Ratih dan menaruh nya di atas kasur nya.


"Istirahat lah Dek, biar gua yang urus semuanya. lu gak sendirian, ada gua di samping lu untuk melindungi dan membersihkan nama baik lu, ini janji seorang Kakak." bisik Nawan lalu menarik selimut dan pergi meninggalkan Ratih.


Bersambung..


Maaf ya gaes aku baru update sekarang, karena aku sibuk sekali minggu ini.


Hingga kemarin tanggal 08 desember adalah hari annive ku dengan Bee pun aku sempat lupa karena hanya fokus dengan target kerja ku.


Maaf sekali untuk all readers maupun autors setia karena sudah menunggu lama pasti kan. dan maaf juga ya bee aku sampai lupa mengucapkan.


Baik segitu saja episode kali ini yak, jangan lupa like koment and rate.


Vote or gift pula tak ape.

__ADS_1


__ADS_2