Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Perjuangan yang sia-sia #part 2


__ADS_3

"Sudah Kak, Randi berhak memilih yang terbaik untuknya. lagipula Ratih hanyalah sahabatnya bukan kekasih, jadi Kakak gak boleh menuntut apapun pada Randi." ucap Ratih.


"Ratih juga baik-baik saja Kak, tolong jangan beritahu Randi detail apa yang Ratih derita. Ratih gak mau melihat orang-orang yang Ratih sayang ikut bersedih" lanjut Ratih.


Nawan pun langsung memeluk tubuh mungil Ratih dan mengelus rambutnya. dia tau Ratih sedang membohongi dirinya untuk menutupi segala kekecewaan dalam hatinya yang sulit di ungkap.


Karena sedari kecil hingga dewasa, Ratih tidak pernah menceritakan apapun masalahnya pada orang lain termasuk keluarga karena dia merasa kalau dia adalah beban, sehingga apapun yang dia lakukan selalu salah dan membuat banyak orang menderita.


"Tolong jangan bilang apapun lagi pada Randi Kak. Ratih gak apa-apa kok" ucap Ratih.


Randi yang melihat betapa cinta dan tulusnya Ratih pun semakin merasa bersalah dan meyesal atas perbuatannya, sedangkan Ratih hanya diam sambil memeluk tubuh Nawan dengan erat.


Cukup lama Ratih memeluk Nawan, lalu pelukan itu pun semakin longgar dan tidak ada pergerakan pula dari Ratih. membuat Nawan sadar bahwa Adiknya kini sudah tak sadarkan diri.


"Dek, Ratih, Dek!!!" teriak Nawan membangunkan Ratih yang kini tidak sadarkan diri.


Randi yang ikut panik segera memanggil Dokter, lalu Dokter pun kembali memeriksa kondisi Ratih.


"Jika Adik gua sampai kenapa-kenapa, ini semua salah lu!" bentak Nawan pada Randi.


"An, apa yang terjadi sebenarnya hah?. lu kenapa marah-marah sama nih anak? " tanya Tomi.


"Andai Ratih gak kenal dengan bocah ini!, semua gak akan kacau seperti ini" jawab Nawan.


"Maksud lu bagaimana si An?" tanya Akash yang tidak mengerti.


"Dia menghianati Ratih. gua tau mereka belum pacaran, tapi kenapa lu gak menghargai perjuangan Adik gua?. lu berjuang buat dia sampai nyawa lu pertaruhkan untuk Adik gua, dan ribuan kata cinta kalian selalu ungkapkan walau tidak pernah jadian. tapi setidaknya kan kalian sudah saling komitment, kenapa gak saling menjaga hati satu sama lain" ucap Nawan yang sudah bingung harus melakukan apa.


"Apa itu benar Ran?" tanya Akash.


Randi pun hanya menganggukkan kepalanya dan tidak menjawab sepatah katapun apa yang di tanyakan.


"Kenapa lu melakukan ini Ran?" tanya Akash.


"Gua cuma khilaf Kash" jawab singkat Randi.


"Tapi Ran, apa lu gak memikirkan hati Ratih?. apa bukti ketulusan Ratih masih lu ragukan?, atau memang lu gak cinta dengan Ratih?" tanya Akash.


"Gak Kash, gua hanya kesepian tanpa hadir Ratih lalu gua menghibur diri, gua gak pernah menyangka kalau gua akan kembali menaruh rasa padanya lalu meluapakan Ratih begitu saja" jawab Randi menyesal.


"Penyesalan lu sudah terlambat Ran, Ratih sudah kembali tersakiti oleh lu. gua jauh-jauh dari india ke indonesia hanya untuk menyatukan kalian kembali, tapi kenapa lu sia-siakan usaha gua untuk kalian?" tanya Akash.


"Gua minta maaf Kash" sesal Randi.


"Gua gak butuh maaf lu Ran. gua mengalah dan mengubur rasa cinta gua pada Ratih cuma untuk lu, tapi jika lu tetap seperti ini, gua janji akan rebut posisi lu di hati Ratih." tegas Akash.


Namun di saat perdebatan itu kian memanas, tiba-tiba Dokter keluar dan berhasil mengalihkan perseteruan itu.


"Permisi, Tuan Nawan" panggil Dokter.


Nawan menghampiri " Yes Dok, bagaimana kondisi Adik saya?" tanya Nawan.

__ADS_1


"Pasien baik-baik saja, ia hanya syok dan banyak pikiran. tolong jangan buat dia gusar dan banyak pikiran ya Tuan, karena sekarang Pasien kesehatannya sangat rentan." tutur Dokter.


"Terimakasih ya Dok. tapi, bisakah Adik saya pulang besok lusa?" tanya Nawan.


"Sebenarnya Pasien bisa pulang, tapi dia masih belum boleh lepas infus dan berjalan dulu. Pasien harus memakai kursi roda untuk sementara waktu agar jahitannya cepat kering" jawab Dokter.


"Tenang saja Dok. kebetulan Paman kami adalah Dokter, jadi ia pasti bisa menangani hal ini" ucap Randi menyakinkan Dokter.


"Baiklah, kalau begitu saya akan buatkan resep dan Tuan silahkan urus administrasinya" ucap Dokter yang berlalu pergi.


Nawan pun langsung bergegas pergi ke tempat Administrasi. namun, lagi-lagi saat ditanya pasal biaya, Suster selalu bilang kalau administrasi sudah di bayar lunas.


"Sebenarnya siapa yang telah membayar biaya rumah sakit Ratih Sus, tolong anda cari tau karena ini penting bagi kami" ucap Nawan.


"Disini tertulis atas nama Randi Pratama Sanu yang telah membayar semua biaya perawatan Pasien bernama Ratih Purnama Sari mulai dari awal check up sampai saat ini" tutur Suster.


"Randi!?" pekik Nawan yang kaget.


"Iya Tuan, atas nama Randi yang telah membayar semua biaya selama Pasien check up sampai detik ini" ucap Suster sekali lagi.


"Thanks Sus" ucap Nawan lalu berlari menuju ruangan Ratih.


Tak lama kemudian, Nawan sampai disana sambil mengatur nafasnya lalu memegang pundak Tomi.


"Lu kenapa An?" tanya Tomi.


"Gak apa-apa, gua cuma perlu bicara sama Randi. bisa kita bicara sebentar?" tanya Nawan.


"Ran, apa lu yang udah membayar semua pengobatan Ratih selama ini?" tanya Nawan.


"Ehm.. enggak Kak" jawab Randi berbohong.


"Coba naikkan tatapan lu dan bicara sekali lagi" titah Nawan.


"Enggak Kak, bukan gua yang bayar. gak mungkin gua punya uang sebanyak itu" ucap Randi yang masih menundukkan kepalanya.


"Jawab yang benar Ran!" bentak Nawan.


Namun Randi tetap menjawab tidak dan tidak walau Nawan terus bertanya padanya. hingga akhirnya Randi capek berbohong dan menjawab.


"Iya atau tidak!?" tegas Nawan.


"Iya Kak, gua yang bayar biaya rumah sakit Ratih selama ini. maaf Kak, gua cuma mau Ratih sembuh dan hanya ini yang dapat gua lakukan untuknya" ucap Randi.


Nawan pun menghelq nafas panjang dan menepuk pundak Randi. ia dilema karena masih kecewa pada Randi, namun kebaikkannya juga patut ia hargai.


"Sebelumnya gua ucapin terimakasih karena lu mau membantu meringankan biaya rumah sakit ini ya Ran, tapi gua gak bisa menerima uang lu begitu saja" ucap Nawan.


"Kenapa begitu Kak?, gua melakukan ini ikhlas tanpa paksaan. gua juga gak merasa terbebani dengan apa yang gua lalukan untuk Ratih" balas Randi.


Nawan hanya diam tidak menjawab pertanyaan Randi, ia tidak mau berbasa-basi karena masih tertutup dengan rasa kecewa. lalu ia pun beranjak dan berdiri membelakangi Randi.

__ADS_1


"Gua rasa sudah cukup bicara kita Ran, thanks udah mau bantu kami, tapi kami gak mau berhutang budi dengan lu" ucap Nawan.


"Kenapa begitu Kak?, lu gak usah gak enak sama gua" ucap Randi yang kini sudah berdiri di belakang Nawan.


"Gua rasa lu sudah tau jawabannya Ran, sekarang lu sebut berapa yang sudah lu habiskan untuk biaya rumah sakit Ratih dan gua akan ganti semuanya" ucap Nawan.


"Gua ikhlas Kak, maafkan gua karena gua sudah gelap mata dan menyakiti Adik lu. tolong jangan seperti ini sama gua Kak, gua mohon" ucap Randi yang terus memohon penuh penyesalan.


"Gua butuh waktu untuk memaafkan lu Ran, karena marah bisa di maafakn dengan mudah, tapi kecewa butuh waktu untuk memafkan. karena rasa kecewa itu akan lebih membekas di banding amarah Ran" ucap Nawan.


"Gua tau gua gak pantas di maafkan Kak, tapi, jangan seperti ini sama gua Kak. gua ikhlas membayar itu semua karena gua ingin Ratih cepat sembuh" ucap Randi menegaskan.


"Tapi Ratih gak akan sembuh hanya karena uang, ia gak butuh uang untuk kembali tersenyum Ran, melainkan hati yang tulus menerima dan perasaan aman saling menjaga. gua merawat Ratih dengan penuh kasih sayang agar dia lupa akan rasa trauma nya, tapi kenapa lu mengecewakan Ratih setelah lu memberikan harapan besar pada Ratih?" ucap Nawan dengan dingin.


Randi hanya terdiam sambil mendengarkan semua yang di ucapkan Nawan, karena dia tau jika emosi di balas emosi maka akan menjadi kobaran api.


"Ratih selama ini sakit Ran, dia di india pun melakukan perawatan untuk ginjal dan juga syaraf di otak nya agar ia dapat pulih kembali. bahkan ia selalu bilang sama gua jika dia mau menikah dengan lu dalam keadaan sehat, gua udah berulang kali berucap untuk tidak menaruh harapan apapun pada lu karena lu saja labil gak pernah memberikan kepastian hubungan kalian" tutur Nawan dengan dingin dan penuh penekanan dalam setiap kata nya.


"Tapi ia gak pernah menggubrisnya, bahkan ia rela berbuat apapun untuk lu karena sudah di gelapkan oleh tujuannya yaitu hidup bersama lu, hingga pada akhrinya Ratih sadar kalau lu gak mencintainya dengan tulus. bahkan saat lu gak menjenguk dia dan lupa sama dia, Ratih tetap setia dengan lu walau Akash memberikan warna" sambung Nawan.


Randi pun meneteskan air mata bahkan kaget dengan apa yang Nawan ucapkan tentang Ratih, karena walau ia sudah kecewa, ia tetap menaruh setia pada Randi.


Hingga ya kembali lagi dengan penyesalan yang datang nya pada ending yang sangat membagongkan heleh.


"Cukup Kak, gua gak sanggup mendengar semua nya" ucap Randi yang masih mematung.


Nawan menghela nafas dan angkat bicara lagi, "tapi lu harus tau semua ini karena Ratih memilih lu bukan untuk menjadikan lu pacar, tapi suami untuk masa depanya." ucap Nawan.


"Iya Kak, gua sekarang paham. tolong tuntun gua untuk lebih baik Kak, dan maafkan gua" hanya itu yang dapat Randi ucap.


Kala itu, Randi terus meminta maaf pada Nawan sampai pada akhirnya Nawan pun memegang pundaknya dan memeluk Randi.


"Gua akan mencoba memaafkan lu, tapi lu harus berubah untuk jadi lebih baik lagi Ran" ucap Nawan.


Randi pun tidak percaya dengan sikap Nawan, karena yang ia tau Nawan itu beringas dan keras, namun kenyataan menyatakan kalau Nawan pun masih punya cinta dan kelembutan di hatinya.


Bersambung..


"Marah dan kecewa adalah dua hal yang berbeda, jika lu marah maka lu bisa memaafkannya. tapi jika sudah kecewa maka butuh waktu untuk memaafkan atau membenci untuk selamanya"


_Ar29_


Sebelumnya Author mau meminta maaf karena hampir satu minggu tidak up novel, Author ingin sekali up tapi kerjaan masih padat sehingga mencari celah untuk beristirahat pun sulit.


Dan semoga kedepannya Author bisa dapat waktu ya untuk terus up agar kalian tidak lama menunggu, karena Author tau menunggu itu sakit hehe馃檹


Namun walau begitu, Author mau ucapin makasih pada kalian yang selalu setia menunggu kelanjutan novel ini ya馃檹, semoga kalian tidak bosan menunggu up next nya.


Jangan lupa juga dukung novel ini dengan cara fav love "cinta gadis broken home", like, koment, rate dan vote/ gift.


Hatur nuhun sadayana, papayo

__ADS_1


__ADS_2