Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Omah tidak menyangka


__ADS_3

Setelah itu, Nawan langsung memberikan kabar pesan singkat kepada Rosa, Pak Purnama, Bu Sari, Omah dan Opah.


Isi馃摡


"Sayang(Ayah, Ibu, Omah, Opah), Ratih sedang menjalankan oprasi pengangkatan ginjal. maaf aku baru ngabarin karena ini sangat dadakan sekali. aku minta doa untuk kelancaran oprasi ini ya, terimakasih." isi pesan singkat Nawan.


Dan setelah pesan itu sampai dan di baca oleh orang yang di tuju, semuanya pun jadi panik. bahkan Omah yang sedang membawa gelas untuk minum pun menjatuhkan gelasnya sampai pecah.


"Hati-hati Omah" ucap Opah sambil membantu Omah.


"Opah, ayo kita ke indonesia. Ratih sedanh di oprasi dan berjuang, kita harus ada di sampingnya" ucap Omah dengan panik.


"Tolong tetap tenang Omah, kita akan pulang tapi kamu jangan seperti ini. Opah percaya cucu kita baik-baik saja dan bisa melewati nya" balas Opah.


"Ayo Opah, walau ia kuat. ia tetaplah manusia yang punya kelemahan tersendiri kan, ayo Opah kita pulang" rengek Omah.


Opah dan Omah pun langsung beranjak pergi meninggalkan kota b dengan mobil nya. Sedangkan Bu Sari yang mendengar kabar itu juga langsung pergi di temani putra nya untuk ke rumah sakit.


Pak Purnama yang akan metting pun menunda metting nya dan segera pergi dari kantor menuju rumah sakit, dan Rosa yang tengah memasak di rumah nya pun langsung mengajak Riyan untuk pergi ke rumah sakit.


...****************...


Di dalam ruang ICU, Ratih berjuang dan kritis. sedangkan Dokter dan para Suster bekerja semaksimal mungkin untuk menyelamatkan Ratih dan membantunya melewati masa kritis nya.


Dan disaat itu juga, Ratih mimpi berada di suatu taman indah. ia melihat sosok Pria memakai kemeja putih membelakangi nya.


"Gua dimana?, hei kamu siapa?" tanya Ratih sambil menghampiri Pria itu.


"Tolong berjuang dan bertahan ya Rat, gua sayang kok sama lu. hanya saja rasa sayang itu terhalang kecewa saat ini." ucap Pria itu yang masih membelakangi nya.


"Kenapa seperti itu?, gua gak pernah melakukan kesalahan. dan gua gak pernag sedikit pun jahat tanpa sebab kepada orang" balas Ratih.


"Intinya, apapun itu. tolong berjuanglah dan jangan tinggalkan kita semua" ucap Pria itu.


Ratih pun memegang pundak Pria itu dan hendak membalikan tubuh kekar nya. namun, saat ia hendak membalikan tubuh kekar itu, Pria itu pun hilang dengan senyuman yang Ratih sempat lihat di bibir nya.

__ADS_1


Mimpi itu pun selesai sampai di situ, dan Ratih yang kondisinya kritis pun mulai berangsur normal. walau begitu, kondisi Ratih masih tetap di nyatakan kritis karena detak jantung dan denyut nadi nya mulai melemah.


Dan di saat bersamaan, Bu sari, Pak Purnama dan Rosa pun tiba di rumah sakit. Bu Sari langsung memeluk Nawan dan mengelus kepala nya.


"Sabar ya sayang, semua akan baik-baik saja." ucap Bu Sari menenangkan Nawan.


"Tapi Bun, saat Ratih di bawa kesini, kondisi nya sangat kritis. bagaimana Adikku akan selamat Bun?" ucap Nawan yang sudah tidak bisa membendung air matanya.


Bu Sari pun hanya bisa diam karena tidak bisa menjawab pertanyaan Nawan, lalu ia menangis karena telah gagal menjadi orang tua.


Namun Pak Puranama langsung menepuk pundak Nawan dan memegang kedua pundaknya.


"An, Adik mu adalah wanita kuat. kamu harus percaya ia akan baik-baik saja, kita harus yakin akan kuasa Allah nak. " ucap Pak Purnama.


"Ya benar, An. lu gak usah takut akan hal itu, karena kita di ciptakan oleh Tuhan maka akan kembali pada Tuhan" ucap Akash.


"An, kamu ingat saat Ratih kecelakaan?" tanya Rosa.


"Iya sayang aku ingat" jawab Nawan.


"Ratih tidak akan pergi meninggalkan kita selama Tuhan belum menyuruhnya untuk kembali. saat kecelakaan mobil itu pun Ratih masih bisa selamat karena Tuhan belum memanggilnya. begitu pula sekarang, jika Tuhan berkehendak, tiada yang tidak mungkin" uccap Rosa dan tersenyum.


Nawan pun menggenggam tangan Rosa dan mengecup nya, menandakan terimakasih untuk Rosa tanpa mengucap sepatah kata pun.


Lalu tidak terasa dua jam tengah berlalu, lampu ruangan itu pun mati menandakan bahwa oprasi sudah selesai. Dokter pun keluar dari ruangan ICU menemui keluarga Purnama, Rosa dan Akash.


"Dok, bagaimana keadaan Putri kami?" tanya Pak Purnama.


"Alhamdulillah oprasi berjalan dengan lancar. Putri anda sudah melewati masa kritis nya dan sungguh luar biasa, kami salut dengan beliau." jawab Dokter.


"Salut bagaimana, Dok?" tanya Nawan.


"Walau ia sedang kritis, bibir nya terus tersenyum dan detak jantung yang lemah pun mulai berdetak kembali normal. menandakan kalau Pasien mempunyai semangat yang luar biasa entah itu karena seseorang atau diri nya sendiri" jawab Dokter.


"Gua tau Rat, lu begitu mencintau Randi. maka yang membuat lu bisa melewati semua ini pun adalah Randi. terimakasih Ran." gumam batin Nawan.

__ADS_1


"Apa kami bisa menemui Putri kami?" tanya Pak Purnama.


"Kami akan pindahkan beliau ke kamar rawat inap, setelah itu kalian bisa menemui Pasien secara bergantian. karena hanya boleh dua orang yang menjenguk Pasien" tutur Dokter.


"Baiklah, terimakasih Dok" ucap Pak Purnama sambil menjabat tangan Dokter.


...****************...


Waktu terus berlalu, setelah perjalanan yang sangat jauh dan memakan waktu banyak. akhirnya Omah dan Opah pun sampai di rumah sakit dan langsung menanyakan pada Suster tata letak kamar rawat Ratih.


Setelah tau, mereka pun langsung melangkah terburu-buru untuk menemui Ratih. hingga saat mereka tiba, Omah dan Opah terkejut melihat Pak Purnama dan Bu Sari yang ikut hadir disana.


"Ibu, Papah, apa kabar?. lama tidak jumpa dengan kalian" ucap Bu Sari sambil mencium tangan Omah dan Opah di ikuti Pak Purnama.


"Kami baik-baik saja. kalian disini juga?" tanya Opah.


"Kami juga mengkhawatirkan Putri kam, Pah. walau kami sudah berpisah, tapi tiada mantan anak kan, Pah" tutur Pak Purnama.


"Terimakasih Nak, Ibu pikir kalian tidak akan peduli pada Cucu ku. ternyata kalian peduli" ucap Omah beesyukur.


"Ibu tidak perlu mengucapkan terimakasih, karena ini sudah kewajiban kami Bu." ucap Bu Sari.


"Mari Ibu, Papah, kalian duduk dulu saja. Pasti capek kan" ajak Pak Purnama.


Omah dan Opah pun duduk di kursi tunggu bersama Rosa dan yang lainnya. sedangkan di sisi lain...


...****************...


Bersambung..


Alhamdulillah episode kali ini sudah selesai, terimakasih sudah membaca dan mampir kesini yak hehe.


Dan jangan lupa dukung Author dengan cara like, koment, rate, gift/vote. Hidupkan juga lonceng fav love nya agar tidak tertinggal next episode nya .


Hatur nuhun sadayana馃檹

__ADS_1


__ADS_2