Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Mimpi yang menjadi nyata


__ADS_3

Sebuah mimpi yang Ratih alami kini bukan lagi mimpi, tapi semua itu menjadi nyata ketika Ratih melihat Randi untuk pertama kalinya.


"Tuhan, aku masih tidak percaya ini. tapi jika ini mimpi, tolong jangan bangunkan aku. dan jika ini sebaliknya, tolong jangan pernah rengkut dari ku" ucap batin Ratih.


Lalu, tangan Ratih mulai bergerak mengelus rambut Randi sampai ia terkejut dan bangun dari tidurnya.


"Ratih" ucap Randi lalu memeluk Ratih.


Randi dan Ratih pun saling berpelukan dengan penuh kasih sayang dan cinta yang kembali di pancarkan oleh keduanya.


"Terimakasih ya Allah" ucap Randi bersyukur pada Tuhan.


Lalu Randi melepas pelukannya dan membenarkan kembali Ratih pada posisi tidur yang baik.


Sedangkan Ratih hanya menatap Randi dengan lemah. lalu Randi pun beranjak untuk memanggil Dokter, namun Ratih melarangnya untuk memanggil Dokter.


"Jangan panggil Dokter Ran. gua gak mau terbangun dari mimpi indah ini" ucap Ratih.


"Tapi, lu harus di check keadaanya Rat" ucap Randi.


"Gua baik-baik saja, lu gak usah khawatir sama gua" balas Ratih.


Randi pun mengerti ingin Ratih, lalu ia pun duduk kembali di kursi dan menggenggam tangan Ratih kembali.


"Gua bahagia bisa melihat lu Ran. tolong maafkan kesalahan gua, gua gak mau berpisah dari lu begitu saja setelah gua berjuang sejauh ini" ucap Ratih sambil membalas genggaman tangan Randi.


"Rat, lu gak usah minta maaf. karena gua yang salah, andai gua mau mendengar semua penjelasan lu. pasti lu gak akan menjadi begini Rat" ucap Randi penuh penyesalan.


"Jangan salahkan diri lu sendiri Ran. gua begini karena gua salah, gua pecandu. mana mungkin pecandu akan sehat dengan organ yang sempurna" ucap Ratih sambil tersenyum.


"Tolong jangan bicara seperti itu, Rat. bagaimana pun kondisi lu, lu akan tetap sempurna dimata gua" balas Randi sambil mengecup tangan Ratih.


Ratih pun kembali memancarkan senyuman tulus dan bahagia nya pada Randi. sehingga membuat rindu di hati Randi yang selama ini di pendam selama menanti Ratih pun menjadi terbalaskan.


"Sekali lagi, tolong maafkan gua ya Rat. gua gak bisa hidup tanpa lu dan juga tanpa senyuman lu" ucap Randi sambil mencium tangan Ratih dan meneteskan air mata.


"Gua sudah memaafkan lu sejak lu bilang lu mau tunangan, Ran. karena gua tau cinta gak bisa di paksa, dan cinta juga butuh pengorbanan" balas Ratih.


"Gua menyesal Rat sudah mensia-siakan lu, bahkan gua gak sanggup melihat lu karena kesalaham ini" ucap Randi.


Ratih pun mengusap air mata Randi dan memegang pipinya. lalu ia menatap mata Randi dengan penuh ke ikhlasan.


"Lupakanlah semua itu Ran, harusnya lu gak usah mikirin gua lagi karena kan sekarang lu udah tunangan. jika tunangan lu tau lu disini, nanti malah salah paham" ucap Ratih.


"Sebenarnya Rat..." ucap Randi terhenti oleh Ratih.


"Hehe, sudahlah gua hanya becanda. panggil Kak Nawan dan yang lainnya yak. lu gak usah mikirin gua, yang penting lu bahagia gua pun bahagia" ucap Ratih sambil melepas sentuhan tangannya dari pipi Randi.


"Tapi Rat" ucap Randi lagi yang terhenti oleh Ratih.

__ADS_1


"Bahas nanti aja Ran, gua mau ketemu mereka dulu" balas Ratih.


Lalu dengan berat hati Randi segera beranjak memanggil Dokter, Nawan, Rosa, Omah dan Opah, serta Akash, gak lupa juga Rian yang mengatar Rosa.


Betapa bahagianya Nawan melihat Adik nya kini sudah siuman, bahkan Dokter pun sudah memastikan bahwa Ratih jauh lebih baik dari kondisi sebelumnya.


"Terimakasih Dok" ucap Nawan.


Lalu Dokter pun pergi meninggalkan Ruangan Vip itu, dan dengan segera Nawan menghampiri Ratih lalu memeluknya.


Nawan memeluk Ratih dengan kencang sehingga ventilator di hidung dan mulut Ratih pun terbuka.


"Kak, gu.. gua gak bisa nafas" ucap Ratih yang tersenggal-senggal.


Nawan yang kaget pun segera melepas pelukannya dan memakaikan kembali pentilator itu ke mulut dan hidung Ratih.


"Maaf ya, maklum lah gua begitu senang melihat lu sudah siuman dari tidur yang cukup panjang itu" ucap Nawan.


"Hah?, emang Ratih tidur berapa lama Kak?" tanya Ratih.


"Hailih, mening lu yang jawab dah Kash" titah Nawan.


Akash pun menghampiri Ratih dan mengelus rambut Ratih dengan penuh kasih sayang dan kenyamanan, sehingga membuat api yang dingin pun kembali memanas di hati Randi.


"Uhuk" batuk Randi yang di sengaja.


Akash pun yang menyadari itu, segera berhenti mengelus rambut Ratih dan to the poin menceritakan apa yang terjadi pada Ratih.


"Ehm.. Koma?, tapi bukannya gua oprasi abis itu ya gua mimpi indah. ah sudahlah bodoamat hehe, yang penting gua bisa melihat kalian semua. eh sampai lupa kan, Omah, Opah Ratih kangen" ucap Ratih yang begitu ceria.


Omah dan Opah pun menghampiri Ratih dan memeluknya dengan penuh kasih sayang.


"Omah juga kangen Ratih, bagaimana sayang, apa yang kamu rasakan sekarang?" tanya Omah.


"Ratih baik-baik saja, Omah dan Opah apa kabar?" tanya Ratih kembali.


"Kami baik-baik saja, kamu gak usah khawatir ya." jawab Opah.


Ratih melepas pelukan Opah dan Omah. lalu ia menoleh ke sebelah Omah dan Opah yang nampak terlihat Rosa yang tengah berdiri dengan Riyan yang sedari tadi hanya diam saja karena bingung mau bicara apa.


"Eh ada calon Kakak ipar dan si dudul pao, hehe" ucap Ratih.


Rosa pun tersenyum sambil melangkah menghampiri Ratih dan langsung memeluknya, mengecup pucuk kepalanya dan melepas pelukannya.


"Kamu gak boleh nakal lagi yak, Kakak khawatir tau gak. ehm.. denger kata Nawan dan jangan suka nakal kalau di bilangin, oke." ucap Rosa dengan bawelnya.


Ratih pun hanya tersenyum begitu pula dengan Nawan yang semakin kagum dengan Rosa yang bersikap dewasa dan penyayang.


"Tenang aja Kak, lagian aku begini juga karena takdir hehe. dah ah sedih-sedihnya. oh iya, Omah, kenapa acara Kak Nawan gak sekalian langsung menikah saja?" tanya Ratih dengan semangat.

__ADS_1


"Hailih, gua aja belum kerja Dek. nannti anak orang gua kasih makan apa?, batu?" celetuk Nawan sedikit kesal.


"Gua gak nanya lu Kak, tapi gua nanya Omah" balas Ratih.


"Sudah ah, kalian ini kalau salah satunya lagi sakit aja nangis terus, giliran sudah mendingan aja berantem terus. tuman pisan maneh duaan teh (kebiasaan banget kalian berdua itu)" celetuk Opah menengahi Adik Kakak yang berantem ala Ratih Nawan Pov.


Ratih dan Nawan pun hanya nyengir kuda dan menggaruk rambut mereka yang tidak gatal, di sertai tawa kecil dari mereka yang menyaksikan kehumorisan keluarga Purnama itu.


"Tadi kamu bertanya apa?, Omah gak konsen nih abis baru mau jawab malah di selang sama Nawan" tanya Omah.


"Kakak mau lamaran kan ya tinggal beberapa hari lagi kan, terus kenapa gak sekalian menikah saja?" tanya Ratih.


"Dia mau kuliah dulu katanya, terus cari kerja. padahal kantor tinggal pilih saja mau cabang yang mana, tapi dia gak mau warisan kayaknya haha" jawab Omah sambil mengejek Nawan.


"Haha, baguslah kalau gitu. kan jadinya pewaris cuma ada nama aku, hahaha" tawa Ratih pecah namun seketika ia memegang perutnya.


"Aw" pekik Ratih kesakitan.


"Aduh, sakit Rat?" tanya semua dengan bersamaan.


"Pake nanya lagi, ini sakit bok!" jawab Ratih sedikit teriak.


Semua orang pun panik dan langsung memanggil Dokter lagi untuk kesekian kalinya. lalu mereka kembali menunggu diluar, sedangkan Ratih cuma tertawa sambil di benarkan jahitannya yang lepas itu.


"Kenapa tertawa nak?" tanya Dokter.


"Ya lucu aja liat mereka hehe" jawab Ratih.


"Apa tidak terasa sakt Nak?" tanya Dokter lagi sambil menjahit ulang luka itu.


"Ya sakit, haha. namanya luka pasti sakit" jawab Ratih yang sedari tadi tidak berhenti tertawa kecil.


Dokter dan Suster pun saling memandang satu sama lain, karena baru pertama kali mereka mengatasi Pasien yang super duper aneh macam Ratih.


Yang semakin di sakiti dia semakin bahagia, lalu saat bahagia dia bisa lebih gila dari standar persen pada ceria saat sakitnya.


..."Janganlah kamu sekali-kali memperlihatkan rasa sakit yang kita rasa pada orang lain. karena jika kita ceroboh, rasa sakit itulah yang akan menjadi bumerang kelemahan kita"...


..._Ratih POV_...


...❤Cinta😘Gadis❤Broken❤Home😘...


Bersambung..


Nah kan, sing sabar Dok. Ratih emang aneh hehe. maklumlah anak dudul mah suka gitu kalau udah di ajak canda😁.


Oh ya, maaf ya aku baru bisa up. biasa kerjaan lagi madet bejibun seperti hidung yang lagi mampet😅.


Penasaran gak tuh sama kelanjutannya?, ah penasaran kali ye kan kan?, kalau gak penasaran, ya jadiin penasaran dok ah Author maksa🙏😅bencanda-canda.

__ADS_1


Yaudah ah becanda mulu hehe, langsung saja aku tutup episode hari ini yak. jangan lupa like, koment, rate, gift/vote sebanyak-banyak ya dan fav love❤


Hatur Nuhun Sadayana


__ADS_2