
"No problem Kak, sudahlah Kak. penerbangan gua sebentar lagi akan landas. maka gua akan cepat selesaikan semua sebelum terlambat" ucap Ratih lalu pergi begitu saja
Nawan pun terus membujuk Ratih dan meminta maaf, namun Ratih tetap tidak menggubris apapun yang Nawan ucapkan. sampai suatu ketika Ratih memegang perutnya dan duduk sejenak di sopa.
"Dek lu gak apa-apa?" tanya Nawan sambil melangkah menghampiri Ratih.
Namun langkah nya terhenti oleh Ratih yang tiba-tiba kembali berdiri dan memegang dada Nawan.
"Lu gak usah lagi pura-pura peduli sama gua Kak, gua minta maaf karena sudah mengacaukan acara lu dan Kak Rosa. dan mulai sekarang, gua gak akan ganggu keluarga ini lagi sampai hari itu tiba" ucap Ratih lalu mencium tangan Nawan dan pergi.
Nawan pun hanya bisa diam tidak bisa berkata-kata lagi, lalu ia di tenangkan oleh Rosa dan NawanCs. di luar, Ratih bertemu dengan kedua orang tua nya dan juga Omah Opah nya.
"Bunda, Ayah, Omah dan Opah. Ratih pamit ke india lagi ya" ucap Ratih meminta izin.
"Kenapa dadakan sekali?, kamu kan masih sakit nak" ucap Omah yang khawatir.
"Aku baik-baik saja kok, Omah tenang saja. doain aku aja ya semoga aku sehat sehat dimanapun aku berada" ucap Ratih.
Lalu Omah pun memeluk Ratih dengan penuh kasih sayang, di susul oleh Opah juga. sedangkan Pak Purnama dan Bu Sari hanya mengelus rambut Ratih sambil memberikan semangat dan tanda sayang yang masih mereka simpan di hati.
"Hati-hati ya sayang, jaga diri baik-baik ya Nak" ucap Omah.
"Iya Omah" balas Ratih.
"Jangan nakal disana oke" ucap Opah.
"Assyiap Oppah" balas Ratih.
"Tetap jadi anak yang kuat dan penuh ceria ya sayang" ucap Bu Sari.
__ADS_1
Ratih pun hanya tersenyum, sedangkan Pak Purnama memberikan sebuah vafe dan juga jam tangan baru seharga 30juta untuk Ratih.
"Untuk obat saat kamu banyak masalah yups" ucap Pak Purnama dengan gaul nya.
"Haha tau aja lagi Ayah ini" ucap Ratih.
"Ayah macam apa kau malah memberi yang tidak baik untuk nya" ucap Bu Sari.
"Sudah Bun, kalau gak ada ini, aku gaj akan bisa melangkah dikala jauh dari kalian" ucap Ratih sambil tersenyum.
Pak Purnama pun tersenyum melihat Ratih tersenyum. lalu Opah memerintahkan Supir untuk segera mengantar Ratih menuju bandara.
Namun sebelum itu, Ratih bertemu dengan Randi terlebih dahulu yang sedang berkumpul dengan Paulus, Henri serta Nawan Cs.
"Rat lu mau kemana sudah rapih begini?" tanya William.
"Gua mau ke delhi" jawab Ratih.
"Gua baik-baik aja, udah gua kesini cuma mau ketemu Randi sebentar setelah itu gua harus pergi karena supir sudah menunggu" ucap Ratih.
Julio dan William pun hanya terdiam, lalu Ratih menghampiri Randi dan menarik tangannya dan menjauh dari yang lain.
"Ada apa Rat?" tanya Randi.
"Gak ada apa-apa, gua cuma mau panit ke delhi hari ini dan lu harus janji sama gua untuk jaga diri lu baik-baik. and thanks ya udah mau jadi sahabat terbaik gua, dan makasih untuk apapun yang sudah lu jadikan history untuk gua" tutur Ratih.
Randi pun mencoba memahami isi hati Ratih dan segera lah di peluk nya tubuh mungil Ratih, lalu ia berbisik.
"Gua gak akan kecewain lu lagi Rat, dan lu juga harus hati-hati di sana yak. dan jika lu berluang, tolong jawab lu mau atau tidak jadi pacar gua yak" bisik Randi.
__ADS_1
Ratih pun hanya tersenyum sambil membalas pelukan Randi. setelah ia puas berpelukan dengan Randi, ia pun memeluk Paulus, Henri, Riko dan Julio. hingga terakhir Ratih memeluk William yang masih sedih karena Ratih akan pergi.
"Dah gua gak akan pergi lama kok, cuma dua tahun saja" ucap Ratih menenangkan William.
"Dua tahun itu lama" jawab William.
"Yaudah kalau begitu, gua kasih kenangan kecil yak" ucap Ratih sambil menatap William.
William pun tidak paham dengan tatapan yang tidak biasa dari Ratih itu, lalu ia pun di tarik tangannya oleh Ratih ke belakang tenda kecil yang sepi.
Setelah itu Ratih memberikan sebuah gelang hitam pekat berinisial R dan W, lalu ia memakaikan gelang itu di tangan William.
"Gelang ini lambang sayang gua ke lu Wil, yang lain sudah pernah mendapat kenangan dari gua, dan hanya lu yang belum. maka ini untuk lu" ucap Ratih.
William pun tersenyum dan menatap Ratih setelah itu, dan ya namanya naluri tidak bersahabat. William pun tiba-tiba mengecup kening Ratih dan memeluk nya dengan sangat erat.
Dan srontak itu membuat Ratih kaget bukan kepalang karena ini first time William mencium kening Ratih. karena yang ia tau William itu di antara Trio semprul kerap dingin dan jarang banyak bicara. lalu...
Bersambung...
Bersambung..
Bersambung hahahaha
Sebelumnya Author mau meminta maaf karena lama sekali tidak up novel, Author ingin sekali up tapi kerjaan masih padat sehingga mencari celah untuk beristirahat pun sulit, dan kesehatan Author juga sedang tidak baik dan masih masa pemulihan.
Dan semoga kedepannya Author bisa dapat waktu ya untuk terus up agar kalian tidak lama menunggu, karena Author tau menunggu itu sakit hehe馃檹
Namun walau begitu, Author mau ucapin makasih pada kalian yang selalu setia menunggu kelanjutan novel ini ya馃檹, semoga kalian tidak bosan menunggu up next nya.
__ADS_1
Baik segitu saja, jika kalian suka silahkan fav love novel Cinta Gadis Broken Home dan jangan lupa like, koment, Rate and vote/gift.
Hampura and hatur nuhun sadayana.