
Di rumah Omah dan Opah, terlihat Ratih begitu senang dan semangat ketika menjahit pola demi pola ukiran dan hiasan yang sudah di konsepkan dia dan Randi di gaun nya.
Bahkan Rosa meneteskan air mata dan langsung memeluk Nawan karena ia terharu ketika melihat Ratih yang so cool dan jarang tersenyum bahkan selalu menangis, namun kini ia sangat ceria dan terlihat lebih peminim karena senyum nya yang begitu anggun.
"Sayang, aku tidak kuat melihat Ratih begitu bahagia, aku ingin Ratih selalu seperti itu sayang." Ucap Rosa sambil meremas baju Nawan.
"Semua orang pun menginginkan hal itu sayang, namun keadaanlah yang terkadang mempermainkan emosi kita." Balas Nawan.
"Aku tau sayang, tapi aku akan pastikan setelah ini Ratih akan bahagia bersama Randi, dan senyum itu tidak akan menjadi tangisan sedih lagi melainkan hanya tangis haru lah yang akan menghiasi nya." Ucap Rosa.
"Itu pasti sayang, dan aku juga akan pastikan impian Ratih selama ini pun akan terwujud tanpa ada halangan." Balas Nawan.
Setelah itu, Rosa pun melepas pelukan nya ketika Ratih kini menghampiri mereka sambil memperlihatkan hasil ukiran nya.
"Loh kok kalian sedih?, ada apa?." Tanya Ratih.
"Tidak kok sayang, ehm.. kamu sudah selesai?." Balik tanya Rosa mengalihkan perhatian Ratih.
"Hehe belum si Kak, but lihat deh ukiran nya sudah bagua belum?, atau ada yang harus Ratih ubah?." Tanya Ratih lagi.
Lalu Rosa dan Nawan pun melihat ukiran nama yang di buat oleh Ratih dan para perancang gaun. kemudian Nawan mengecup pucuk kepala Ratih dan mengelus pundak nya.
"Memang lu itu desainer terbaik yang pernah gua temui Dek, ukiran lu bagus sekali dan gua tidak pernah meragukan kemampuan lu sebagai desainer junior." Puji Nawan sambil tersenyum.
"Benarkah?, Kak Rosa bagaimana pendapat nya?." Balas Ratih yang begitu senang.
"Yeah Dek," Ucap Nawan meyakinkan Ratih.
__ADS_1
"Betul Dek, ini sangat indah, kamu hebat." Puji Rosa.
"Terimakasih, terimakasih." Balas Ratih lalu berlari kembali ke tempat rancangan.
Di saat Ratih bahagia, Randi, Paulus, Henri dan Akash pun tengah menyiapkan baju untuk mereka nanti.
"Menurut lu baju ini cocok kan untuk hari H nanti?" Tanya Randi sambil mencoba jas putih nya.
"Cocok Ran, lu terlihat lebih dewasa ketika memakai jas itu." Jawab Henri.
"Ya gua pikir juga begitu Ran, gaun Ratih perpaduan warna putih dan pink kan?, gua rasa warna putih memang cocok untuk dua paduan warna itu." Sambung Akash.
"Baiklah kalau begitu, oh ya kalian kenapa diam saja?, ayo pilih saja jas dan kemeja yang kalian mau pakai nanti." Ucap Randi.
"Serius lu Ran?, tapi ini kan brand mahal semua. lu yakin akan membayar nya untuk kita?." Tanya Paulus.
"Ya tapi kan kita juga tidak enak dengan lu Ran, jas dan kemeja ini kan mahal banget. apa uang lu tidak akan lu pakai untuk masa depan lu saja?." Tanya Paulus lagi.
"Pau, uang itu tidak ada artinya untuk gua, tabungan gua sudah cukup kok untuk membeli semua ini. karena bukan hanya bengkel saja yang gua kelola selama ini, tapi perusahaan Amma yang di kota B juga gua kelola, jadi tabungan gua sudah lebih dari cukup untuk membeli semua ini." Jawab Randi.
Lalu Paulus pun melotot kaget karena tanpa dia ketahui Randi diam-diam juga mengkelola perusahaan.
"Lu serius Ran?" Tanya Paulus tidak percaya.
Namun Randi hanya diam dan mengangguk. kemudian, Paulus, Akash dan Henri pun memilih jas dan kemeja yang sudah di sediakan oleh para perancang untuk di sesuaikan size nya dengan tubuh mereka bertiga.
"Cinta Gadis Broken Home"
__ADS_1
Beberapa jam kemudian, Ratih pun ketiduran di atas sopa karena kelelahan membuat rancangan gaun bersama para perancang itu.
"Permisi Tuan dan Nyonya, maaf sekali sudah mengganggu kalian." Ucap ketua perancang busana.
"Tidak apa-apa Mbak, ada apa gerangan?." Tanya Rosa yang tengah duduk santai dengan Nawan di ruang tamu.
"Nona muda tengah tidur di sopa Nyonya, seperti nya ia kelelahan." Jawab ketua perancang busana.
"Owalah, tapi konsep rancangan yang ia inginkan sudah selesai kan?" Tanya lagi Rosa.
"Alhamdulillah sudah selesai satu jam yang lalu Nyonya." Jawab ketua perancang busana.
"Terimakasih ya Mbak sudah membantu Adik saya, dan ini ada sedikit oleh-oleh untuk kalian dari Omah." Ucap Rosa sambil memberikan tiga buah tas kecil dengan brand cukup mahal.
"Hah, tidak usah Nyonya, tidak perlu repot-repot begini. ini kan sudah tugas kami sebagai perancang busana untuk mewujudkan mimpi client." Balas ketua perancang busana.
"Ambillah Mbak, Omah sengaja membelikan ini untuk kalian. dan semoga apa yang kami beri ini bermanfaat untuk kalian." Ucap Rosa yang sedikit memaksa mereka.
Dan akhirnya tiga perancang busana itu pun mengambil tas kecil pemberian Omah itu dan pamit untuk kembali ke butik.
Setelah itu, Rosa pun menyuruh Nawan untuk memindahkan Ratih ke kamar nya, sedangkan ia pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
Bersambung..
Maaf ya lama sekali up nya馃檹馃槉kemarin sibuk futsal dan real. semoga kedepannya bisa lebih rajin lagi up nya.
Terimakasih kalian masih setia menunggu up nya novel ini, semoga berkah selalu ya semuanya. jangan lupa like, koment, saran, rate dan vote/gift.
__ADS_1