
Jane, demi menebus kesalahannya pada Alea, lalu memberikan kontrakan kecil untuknya.
"Jangan pikirkan, aku sudah menyewanya untukmu, untuk kau dan bayimu,"
Alea menatap Jane dengan tatapan sendu.
"Dan, karena kau bilangnya mendadak, aku minta maaf. Aku tidak bisa mencari tempat yang lebih layak untukmu," sahut Jane.
"Tak masalah. Yang penting aku dan bayiku merasa aman, dan jangan katakan jika aku ada disini pada siapapun, termasuk Wilea,"
"Tidak. Aku tidak akan mengatakannya," janji Jane lalu memeluk sahabatnya itu.
Jane merapikan tempat tidur dan menyuruh Alea istirahat. Dia baru saja melahirkan, dan Jane sangat kaget saat tahu jika dia melahirkan di dalam mobil.
"Kau harus istirahat dan jangan pikirkan apapun. Aku akan melakukan hal lainnya untukmu," kata Jane dan mengelus bayi yang baru berusia dua hari itu.
.
Dirumah Rose, dia sangat sedih karena tidak menemukan Alea dimana-mana. Dimitri, mantan suaminya juga sangat terpukul.
Dia sudah mencarinya ke seluruh kota, tapi tak kunjung menemukan Alea. Karena ternyata Alea memilih untuk menepi di daerah puncak yang hawanya sejuk, dan bagus untuk kesehatan bayinya.
Pantas saja Rose dan Dimitri tidak menemukan dirinya.
Dua hari kemudian, pagi-pagi sekali dan setelah semalaman Rose tidak bisa tidur, diapun menyalakan televisi.
Dia pikir, akan ada berita tentang putrinya dan juga bayinya.
Hot News!
Ada berita, ditemukan bayi di sebuah tempat sampah dalam keadaan tidak bernyawa, kata pembawa acara berita itu.
Rose mendengar dan tanganya serta bibirnya bergetar. Ingatan nya langsung tertuju pada Putrinya dan cucunya.
"Alea...."
Rose segera menelpon mantan suaminya.
"Nyalakan televisinya dan lihat. Ada berita tentang penemuan bayi didekat tempat sampah...aku...aku sangat takut....."
Ujar Rose melalui telepon.
__ADS_1
Dimitri segera menyalakan televisi dan dia juga melihat berita yang sama. Tentang seorang bayi yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Dan diduga oleh kepolisian bahwa itu adalah hasil hubungan gelap.
Dimitri juga kaget dan shock. Mereka berdua berfikir jika bayi itu adalah cucu mereka.
"Alea....."
Dimitri akan pergi ke rumah Rose, karena dia yakin saat ini, mantan istrinya itu pasti sedang kalut.
Didepan gerbang, dia bertemu dengan Micha yang akan mengajaknya jalan-jalan.
"Hai, kau akan pergi? Aku ikut," ucap Micha dan akan masuk ke mobil itu dan meninggalkan mobilnya sendiri.
"Tunggu! kau tidak bisa ikut. Aku akan kerumah Rose. Dia sangat membutuhkan aku saat ini. Aku khawatir akan dirinya,"
Micha tertegun dan jelas wajahnya sangat cemburu terlebih setelah mendengar jika kekasihnya itu masih mengkhawatirkan mantan istrinya.
"Kau benar-benar berubah! Akhir-akhir ini sangat sulit bisa menghabiskan waktu bersama mu!"
Dimitri terdiam.
"Ya sudah, masuklah,"
Satu kelemahannya, dia tidak bisa melihat kemarahan kekasih nya itu.
.
Jack kembali ke rumahnya setelah di ijinkan oleh dokter. Dia merindukan kota kelahirannya saat ini.
"Mami akan menyuruh pelayan menyiapkan makan untukmu,"
Jack mengangguk, dia memang sudah sangat lapar dan rindu makanan dirumah.
Maminya menemaninya makan, dan sesekali terlihat Jack dengan raut wajah sedih.
"Dia pasti sudah melahirkan saat ini," kata Jack disela-sela makan nya.
"Kau masih memikirkan dirinya? Dia sudah menikah. Kau tidak perlu memikirkan gadis itu lagi,"
Maminya makan dengan tenang dan bicara dengan santai pada putranya.
Jack diam saja dan memilih untuk segera menghabiskan makanannya dan setelah itu dia meminta sipir untuk mengantarkan nya jalan-jalan.
__ADS_1
Sudah lama meninggalkan kota ini, membuatnya sangat rindu untuk melihat-lihat.
"Mam, aku akan jalan-jalan,"
"Baiklah. Itu lebih baik,"
Seorang sopir datang dan mengatakan jika mobilnya sudah siap.
Maminya mengangguk ketika Jack menoleh padanya.
Jack masuk ke dalam mobil dan menarik nafas dalam.
"Ke alamat ini pak!" kata Jack pada sopir dan memberikan secarik kertas yang sudah dia tulis alamat Alea secara diam-diam tadi.
"Baik pak," jawab sopir dan segera putar balik ke alamat yang di inginkan oleh bosnya itu.
Mobil itu berhenti diseberang jalan di depan rumah Alea.
Rumah itu nampak sepi. Seperti tidak ada orang didalamnya.
Jack terus memandangi dari dalam mobilnya dan tidak turun. Sopir itu heran dengan apa yang dilakukan bosnya.
Dia pikir, Jack akan benar-benar jalan-jalan keliling kota dan melihat pemandangan. Tapi sekarang dia malah berhenti didepan rumah sederhana tapi tidak turun.
Dia hanya melihat saja tanpa bicara satu katapun.
Satu jam berlalu. Jack masih diam didalam mobil itu. Dan dia tidak melihat ada orang di dalam rumah Alea.
Jack lalu yakin, jika Alea meninggalkan rumahnya dan pergi dengan suaminya.
Padahal, Rose ada didalam rumah itu. Dia sedang kalut dan sedih. Dia hanya memandangi dari dalam.
Sesekali dia menoleh dan melihat mobil Jack yang berhenti disana. Namun dia enggan memikirkan apa yang dilakukan orang didalam mobil itu hingga berhenti begitu lama di seberang rumahnya.
Dia hanya memikirkan Alea saja saat ini.
"Kembalilah...Alea...mami sangat mencemaskanmu. Maafkan mami, mami sangat egois dan hanya memikirkan soal kehormatan dan nama baik. Mami menyesal telah mengabaikan perasaan mu,"
Rose menangis sendirian dan meremas ujung sofa dengan berurai airmata.
drtt....
__ADS_1
"Aku sudah melihat ke lokasi kejadian, dan itu bukan bayi Alea," ucap Dimitri yang langsung pergi untuk mencari tahu kebenaran berita itu.