Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Check up


__ADS_3

Di saat Paulus dan Mayang tengah asik lari pagi, Ratih yang sudah selesai sarapan dengan Nawan pun kini sudah tiba di rumah sakit.


"Lu siap Dek?" tanya Nawan.


"Iya Kak" jawab Ratih sambil tersenyum.


Dokter pun memeriksa kondisi Ratih di ruangan, lalu Ratih pun tertidur setelah di berikan obat penenang. cuci darah pun di lakukan dengan begitu hati-hati dan bersih oleh Dokter.


Setelah semua selesai, Dokter pun keluar dari ruangan dan bicara pada Nawan perihal kabar Ratih.


"Permisi Tuan Nawan" ucap Dokter.


"Iya Dok, bagaimana kondisi Ratih?" tanya Nawan.


"Nona baik-baik saja, namun ia terlihat sedikit syok hari ini. namun sejauh ini ginjal Nona masih tetap sehat dan untuk keluhan sakit kepala kita lakukan ronsen kepala saja bagaimana Tuan?" jawab Dokter sambil bertanya pada Nawan.


"Lalukan yang terbaik intuk Ratih, saya gak mau kehilangan nya walau hanya sedetik" balas Nawan dengan ekspresi dingin.


Lalu Dokter pun membawa Ratih ke ruangan khusus ronsen dan memeriksa keadaan syaraf-syaraf di kepala Ratih yang hasil nya langsung muncul hari itu juga.


"Bagaimana Dok?" tanya Nawan.


"Syaraf di kepala Nona muda mengalami gangguan Tuan, sehingga ia kadang lupa apa yang ia lakukan dan sudah di lakukan" jawab Dokter.


"Apakah Ratih bisa sembuh?" tanya Nawan.


"Bisa, namun butuh proses Tuan, karena semua penyakit pasti ada obat nya selama kita yakin dan kami akan bekerja semaksimal mungkin untuk Nona muda" jawab Dokter


"Lakukan yang terbaik untuk Ratih Dok" ucap Nawan.


"Itu pasti Tuan muda, saya permisi dulu" ucap Dokter.


Setelah Dokter pergi, team medis kembali mengambil brangkar dan memindahkan Ratih ke ruang rawat inap, setelah itu Nawan menunggu Ratih sampai ia siuman.


"Dek bagaimana kondisi lu sekarang?" tanya Nawan.


"Gua udah lebih baik Kak, oh ya Kak. katanya lu mau pulang lusa kan?, kenapa lu gak prepare aja dulu" ucap Ratih.


"Nanti saja Dek, kita datang bersama maka pulang pun bersama" balas Nawan.


Ratih pun menatap Nawan dengan linangan air mata, karena seperti yang ia tau, ia selalu mengecewakan Nawan bahkan di hari pertunangan nya pun ia mengacaukan semua nya. namun Nawan masih tetap peduli pada nya tanpa merasa terganggu sedikit pun.


"Loh kok bengong, mening kita makan salad dulu. tadi Bik Inem kesini membawa salad dan susu untuk lu" ucap Nawan.

__ADS_1


"Benarkah?, emang berapa lama gua tidur Kak?, kayak nya lama banget ya hehe" tanya Ratih.


"Jangan di tanya haha, kerbau pasti lama tidur nya. yaudah sini mau gua suapin apa makan sendiri" jawab Nawan sambil tertawa kecil.


"Suapin lah" jawab Ratih spontan.


Nawan pun hanya cengengesan melihat keceriaan di wajah Ratih. lalu ia pun membuka kotak salad dan menyuapi Ratih dengan hati-hati.


...Di sisi lain.. ...


Randi and the genk sudah selesai sarapan, lalu Randi pun membayar tagihan nya dan mengajak semua anggota nya kembali ke basecampe. namun di tengah perjalanan, jalan mereka di hadang oleh genk Parwa.


"Hadeh.. ngapain lagi si tuh bocah" ketus Henri.


"Sabar, jangan suka gegabah." ucap Randi sambil menahan Henri.


Jack pun turun dari motor nya dan menghampiri Randi. lalu Randi juga ikut turun dan face to face dengan Jack di tengah-tengah dua genk itu.


"Ada apa Jack?" tanya Randi.


"Gak apa-apa, gua cuma mau kasih surat dari Akash." jawab Jack.


"Akash?, kok bisa surat dari india berada di tangan lu?" tanya Randi heran sambil mengambil surat itu.


"Haha, kemarin saat libur sekolah gua ke india bertemu sepupu gua yang ternyata teman kalian juga. terus gua juga sempat bertemu Ratih disana, lalu saat gua hendak ke indonesia, Akash menitipkan surat ini untuk lu, karena ia gak ada waktu untuk memberi nya lewat email." jawab Jack.


"Lu seperti gak tau karakter Ratih saja, dia kan susah di tebak. bahkan saat sakit pun gak pernah seperti terlihat sakit" jawab Jack.


"Haha iya juga, tapi ini thanks ya udah di antar" ucap Randi.


"Yoi, gua duluan ya, skuy gaes" ajak Jack yang melaju dengan motor nya mendahului teman-teman nya.


Lalu Jack pun pergi di ikuti teman-teman nya. sementara itu, Randi kembali menghampiri Henri dan yang lain.


"Ada apa tuh anak Ran?" tanya Henri.


"Dia memberikan surat dari Akash, and seperti nya surat penting. tapi yaudahlah kita cabut dulu saja sebelum matahari semakin terik" ajak Randi.


"Yasudah ayo gas" balas Henri.


Randi pun menaiki motor nya, lalu ia pun membelah jalanan bersama genk nya menuju basecampe yang sempat di tinggal sarapan.


<<<<>>>>

__ADS_1


Hari terus berlalu, kini di india sudah menunjukkan pukul delapan malam, sedangkan di indonesia kini pukul tujuh malam.


Ratih sudah di rumah sambil menghitung bintang di balkon. namun cuaca baik berubah seketika menjadi extream dengan hujan yang sangat lebat sehingga membuat Ratih pun langsung basah kuyup dalan hitungan detik.


"Kak hujan" teriak Ratih sambil berlari ke dalam kamar.


"Yah kan basah, lu si Dek" balas Nawan.


"Mana gua tau bakal hujan gini, tadi kan ada bintang lalu tiba-tiba hujan." ucap Ratih.


"Yaudah" balas Nawan lalu mengambil handuk untuk mengeringkan rambut Ratih.


Ratih pun duduk di kursi sambil di keringkan rambut nya oleh Nawan. setelah itu, Nawan mengecup pucuk kepala Ratih dan memeluk leher Ratih.


"Besok gua pulang lagi hehe, jangan kesepian lu ya gak ada gua" ucap Nawan.


"Gak Kak, lagian hanya tinggal beberapa bulan lagi" balas Ratih.


"Sabar yak, wisuda nanti gua janji berkunjung lagi mengajak Omah, Opah dan Rosa." ucap Nawan.


Ratih pun hanya tersenyum, lalu ia beranjak dan berbaring di kasur. Nawan yang memang peka terhadap Ratih langsung menarik selimut untuk Ratih dan pergi keluar kamar untuk istirahat juga.


Sebelum istirahat, Nawan mengabaru Rosa, Omah dan Opah tentang kesehatan Ratih yang menurun, lalu ia juga kembali melihat proyek yang tengah berjalan di indonesia.


"Masih ada yang kurang dari proyek ini, gua harus kembali secepat nya kalau tidak bisa hancur semuanya" ucap Nawan lalu menaruh Laptop nya dan menutup mata nya.


...<<<<>>>>>...


Pagi yang cerah mengawali hari yang indah. Randi tengah bersiap untuk berangkat sekolah pun menelpon Ratih terlebih dahulu karena kangen berat.


Lalu Ratih yang kebetulan sekolah siang pun mengangkat nya walau mata masih mengantuk. dan saat hendak beranjak Ratih pun....


...<<<<>>>>>...


Bersambung dulu yakk😘🥰jangan lupa


...LIKE☺...


...KOMENT😘...


...VOTE/GIFT😘...


...RATE☺...

__ADS_1


...AND SHARE🥰😘...


matur suwon😘🥰🙏


__ADS_2