Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Bab 53


__ADS_3

Seperti janji Hania bersama sahabatnya, hari ini di malam minggu mereka akan bertemu di salah satu pusat perbelanjaan di kota itu.


Subuh Hania sudah bangun untuk menjalankan kewajibannya. Begitu juga dengan Mami Naya.


Seperti biasa Mami Naya akan membeli bahan makanan untuk sarapan dan makan siang buat mereka nanti, karena malam ini Hania akan bertemu dengan sahabat sahabatnya.


Mami Naya sudah tidak menyetok berbagai bahan makanan karena mengingat dalam dua hari lagi mereka akan meninggalkan negara ini. Menemani Hania untuk mengobati luka hatinya.


Mami Naya berjalan dengan santai menuju warung Mamang yang letaknya tak jauh dari komplek perumahan mereka. Karena waktu masih pagi, jadi anggaplah jalan sambil menghirup udara segar.


" Waah.. Bunda yang satu ini udah datang aja..." Sapa mamang


" Iya mang...takut gak kebagian..hehe.." Ucap Mami Naya


" Belinya sekarang dikit banget... kagak nyetok ?" tanya mamang


" Enggak mang..."


" Kayak mau pergi jauh aja bunda ini..."


" Hehe..." Mami Naya tidak menanggapi celetukan mamang, karena kepergian mereka ini memang dirahasiakan.


" Eh...ada Ibu Naya..." tanya salah satu ibu yang datang berbelanja juga.


" Halo bu..." sapa Mami Naya dengan tersenyum


" Hmm..Bu Naya...denger denger neng Naya gak jadi nikah ama yang punya rumah gedong itu ?" tanya ibu itu pengen tahu.


Ibu ibu lain menatap Mami Naya menunggu jawabannya.


" Hmm..memang belum jodoh kali yah..." Ucap Mami Naya dengan tenang.


" Ohh..jadi itu beneran yah..kirain gosip aja loh Bu Naya... Tapi mungkin emang gakn selevel juga kan....akhirnya keluarga calon jadi sadar gitu..nyari yang sesama dari keluarga pengusaha kali yah..." Ucap ibu yang lain dengan nada julid.


" Berapa semua Mang ?" Tanya Mami Naya tanpa menanggapi sikap julid tetangganya.


" 65 rb aja bun..."


" Oh iya...ini yah... Uang pas...trima kasih mang... Saya duluan ibu ibu..Mari..." Ucap Mami Naya bersiap siap pergi dari warung itu.


Dadanya bergemuruh merasakan sakit hati. Dia tentu saja tidak akan tahan mendengarkan omongan omongan ibu ibu itu. Jadi dia memutuskan untuk menghindar.


" Koq buru buru Bu Naya... Belum juga selesai ngobrol..." Ucap Ibu pertama tadi.


" Obrolan gak berbobot.. Mending saya masak dirumah..." Ucap Mami Naya udah mulai kesal.


" Gitu aja koq marah bu Naya..kita kan hanya mau meluruskan gosip yang beredar.."


" Buat apa? Buat menghina kelaurga kami gitu ? Jangan pikir saya gak tahu omongan omongan julid kalian yah... Ingat buibu, satu jari kalian mengarah ke kami, tapi empat jari kalian mengarah diri sendiri...Jadi gak usah ngurusin urusan orang lain.. Toh anak saya juga santai aja gak jadi nikah..."


" Udah..permisi...bisa bisa gila saya kalo disini..." Ucap Mami Naya sambil berlalu dari warung itu.


Sedangkan ibu ibu itu tidak perduli, ngejulid jalan teroooss...

__ADS_1


" Heran deh... Hidup mereka kurang masalah apa, sampe harus ngurusin urusan orang lain.." Gumam Mami Naya dengan kesal.


Setiap kali melewati rumah Rama, Mami Naya tidak pernah mau melihat ataupun melirik. Merasa sakit jika melihat rumah itu. Karena menurut Mami Naya ini adalah penghinaan bagi Hania putrinya.


Walaupun sebenarnya, dari hati yang paling dalam, Mami Naya seperti tidak percaya keluarga Mami Tia akan bersikap sperti ini. Seperti ada yang disembunyikan, tetapi apa itu, diapun gak bisa memikirkannya.


" Mami...." panggil Hania karena melihat maminya sedang masek ke rumah dengan wajah cemberut. Sedangkan Hania sedang menyiram tanaman yang ada di halamn rumah mereka.


" Udah bangun nak..."


" Udah donk..itu kenapa cemberut mi ?"


" Gapapa..hanya ketemu orang julid aja..."


" Hmm..omongin Hania yah ?" Tanya Hania sendu


" Mami akan biarkan mereka julidin orang lain, tapi mami gak trima kalo mreka julidin kamu nak.. Pake bilang gak selevel segala...emang mereka selevel gitu..hadeh..masih pagi bikin naik darah aja..." Ucap Mami Naya sambil mengipas ngipas wajahnya dengan tangannya.


Hania melepas selang yang dipegangnya dan berjalan mendekati maminya seraya memeluk dan berkata " Hania gak terlalu pusing mi dengan omongan orang..Hania udah kenyang dari kecil mi...sekarang kita harus maju mi... Hania ingin melakukan sesuatu dulu yang bisa membanggakan keluarga...Gak mau mikirin nikah ah..males..." Ucap Hania


Mami Naya mengelus lengan Hania yang memeluknya.


" Iya sayang...mami hanya bisa mendoakan kebahagiaan kamu nak..." Ucap Mami Naya


" Mami masak dulu, kamu habis ini mandi supaya kita sarapan bareng...bentar lagi kakak kamu datang..katanya bareng oma opa kamu.. Kita sekalian pamitan juga.." Ucap Mami Naya


" Kalian mau kemana Nay ?"


Mami Naya dan Hania menoleh ke arah suara tersebut. Mereka terkejut karena ada Mami Tia di depan pintu pagar. Mereka gak menyadari karena saat mereka berbicara, posisinya membelakangi pintu itu.


" Mari tan masuk " Ajak Hania sambil menyalami dan mencium tangan Mami Tia dengan sopan. Walaupun Hania sakit hati dengan keluarga Mami Tia, tetapi dia akan tetap bersikap sopan dengan maminya Rama.


Mami Tia terenyuh, dia rindu untuk sekedar ngobrol dengan sahabatnya. Meilhat sahabatnya seperti sudah tidak menganggapnya, membuat hatinya begitu sakit.


Mami Naya langsung masuk ke rumah tanpa menjawab pertanyaan Mami Tia tadi.


" Duduk dulu tante, Hania buatin minuman dulu.." Ucap Hania


" Terima kasih nak..." Ucapnya sambil duduk disofa yang ada di ruang tamu. Dia mengedarkan pandangannya dan merasa seperti ada perubahan dengan suasana rumah.


" Koq seperti kosong begini rumah ini ? Kayak ada yang berubah deh..." Karena penasaran Mami Tia masuk lebih dalam ke rumah itu, dan dia mendapati sudah banyak packingan barang yang ada di pojok ruangan keluarga.


Mami Tia mengkerutkan dahinya dan berpikir.


" Apa mereka mau pindah rumah ?"


Mami Tia memutuskan kembali duduk di ruang tamu dan menunggu Hania juga sahabatnya.


Mami Naya masih membereskan belanjaannya dan mulai membersihkannya untuk buat sarapan.


" Mi...mami gak mau ketemu tante Tia.." Ucap Hania


" Mami mau masak Han..kamu aja yang nemenin..."

__ADS_1


" Yaudah mi..gapapa.." Ucapnya sambil membawa minuman untuknya dan Mami Tia


Hania meletakkan minuman di atas meja dan duduk menyamping menghadap Mami Tia.


" Hania.. m..ma..mi..minta maaf..hiks.." Belum juga berbicara Mami Tia sudah menangis.


" Tidak apa tan... Semua sudah berlalu.. Aku baik baik aja..." Ucap Hania tenang.


" Tapi kami tidak baik baik saja...Rama tidak baik baik saja...kami semua Han...hiks..hiks...Kamu juga sudah gak manggil mami...hiks.. Mami sedih.."


" Jika mau jujur, aku masih gak ngerti sih sebenarnya apa yang terjadi.. Tetapi aku bener bener buntu..gak menemukan alasannya tan...tetapi aku sudah mengikhlaskan... Demi kebahagiaan semua orang..." Ucap Hania


" Huhuhu... Mami bingung mami harus gimana...hiks..hiks..."


Mami Naya yang mendengar sahabatnya menangis penasaran dengan apa yang terjadi. Diapun pergi kedepan dan mendudukkan dirinya disofa samping Hania.


" Huh..kamu gak lupa kan Tia ucapanku tempo hari.. Sebenarnya aku sudah benar benar memutuskan persahabatan kita.kecuali..."


" Kecuali apa ?" tanya Mami Tia dengan cemas.


" Kamu menceritakan sejelas jelasya sebenarnya kalian ada masalah apa..." Ucap Mami Naya dengan tegas.


Mami Tia tertunduk dengan lemas. Dia berpikir apakah harus bercerita atau tidak.


" Yasudah...kalo gak mau cerita..gapapa...jadi mending kamu pulang Tia, kita gak ada urusan lagi.."


" Baik..baik.. Aku akan cerita... Tapi Nay...aku juga harus peringatkan..setelah kalian tahu ini, kalian harus benar benar tutup mulut..kalian harus bersikap seolah olah kalian tidak tahu apa apa... Demi keselamatan kalian..terlebih...keselamatan Hania..." Ucap Mami Tia dengan menatap Mami Naya tajam.


Mami Naya terdiam dan menimbang nimbang tetapi terselip rasa takut di hatinya. Namun, rasa penasarannya lebih kuat daripada rasa takutnya.


" Ceritakanlah Tia..kami mau dengar..." Ucap Mami Naya.


Mami Tia menceritakan semua dari awal kejadian Raisa hingga kenapa mereka membuat seolah olah Rama tidak menginginkan Hania lagi.


Mami Naya dan Hania akhirnya menangis mendengarkan cerita Mami Tia.


Mami Naya memeluk sahabatnya dengan erat. Mencoba menguatkan sahabatnya itu.


Akhirnya mereka berjanji untuk menutup mulut dan mata mereka. Mami Tia juga menjelaskan bahwa persiapan pernikahan masih berjalan, tetapi dirahasiakan.


" Maaf tante..kalo pernikahan aku tetap gak akan lanjut... " Ucap Hania


" Hania...tolong maafkan kami nak jika sudah menorehkan luka yang dalam untuk kamu nak..." Ucap Mami Tia sambil menggenggam tangan Hania.


" Rama saja gak pernah minta maaf tan..." Batin Hania


Mami Tia masih berusaha membujuk Hania untuk bertahan, karena Rama juga sangat tertekan dan sedih jika mereka benar benar akan berpisah.


Tetapi Hania sudah kembali ke setelan awal. Berhati dingin.Menutup hatinya, tidak mengijinkan siapapun masuk.


" Mami masih berharap kalian bisa berjodoh. Mami akan terus doakan, semoga Hania bisa msmbuka hatinya lagi.." Ucap Mami Tia


" Dan satu hal aku ingin tahu Nay, kalian mau pergi kemana ?" Tanya Mami Tia

__ADS_1



__ADS_2