
...馃尫Sekali kau salah langkah, seluruh kehidupanmu akan berubah 90 derajat. Dan menyesalinya, sungguh tak berguna馃尫...
Jack semakin intens merayu Alea dalam pengaruh minuman. Kini bibir Jack sudah membasahi leher Alea.
Sensasi mulai membuat Alea terhanyut dan melenguh. Jack terus beraksi dan tangannya meremas dengan lembut beberapa titik sensitif milik Alea.
Alea semakin terhanyut. Jack membuka satu persatu bajunya. Alea sudah dalam keadaan tidak sadar dan sesuatu terasa menuntut dari dalam tubuhnya.
Dia bahkan membiarkan ketika Jack menindih tubuhnya dan merenggut kehormatan nya.
*
*
Matahari masuk menerobos jendela. Alea merasakan matanya pedih ketika sinar matahari itu mengusik tidurnya.
Perlahan dia membuka matanya dan merasa perih di bagian sensitif miliknya. Dia melihat dirinya tak berbusana dan kaget hingga membuatnya berjingkat.
"Apa yang terjadi?" Jack sudah tidak ada disana.
Alea sudah di pindahkan kesofa sebelum Jack pergi.
Alea memegangi kepalanya yang terasa berat.
"Aku tidur disini? Aku tidak pulang kerumah?"
Alea melihat ada noda darah di sofa putih yang dia gunakan untuk tidur malam ini.
"Apa yang aku lakukan dengan Jack semalam? Apakah kami sudah melakukan nya?"
Alea berangsut turun dan ketika itu Jane keluar dari kamarnya. Kekasihnya juga sudah pergi sejak semalam.
__ADS_1
"Jane! Dimana Jack!?" Alea bertanya dengan panik.
"Jack? Aku baru bangun. Mungkin dia sudah pergi,"
"Dia...dia merampas kehormatan ku Jane?" Alea mulai meneteskan airmata penyesalan.
Jane malah tersenyum dan seakan itu bukan masalah besar. Dan kehormatan seakan tidak ada nilai nya baginya.
"Itu masalah kecil Alea. Jangan menangis. Aku juga dulu mengalami nya. Tapi...aku tidak cengeng dan menangis seperti dirimu,"
Jane punya pembawaan yang cuek dan kadang jutek.
"Apa kamu bilang? Aku cengeng?" Aku kehilangan kegadisanku karena temanmu? Tapi kamu...kamu justru menganggap ini hal lumrah dan umum?" Alea menatap tajam mata Jane.
"Di dunia kami. Semua ini sudah biasa dan tidak aneh. Para gadis rela memberikan kehormatan nya dengan cuma-cuma hanya karena alasan dia broken home,"
"Tapi...." Alea tertunduk dan menyesal didalam hati. Dia telah datang pada teman yang salah. Yang membawanya pada pergaulan bebas dan se*s bebas.
"Mandilah....setelah itu kau ku antar pulang," kata Jane melihat keadaan Alea yang sangat berantakan.
Tidak lama kemudian dia keluar dan tidak melihat Jane di ruangan itu.
Tin! Tin!
Rupanya Jane sudah ada didalam mobil.
Alea melangkah gontai dan masuk ke dalam mobil Jane. Didalam mobil Alea diam membisu dan enggan berbicara. Pikirannya kacau dan cemas juga khawatir akan kemarahan ibunya nanti.
Jane melirik Alea dan berkata sesuatu untuk menenangkan dirinya.
"Jangan cemas. Itu bisa terjadi pada siapa saja. Ketika kamu merasa putus asa. Lalu kamu melakukan kesalahan. Sudahlah jangan dipikirkan, semua akan baik-baik saja,"
__ADS_1
"Bagaimana jika aku hamil?" tanya Alea mulai memikirkan dampak perbuatannya.
"Aku minum pil ini dan semua selesai. Jika kau mau, ambillah," kata Jane memberikan pil itu.
Alea lalu mengambil satu pil dan menelannya.
"Jika kau ingin bertemu dengan Jack, datang ke rumahku. Aku akan membawamu padanya,"
"Haruskah aku menikah dengannya? Dia yang sudah menodaiku? Tapi aku...aku baru mengenalnya?"
"Itu pilihanmu. Kau bisa menikah dengannya atau kau menikah dengan pria lain yang kau inginkan,"
"Tapi, aku sudah tidak perawan. Bagaimana mungkin aku menikah dengan pria lain. Dia harus menikahi ku. Aku harus bertemu dengannya dan memaksanya menikah denganku," Alea tidak punya pilihan lagi sekarang. Mau tidak mau dia harus membujuk Jack agar menikahinya.
"Okey. Hubungi aku jika kau sudah memutuskannya,"
"Hem.."
*
*
Alea turun dari mobil Jane. Dirumahnya Dimitri dan Mommy Rose sudah berdiri di ruang tengah begitu mendengar suara mobil berhenti.
Semalam karena Alea tidak pulang, Dimitri memaksa untuk menunggu dirumah mantan istrinya dan mereka beradu mulut saling menyalahkan.
Setelah mengantar Micha pulang, Dimitri kembali lagi kerumah Mantan istrinya dan Alea belum pulang juga. Mereka semua tidak tidur dan terjaga hingga pagi hari.
"Itu Alea!" kata Wilea dan mengusap airmatanya akan menyambut kembarannya itu.
"Berhenti!" Suara tegas Daddynya menghentikan langkahnya. Wilea berangsut duduk kembali.
__ADS_1
"Biarkan dia masuk dan menjelaskan kelakuannya yang sudah melewati batas! Seorang gadis pulang di pagi hari? Apakah dia tidak punya rumah? Aku harus memberinya pelajaran!" Dimitri berkata dengan suara tinggi. Mommy Rose diam saja karena dia juga bersalah kali ini.
Dia tidak bisa menjaga kedua putrinya dengan baik, hingga salah satunya bahkan tidak pulang semalam.