Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Andrew bersiap kembali & Randi terancam.


__ADS_3

Cukup lama Randi dan Mayang menghabiskan waktu bersama sebelum berpisah, lalu mereka pun memutuskan untuk menemui Ratih di rumah sakit agar tidak ada lagi kesalahan sama yang akan terulang.


"Gentelman That, anjayy" ucap Author gesrek.😎


"Kamu yakin mau bertemu Ratih?" tanya Randi.


"Aku yakin Ran, aku merasa sangat bersalah sekali karena aku sudah merusak kebahagiaan kalian" jawab Mayang.


"Jangan bilang begitu May, lu gak salah tapi gua yang salah." ucap Randi.


"Yasudah jangan di perpanjang, ayo kita berangkat. aku mau masalah ini cepat selesai agar aku tidak sembunyi-sembunyi lagi dari cintaku" ucap Mayang.


"Cintaku?, maksud kamu?" tanya Randi yang bingung.


"Cintaku, itu hanya panggilan sayangku untuk nya yang entah masih mencintaiku atau tidak" jawab Mayang.


"Siapa laki-laki yang lu suka May?, lu tinggal kasih tau gua aja, nanti gua akan membantu lu pelan-pelan buat dapetin dia dengan cara gua" ucap Randi.


"Lu gak usah repot-repot Ran, lagian dia dekat dengan lu kok hehe" ucap Mayang lalu jalan duluan keluar apartement.


"Hah?!!, lah makin bingung gua njir" celetuk Randi sambil mengikuti langkah Mayang.


Mayang dan Randi pun pergi meninggalkan apartement dengan motor sport Randi menuju rumah sakit.


Sedangkan di sisi lain, tepatnya rumah megah di sebuah daerah terpencil terlihatlah sosok pemuda tengah asik menyayat tubuh seorang wanita yang tangannya terikat di tihang gudang kecil.


"Andai lu terima gua kembali, gak akan gua seburuk ini bangs*t!" teriak Pria itu sambil memenggal kepala Wanita malang itu.


Pria itu pun membalikkan tubuhnya lalu duduk di sofa sambil menyesap sebatang rokok. dilihatnya mata yang sama dan wajah yang sama dengan Pria yang selalu mengusik kehidupan Ratih. maka tidak salah lagi, inilah Andrew.


"Bereskan Wanita kotor itu, dan siapkan penerbangan gua menuju kota xx, gua gak sabar mau ketemu pujaan hati gua" titah Andrew sambil memandangi foto Ratih.


"Bos, bukankah anda hanya terobsesi dengan dia?" tanya bawahan terpercaya nya.


"Gua gak obsesi sama dia, tapi gua hanya ingin memiliki dia bukan yang lain" balas Andrew.


"Lah g*bl*k, itu kan sama aja obsesi" ucap batin bawahan terpercaya nya.


"Kenapa masih disini men?, cepat kerahkan semuanya untuk membereskan mayat kotor Wanita itu dan lalukan apa yang gua perintah sekarang!" tegas Andrew lalu menaruh foto Ratih di saku jas nya.


Para anak buah Andrew pun ketakutan dan segera menuruti perintahnya. setelah itu Andrew pergi ke kamarnya lalu membersihkan diri.


Sedangkan di sisi lain, Randi dan Mayang kini telah tiba di rumah sakit menuju ruang inap Ratih. sesampainya disana, Henri yang emosi pun langsung menonjok wajah aduhay tampan nya Randi sang penakluk hati ea..

__ADS_1


"Ri, udah ri. jangan emosi begini, inget ini rumah sakit bukan ring MMA" ucap Paulus sambil menahan tubuh Henri.


"Kenapa dia bawa wanita ini, ah!" pekik Henri.


"Sabar dulu Ri, biar Randi menjelaskan baru kita ambil kesimpulan. lu boleh marah, tapi jangan sampai emosi meredam amarah sampai lu lupa kalau Randi pun adalah teman kita" nasihat Paulus.


"Good boy" ucap Akash sambil menepuk pundak Henri.


"Inget bro, keputusan ada pada Ratih dan Randi. walau kita kecewa, tapi tetap keputusan itu ada di tangan mereka" sambung Akash sambil menatap Randi dengan penuh kecewa.


Henri yang kecewa bahkan emosi setengah mati itu pun langsung mengontrol emosi nya di bantu oleh Paulus dan Akash. lalu Nawan yang memang pandai menyembunyikan ekspresi pun lagi-lagi menghampiri Randi.


"Ada apa lagi lu datang kesini?" tanya Nawan dengan tenang sambil menatap Rand.


"Gu.. Gua cuma mau meminta maaf pada Ratih dan menjelaskan semua nya pada dia Kak" jawab Randi dengan gemetaran dan penuh rasa bersalah.


"Udah gak ada yang perlu di jelaskan lagi Ran, dan uang rumah sakit pun sudah gua transfer ke rekening lu. maka urusan gua dan keluarga Purnama sudah selesai dengan lu" tegas Nawan lalu membalikkan tubuhnya.


"Tapi Kak" ucap Mayang sambil memegang tangan Nawan.


Nawan pun menoleh dan melihat tangan mungil Mayang yang tengah memegang tangannya, lalu Mayang yang melihat tatapan tajam Nawan pun segera melepaskan pegangan tangannya dari tangan Nawan.


Terlihat jelas bahwa Mayang begitu ketakutan melihat ekspresi dan tatapan mata Nawan yang seperti elang ingin melahap mangsa nya. namun berbeda dengan Nawan yang santai dan mulai membalikan tubuhnya lalu menatap mata Mayang dengan dingin namun tajam.


"Ehm.. maaf sebelumnya Kak, gua dan Randi tidaklah ingin mencari masalah. hubungan kami pun tidaklah didasari dengan cinta melainkan hanyalah obsesi. tolong izinkan gua dan Randi berbincang sejenak dengan Ratih Kak, setelah itu kami akan menerima semua keputusan Ratih" ucap Mayang sambil memohon pada Nawan.


"Gua bilang urusan keluarga Purnama dan Randi sudah selesai, maka semua sudah gak berguna lagi untuk kami" tegas Nawan.


"Tapi gua mohon Kak, kali ini saja" ucap Mayang memohon dengan penuh penekanan di setiap katanya.


"Gua gak peduli" ucap Nawan lalu membalikan tubuhnya lagi.


Namun saat Nawan hendak melangkah, Mayang pun berlutut sambil memegang kaki Nawan. lalu Randi pun ikut berlutut di kaki Nawan.


"Tolong izinkan kami bicara sejenak pada Ratih Kak" ucap Mayang dan Randi bersamaan.


Namun walau Randi dan Mayang memohon dan berlutut di kaki Nawan, tekad Nawan yang penuh emosi pun menolak mentah-mentah permohonan mereka dan terus melangkah.


Walau begitu, Tomi dan Trio semprul pun menahan langkah Nawan dan berdiri tegak di hadapan Nawan dengan penuh keyakinan dalam setiap langkah Nawan.


"An, berikan mereka kesempatan untuk menjelaskan semuanya" ucap Riko.


"Gua gak peduli" ucap Nawan yang terus melangkah.

__ADS_1


"Tolong An, izinkan sekali saja setelah Ratih mengambil keputusan maka mereka harus menerima keputusan itu" ucap Julio yang sedikit berteriak.


"Terserah" ucap Nawan yang terus melihat kedepan dan melangkah.


"An lu jangan egois, egois bukanlah diri lu. beri mereka kesempatan An" ucap William.


Nawan pun tidak menggubris ucapan Trio semprul dan terus melangkah. hingga akhirnya langkah Nawan kembali terhenti oleh Tomi yang kini tengah berdiri tepat di hadapannya.


"Minggir" titah Nawan.


"Gua gak akan minggir sebelum lu mendengarkan gua" ucap Tomi.


"Minggir!!" tegas Nawan sambil menarik kerah kaos Tomi.


"Gua gak akan minggir, walau lu mau memukul gua atau menghabisi gua sekalipun ketua" ucap Tomi.


Lalu Nawan pun melepas kerah kaos Tomi setelah mendengar kata ketua dari mulur Tomi. karena Tomi adalah penasihat terbaik Nawan, maka ia tau kapan Nawan bisa mendengarkannya dan tidak bisa mendengarkannya.


"Ketua, Randi dan wanita itu pasti memiliki alasan dalam setiap langkah keputusan mereka. begitu pula dengan Ratih, Adik tersayang kita yang memiliki hak penuh atas hidupnya." ucap Tomi sambil memegang pundak Nawan.


Nawan pun hanya mendengarkan apa yang di ucapkan Tomi dengan angkuh sambil menatap nya dengan tajam.


"Adik kita bukan tahanan yang harus terus mengikuti rulles dari kita sang Kakak segaligus Keluarga bagi nya. maka tolong beri kesempatan mereka bicara dan menyelesaikan masalahnya secara baik-baik, karena mereka sudah dewasa bukan anak kecil yang harus selalu kita atur dan awasi" ucap Tomi lagi.


Nawan pun memikirkan ucapan-ucapan Tomi dan terus berpikir agar Ratih tidak tertekan jika mendengar penjelasan Mayang dab Randi.


Karena apa yang Nawan lalukan, semua adalah jalan terbaik untuk mental dan kesehatan Ratih, bukan ego yang terus menghantui pikiran dan hatinya.


"An, tolong pikirkan baik-baik" ucap Tomi.


Cukup lama Nawan diam mematung, lalu ia pun memegang tangan Tomi yang masih setia memegang pundaknya dan berkata.....


...*•~Cinta Gadis Broken Home~•*...


Bersambung..


Sebelumnya Author mau meminta maaf karena lama sekali tidak up novel, Author ingin sekali up tapi kerjaan masih padat sehingga mencari celah untuk beristirahat pun sulit, dan kesehatan Author juga sedang tidak baik dan masih masa pemulihan.


Dan semoga kedepannya Author bisa dapat waktu ya untuk terus up agar kalian tidak lama menunggu, karena Author tau menunggu itu sakit hehe🙏


Namun walau begitu, Author mau ucapin makasih pada kalian yang selalu setia menunggu kelanjutan novel ini ya🙏, semoga kalian tidak bosan menunggu up next nya.


Baik segitu saja, jika kalian suka silahkan fav love novel Cinta Gadis Broken Home dan jangan lupa like, koment, Rate and vote/gift.

__ADS_1


Hampura and hatur nuhun sadayana.


__ADS_2