Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Maaf


__ADS_3

Hari terus berlalu, Ratih kini sudah pulang ke rumah. bahkan Ayah dan Bunda kini sudah mulai menganggap Ratih ada dan sering mengunjungi Ratih dan Nawan di rumah Omah dan Opah.


"Ratih, katanya kamu mau keluar negeri betul nak? " tanya Ayah Purnama.


"Iya Ayah, aku mau ke india dan sekolah disana. tapi aku mau home schooling saja Yah" jawab Ratih.


"Setelah kamu selesai sekolah SMA, apa kamu akan lanjut kuliah? " tanya lagi Ayah Purnama.


"Aku cuma mau belajar musik Yah, aku ingin mencari uang lewat musik bukan bisnis seperti Ayah dan Bunda" jawab Ratih.


"Baiklah nak, jika itu yang kamu mau. Bunda akan wujudkan" lanjut Bunda Sari.


"Tapi kamu harus bisa berbisnis juga Ratih, jika kamu gak bisa berbisnis, lalu siapa yang akan meneruskan perusahaan Ayah? " ucap Ayah Purnama yang tidak setuju.


"Ayah kan memiliki satu Putra dari Istri baru Ayah, dia bisa kan meneruskan bisnis Ayah?, lalu Bunda juga memiliki satu Putri dari Suami baru Bunda, dia juga bisa kan menruskan restaurant Bunda. lalu Ratih dan aki akan membuat bisnis lain untuk kita berdua memulai bisnis" ucap Nawan dengan dingin.


sambil meminum segelas wine di tangannya.


"Iya betul kata Nawan, Purnama. mereka ingin mandiri, cobalah kamu pahami dan biarkan mereka belajar dari nol agar mereka tau bisnis" ucap Bunda Sari yang setuju.


"Baiklah kalau begitu, kalian butuh modal berapa untuk itu? " tanya Ayah Purnama.


"Kami tidak butuh uang Ayah dan Bunda, kami hanya perlu restu dari kalian untuk memulai bisnis ini dan aku akan menunggu Ratih kembali disini" ucap Nawan dan tersenyum pada Ratih.


Ayah dan Bunda benar-benar terharu dengan Putranya, yang dulu mereka usir bahkan mereka musuhi namun nyatanya Nawan lah yang terbaik bahkan pintar dalam bersikap.


Ayah dan Bunda meneteskan air mata dan memeluk kedua Anak mereka dengan sangat erat.


"Bunda bangga sama kalian" ucap Bu Sari.


"Ayah juga bangga sama kalian nak" sambung Ayah Purnama.


"Dan kami bangga jadi Putra-Putri kalian, bahkan kami sangat menyayangi kalian lebih dari apapun" ucap Nawan dan Ratih sambil menangis haru.


Hari itu pun di lalui keluarga kecil mereka yang dulu nyaris hancur namun kini mulai membaik, walau nasi sudah menjadi bubur bahkan takdir tidak bisa di ubah, namun yang namanya keluarga pada akhirnya pasti akan saling menyayangi.


...****************...


Di sisi lain Randi tengah di resraurant bersama Pak Pratama dan Bu Salma serta keluarga Ogi.


Yakni salah satu keluarga terkaya se kota *** yang mempunyai seorang putri bernama Mayang Ogi Santoso, yang kini tengah dijodohkan oleh Pak Pratama untuk Randi.


"Bagaimana Randi, kamu suka kan dengan Putri saya? " tanya Pak Ogi.


"Saya tidak suka dengan Putri anda, bahkan saya mencintai orang lain bukan putri anda" ucap Randi dengan dingin.

__ADS_1


"Randi! " bentak Pak Purnama.


"Itu kenyataan Pa, permisi" ucap Randi lalu pergi begitu saja.


"Pah, aku hanya ingin bersama Randi" rengek Mayang.


"Bagaimana ini Pratama, katanya Putramu mau dijodohkan dengan Putriku, tapi apa semua ini?. kamu malah mempermalukanku di khalayak umum. begini" bentak Pak Ogi.


"Maaf Pak Ogi sekali lagi maaf, ini di luar dugaan saya." ucap Pak Pratama menahan malu di dadanya.


"Saya tidak mau tau, jika Putramu tidak mau dijodohkan dengan Putriku. maka aku akan batalkan kontrak denganmu, paham! " ancam Pak Ogi.


"Ayo pah kita pulang saja" ucap Mayang sambil menangis.


"Sudah jangan menangis sayang" ucap Pak Ogi menenangkan Mayang.


"Ingat itu baik baik" ucap Pak Ogi lalu pergi dengan Mayang meninggalkan Restaurant tersebut.


Setelah Pak Ogi dan Mayang pergi, Bu Salma dan Pak Pratama pun akhirnya berseteru di Resraurant itu juga.


"Saya kecewa denganmu Pa, Randi mencinrai Ratih namun kamu hanya mementingkan bisnis mu saja. bahkan kamu gak pernah sedikitpun mengerti perasaan Putramu" ucap Bu Salma dengan perasaan kecewa.


"Tapi kan itu tender yang sangat besar Amma, jika saya tidak mengambilnya dan menjodohkan Randi dengan Mayang, bagaimana bisa perusahaanku sukses" ucap Pak Prtama yang tidak terima.


"Jika kamu seorang Ayah, maka kamu tidak akan menjual kebahagiaan Putra tunggal kita hanya demi materi" balas Bu Salma lalu pergi meninggalkan Pak Pratama.


...****************...


Waktu terus berlalu, Randi yang kini mengendarai motor sport nya pun mulai kehilangan kendali karena tiba-tiba, kepalanya terasa sangat sakit.


Di tambah lagi hujan yang kini mulai mengguyur jalanan membuat Randi semakin tidak ter'arah melaju jalanan tersebut.


Hingga akhirnya ia terjatuh kepinggir jalan,


walau begitu, Randi selamat karena motornya jatuh tepat di kaki seorang Wanita yang kini malah kena imbas dari kecelkaan itu.


"Lu gak apa-apa? " tanya Wanita itu.


"Gua gak apa-apa, oh ya ini kaki lu" balas Randi yang kaget dan langsung mengangkat motor tersebut dan memarkirkannya.


"Kaki lu terluka" ucap Randi.


"Gua baik-baik saja, lu yang terluka bukan gua. ayo kita berteduh dulu" ajak Wanita itu.


Lalu Randi pun mengikuti langkah wanita tersebut dan berteduh di sebuah kedai kecil yang tak jauh dari tempat jatuhnya Randi.

__ADS_1


"Lu hati hati lain kali ya Ran, untung ada gua disini. coba aja kalau gak ada gua, gak tau deh gimana nasib lu" ucap Wanita itu.


"Iya deh Rat, lagian lu ngapain disini jalan sendirian? " tanya Randi.


"Gua kira lu gak kenal gua karena gua pakai dress seperti ini, haha" ucap Wanita itu yang tak lain adalalah Ratih.


"Aneh, lagian mau lu berubah secantik apapun gua akan tetap kenal lu haha" tawa Randi.


"Iya deh" ucap Ratih.


"Lu kapan pulang? " tanya Randi.


"Kemarin, oh ya gua tadinya mau ke rumah lu dan kasih hadiah kecil buat lu. lalu kebetulan gua ketemu lu disini, yasudah gua kasih sekarang aja ya" ucap Ratih sambil memeberikan sebuah tas kecil berisi kotak untuk Randi.


"Ini apa? " tanya Randi.


"Apa aja deh hehe, lu buka nanti saat di rumah lu ya. oh ya besok gua pamit mau berangkat ke india untuk melanjutkan pendidikan gua" ucap Ratih sambil memerban lengan Randi.


"Lu beneran mau ninggalin gua Rat? " tanya Randi.


"Iya Ran, gua sayang lu dan gua akan kembali nanti setelah lu bahagia dan disayangi dengan penuh ketulusan oleh keluarga lu, khususnya Ayah lu. oh ya, gua titip salam untuk Amma Salma ya. " ucap Ratih.


"Tapi Rat.. " ucap Randi yang terpotong.


Randi terdiam dari ucapannya karena kini Ratih tengah memberikan ciuman, bahkaj ciuman itu kini menjadi lum*tan dikala hujan turun.


Setelah ciuman yang cukup lama itu, kini mereka melepas nya dan saling menemptelkan hidung dan kening mereka.


"Gua menyayangi lu Ran, jaga diri baik-baik yak, gua minta maaf" ucap Ratih lalu mengecup bibir Randi dan berlari sekencang mungkib.


"Ratih tunggu Rat! " teriak Randi yang mengejar namun ia kesulitan karena kakinya keseleo.


"Gua mencintai lu Rat" ucap Randi yang kini berlutut di kala hujan.


Disisi lain, Ratih berhenti di pinggir jalan dan berteriak sekencang mungkin, setelah itu ia menangis sejadi-jadinya di tengah hujan yang sangat deras itu.


...****************...


Bersambung..


...*Terkadang, bukan kita yang memutuskan cinta,. namun restu lah yang memaksa kita untuk putus dan pergi'...


..._Ar29_...


Baik segitu saja episode kali ini, jangan lupa ikuti terus kelanjutan cerita "Cinta Gadis Broken Home" Karya Ar ariska.

__ADS_1


Jangan lupa like, koment, rate, vote/gift and favorite love novel nya..


hatur nuhun


__ADS_2