Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Bab 21 Berpisah jauh


__ADS_3

Alea tidak tahu lagi harus berkata apa. Dia sangat bingung karena tiba-tiba Jack pergi ke luar negeri tanpa memberitahunya.


Padahal saat ini dia sedang hamil anaknya dan mereka belum menikah.


Alea sampai dirumah dengan mata yang sembab. Wilea yang sedang sibuk memilih baju untuk dipakai saat Romi dan keluarganya datang, menjadi terkejut.


"Alea...kami tidak papa? Kenapa kamu terlihat sedih? Apakah ada masalah?"


Wilea memegang tangan kembaranya yang sedingin es.


"Tidak...."


"Jangan sembunyikan apapun dari kami. Kau terlihat aneh beberapa hari ini. Kau seperti merahasiakan hal yang penting. Katakan...ada apa? Kita berbagi makanan ketika di dalam kandungan. Kita berbagi segalanya. Lalu kenapa sekarang kamu tidak mau berbagi denganku?" Wilea nampak sedih.


Alea lalu memeluknya dan menangis di pelukan kembaranya.


"Wil, aku...."


"Aku....hamil," kata Alea tiba-tiba karena dia tidak bisa menahannya lagi. Beban ini sangat menyiksa hatinya.


Wilea melepaskan pelukan kembaranya.


"Apa!? Kamu hamil?"


Wilea terbelalak tak percaya.


Alea mengangguk pelan.


"Jadi, wanita itu datang untuk menemuimu dan karena kita kembar, jadi dia menyangka aku adalah kamu?"


"Iya...aku takut. Aku tidak bisa bicara pada Mommy dan Daddy. Aku sangat takut..." kata Alea menangis tersedu-sedu.


"Lalu, dimana pria yang sudah membuatmu hamil?" tanya Wilea.

__ADS_1


"Itulah masalahnya Wil, dia tidak ada disini sekarang. Mereka entah ada dimana. Aku tidak bisa bicara dengannya,"


"Astaga. Kenapa kamu tidak bilang sejak kemarin. Jika aku tahu, aku akan membantumu menemui pria itu,"


"Aku sudah menemuinya. Dia berjanji akan menikahi ku. Tapi sekarang dia menghilang dan aku... bagaimana denganku Wil? Apa yang harus aku lakukan?"


"Kita harus bicara dengan Mommy. Masalah sebesar ini tidak bisa kita selesaikan sendiri. Mereka orang tua kita. Mereka berhak tahu segalanya," Sahut Wilea.


.


.


Malam ini, Wilea dan Alea duduk dimeja makan bersama Rose.


Alea akan memberitahu jika dia hamil. Sebenarnya dalam hati dia tahu, tapi Wilea memaksanya agar mengatakan segalanya sebelum terlambat.


"Mom, aku....."


Alea menatap Wilea. Wilea membalas tatapannya dan mengangguk pelan. Memberi nya dukungan untuk mengatakan segalanya.


"Hueeekkk!"


Begitu menyengatnya membuat Alea merasa mual.


Dia langsung lari ke kamar mandi dan muntah disana.


"Alea...."


Rose menyusulnya dan melihat wajah putrinya agak pucat.


Rose lalu membawanya ke kamar dan membaringkannya.


Ketika maminya akan bangun untuk menelpon dokter, Alea menarik tangan rose dan menggenggamnya.

__ADS_1


"Mom, ada yang ingin Alea katakan,"


"Hem..."


Rose lalu duduk disampingnya.


"Aku....aku hamil Mom...." Alea menatap mata Rose dan menangis.


"Apa!?" Rose berharap dia salah dengar.


"Kamu pasti bercanda Alea!" Rose menatap tajam wajah putrinya itu.


"Mom, ini benar. Aku sedang hamil. Aku terlambat datang bulan, dan aku sudah melakukan testpack,"


Plak!


Sebuah tamparan mendarat di pipi Alea.


Alea tertunduk dan sadar jika dia memang pantas mendapatkan tamparan itu.


"Kamu bilang kalau kamu hamil! Siapa yang sudah melakukan nya? Dan dimana pria itu!?" Rose berkata dengan nada tinggi.


"Dia....dia....ada diluar negeri Mom,"


"Apa!?" Rose sangat terkejut hingga dia terduduk dilantai.


"Mom, aku minta maaf. Ini salahku. Malam itu ketika aku tidak pulang, aku dan Jack melakukan kesalahan,"


"Jadi....sudah dua bulan? Dan kamu diam saja? Kamu tidak bilang sama mami?!"


"Aku takut.....aku pikir tidak akan ada masalah. Jack berjanji akan menikah denganku. Tapi orang tuanya....mereka mungkin tidak menyetujuinya dan membawa Jack pergi dari sini,"


Alea berkata dan air matanya semakin deras mengalir di pipinya.

__ADS_1


"Kamu sudah menghancurkan segalanya Alea. Mami tidak pernah berpikir kau akan senekat itu. Kau membuat Mami hancur sehancurnya hancurnya," kata Rose lalu meninggalkan kamar Alea dan keluar dari rumahnya.


Wilea lalu masuk kedalam dan menenangkan Alea yang menangis.


__ADS_2