
Setelah malam pengungkapan perasaan antar Rama dan Hania, hubungan mereka sudah mulai lebih dekat.
Hania yang notabene tidak mendapatkan kasih sayang dari ayah kandungnya, sangat bahagia karena Rama menghujani kasih sayang kepada Hania.
Mami Tia dan Mami Naya yang paling happy atas hubungan kedua anaknya ini.
Sehingga kadang buat Rama pusing dengan paksaan dari maminya supaya segera melamar Hania.
" Sabar aja mi..Rama gak mau buru buru..entar Hania ilfeel mi.." Ujar Rama
" Iya mi.. Hania mau trima kak Rama udah syukur.." ucap Raina
" Ya udah terserah kalian..mami hanya gak mau aja kalian kebablasan.. Mending pacaran halal aja..." Ucap mami Tia
" Sabar mi.. Pasti gak lama lagi koq.." Ujar Rakha membuat mami Tia mengangguk mengerti.
~~
" Mami nyuruh nikah Han..." Kata Rama sambil menggenggam erat tangannya dengan tangan yang lain sedang menyetir
" hmm..menurut kakak, gimana?" Hania balik bertanya
" Aku sih maunya cepet..ngapain lama lama...biasanya kalo lama banyak setannya yang ganggu.." ujar Rama
" Ishh kakak...yang setan itu kakak tauk...kalo berdua aja..***** aku mulu...ish.." Hania cemberut
" Hehe... habis kamu gemesin..kyak sekarang kakak pengen ***** nich..di lampu merah yah.." tawar Rama
" Kakak koq makin mesyum..." Hania masih cemberut
__ADS_1
" Hehe..sama kamu aja.."
" Masa?.." Hania menatap Rama
" Kamu gak percaya sayang?" ujar Rama dengan lembut
Hania hanya tersenyum.Bukannya tanpa alasan Hania mengatakan itu, karena beberapa hari lalu Anin bertemu Hania di toilet tanpa sengaja. Anin mengatakan bagaimana gaya pacaran Anin dan Rama saat itu. Hania hanya mendengar, malas menanggapi ceritanya.
Akhirnya mereka tiba di parkiran. Biasanya kalau hanya berdua dengan Hendra, Rama akan turun melalui lobby. Tetapi jika bersama Hania, mereka akan turun di parkiran karena Hania tidak nyaman dengan tatapan karyawan disana.
Hubungan Hania dan Rama sudah diketahui oleh penghuni gedung perusahaan. Banyak yang patah hati, tetapi tidak sedikit juga yang masih semangat karena sebelum janur kuning melengkung, kesempatan masih terbuka lebar.
Seperti sekarang ini, Anindya sedang berada di pantry sambil mendengarkan ghibahan para karyawan wanita yang membicarakan Hot couple RS Group. Rama dan Hania.
" Rama emang suka memperlakukan wanita dengan bajmik. Jadi tidak sedikit yang baper.." kata Anin menimpali obrolan karyawan di pantry itu.
" Koq lo kayak kenal banget yah ama Pak Rama, sampe nyebut nama doank.." Tanya salah satu penghibah
" MANTAN MBAK ANIN...MANTAN..Jangan sepotong sepotong aja infonya...Apa mau saya adukan sama Pak Hendra atau Pak Rama ?" tiba tiba Vey masuk ke pantry dan mengoreksi kata kata Anindya dengan tajam
Anindya diam dengan wajah memerah karena menahan marah.
" Yaelah Anin..Anin... Ternyata mantan toh.. Gini Anin..gw emang suka ghibahin orang lain...tapi gw gak suka merampas milik orang lain...huh.." kata salah satu wanita itu dan mereka langsung melengos pergi karena jam hampir menunjukkan pukul 8.
" ckckckc..mbak mbak.. pantesan mbak diputusin pak Rama.. Yah modelan begini...ck.." ucap Vey sambil membuat teh hangat untuk menemani dia bekerja.
" Jangan ikut campur yah lo.." ucap Anin dengan nada marah karena dipermalukan tadi.
" oh lo gw nich... Ingat baik baik ini yah.. Gw bakal ikut campur jika itu menyangkut HANIA...!!" ucap Vey dengan agak kencang dan segera pergi dari ruangan tersebut dengan membawa cangkir tehnya.
__ADS_1
" Ckkk...ish .bikin malu gw aja..." Kesal Anin karena Vey.
" Kenapa lo ?" Hendra yang baru masuk pantry untuk membuat kopi buat dia dan Rama melihat Anin yang menghentak hentakkan kakinya karena kesal.
" Bukan urusan lo.." Jawab Anin sambil meninggalkan Hendra
" Aneh..dasar curut.." ucal Hendra ikut ikuyan kesal
Sedangkan Rama sedang bertukar pesan dengan Hania.
" Kak, aku mau kerja dulu yah. Jangan ganggu dengan telpon telpon yah kak..aku gak enak ama yang lain. " berikut isi pesan Hania untuk Rama
Rama tersenyum tipis karena dia suka mengganggu Hania dengan menelepon connecting line yang ada di meja Hania.
" Iya sayang..kakak gak akan telepon, tapi kirim lesan bisa kan?" Rama masih negosiasi nich
" Bisa, tapi gak bisa aku balas langsung yah kak.."
" Kalo lama aku samperin ke ruangan kamu..ingat sayang.."
" Ish kakaaak..."
" Miss you already.." tulis Rama
" Miss yu tu...馃グ馃グ" Tulis Hania.
Tanpa Rama sadari diruangannya sudah ada Hendra dan Anindya yang sedang melihat perilaku bos mereka. Anin makin cemberut karena Rama bertukar pesan dan sesekali tertawa kecil.
" Pasti tu bocah.." batin Anin
__ADS_1
" ehem.."
~~`