Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Bab 32


__ADS_3

Saat tiba di mall, Rama dan Hendra segera masuk ke pusat perbelanjaan itu. Rama menuju ke toilet yang ada di mall tersebut. Saat dia keluar dari toilet pria, dia berpapasan dengan Hania yang juga baru selesai dari toilet wanita.


" Hania..." panggil Rama


" eh...pak koq disini?" tanya Hania dengan ekspresi kaget


Deg..deg..deg


" Ya Allah... Beneran jantung ini toloong..kenapa sih .." Batin Hania yang tanpa sadar memegang dadanya karena debarannya semakin kencang.


" kamu kenapa? Sakit dadanya? Mau ke dokter?" tanya Rama kuatir karena Hania memegang dadanya


"..ehh..gak koq pak.." kata Hania dengan gugup


Mereka berjalan beriringan keluar dan melihat Hendra yang sudah menunggu.


" Loh Hania.." ucap Hendra


" Iya kak..hehe.." Ucap Hania


" Gw dipanggil pak..Hendra dilanggil kak..." batin Rama kesal


" Sendiri Han?" tanya Hendra basa basi


" Gak kak, ama yang lain koq...kami lagi di resto itu kak.." jawab Hania sambil menunjuk sebuah resto disana.


" Yaudah..ayok kesana.." Jawab Rama sambil menarik tangan Hania lagi


" Fiuhhh.." Hania menghembuskan napasnya dengan kasar sambil melihat tangan yang di pegang Rama


Sedangkan Hendra hanya cekikikan dibelakang mereka melihat Rama dan Hania.


Sierra, Vina dan. Ey kaget karena melihat Hania yang tangannya sedang ditarik Rama.


Akhirnya Rama mengambil kursi lain dan bergabung dengan mereka.


" Loh pak..koq bisa nyusul kesini.." Tanya Vey dengan ekspresi bingung


" Emang gak boleh yah?" tanya Rama datar malah terkesan jutek


" Tahu darimana kami disini.." tanya vina


" Dari Hania." jawab Rama asal


Hania menggeleng gelengkan kepala.


" Ooh...gapapa sih pak..kami heran aja koq bapak bisa ada disini..hehe.." kata Vey lagi


Hania sudah menceritakan perihal perjodohan dia dengan Rama atas permintaan Mami Tia, karena bersahabat dengan mami Naya.Tetapi tentu saja dia tidak menceritakan tentang first kiss dia yang diambil Rama.


" Pak Rama dan kak Hendra mau pesan apa?" tanya Vey


" Kalian koq panggil saya Pak.. Panggil Hendra kak? Umur kami sama loh.." Protes Rama


" Hehehe...lebih segan aja gitu loh pak.." kata Vey cengengesan


" Jadi sama saya gak segan gitu..." Tanya Hendra

__ADS_1


" Segan juga pak..tapi sedikit..hehe.." jawab Vey masih dengan cengengesan.


" Dasar.." ucap Hendra


Drrt...drrt..drrt


Ponsel Hendra berbunyi.


" Halo.."


" Kak, dimana ?" ucap Raina


" Udah nyampe? Kami di Resto Taiwan..." jawab Hendra


"ok kak.." jawab Raina dan mematikan sambungan telponnya.


" Jadi udah tahu kan apa yang harus dilakukan setelah kalian mulai bekerja nanti ?" tanya Rama kepada Hania dan teman temannya


" Hmm... Udah kak...kan udah di training.." Jawab Hania


Rama tersenyum tipis karena Hania memanggilnya "kak".


" Jangan malu maluin yah.." Sambung Hendra


" Tenang kak...kami akan bekerja sebaiiiiik mungkin.." Jawab Vey


" Bonusnya gede gak kak?" tanya Vey dengan malu malu


" Sesuai pencapaian tentunya.." Jawab Rama


" Siap..Veybi yang satu ini pasti rajin bekerja.." Jawab Vey dengan lucu


" Haihai semua... I am coming.." Suara Raina terdengar


Ternyata Raina tidak datang sendiri, tetapi bersama Rakha.


" Duduk sini..." Panggil Hendra sambil menepuk kursi yang ada di sampingnya.


Rakha sudah duduk di kursi kosong samping Vina.


" Kosong kan, gak ada yang nempatin?" Tanya Rakha ke Vina


" Gak ada kak...Tapi ada yang lagi liatin kakak dibelakang kursi itu... Gak kasat mata kak.." Bisik Vina menakut nakuti Rakha


" Eh..serius lo..." tiba tiba Rakha berdiri dan melihat dibelakang.


" Kenapa Kha?" tanya Rama


" Ehem..gapapa..." jawabnya sambil mengusap tengkuknya karena merinding. Akhirnya dia duduk kembali.


Pesanan Rama dan Hendra sudah datang juga. Hania dan temannya menunggu pesanan mereka baru memulai makan


Untuk Raina dan Rakha juga sudah dipesankan Hendra.


Ketika mereka semua sedang asik menikmati makan sambil mengobrol, tiba tiba datang Anin ke meja mereka.


Heran deh sama Anin, koq dia bisa dimana mana yah. Selalu beredar disekitar Rama.

__ADS_1


" Yaelah..rubah datang..merusak mood banget.." gumam Raina


Belum juga Anin bersuara, Raina sudah berbicara.


" Astaga mbak, kenapa sih ketemu mbak mulu... Maaf gak menerima tambahan kursi.." Ucap Raina ketus.


Semua pada menatap Raina dan kaget ternyata ada Anin disana dengan tampang masam.


Hania langsung membuang muka, takut Anin minta ijin kepadanya. Dan memang benar, Anin bertanya ke Hania.


" Hania, saya bisa bergabung kan dengan kalian.." tanya Anin memaksa


Rama mengepalkan tangannya dan mengambil tangan dan menggenggamnya dengan erat.


Rakha tersenyum melihat tindakan kakaknya.


" Anindya,... Meja ini saya yang pesan, bukan Hania yang bisa memberimu ijin.. Dan maaf, mending kamu cari meja lain saja..karena kami tidak mau mood kami rusak... Tolong dimengerti.." Ucap Rama datar dan dingin


Anin menggigit bibirnya menahan tangis. Sakit karena mendapat penolakan terus dari Rama, juga karena melihat Rama menggenggam tangan Hania.


" Baik..maaf mengganggu.." Ucap Anin dan langsung meninggalkan mereka.


" Heran deh gw, kenapa sih tuh rubah masih deketin kakak... Emang dia pikir keluarga kita bisa terima dia..Awas yah kak Rama, jangan sampai jatuh di lubang yang sama.." Raina memperingatkan Rama


" Hem.." Rama berdehem


" Ham hem..itu tangan udah bisa dilepas kali...gimana Hania makan.." Ucap Raina lagi.


Rama baru sadar kalo dia masih menggenggam tangan Hania. Dan dia pun melepaskan genggamannnya itu.


" Hania nanti pulang bareng saya yah nanti..." kata Rama


" Trus gw ?" tanya Hendra


" Bareng Rakha.." Jawab Rama


" Mau kemana kak?" tanya Hania


" hem... Nanti dikasi tahu.." Jawab Rama


" Tapi aku gak bawa baju ganti kak..entar dikira aku pegawai koprasi.." Ucap Hania dengan wajah cemberut.


Hahahahaa...Semua tertawa karena merasa lucu dengan ucapan Hania.


" Gw ada kaos Han...pake aja dulu.." Ucap Vina


Hania menatap kesal ke Vina, kalo kaos dia juga punya, tapi karena merasa gak nyaman pergi berdua dengan Rama makanya dia pakai alasan itu


" Yodah.. Udah pada kelar kan..Kami duluan yah..Vina gimana ngasih kaosnya? " Tanya Rama


" Gak usah nanti kami beli dibawah aja.." Sambung Rama supaya gak ribet


" Ok kak.."


Mereka pun membubarkan diri.


Ketiga teman Hania memutuskan pulang, sedangkan Hendra, Rakha dan Raina memutuskan untuk menonton bioskop.

__ADS_1



__ADS_2