Come Back My Love

Come Back My Love
101. Alex dan Kenny


__ADS_3

     Di Rumah Sakit Max sedang menunggu di depan ruang rawat. Alex sedang di periksa dokter, karena sempat sadar paska kejadian naas itu. Saat di depan ruangan Max melihat wanita yang juga sedang menunggu di depan ruang rawat. Wanita itu tampak seperti tidak muda lagi, tapi wajahnya sangat cantik dan terawat. Yang lebih membuat Max terpaku, wanita itu sangat mirip dengan Ruby, yang membedakan mungkin hanya umur saja. 


     Max berniat untuk menghampiri wanita itu terlebih dia adalah wali wanita yang bersama Alex pada kejadian itu. Belum sempat menghampiri Max sudah di sadarkan dengan kehadiran pria dan wanita yang tak lain adalah Ruby. Keenan berjalan setengah berlari sementara Ruby berada di belakangnya, Keenan langsung menghampiri bibi nya.


    "Bibi bagaimana keadaan Kenny?" Tanya Keenan pada Rose yang juga tampak khawatir.       


Sedangkan Ruby yang sudah melihat Max langsung berlari menghampiri Max tanpa menoleh ke arah Keenan dan juga Bibi nya. 


     "Ayah,,,,!!!" Teriak Ruby menangis sambil memeluk Max. 


     "Bagaimana keadaan kakak? Dia baik-baik saja kan?" Ruby tampak takut dan khawatir. 


     "Dokter masih di dalam sedang memeriksa Alex, dia sempat sadar pagi ini. Mudah-mudah Alex tidak apa-apa." Ucap Max menenangkan Ruby. Tidak berapa lama dokter yang memeriksa Alex pun keluar. 


     Keenan sempat menoleh ke arah Ruby. Dia baru mendengar sedikit tentang yang terjadi pada Kenny. Dan ternyata pria yang dirawat disebelah itu yang bersama Kenny saat kejadian. 


    "Bagaimana keadaannya?" Tanya Max. 


    "Dia sudah melewati masa kritisnya dan sekarang dia sudah sadar." Ujar dokter pada Max dan Ruby. Keduanya pun bernafas lega. 


    "Kami bisa masuk kedalam dok?" Tanya Ruby. 


    "Tentu, silahkan." Sahut Dokter. 


     Ruby dan Max pun masuk kedalam untuk melihat kondisi Alex. 


     "Kak,,,,!!! " Ruby berjalan cepat dan langsung menghamburkan dirinya ke pelukan Alex. 


     "Kakak,,, bagaimana ini bisa terjadi padamu? Dimana yang sakit kak?" Tangis Ruby semakin pecah. Alex hanya tersenyum sambil menahan sakit karena Ruby memeluknya dengan erat. 


     "Aku baik-baik saja By. Jangan menangis lagi. Aku masih kuat" Alex menepuk pelan kepala Ruby. 


     Keenan berjalan ke arah ruangan Alex dan melihat dari luar kondisi pria itu. Tatapannya tampak dalam saat melihat Ruby memeluk mesra pria itu. Pria yang menemui Ruby di hujan deras waktu itu. 


     'Ternyata pria yang bersama Kenny itu adalah kekasih Ruby.' Batin Keenan. Hatinya dan tubuhnya terasa lemas. Lebih lemas ketika mendengan kabar Kenny. 


     "Keen,,,!!!" Panggil Rose. Dan Keenan langsung menoleh ke arah Rose bersama dengan dokter yang baru keluar dari Ruangan Kenny. Keenan langsung bergegas menghampiri keduanya. 


     "Bagaimana kondisi adik saya dokter?" Tanya Keenan khawatir. 


     "Dia baik-baik saja, hanya luka memar di kepala dan lengannya. Dia hanya syok dan trauma. Mungkin setelah beberapa hari istirahat dan di rawat akan segera membaik." Ujar dokter dan Keenan tampak lega. 


    "Kami bisa langsung masuk dokter?" Tanya Keenan.


    "Ya silahkan."


    "Terima kasih dokter." Ucap Keenan dan Rose. 


     Didalam ruangan Kenny. Gadis cantik itu tampak sedang terbaring lemah di bangkar/ranjang. Keenan mendekati Kenny. Memegang tangannya dan membelai rambut adik kesayangannya itu. 


     "Kenny,,, " Panggil Keenan lembut. 

__ADS_1


      Kenny membuka matanya, dan saat melihat Keenan dia langsung menangis dan Keenan pun langsung memeluk adiknya itu. 


      "Kakak,,, aku takut,,,!!!" Lirih Kenny. 


      "Sstt,,, tenang ya kakak disini bersama mu. Maafkan kakak tidak bisa melindungimu." Keenan mengelus lembut punggung Kenny. Keenan sangat menyesal. Dia tau Kenny datang kesini untuk mencarinya. Dia juga sudah mengirim pesan tapi Keenan mengabaikannya. 


     Kenny langsung melepaskan pelukannya. Dan langsung bertanya pada Keenan. 


     "Bagaimana kondisi pria itu kak? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Kenny khawatir. 


     "Kenny tenanglah. Pria itu baik-baik saja. Sekarang fikirkan dirimu dulu ya." Ujar Rose menenangkan. 


     "Bagaimana aku bisa tenang.


 Bibi. Dia seperti itu karena menyelamatkanku dari penjahat bajingan itu. Kalau dia tidak datang mungkin entah apa jadinya aku." Kenny kembali menangis gemetaran. 


     "Dia baik-baik saja. Kakak baru melihat keadaannya. Dia sudah sadarkan diri."


     "Syukurlah kak. Aku berhutang budi padanya kak. Jika dia terlambat saja pasti aku sudah di perkosa penjahat-penjahat itu." Kenny kembali teringat kejadian tadi malam. 


***


     Malam harinya ketika Kenny tiba di bandara. Kenny mencari taksi untuk segera ke Apartemen Keenan yang sudah di beritahu oleh Josh. Kenny tidak menyadari bahwa Taksi yang dia tumpangi adalah penjahat yang sengaja ingin mengambil barang Kenny dan juga memperkosa Kenny. Kenny heran mengapa jalur yang ditempuh oleh sang supir berbeda dengan lokasi yang sudah dia lihat.


    Perasaan Kenny mulai tidak tenang. Dia juga menyadari bahwa sang supir mempercepat kecepatan dan mulai membawa Kenny ke jalanan yang sunyi. 


     "Maaf pak sepertinya bukan darinsini rute nya. Bisa bawa aku kembali?" Ujar Kenny. Supir itu tidak menjawab. Dia hanya diam dan semakin menambah kecepatan. 


     "Pak tolong bawa saya kembali pak." Kenny mulai panik. 


     "Mangsa baru." Ucap Supir pada kedua pria yang ada di luar. Ternyata mereka bersekongkol. 


     "Apa-apaan ini pak. Siapa kau sebenarnya?" Kenny ketakutan bukan main. 


     Supir tersebut menyeringai sambil menatap Kenny dengan penuh damba. Sang supir keluar dari mobil dan mempersilahkan kedua temannya masuk kedalam mobil.


     "Serahkan semua barang-barang mu cantik. Dan setelah ini kita akan bersenang-senang." Goda salah satu penjahat itu. 


     "Jangan medekat. Kalian akan menyesal jika berani menyentuhku." Ancam Kenny yang mulai berkaca-kaca. 


      "Cepat serahkan semua barang-barang mu." Teriak Penjahat itu. Kenny semakin ketakutan. 


      "Aku akan berikan tapi tolong lepaskan aku. Aku akan berika semua yang kalian minta." Ucap Kenny dan penjahat itu tertawa menyela. 


      "Cepat serahkan."


     Kenny menyerahkan tasnya pada penjahat itu. Dan penjahat itu langsung merampasnya dan tidak lupa sambil membelai tangan Kenny. Kenny langsung menjauhkna diri nya. 


     "Tangan mu lembut sekali sayang. Aku ingin menyentuh yang lain dan lebih dari ini." Penjahat itu sudah duduk di sebelah Kenny dan mulai menyentuh Kenny. 


     "Jangan,,, jangan mendekat, jangan sentuh aku. Jika kau berani aku akan berteriak."

__ADS_1


     "Berteriaklah sayang aku ingin mendengar teriakan mu. " Penjahat itu mulai memegang kaki mulus Kenny. 


      "Jangaaannn,,,!!! " Teriak Kenny sambil menangis. 


      "Tolong,,,, tolong,,,!!!"


       Alex pun lewat, dia baru pulang dari Markas Max dan mobilnys berhenti ketika melihat mobil dihadapannya berhenti dan dia melihat ada seorang pria ada di dalam mobil itu dan seorang pria yang berusaha menyentuhnya. 


     Alex langsung menghubungi teman-temannya yang ada di markas yang tidak jauh dari lokasi agar datang membantu Alex. 


      Alex pun keluar dari mobilnya dan segera membantu gadis itu. 


      "Apa yang kalian lakukan. Lepaskan gadis itu. " Teriak Alex dengan nada marah. 


      "Jangan mengganggu acara kami. Pergilah jika kau masih ingin hidup." Ujar penjahat itu. 


      Alex melihat gadis di dalam mobil itu dan seperti mengenalnya. Dia mendekati mobil itu dan hendak menolong gadis itu tapi di halangi oleh dua penjahat yang berjaga di luar. 


      "Ternyata kau ingin mati tuan?" Penjahat itu langsung mengeluarkan senjata tajam dari saku nya. Mereka pun mulai berkelahi. Alex melawan kedua nya dengan kemampuannya. Menendang dan memukul wajah penjahat-penjahat itu. Dan keduanya mulai kualahan. Alex menuju mobil. Membuka pintu mobil dengan kasar. 


      "Sialaan,,,, beraninya kau." Ucap Alex geram sambil menarik kasar baju penjahat itu. Kenny melihat Alex datang dan dia merasa sedikit lega. Alex pun terus memukul penjahat itu habis-habisan. Dan Kenny pun keluar dari mobil dengan tubuh gemetaran. 


      Kedua penjahat tadi kembali bangun dan berusaha membantu temannya. Salah satu menghampiri Kenny dan menodong Kenny dengan benda tajam. 


      "Aaahh,,,,!!! " Teriak Kenny ketakutan. 


      Alex menoleh ke arah Kenny yang sudah berada di dekapan penjahat sambil menodongkan pisau tajam ke lehernya. Alex sempat lengah dan tidak menyadari penjahat yang lainnya menedangnya hingga dia terjatuh ke tanah. Kesempatan kedua penjahat itu mengahajar Alex. 


      "Jangan,,, hentikan,,, jangan hajar dia." Teriak Kenny pada penjahat yang sudah menghajar Alex. 


      Kenny menggigit tangan penjahat yang sedang menodongnya dan dia bisa lepas dari penjahat itu. Kenny pun mencoba membantu Alex, tapi sialnya dia kembali ditarik oleh penjahat tadi, menarik kuat rambut Kenny dan menampar Kenny dengan kuat. Kenny terjatuh sampai dahinya menyentuh tanah. Dan mengeluarkan darah. 


     Alex mengahampiri Kenny, menarik tangannya dan mencoba melindungi Kenny. Tapi penjahat tadi kembali menghajarnya dengan memukul punggung Alex dan Alex pun terjatuh di atas Tubuh Kenny. 


     Tubuh Alex menutupi Kenny agar penjahat tidak menariknya kembali. Alex membiarkan diri nya di pukuli demi melindungi Kenny yang tampak tak berdaya. 


      "Hentikan,,, tolong hentikan." Tangis Kenny pecah saat melihat wajah pria tampan yang sangat dia kenal sekarang ada di hadapannya, tampak sudah mulai lemah dan kualahan di hajar oleh penjahat-penjahat itu. 


      "Alex,,, " Ucap Kenny memegang pipi Alex. Dia masih sangat mengingat nama pria ini. 


      Salah satu penjahat mengambil senjata tajamnya dan langsung menusuk Alex tepat di pinggang Alex. 


      "Rasakan ini sialan." Ucap penjahat. 


      "Aarghh,,,, " Teriak Alex kesakitan. Dia berusaha berbalik untuk membalas penjahat itu. Penjahat itu kembali ingin menusuk uluh hati Alex tetapi pisau tersebut mengenai kalung Alex, tepatnya kalung Ruby yang Ruby titipkan pada Alex. Alex langsung menahan tangan penjahat itu dan menendang nya kuat. Hingga penjahat itu terpental. 


    Tidak lama beberapa teman-teman Alex datang untuk membantu Alex menghajar para penjahat itu hingga akhirnya ketiganya bisa di lumpuhkan. 


    Sementara Alex sudah tergeletak bersama Kenny. Kenny memegang tangan Alex. 


     "Bertahanlah.... " Ucap Kenny lemah, dia menangis dan semakin lemah ketika melihat Alex berlumuran darah. Kenny pun kehilangan kesadarannya. 

__ADS_1


      Alex tidak menjawab, dia terus merintih menahan rasa sakit. 


     "Lex, bro sorry kami terlambat datang." Teman-teman Alex panik dan langsung membawa Alex dan Kenny kerumah sakit. 


__ADS_2