Come Back My Love

Come Back My Love
85. Pergi


__ADS_3

"Apa kau ingin menikah dengan wanita dengan 1 anak itu? Atau memang itu adalah anak mu?" Tuding Anderson dan wajah Keenan tampak menegang. Sandra juga beralih menatap Keenan.


Itu urusan ku pa, bukan urusan papa. Keenan berhak dekat dengan siapapun dan Keenan berhak menentukan siapa wanita yang akan menjadi pendamping Keenan." Tegas nya.


"Lalu siapa anak laki-laki itu? Apa dia anak mu? Apa kau juga menikah tanpa sepengetahuan keluarga mu?" Anderson semakin menggebu-gebu.


Keenan tidak menjawab, dia berbalik dan beranjak meninggalkan Anderson dan juga Sandra.


"Keenan,,, papa belum selesai bicara. Jika kau berani melewati pintu jangan harap pintu rumah ini terbuka lagi untuk mu."Teriak Anderson.


Langkah Keenan terhenti dan sebelah bibir Keenan tampak naik, menampilkan senyum menyeringai.


"Pergilah dan jangan kembali lagi kerumah ini." Ucap Anderson mengancam.


"Dengan senang hati pa." Ucap Keenan dan langsung beranjak pergi.


"Sayang,,,, kau mau kemana nak? " Teriak Sandra.


"Apa yang kau lakukan? Kenapa membiarkannya pergi?" Tangis Sandra mulai pecah.


"Dia tidak akan berani meninggalkan kekuasaan dan kemewahan keluarga Kiel. Dia tidak akan bisa hidup tanpa keluarganya." Ucap Anderson remeh.


"Kau tidak mengenal putra mu. Dia anak yang nekat. Dan jangan sampai kau menyesal Anderson." Tunjuk Sandra dan langsung pergi meninggalkan Anderson sendirian. Anderson mulai panik dan merasa menyesal mengucapkan itu tapi ego nya terlalu tinggi untuk menarik kembali perkataannya. Dia menghusap kasar wajahnya.


***


Di kamar Keenan.


Keenan mengambil koper dan memasukkan seluruh pakaiannya ke dalam koper tersebut. Dia dengan senang hati meninggalkan rumah yang penuh dengan tekanan. Dia sudah berusaha menjadi anak yang baik tapi tetap saja dia bak patung bagi ayahnya. Dia merasa semua kerja kerasnya untuk K-Group tidak ada artinya.


Sandra datang dengan tangisan yang memilukan.


"Keenan,,, kau mau kemana nak? Jangan pergi, jangan tinggalkan mama dan juga kakek mu. Kami membutuhkan mu sayang. Mama tidak sanggup jika harus jauh dari putra kesayangan mama." Rintihan Sandra membuat Keenan berhenti mengemas.


"Ma Keenan akan baik-baik saja. Percayalah. Kita bisa bersama kapan pun mama mau. Keenna tidak akan pernah meninggalkan Mama, Kenny dan juga Kakek. Kalian adalah yang paling penting bagiku. Tapi aku tidak bisa tinggal disini lagi ma." Bujuk Keenan.


"Kenapa kau marah nak jika perkataan Papa mu itu tidak benar? Jangan diambil hati sayang." Tangis Sandra semakin tersedu-sedu.


"Suatu saat nanti Keenan akan ceritakan semuanya ke Mama tapi kali ini Keenan tidak bisa menjelaskannya ma. Tapi mama harus percaya pada Keenan. Keenan tidak akan pernah mengecewakan mama dan juga Kakek. Jadi sekarang biarkan Keenan pergi. Jika ada masalah mama cepat hubungi Keenan ya." Keenan memeluk Sandra dengan erat. Dia sangat mencintai ibu nya. Tapi kali ini dia benar-benar tidak bisa menjelaskan semua nya tentang Inez ataupun Noah.

__ADS_1


"Jadi sekarang kau akan kemana nak?" Tanya Sandra yang masih menagis.


"California ma. Mama bisa kesana kapan pun mama mau." Keenan mengelus lembut punggung sang ibu dan mengecup puncak kepala Sandra.


"Kakek? Bagaimana mama menjelaskannya kepada kakek dan juga Kenny?


"Katakan saja aku sedang dinas luar ya ma. Please biarkan Keenan pergi. Keenan tidak bisa seperti ini ma. Sampai kapan pun papa tidak akan pernah menganggap Keenan, dia lebih percaya temannya di bandingkan anak nya sendiri. Mama harus ikut mengawasi nya ma. Karena Mama belum mengenal betul bagaimana paman Samuel. Dia bukan seseorang yang bisa di anggap remeh. Keenan yakin dia pasti punya rencana licik untuk keluarga dan perusahaa kita. Segera hubungi aku jika terjadi apa-apa ma."


Sandra menganggukkan kepala nya.


"Hati-hati di jalan ya nak. Sering-sering hubungi mama dan juga Kakek mu.


"Baik ma, Keenan pergi ya." Keenan kembali memeluk sang ibu.


Di ruang tamu Anderson sudah berdiri sambil berkacak pinggang. Berjalan mondar mandir merasa gelisah. Keenan datang dengan membawa koper dan di ikuti oleh Sandra yang berada di dipelukan Keenan sambil menangis. Anderson melihatnya tanpa merasa iba.


Keenan kembali berpamitan dan memeluk Sandra dengan erat. Andrerson melihat kesedihan mendalam di mata istri nya.


"Jaga diri mama baik-baik, jangan sampai telat makan. Keenan akan baik-baik saja." Bisik. keenan.


"Jika kau ingin pergi jangan membawa apapun barang yang kay dapatkan dari keluarga Kiel." Ujar Anderson ketus sontak membuat Sandra terkejut. Mengapa suaminya begitu kejam.


"Apa yang kau katakan Anderson. Jangan bicara seenaknya. Dia putra mu." Ketus Sandra yang begitu marah pada Anderson.


"Anderson jaga ucapanmu. Aku yakin ayah pasti akan membalasmu. Tunggu ketika ayah kembali" Teriak Sandra mengancam Anderson.


"Ma sudah lah, aku akan pergi sekarang ya. Mama jangan seperti ini. Apa yang di katakan papa semua benar. Aku tidak akan membawa apapun dari rumah ini." Ucapan Keenan terdengar datar dan ketus.


"Tapi nak,,,,!! "


"Aku baik-baik saja ma, aku pergi ya. Jaga diri Mama." Keenan kembali memeluk dan mengecup kening sang Mama dan langsung pergi tanpa berbicara ataupun berpamitan pada Anderson. Keenan melangkah tanpa membawa apapun, Keenan juga tidak melihat Anderson sama sekali.


"Keenan,,,, " Teriak Sandra sambil menangis. Dan ketika pandangannya ke arah Anderson, Sandra menatapnya penuh dengan kebencian.


"Kau puas? Sekarang kau bisa berbahagia Anderson." Ucap nya geram.


"Sayang,,,,!!! "


"Jangan pernah berbicara dengan ku sebelum kau bisa mengembalikan semua nya membaik seperti sebelumnya." Sandra pun langsung beranjak membawa kembali koper Keenan ke Kamarnya.

__ADS_1


Anderson tampak frustasi. Diabenar-benar tidak menyangka Keenan berani melakukannya. Dan pergi dari rumah ini. Bagaimana caranya dia menjelaskan pada Ayahnya yang saat ini sedang keluar Negri untuk berlibur.


***


Sebuah mobil mewah menjemput Keenan yang saat ini sudah berdiri di depan gerbang. Dan Keenan langsung menaiki mobil tersebut.


"Maaf bos saya terlambat, saya baru saja tiba dibandara." Ucap Jonas sambil melihat dari kaca mobil wajah bos nya yang tampak kacau.


"Tidak masalah, aku juga baru keluar." Jawab Keenan datar.


"Bagaimana bisa Bos keluar dari rumah. Apa Tuan Anderson marah besar?" Tanya Jonas sambil menjalankan mobil dan dia merasa prihatin dengan kondisi Keenan.


"Yah,,, dia marah besar dan merasa tidak terima dengan yang aku lakaukan. Padahal aku berfikir dia akan bangga padaku." Keenan menutup matanya sambil menyandarkan tubuhnya yang terasa lelah.


"Kenapa bos tidak menjelaskan yang sebenarnya, saya yakin Tuan akan mengerti?" Saran Jonas.


"itu tidak perlu." jawab Keenan singkat.


"Jadi kita kemana bos?"


"Kita cari hotel untuk menginap malam ini." Ujar Keenan.


"Kalau bos tidak keberatan, bos bisa menginap di rumah saya saja bos." Celetuk Jonas.


"Terima kasih atas tawaranmu Jonas, walaupun aku keluar dari rumah keluarga Kiel tanpa membawa apapun, bukan berarti kau harus mengasihaniku. Aku belum jatuh miskin untuk memesan 1 kamar suite yang luas untuk kita." Ucapan Keenan terdengar ketus dan membuat Jonas tidak enak hati.


"Maaf bos saya tidak bermaksud. Bangunkan aku jika sudah tiba di hotel.


Sesampainya di hotel Keenan sudah memesan 1 kamar Suite khusus yang ukurannya cukup luas. Pria itu langsung cepat-cepat masuk kamar untuk membersihkan dirinya dan langsung istirahat. Hari ini begitu melelahkan bagi Keenan.


Keenan sudah terbaring di ranjang berukuran besar. Dia menutup matanya dan membayangkan yang sudah terjadi hari ini. Dia tidak menyangka akhirnya dia keluar juga dari rumah itu. Ada rasa lega dan juga khawatir. Karena dia harus meninggalkan Mama dan juga Kakeknya. Pikiran Keenan cukup dalam dan tiba-tiba wajah cantik Ruby muncul, dan Keenan langsung membuka matanya.


'Ruby,,,, bagaimana keadaannya hari ini. Aku sampai lupa bertanya pada Jonas. Tadi aku meninggalkannya begitu saja di kantor.' Batin Keenan dan langsung mengambil Ponselnya untuk menghubingi Jonas. Tidak berapa lama Jonas menjawab panggilan tersebut.


"Iya bos?" Jawab Jonas dengan suara berat, pria iti baru saja ternyenyak tidur tapi Keenan mengganggunya lagi.


"Maaf aku mengganggu mu, aku lupa menanyakan bagaimana dengan Ruby?"


"Tadi dia keluar 2 jam setelah bos pergi, wajahnya tampak pucat dan matanya sembab seperti baru menangis."

__ADS_1


"Apa??? " Keenan terdengar begitu khawatir.


"Tapi bos tidak perlu khawatir, walau dalam keadaan seperti itu. Dia tetap jutek dan galak. Aku rasa dia baik-baik saja. Hoamm... " Jonas berbicara sambil menguap.


__ADS_2