
Di Apartement Inez. Bel berbunyi, Inez yang sedang duduk dengan Noah langsung bangkit bersemangat. Akhirnya Keenan datang juga.
"Apa itu Daddy? Tanya Noah penasaran dan wajah nya tampak kegirangan.
"Mami bukakan pintu dulu ya, mungkin itu Daddy." Senyuman Inez merekah. Dan dia langsung beranjak menuju pintu.
"Akhirnya kau datang juga." Ucap Inez sambil membuka pintu. Tetapi setelah melihat siapa yang datang wajah nya Inez langsung berubah.
"Jonas,,, kau? Dimana Keenan? Tanya Inez sambil melirik kesana kemari.
"Bos Keenan masih ada pekerjaan dan mungkin akan telat datang nya. Jadi beliau memintaku untuk mengantar kalian. Dia akan menyusul." Jawab Jonas datar.
Inez tampak kecewa wajahnya langsung berubah drastis.
"Tampaknya kau begitu kecewa." Jonas bertanya dengan tatapan menyela. Inez terkejut dengan ucapan Jonas.
"Jangan melewati batas, kau harus ingat seberapa baik Pak Keenan padamu. Jangan berharap terlalu jauh." Sela Jonas sontak membuat jantung Inez berdegup kencang. Ucapak Jonas benar-benar sangat menyakitkan.
"Hai paman Jonas? Aku fikir Daddy yang datang. Kenapa berdiri di depan pintu saja."
"Hai ganteng, apa kabar mu?" Sapa Jonas dengan senyuman terbaiknya. Dia memang sangat menyukai Noah karena anak itu begitu pintar dan aktif.
" Mami biarkan paman Jonas masuk." Inez yang tadi nya pucat langsung tersenyum mengalihkan wajahnya yang terlihat kaku.
"I,, iya sayang. Silahkan masuk." Ucap Inez canggung.
"Tidak perlu, aku kesini akan mengantar kalian dan menemani kalian hingga bos Keenan datang. Apa kau sudah selesai bersiap Tuan muda?" Tanya Jonas pada Noah dengan ramah.
"Tentu saja paman. Aku sudah bersiap dari tadi. Kemana Daddy? Kenapa aku tidak melihat nya? Apa Daddy tidak jadi ikut?"
"Daddy akan menyusul sayang, sekarang kita berangkat dengan paman Jonas dulu ya." Bujuk Inez.
"No problem Mami. Let's go paman." Noah menghampiri Jonas.
"Let's go anak baik" Ucap Jonas bersemangat. Jonas dengan senang hati menyambut anak itu dan langsung menggendong nya.
"Tubuh mu semakin besar saja. Paman hampir tidak mampu lagi menggendong mu. Pasti kau makan yang banyak kan" Canda nya.
__ADS_1
"Tentu saja paman. Kata Daddy aku harus makan yang banyak agar sehat dan kuat."
"Iya itu bagus sekali. Kau harus mendengarkan apa yang dikatakan Daddy mu." Jonas bersemangat begitupun dengan Noah. Dia sedikit melupakan kekecewaannya karena tidak melihat Keenan.
Dua laki-laki itu terus berbincang seru. Mulai dari apartement, di dalam mobil hingga sampai di taman hiburan. Inez hanya diam mengikut keduanya. Dia merasa canggung setelah mendengar ucapan Jonas tadi. Sebenarnya apa yang ucapkan Jonas benar. Seharusnya dia tau diri. Keenan selalu baik dan selalu ada untuknya dan Noah.
***
Di apartement Keenan. Pria itu sudah berpakaian rapi tetapi dengan style santainya. Memakai kaos berkerah berwarna putih dan celana Jeans biru. Keenan tampak begitu tampan dengan sepatu snackersnya seperti anak muda kaya dengan tampilan begitu memukau mata. Keenan masih duduk di ruang tamu nya. Dia masih memikirkan raut wajah Ruby tadi. Ada apa dengan gadis itu dan kenapa dia harus memikirkannya.
"Apa aku terlalu kasar padanya. Kenapa aku begitu gelisah melihat airmatanya. Sikapnya tidak tertebak. Terkadang sangat galak dan terkadang tatapannya begitu sendu mengandung banyak kesedihan. Apa yang sedang di alami nya. Kenapa aku begitu penasaran. Dan sejak kapan aku menjadi pria kurang kerjaan yang mengurusi urusan pribadi orang lain apalagi seorang wanita. Tidak masuk di akal. Tapi dia selalu membuatku jantungku tidak karuan. Ditambah lagi aku benar-benar merasa menjadi pria normal karena pemyakit sialan itu tidak menggangguku lagi. Haah,,,, hilangkan dia dari pikiran ku." Keenan menghelakan nafasnya dengan kasar sambil memijat kepalanya yang tidak terasa sakit. Dia terus bermonolog.
Keenan pun langsung bangkit, bergegas menyusul Noah dan Inez. Dia tidak ingin Noah kecewa padanya.
***
Di jalan poros di pinggiran kota.
Ruby terus berjalan tanpa arah. Dia tidak tau ingin kemana karena kondisi hati nya benar-benar sedang tidak baik-baik saja. Dia terus berjalan menyisiri kota tanpa perduli sekitarnya.
Keenan sedang mengendarai mobil nya dengan kecepatan rendah dikarenakan hari libur jalanan tampak ramai. Pria itu tanpa sengaja melihat Ruby yang sedang berjalan dengan wajah datar dan kosong. Seperti orang yang kehilangan arah. Keenan sempat menghentikan mobil nya di seberang. Melihat gadis itu yang terus berjalan.
"Apa dia tidak waras berjalan sejauh ini." Keenan hendak turun tapi tiba-tiba ponselnya berdering. Dia menatap monitor kecil di mobilnya. Ternyata Inez yang memanggil. Keenan pun langsung mengangkat panggiln itu.
"Iya nez aku akan segera sampai. Apa ada masalah?" Tanya Keenan.
"Baiklah, 10 menit lagi aku akan tiba. Aku tutup dulu ya. Bye... " Keenan langsung mengakhiri panggilan tanpa mendengar jawaban Inez.
Keenan kembali melihat kebelakang tetapi Ruby tidak terlihat lagi.
"Kemana gadis itu." Ujar nya sambil melihat kesana kemari tetapi tidak menemukan Ruby lagi. Keenan pun mengurungkan niatnya untuk menghampiri Ruby. Dia kembali melajukan mobilnya.
Tidak terasa Keenan pun sampai. Dia langsung mencari keberadaan Noahh, Inez dan juga Jonas.
"Daddy... " Terdengar suara anak kecil memamggil Keenan. Dan Keenan tersenyum lebar, dia berjongkok dan merentangkan taangannya. Dengan hati yang bahagia dia memeluk Anak kecil itu.
"Noah,,, " Keenan memeluk Noah dengan erat. Dia begitu merindukan putranya.
"Kenapa Daddy lama sekali? Aku hampir saja tidak punya teman bermain. Untung saja ada paman Jonas yang baik hati.
__ADS_1
Noah bermain mata pada Jonas. Dan di balas juga oleh pria itu.
" Terima kasih Jonas." Ucap Keenan tulus. Dan di jawab dengan bungkukkan badan oleh Jonas.
"Jangan terlalu kaku Jonas. Kita sedang tidak bekerja.
" Baik Bos."jawab Jonas semangat.
"Sekarang kita mau bermain apalagi? Tanya Keenan pada Noah.
" Semua permainan sudah aku coba Daddy bersama paman Jonas dan sekarang aku sangat lapar. Aku ingin makan ayam goreng.
"Baiklah bos kecil. Siap laksanakan, kau boleh makan sepuasnya." Semua orang tersenyum melihat tingkah manis Noah dan Keenan terutama Inez. Dia sangat bahagia melihat interaksi Noah dengan Keenan, sangat hangat. Andai Keenan tau perasaannya.
Mereka berjalan beriringan mencari dimana penjual ayam goreng.
"Disana Daddy." Tunjuk Noah.
"Let's go sayang." Ucap Keenan lembut.
Berbeda dengan Keenan, Jonas sedari tadi memasang wajah dingin terutama pada Inez. Entah apa yang di fikirkan pria itu. Hal itu membuat Inez tidak nyaman. Dia berfikir akan jalan-jalan bersama Keenan saja tetapi asisten pribadinya ini selalu ikut kemana pun Keenan pergi. Dia jadi tidak leluasa.
"Jangan canggung begitu. Santai saja. Kau boleh berinteraksi dengan Bos Keenan tapi cobalah bersikap sewajarnya. Jangan membuat bos Keenan tidak nyaman. Dia sangat menghargaimu dan sangat menyayangi Noah. Jangan sampai dia bersikap sebaliknya." Ujar Jonas pelan.
"Apa yang kau bicarakan Jonas? Aku tidak bermaksud apa-apa pada Keenan. Selama ini aku sangat menjaga hubungan kami. Kenapa kau berfikir berlebihan?" Inez memperlambat jalannya. Dan membiarkan Keenan dan Noah berjalan lebih dulu.
"Tapi aku tidak melihat hal itu. Kau berharap lebih padanya." Tuduhnya.
"Aku hanya wanita biasa. Siapa yang tidak tersentuh pada pria yang selalu ada untuk nya dan bersikap lembut padanya. Kendati begitu aku selalu menahan diri untuk menjaga agar dia tetap nyaman di sisi ku dan juga Noah. Kau tenang saja. Aku tau diri dan tau batasan." Celetuk Inez untuk mengunci mulut Jonas agar tidak berbicara seenaknya. Inez pun meninggalkan Jonas dan mempercepat langkahnya untuk mengimbangi Keenan. Keenan melirik ke arah Inez dan tersenyum hangat pada wanita itu. Inez semakin berbinar. Dan dia sangat yakin Keenan juga merasakan hal yang di rasakan oleh Inez.
Meraka pun akhirnya sampai dan mulai menyantap ayam goreng pesanan Noah. Keenan tidak memakan makanannya. Dia hanya diam dan sibuk dengan fikirannya sendiri.
'Kemana perginya Ruby tadi, kenapa geraknya terlalu cepat. Apa yang sedang difikirkannya. Kenapa dia berjalan seperti ornag yang kehilangan arah.' batin Keenan
Inez terus memperhatikan Keenan yang duduk dihadapannya. Sementara Jonas dan Noah sudah sibuk menyantap makanan mereka dengan lahap.
"Kau tidak makan? Tanya Inez pada Keenan. Tetapi pria itu tidak menjawabnya. Badannya saja yang berada disini tetapi fikirannya lari entah kemana.
" Keenan... " Panggil Inez dan sontak membuat Keenan tersadar.
"Ehh yaa?" Tanya Keenan gelagapan.
"Kau baik-baik saja? Kenapa dari tadi melamun? Kau sedang ada masalah pekerjaan." Tanya Inez kembali dengan suara yang sangat lembut.
__ADS_1
"Ohh tidak. Aku hanya sedikit ngantuk. Maaf ya." Keenan pun berbicara sangat lembut dan senyumnya begitu tulus. Jonas yang menatapnya tiba-tiba tersedak. Dan segera mengambil air minum. Pandangan Keenan dan Inez pun beralih pada Jonas.