Come Back My Love

Come Back My Love
40. Aku Mencintaimu


__ADS_3

"Apa yang kau pikirkan? " Tanya Keenan memegang lengan Clarissa.


Clarissa terdiam menatap sayu mata Keenan.


"Apa? Aa,,,Aku tidak memikirkan apapun." Jawab Clarissa salah tingkah.


"Kenapa diam saja saat aku mengatakan tidak akan meninggalkan mu?"


'Mustahil Keenan' batin Clarissa bersedih.


"Lalu aku harus berkata apa? Tanya Clarissa sedikit memberi sedikit jarak.


'Apa Clarissa benar-benar tidak menyukaiku? Walau malam itu telah terjadi?' Keenan bergumam dalam hatinya.


"Tidak, jangan pikirkan lagi. Sebaiknya kita segera keluar dari sini sebelum penjahat-penjahat itu kembali lagi. Clarissa hanya menganggukkan kepala nya.


Keenan mencoba berdiri sendiri tetapi saat berdiri Keenan tiba-tiba terjatuh. Kepalanya terlalu sakit.


"Keenan,,, " Clarissa mendekati Keenan. Clarissa panik dan bingung mau berbuat apa.


"Kita tidak bisa pergi dalam kondisi seperti ini. Berbaringlah. Setelah membaik kita baru pergi." Ucap Clarissa membelai lembut kepala Keenan.


"Tidak, kita harus pergi dari sini. Aku tidak mau mereka kembali dan menangkap mu lagi." Keenan merasa kalut. Kepalanya semakin sakit. Membayangkan wajah Clarissa merona di hadapan laki-laki lain saja membuat darahnya mendidih.


"Tapi kau sedang sakit."


"Tidak aku tidak apa-apa. Atau pergi lah lebih dulu. Aku akan menyusul jika sudah membaik. Pergilah. " Tatap Keenan lesu.


"Apa kau tidak waras? Aku tidak mau." Clarissa marah dan membuang muka nya.


"Paling tidak selamatkan diri mu lebih dulu." Keenan memohon pada Clarissa.


Clarissa menyeringai mendengar ucapan Keenan. Hatinya sakit seolah Keenan menyampakkan nya setelah melakukan hal itu. Clarissa memukul-mukul dadanya yang terasa sesak. Airmata nya hendak jatuh.


"Setelah semuanya terjadi apakah menurut mu aku akan pergi begitu saja? Aku tidak akan pergi anggap saja ini adalah rasa terima kasih ku karena kau sudah menyelamatkan ku." Ucap Clarissa miris.

__ADS_1


"Maaf aku tidak bermaksud berkata seperti itu. Aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk padamu. Aku,,, aku tidak sanggup melihatnya." Keenan menatap lamat wajah Clarissa.


"Berbaringlah, kita akan pergi dari sini setelah kau membaik." Ujar Clarissa dan di jawab dengan anggukan oleh Keenan.


**


Dikediaman Kiel.


"Ayah cepat sembuh ya, kami semua membutuhkan mu. Keenan juga. Dia sedang butuh bantuan mu ayah." Sandra berbicara lembut sambil mengompres kepala Newton Kiel sang ayah mertua. Dia menangis, lelah akan semua nya. Putranya belum ada kabar hingga saat ini. Airmatanya jatuh ke punggung tangan sang mertua. Seketi tangan itu bergerak. Sandra begitu terkejut karena selama beberapa hari ini ayah mertua nya enggan bangun. Tapi kali ini ia terbangun.


"Keenan,,,!!! Kata yang pertama kali terucap dari mulutnya.


"Ayah,,, ayah sudah bangun? Sandra langsung menghapus airmata nya.


Newton langsung duduk dan bersandar di tempat tidur.


"Pelan-pelan ayah." Ucap Sandra lembut. Dia memang satu-satunya menantu. Paling baik, lembut dan juga perhatian. Wajar Anderson begitu mencintainya. Begitupun Newton, dia merasa punya seorang putri kandung.


"Dimana Keenan? Aku baru saja memimpikannya. Apa dia baik-baik saja? " Tanya Newton dengan suara lemah.


"Kenapa kau diam saja? Jawab nak. Apa Keenan baik-baik saja?"


Tangis Sandra pun pecah. Diatidak sanggup menyembunyikannya pada ayah mertua nya.


"Ayaahh,,, Keenan hilang, Keenan di culik." Jawab Sandra tersedu. Newton sangat terkejut karena dia baru saja memimpikan cucu kesayangannya memanggilnya. Newton langsung bangkit dari duduknya. Sandra terlonjak kaget. Ayah mertua nya yang tadi nya terkulai lemas kini berdiri dengan tegak seperti orang yang tidak sedang sakit.


"A,, ayah mau kemana? Ayah masih sakit." Ucap Sandra khawatir.


"Tidak, aku sudah membaik. Aku akan mencari Keenan." Newton Kiel kekeh untuk pergi mencari Keenan. Sebelumnya dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Panggilan itu pun tersambung.


"Dimana Keenan? Sudah aku peringatkan jangan menyentuhnya. Kau tetap masih berani melakukannya."


"Maafkan aku kakak Ipar, aku tidak bisa menahan diri. Aku harus melakukannya. Cepat atau lambat Keenan harus kembali padaku."


"Kau jangan gila, dia cucu ku. Kau tidak berhak atas Keenan. Kembalikan dia atau aku akan melupakan kalau kita adalah keluarga." Ancam Newton.

__ADS_1


"Uhh ancaman mu membuat ku takut kak. Tapi maaf. Kau tidak bisa mengaturku sama seperti saat kau menahan Anderson untuk ikut dengan keluarga ibunya. "


"Jangan melewati batas atau kau akan menyesal."


"Aku tidak takut ancaman mu kak. Kau sudah melenyapkan kakak ku jadi jangan harap kau bisa mendapatkan kembali kebahagiaan. Kau harus menderita." Ucap pria itu dalam panggilan.


"Sony Kau,,,, " Panggilan itu pun terputus. Newton semakin kesal. Dia sudah menyangka pasti ini semua adalah ulah adik iparnya.


**


Dalam tidur Keenan memimpikan kembali aktivitas panas yang dia lakukan bersama Clarissa hingga membuatnya keringat dingin dan milik nya seperti hidup kembali. Tapi Keenan menahannya sampai sakitnya begitu terasa.


"Clarissa,,, " Suara leguhan Keenan menyadarkan Clarissa yang sedang duduk termenung. Melihat Keenan keringat dingin Clarissa begitu khawatir dan panik. Kondisi Keenan tidak membaik malah sebaliknya.


"Keenan,,,!!! " Panggil Clarissa menyadarkan Keenan. Clarissa membersihkan keringat Keenan. Tangan Clarissa langsung di tangkap Keenan. Membuat Clarissa terkejut.


Keenan menatap dalam mata sendu Clarissa. Begitupun Clarissa. Dia begitu mendambakan Clarissa saat ini.


"Menjauhlah, sepertinya obat itu belum juga hilang dari tubuhku. Aku tidak ingin menyakitimu. Menjauhlah Clarissa. " Suara Keenan semakin berat.


"Tapi Keenan,,, "


"Menjauh lah,,,!!! " Teriak keenan sambil mendorong kuat tubuh Clarissa hingga membuat Clarissa terduduk. Airmatanya mengalir begitu saja.


Tubuh Keenan terasa panas. Dadanya seakan sesak dan kepalanya terasa begitu sakit. Keenan terus memegang kepalanya. Menjambaknya sekuat tenaga. Melihat Keenan seperti itu membuat Clarissa semakin khawatir.


"Keenan,,, " Clarissa menangis dan kembali mendekati Keenan. Meraih tangan Keenan dan langsung memeluknya.


"Clarissa pergilah, aku tidak ingin menyakitimu. Pergilah. " Ucapnya pelan tepat di telinga Clarissa.


Clarissa melepas pelukannya dan sedikit memberi jarak. Clarissa masih menangis, menatap sendu wajah memerah Keenan yang sudah tak berdaya. Jemari lentiknya mengelus lembut wajah tampan Keenan.


"La,, lakukanlah. Asal kau segera membaik." Airmatanya mengalir. Keenan terdiam sejenak memandang wajah Clarissa yang tidak berdaya. Keenan merasa begitu tersiksa. Kenapa bisa jadi begini. Keenan perlahan mendekati wajah Clarissa dan langsung mengecup habis bibir manis itu. Sedikit menggigit bibir bagian bawah. Dia berjanji akan melakukannya selembut mungkin. Tidak seperti malam tadi. Clarissa hanya bisa pasrah, hal ini terjadi lagi. Airmatanya menetes terus menerus. Tapi Keenan tidak menghiraukan nya. Laki-laki itu terus menggempurnya. Menyentuh setiap inci dirinya tanpa ada yang terlewat sedikit pun. Hanya suara kenikmatan yang keluar dari mulut Clarissa. Lambat laun dia pun menikmati permainan Keenan. Kedua tangan Keenan bergerak kesana kemari, menyentuh kedua bukit kembar yang sudah mulai berbentuk. Dan sebelah tangannya turun kebagian inti Clarissa dan mulai bermain disana, membuat gadis itu semakin menggila.


"Keenan,,, aah,,, " Clarissa yang menggila, sudah meminta lebih. Melihat respon Clarissa membuat Keenan semakin bersemangat. Clarissa merutuki dirinya sendiri. Betapa tidak tau malu nya dia yang benar-benar sudah menikmati permainan Keenan. Clarissa kembali menangis.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang. Aku,,,Aku mencintaimu" Ucap Keenan sambil memasukkan miliknya kedalam milik Clarissa. Clarissa berteriak kesakitan. Rasanya begitu perih hingga ke uluh hati. Keenan kembali mencium Clarissa agar perihnya tidak begitu terasa. Menutup mulut Clarissa dengan bibir nya. Beberapa waktu mereka pun menikmati pelapasan tiap pelepasan. Membuat keduanya akhirnya terkulai lemas di atas kasur sederhana dengan tubuh yang sama-sama polos tanpa sehelai benang pun. Keduanya pun tertidur. Mereka bersyukur karena sampai detik ini para penjahat tidak datang kembali


__ADS_2