Come Back My Love

Come Back My Love
92. Kau bukan Type ku


__ADS_3

Di New York Amerika Serikat. 


    "Pak Bona aku tidak ingin langsung pulang, aku masih ingin minum di club malam dekat sini. Aku masih ingin menikmati malam di New York ini." Ucap seorang gadis cantik nan seksi. 


    "Tapi Nona Tuan besar dan Nyonya pasti sedang menunggu Nona. Lagian di luar sangat berbahaya. Apalagi sampai mereka bisa mengenali artis terkenal seperti Nona. Saya tidak ingin mengambil resiko. Kita juga dijalan tanpa bodyguard."


     Gadis itu memutar bola matanya. Dia sedikit malas jika Bona sang supir berusaha membujuknya untuk pulang. 


     "Sebentar saja pak. Aku janji akan menutupi penampilanku hingga tidak ada satu pun orang yang mengenaliku."


     "Baiklah Nona." Akhirnya Bona menyetujuinya.


     "Susah juga menjadi public figure, tidak bebas. Aku ingin bebas walau sebentar saja."


     "Semua orang bahkan sangat ingin menjadi Nona. Kenny Kiel seorang artis terkenal yang  sedang naik daun."


     "Kau terlalu berlebihan pak Bona. Aku juga manusia biasa yang ingin kebebasan" Jawab Kenny malu. 


     "Iya Nona saya mengerti, apa ini tempat yang Nona maksud?"


     "Iya pak disini saja. Pak Bona tunggu disini saja ya. Aku tidak akan lama." Ucap Kenny. 


     "Baik Non, hubungi saya kalau jika terjadi sesuatu."


     Kenny hanya tersenyum tanpa menjawab ucapak Bona. Kenny langsung turun dengan menggunakan masker dan juga topi. Dia sangat merindukan masa-masa kebebasan seperti ini.


    Sesampainya di dalam. Kenny duduk sendiri, memesan minuman dan sambil menikmati musik DJ yang lumayan menghibur dirinya. Tidak berapa lama ada beberapa pria yang  mendekati Kenny. Melirik penampilan Kenny dari atas sampai bawah. Kenny langsung menutupi wajahnya dengan masker. 


   "Hai,,, sendirian saja?" Tanya salah satu pria pada Kenny tapi tidak di gubris sama sekali ileg Kenny. 


    "Tubuh seindah ini pasti memiliki paras yang juga indah. Bisakah kau membuka masker mu? Mata mu terlihat begitu indah dan aku sangat penasaran melihat keindahan di dalamnya." Rayu pria tadi. 


    "Maaf aku sedang menunggu kekasihku. Bisa tinggalkan aku sendiri?" Ucap Kenny cuek. 


    "Mana mungkin kami tega meninggalkan mu disini sendiri sayang. Dimana kekasih mu? Kenapa dia membiarkan mu duduk sendiri. Sudahlah ikut dengan kami menari." Ucap pria itu semakin memepet Kenny yang sudah merasa tidak nyaman. 

__ADS_1


    Tiba-tiba dia melihat seorang pria bertubuh tinggi, gagah dan berotot. Pria itu sangat tampan. Dengan sigap Kenny menarik tangan pria itu dan menggandengnya.


    "Sayang kau dari mana saja? Aku menunggu mu daritadi disini." Kenny bergelayut manja di pelukan pria yang tidak dikenalnya itu sambil bermain-main mata memberikan kode. Pria itu merasa tidak nyaman tapi Keeny terus merayu nya hingga pria itu tidak bisa berkata-kata.


     Beberapa pria tadi sempat tidak percaya bahwa pria tampan itu pacar Keeny. Tapi sikap agresif Kenny membuat mereka yakin. 


     "Sayang ayo kita pulang, aku sudah bosan disini." Ucap Kenny sambil mengkedipkan matanya. Kenny kesal karena pria ini tidak mengerti juga. Kenny mendekati wajah pria tampan yang ada dihadapannya itu dan langsung mengecup pipinya sambil berbisik.


    "Mereka mencoba merayu ku. Bantu aku menjauh dari mereka." Bisik Kenny. 


    Pria tampan itu sempat membulatkan matanya karena terkejut karena ciuman dadakan dari Kenny. Dia sempat terpaku lalu dia menganggukkan kepalanya. 


     "Apa benar dia kekasihmu? Kau seperti tidak nyaman begitu." Ucap salah satu pria yang menggoda Keeny tadi bertanya pada Alex. Yah pria itu adalah Alex. 


     "Hah,,, em tentu saja dia kekasihku. Aku hanya sedikit malu kekasihku begitu agresif jika di depan orang banyak." Ujar Alex sambil melototi Kenny yang tersenyum terpaksa pada Alex.


    "Tapi wajah mu sangat tidak asing nona. Aku seperti sering melihat mu." Timpal pria yang lainnya. 


    "Itu perasaan mu saja. Aku orang baru disini." Bohong Keeny sambil mempererat dekapannya pada Alex. Alex benar-benar ingin menyeret wanita ini, berani-beraninya dia menyentuh sesuka hatinya. 


    "Tentu sayang tampaknya kau begitu merindukanku." Ucap Alex mengejek. 


    "Benar sekali, aku begitu merindukanmu kakasihku. Ayo kita pergi sekarang." Kenny langsung menarik kasar tangan Alex. 


    Beberapa pria itu pun menyeringai, merasa kesal karena tidak dapat mangsa. 


    Tiba di depan Club. Alex langsung menarik tangannya dan menghempaskan tangan Kenny. 


    "Sudah cukup Nona kau bersandiwara. Kau terlalu lancang menyentuhku. Bahkan aku tidak mengenalmu sama sekali." Ucap Alex kesal. 


    "Maafkan aku, mereka mencoba mendekatiku dan terus merayuku. Aku tidak punya cara lain untuk menghindar. Mereka menahanku. Untungnya kau lewat, jadi aku memanfaatkan mu sekejap untuk berpura-pura menjadi kekasih ku. Terima kasih banyak ya." Jawab Kenny sambil tersenyum manis. 


    "Aku tidak yakin dengan ucapan mu. Terlalu banyak penipu di kota ini. Kau salah satu wanita modus yang ingin menipu ku bukan?"


    Kenny membuka lebar mulutnya. Dia tidak menyangka pria yang begitu tampan yang ada dihadapannya ini memiliki mulut yang sadis. 

__ADS_1


    "Jaga ucapan mu Tuan. Aku sama sekali tidak tertarik untuk merayu mu. Apa kau tidak mengenalku? Kau bukan type ku Tuan." Ujar Kenny menyela. 


    "Kau juga bukan type ku sama sekali. Kau membuat moodku rusak saja." Alex semakin kesal. 


    "Aku sudah meminta maaf padamu tuan. Kenapa kau galak sekali. Sebagai gantinya dan sebagai rasa terima kasih ku, bagaimana kalau aku traktir kau makan malam."


    "Tidak perlu, aku bahkan tidak ingin bertemu dengan mu lagi." Jawab Alex ketus dan langsung beranjak meninggalkan Kenny. Pria itu tidak sadar menjatuhkan dompetnya. 


    "Heiii tunggu.... " Teriak Kenny memanggil Alex sambil mengambil dompet tersebut, Alex tidak menggubrisnya sama sekali teriakan Kenny, dia tetap berjalan dengan cepat. 


    "Dasar pria aneh, kenapa aku harus sesial ini bertemu dengan pria-pria aneh. Kenny memberanikan diri untuk membuka dompet Alex. 


    " Alex...! Ohh namanya Alex. Sayangnya dia begitu bawel. Tapi dia tampan sekali. Aku akan menemukanmu sayang" Wajah Kenny bersemu kemerahan. Dia sempat membayangkan sudah mencium pria tampan itu. Dia tersenyum kesenangan sambil berjalan ke arah parkiran mobilnya. 


***


Di Rumah Sakit California. 


Lampu ruangan Keenan dan Ruby tampak redup. Keenan sengaja mematikan beberapa lampu karena dia sangat kesusahan tidur jika terlalu banyak lampu. Ruby berbaring membelakangi Keenan. Sementara Keenan sudah gelisah putar kesana kemari tubuhnya karena tidak dapat memejamkam matanya. Beberapa kali Keenan melirik ke arah Ruby. Tapi gadis itu sepertinya sudah tidur nyanyak.


     "By,,,kau sudah tidur!!!! " Panggil Keenan lembut, taoi Ruby tidak menjawab. Ruby sempat membuka matanya, tapi tidak berbalik sedikitpun, daritadi dia hanya berpura-pura tidur. Dia kembali memejamkan matanya.


     Keenan mencoba menggeser Infusnya di sebelah Ruby dan dia mulai menuruni ranjangnya dan mendekati ranjang menuju ranjang Ruby. 


     Ruby merasakan pergerakan Keenan tapi dia masih berpura-pura tidur. Keenan membaringkan tubuhnya di sebelah Ruby. Jantung Ruby terus berpacu sangat kencang. Dia takut Keenan melalukan hal yang aneh-aneh lagi. 


    Keenan berbaring ke dibalik punggung Ruby dan tangannya mulai melingkari pinggang Ruby dan perlahan memeluk tubuh Ruby. Ruby terkaget. Tubuhnya menegang. 


   "Aku tau kau belum tidur." Ucap Keenan tersenyum sambil mempererat pelukannya. 


    "Pak apa yang kau lakukan. Ini tidak baik pak. Nanti dokter dan perawt akan masuk." Ucap Ruby gelagapan sambil berusaha melepaskan pelukan Keenan. 


    "Biarkan aku tidur disini bersama mu. Aku tidak bisa tidur, biarkan aku memeluk mu seperti ini saja. Sudah lama rasanya aku tidak merasakan ketenangan tidur seperti ini." Ujar Keenan sambil mengendus-endus dan membelai rambut Ruby yang terasa sangat wangi dan lembut. 


    Tidak berapa lama terdengar dengkuran halus yang timbul dari Keenan. Ruby benar-bemar tidak bisa beristirahat dengan baik. Keenan benar-benar tidur sambil memeluk erat tubuh Ruby. 

__ADS_1


    'Dia benar-benar tertidur.' Batin Ruby sambil melirik Keenan yang sudah tidur dengan nyenyak.


__ADS_2