Come Back My Love

Come Back My Love
88. Bertahanlah


__ADS_3

"Ruby,,, " Teriak Keenan dan langsung mengejar Ruby. Dia kembali melihat Ruby menangis.


    Ruby terus berlari keluar dari apartement keenan. Perkataan Keenan sangat menyakiti hatinya. Mungkin jika orang lain yang menghinanya dia tidak akan perduli. Tapi orang itu adalah Keenan. Dia merasa tidak terima. Dia menangis sesugukan sambil berlari. 


    Dibelakang Keenan terus mengejar Ruby. Lari Ruby sangat cepat hingga membuat Keenan kualahan. Dia mencoba berjalan. Keenan merasa bersalah dengan perbuatan dan ucapannya pada Ruby. 


   "Ruby,,,, " Teriak Keenan. 


    Ruby masih mendengar panggilan Keenan tapi gadis itu terus berlari dan hampir jauh dari keenan dia mulai berjalan pelan. Jalanan itu tampak sepi padahal masih pukul 21.00 malam. Tidak ada seorang pun yang lalu lalang dijalan itu. Ruby terus berjalan menuju halte bus. Tapi belum sampai halte Ruby di jegat 3 orang preman yang sepertinya sedang mabuk. 


    "Hai cantik, malam-malam begini mau kemana? Mau kita temani?" Ucap Preman berbadan tinggi dan tegap. 


    "Betul sekali sayang, lebih baik kau ikut kami, kita akan bersenang-senang." Ucap preman yng lain sambil melirik tubuh Ruby dari atas sampai bawah. Preman itu begitu tergoda melihat tubuh Ruby yang sintal. 


    "Jangan berani macam-macam kalian. Aku tidak akan segan-segan melaporkan kalian pada polisi." Ancam Ruby. 


    "Aduuhh,,, kami takut." Ejek preman itu. 


    "Sudah lah lebih baik kau ikut kami ya. Kau tidak akan menyesal jika ikut dengan kami sayang. " Preman itu mulai mendekat dan hendak menyentuh Ruby tapu gadis itu dengan cepat menepisnya. 


    "Jangan lancang menyentuh ku atau ku patahkan tangan mu sialan." Ruby mulai tersukut emosi. 


    "Wahh,,, ternyata kau galak juga nona. Aku suka wanita yang galak. Terlihal makin menggoda." Preman itu langsung menangkap tangan Ruby. 


    "Lepaskan,,," Ruby mencoba melepaskan tapi pegangan preman itu cukup kuat. 


    Dari kejauhan Keenan melihat Ruby bersama tiga orang pria yang terlihat brandal. Dia mempercepat langkahnya. Dia mulai khawatir 3 pria itu menyakiti Ruby. Tapi pada saat berjalan mendekati Ruby tiba-tiba ada bayangan ynag terbesit di kepala Keenan, seperti dejavu, seolah ini sudah pernah terjadi. Dan bayangan itu semakin jelas, tetapi semakin di ingat semakin sakit rasanya. Keenan memegang kepalanya yang terasa sakit bakbdi pukul beton besar. Langkahnya sempat terhenti. Dia menekan kepala nya. 


    "Bayangan apa itu." Rintih Keenan masih memegang kepala nya dan hatinya mulai nyeri. Dia semakin tidak mengerti apa yang terjadi padanya. 


    "Sialan kalian.... " Bentak Ruby sambil menendang kuat perut pria yang memegang tangannya. Setelah di tendang dia memplintir tangan preman itu hingga preman itu berteriak. Teriakannya terdengar oleh Keenan yang sedang merintih kesakitan dan Keenan menoleh ke sumber suara itu. 


   "Ruby,,,, " Keenan membesarkan matanya. Dia tidak menyangka Ruby bisa melawan semua preman-preman itu. Satu per satu dia lumpuhkan hingga membuat preman-preman itu kualahan. 


     Terlukis senyuman di wajah Keenan. Tapi dia masih khawatir preman-preman itu menyakitinya dan benar saja. Salah satu preman kembali bangkit dan memukul punggung Ruby dan membuat gadis itu terjatuh. 


    "Ruby,,, " Teriak Keenan dan langsung berlari untuk menyelamatkan Ruby. 

__ADS_1


    "Bajingan kalian. Beraninya melawan satu gadis." Keenan murka dan memberi pukulan maut pada preman yang sudah menyakiti Ruby. Preman lainnya pun ikut menghajar Keenan. Ruby jadi khawatir dan segera bangkit untuk membanti Keenan. 


    "Keenan... " Teriak Ruby dan membuat Keenan menoleh. 


    "Pergilah menjauh Ruby, aku tidak ingin kau terluka. Pergilah." Teriak Keenan sambil menghajar ketiga preman itu. 


    "Tidak Keenan aku tidak akan pergi dari sini." Ruby mendekat dan menghajar salah satu preman itu. 


     Ruby mulai kualahan. Beberapa kali dia terjatuh dan membuat Keenan semakin waswas. Dia mengeluarkan semua tenaga nya untuk bisa mengalahkan preman-preman berbadan besar ini. 


    "Rasakan ini. " Ucap preman itu pada Ruby sambil mengambil sebuah kayu besar dan hendak di pukul ke arah Ruby. 


    "Ruby awas,,,, " Teriak Keenan menghampiri Ruby dan langsung memeluk Ruby hingga kayu besar tersebut mengenai kepalanya. 


    "Aarghhh,,,, " Rintih Keenan. 


    Ruby syok melihat Keenan yang berusaha menyelamatkannya hingga membuat dirinya dalam bahaya. 


     "Keenan,,,,," Teriak Ruby merasa bersalah dan dia pun menangis sambil menahan tubuh Keenan yang sudah sempoyongan. Darah segar keluar dari kepala Keenan. Ruby yang memegang bagian kepala yang berdarah itu semakin syok. 


    "Keenan,,,, tolong,,,, tolong,,, !!! " Para preman itu pun kabur setelah mendengar teriakan Ruby. Mereka takut masyarakat setempat akan keluar. 


     "Keenan bertahanlah. Aku mohon,,,,!!! "


     "By,,, kau,,, kau baik-baik sa,, saja? " Tanya Keenan gagap. 


     "Aku baik-baik saja. Kenapa kau lakukan ini?" Ruby bertanya sambil menangis. 


     "Ini,,, a,, adalah tugasku." Keenan tersenyum simpul. Dia menatap Intens wajah Ruby yang tampak panik dan khawatir. Diatampak begitu bersedih. 


     " Jangan lakukan ini lagi, jangan selamatkan siapapun jika itu akan membuat mu celaka. Berjanjilah. Dari dulu kau selalu seperti itu. Hentikan, seharusnya fikirkan dirimu sendiri." Ruby sempat-sempatnya marah pada Keenan dan pria itu masih tetap tersenyum melihat wajah gadis yang ada di hadapannya. Dia begitu menyukai wajah Ruby ketika marah. 


    "Aaarghhh.... " Keenan kembali merintih kesakitan. 


    "Bertahanlah Keenan sebentar lagi Ambulance akan datang." Ungkap Ruby membelai lembut wajah Keenan, airmatanya tidak berhenti mengalir. 


    "Maafkan aku, karenaku kau jadi celaka seperti ini." Ucao Ruby menyesal. 

__ADS_1


    Keenan hanya menggeleng dan tersenyum manis pada Ruby. 


    Ambulance pun datang. Dan para petugasnya pun mengangkat Keenan kedalam Ambulance, Ruby ikut didalamnya. Dan keduanya lnagsung dilarikan ke RS terdekat. Didalam Ambulance Keenan sudah tidak sadarkan diri, dia terlalu banyak mengeluarkan darah. 


    "Keenan bertahan lah, aku mohon Keenan." Ruby semakin menangis. Dia menggenggam erat tangan Keenan. 


    "Clarissa,,, Clarissa,,, " Suara Keenan terdengar seperti menangis tetapi matanya tertutup rapat. 


    Pegangan Ruby langsung terlepas. Dia begitu terkejut ketika Keenan menyebut namanya. Airmatanya kembali menetes. Keenan hanya mengigau. 


    "Berjanjilah untuk bertahan Keenan. Aku mohon padamu."


    "Maafkan aku, maafkan aku." Igau Keenan yang tidak sadarkan diri. Airmata Keenan pun menetes. Ruby menghapus lembut airmata itu. 


    "Terima kasih Keenan,,, terima kasih. " Ruby menggenggam tangan Keenan dan mengecupnya lembut. 


    Sesampainya di Rumah sakit Keenan langsung dibawa ke IGD, Ruby mencoba untuk masuk tapi perawat melarangnya. 


    "Maaf nona anda tidak diperbolehkan untuk ikut, silahkan tunggu diluar ya. Dan segera urus administrasinya disana.


   Ruby pun menurut, gadis itupun langsung mengurus administrasinya dan segera menghubungi Jonas. Tidak berapa lama Jonas pun datang. Dia melihat Ruby duduk menangis dan Jonas segera menghampiri Ruby. Tangis Ruby semakin pecah saat Jonas bertanya apa yang sudah terjadi. Ruby menjelaskan semua nya. Dan Jonas semakin khawatir apalagi dia tau penyakit bosnya itu di kepala. Dia pun langsung merogoh sakunya untuk mengambil ponsel dan menghubungi seseorang. 


    "Pak Keenan kecelakaan dan sekarang ada di Rumah Sakit MCU. Saya mohon pak Josh untuk datang kesini."


     "Aku akan segera kesana. Kebetulan aku tidak begiti jauh dari Rumah Sakit Itu."


     "Baiklah pak, hati-hati." Ucap Jonas mengakhiri panggilannya. 


     "Lebih baik anda juga periksakan diri, karena saya lihat anda juga terluka." Bujuk Jonas. 


     "Tidak pak Jonas , aku baik-baik saja. " Jawab Ruby lemas. Dia sampai lelah menangis dan saat ini dia sedang tidak berdaya. 


     "Bos Keenan pasti marah jika melihat anda seperti ini. Menurutlah, jika tidak aku bisa mati di buat Bos Keenan." Rengek Jonas. 


    Ruby pun menoleh kearah Jonas dan diapun mulai meluluh. 


     "Baiklah." Jawab Ruby.

__ADS_1


     "Aku akan mengantarmu." Ucap Jonas. 


    


__ADS_2