
"Sekarang ceritakan bagaimana bisa kau masuk jurang dan pada akhirnya bisa selamat dari jurang itu. Karena sebelumnya yang aku tahu kau dan Keenan di culik" Tanya Josh penasaran.
"Setelah kejadian penculikan, dan setelah aku tahu kalau ayahku di bunuh aku di usir oleh ibu dan aku pergi dari rumah melewati hutan, namun saat di hutan seorang laki-laki bertopeng mengejarku, dia mengaku suruhan keluarga Kiel sengaja menolakku ke jurang, dia sempat menembak lengan ku. Keenan sempat datang ingin menyelamatkan ku namun dia gagal, pada akhirnya aku jatuh dan tidak sadar apa-apa lagi. Saat aku terbangun, ternyata baru mengetahui bahwa seseorang menyelamatkanku. Namanya Alex dan dia sudah aku anggap seperti kakak ku sendiri dan aku juga tinggal bersama sahabat ayahku, dia juga mengakatku sebagai putri nya. Setelah aku keluar dari rumah sakit, Ayah dan kakak membawa ku pindah kesini karena kondisi ku memburuk, aku sempat depresi dan aku kehilangan,,,, !!! " Ruby tidak melanjutkan omongannya.
"Kehilangan apa By?" Tanya Josh dengan wajah yang tegang.
Namun Ruby hanya menggeleng kepala dan tangisnya semakin menjadi. Josh tidak sanggup melihatnya menangis seperti itu.
"Ya sudah jangan di teruskan. Lain kali kau bisa ceritakan padaku. Lalu untuk sekarang apa yang ingin kau lakukan dengan Keenan? "
"Untuk sekarang biarkan semua berjalan begitu saja Josh, Keenan juga tidak mengingatku."
"Kau bisa memberitahunya By, cepat atau lambat dia harus tau."
"Tidak Josh, aku tidak akan memberitahunya sampai aku mengetahui sendiri siapa keluarga Kiel yang sengaja ingin membunuh ku dan sudah melenyapkan ayahku." Seru Ruby dengan teguh walau airmatanya terus mengalir.
"Bagaimana caranya?" Tanya Josh.
"Aku akan terus berada di sisi Keenan dan masuk ke dalam keluarga nya dan dari situ aku bisa mengetahui siapa pelakunya."
"Kau harus berhati-hati By, jika kau butuh bantuan aku siap membantu mu."
"Terima kasih Josh, kau memang teman yang baik." Ruby merasa lega karena ada teman yang mengerti kondisinya.
"Jangan seperti itu, aku juga teman mu, dan Keenan itu sahabatku. Dia sangat baik padaku By, apapun jika itu yang terbaik untuk Keenan akan aku lakukan." Seru Josh tulus hingga membuat Ruby tersenyum bahagia.
"Oh iya satu lagi, aku ingin memperkenalkan mu dengan seseorang dan aku yakin kau pasti akan senang."
"Apa itu Josh?" Tanya Ruby penasaran.
"Sebentar ya." Josh meraih ponselnya dan menghubungi seseorang. Dia menggunakan panggilan video. Tidak lama panggilan itu pun tersambung.
"Kau sibuk?" Tanya Josh.
"Tidak, kebetulan aku sedang makan siang. Tumben menghubungiku siang-siang begini. Biasanya kau selalu sibuk." Suara lembut seorang wanita terdengar dari ponsel Josh.
Ruby seperti mengenal suara itu dan jantungnya terasa bedetak kencang.
"Kemarin aku mengatakan ingin memberimu kejutan."
__ADS_1
"Hhm iya,,, aku sampai tidak bisa tidur memikirkan kejutan apa."
"Apa merindukan aku? " Tanya Josh menggoda.
"Tidak, untuk apa aku merindukan mu, kau hanya menghubungiku disaat kau butuh sesuatu saja." Rajuk gadis itu.
"Belakangan ini aku begitu sibuk. Maaf ya. Aku merindukanmu,,,,!!!" Ucap Josh.
Gadis di tampak bersemu malu dan tersenyum manis.
"Aku tidak percaya." Balas nya.
"Tapi ada yang lebih merindukanmu, aku yakin kau akan senang dengan kejutan ini. Bersiap lah, Ini dia." Josh memberikan ponselnya pada Ruby. Tadinya Ruby sempat bingung.
"Bicaralah,,,!!! " Seru Josh. Ruby pun menerimanya. Saat melihat panggilan Video itu airmatanya kembali mengalir, betapa terkejutnya dia melihat sosok yang begitu di rindukannya selama ini.
"Lucy,,,,!!! " Panggil Ruby.
"Sweety Pie,,, benarkah itu dirimu? Aku sedang tidak bermimpi kan?" Lucy tak kalah terkejut karena kejutan yang dia terima begitu membahagiakannya. Airmata Lucy juga tak terbendung.
"Iya ini aku, aku Clarissa Cy. Aku Sweety pie mu." Ruby tertunduk tangisnya begitu tersedu.
"Sayang,,, aku benar-benar tidak bermimpi, kau masih hidup. Aku sungguh merindukanmu. Kemana saja kau selama ini, kenapa tidak mengabari ku kalau kau baik-baik saja. Aku mengira aku benar-benar sudah kehilangan sahabat terbaikku sampai aku tidak sanggup tinggal di desa kita karena terlalu banyak kenangan yang kita lewati." Lucy tersedu.
"Aku menangis bahagia Josh." Bentak Lucy. Keduanya tertawa mendengarnya.
"Maafkan aku Cy, aku tidak bermaksud tidak mengabari mu namun aku tidak memiliki kontak mu, aku kehilangan segalanya dan aku memulai hidup baru disini." Seru Ruby.
"Kau pasti sangat kesulitan sayang, andai aku selalu bersama mu kau tidak akan terluka. Maafkan aku yang tidak berguna ini."
"Apa yang kau katakan, semua sudah takdirnya. Kali ini kita di pertemukan kembali. Aku begitu bahagia, kau juga semakin cantik. Aku jadi insecure." Canda Ruby.
"Kau ini, tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikan mu sayang. Tapi aku juga cantik. Benarkan Josh?"
"Tentu saja Sweety, bagiku kau sangat cantik." Goda Josh dan membuat Lucy tersipu malu.
"Kelihatannya kalian begitu dekat, apa aku sudah banyak ketinggalan cerita?" Tanya Ruby.
"Libur nanti aku akan kesana memgunjungimu. Sekarang aku sedang sibuk menyelesaikan pendidikan dokter ku. Setelah selesai aku akan menghampirimu dan kita harus bicara sepanjang hari tanpa jeda, karena terlalu banyak yang ingin aku dengar dari mu begitunpun aku, banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu." Seru Lucy bersemangat.
"Kau seorang dokter? Aku tidak menyangka, bukankah cita-cita mu menjadi artis sayang?" Tanya Ruby.
__ADS_1
"Panjang cerita nya dan aku akan menjelaskannya saat kita bertemu. Tunggu kedatanganku Sweety. Aku benar-benar merindukanmu."
"Aku juga, aku akan menunggu mu disini, cepat lah kesini."
"Tentu Sweety, aku sudahi dulu ya, aku harus kembali masuk. Aku benar-benar ingin bicara lama dengan mu." Rengek Lucy.
"Pergilah, aku akan menghubungi mu lagi nanti. Aku akan minta kontakmu pada Josh."
"Baiklah,,, sudah ya, baik-baik disana. Bye sayang." Lucy melambaikan tangannya.
"Bye Lucy... !!!" Lucy mengakhiri panggilannya.
"Sudah di matikan?" Tanya Josh dan di angguki oleh Ruby.
"Dia sampai lupa berterima kasih padaku. Awas saja, aku akan merajuk." Canda Josh.
"Kalian bersama selama ini? " Tanya Ruby sambil mengembalikan ponsel Josh.
Josh hanya tersenyum, dia bingung hendak memulai darimana untuk menceritakan hubungannya dengan Lucy.
"Aku sedang berusaha mendekatinya. Kami bertemu di Fakultas kedokteran By, sebenarnya aku sudah menyukainya sejak SMA, namun dia begitu galak, aku sampai takut mendekatinya. Dan saat bertemu di Fakultas aku berusaha mendekatinya lagi. Dan setelah dia selesai dengan pendidikannya, aku ingin melamarnya" Josh dengan semangat menceritakan semuanya.
"Aku turut bahagia mendengarnya Josh, aku berharap semoga kalian segera bersatu. Terima kasih sudah menjaga Lucy. " Ruby memegang tangan Josh. Dia bagitu bahagia mendengar kabar baik itu.
"Pasti, aku sangat mencintai Lucy By, walau dia belum menerima cintaku. Aku akan terus berusaha." Ucap Josh yakin.
"Lucy gadis yang sangat baik dan tulus, dia seseorang yang penuh cinta, namun dia tidak mudah jatuh cinta tapi aku sangat yakin dia juga pasti akan menciuntaimu. Kalian sangat serasi."
"Terima kasih By. Dukung aku terus ya ."
"Pasti,,,!!! " Jawab Ruby dengan senyum bahagianya.
Tiba-tiba terdengar suara pecahan kaca, ternyata jauh disana seorang pria tidak sengaja menabrak seorang pelayan, sehingge membuat makanan dan minuman terjatuh.
"Maaf aku tidak sengaja." Ucap pria itu dan langsung mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya dan langsung dia berikan pada pelayan itu.
"Tuan kenapa dengan wajah mu? Wajah mu begitu kemerahan." Ucap pelayan itu.
Ruby dan Josh melihat kearah suara itu. Ruby seperti mengenal sosok itu.
'Seperti Keenan. Tapi tidak mungkin.' Batin Ruby. Beda dengan Josh, dia tampak tersenyum menggoda, dia sangat tau siapa sosok pria itu.
__ADS_1
"Sudah abaikan saja, lanjutkan makanmu, jam makan sebentar lagi akan berakhir. " Ucap Josh memperingati.
'Keenan,,, keenan kau benar-benar aneh. Masih saja jual mahal dan tidak mau mengaku.' Batin Josh sambil tersenyum.