Come Back My Love

Come Back My Love
21. Kau Terlalu Sombong Tuan


__ADS_3

Hari minggu dimana hari keberangkatan Orang Tua Keenan kembali ke Negara X. Mereka kembali berpenampilan biasa saja dengan menggunakan angkutan umum guna untuk menghindari pantauan musuh yang terus mengintai mereka. Mereka pun berpamitan pada Keenan.


"Kami berangkat ya sayang, baik-baik disini, jaga kesehatan dan ingat tidur yang teratur. " Perintah Sandra pada Keenan. Dia terus memeluk putranya dengan manja.


"Iya ma, aku ingat semua yang mama katakan. Tenang saja, jaga diri kalian juga, tetap sehat dan jangan banyak pikiran. Aku akan baik-baik saja disini. "


"Mama akan merindukan mu sayang." Mengecup kening dan kedua pipi Keenan." Sandra mulai menangis.


"Jangan menangis, itu akan membuat Putra mu ikut sedih." Ucap Anderson menenangkan.


"Hubungi papa selalu, dan jaga dirimu. " Anderson memeluk Keenan.


"Iya pa, jaga mama, jangan membuatnya bersedih. " Ucap Keenan datar.


"Aku tidak pernah membuat mama mu bersedih. Dan tidak akan aku biarkan dia bersedih."


"Hhmm,,, " Jawab Keenan cuek. Berat rasanya berpisah dengan mereka.


Meraka pun berpamitan dan langsung berangkat dengan menggunakan angkutan umum, dan dengan penampilan biasa-biasa saja.


**


Sedangkan di rumah Clarissa, gadis itu sedang sibuk mengerjakan semua pekerjaan rumah, mulai dari menyapu, mengepel lantai, mencuci dan memasak. Sementara sang ibu sibuk menonton televisi. Ini adalah rutinitas yang sering dilakukan Clarissa, baik di hari libur maupun hari biasa. Pada saat hendak menjemur Pakaian. Clarissa menyusun pakaian dengan rapi di tali jemuran yang sudah tersusun rapi. Seketika dia merasa ada sesorang yang mengawasinya. Dia mencoba biasa saja, tetapi sepertinya orang itu semakin dekat, Clarissa memberanikan diri menggeser pakaian yang sudah dijemur nya untuk melihat siapa orang yang sedang mengawasinya ini. Betapa terkejutnya dia ketika melihat orang dibalik pakaian basah itu ternyata Keenan.


"Aahh,,, " Teriak Clarissa terkejut.


"Apa yang kau lakukan disini?" Sambil celingak-celinguk melirik sana sini memastikan tidak terlihat oleh orang sekitar maupun sang ibu.


"Aku bosan dirumah, mama papa ku sudah kembali, jadi aku memutuskan untuk jalan-jalan, tidak sengaja lewat dan melihatmu aku langsung singgah." Ucap Keenan datar.


"Sebaiknya pergi sekarang sebelum ibu ku melihatmu." Clarissa menghindar dan kembali melanjutkan menjemur pakaian. Keenan masih mengikuti kemana Clarissa berjalan. Dia berada di hadapan Clarissa yang sedang asyik menjemur.


'Kenapa dia disini, jika ibu melihat nya pasti akan salah paham.' gumam Clarissa dalam hati. Dia panik tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena walau dilarang Keenan tidak akan mengindahkan perkataannya. Sejenak Clarissa terdiam di balik pakaian basah yang sudah di terjemur. Tiba-tiba Keenan membuka/menggeser pakaian itu dan terlihat gadis itu sungguh terkejut, seketika tatapan mereka saling bertemu. Mata mereka saling pandang, diam tanpa kata. Keenan menatap mata indah Clarissa, menatap rambut yang di kucir tinggi hingga memperlihatkan leher dan tulang selangka yang putih dan mulus. Melihat itu Keenan menelan saliva nya. Gadis ini begitu seksi.


'Astaga Keenan.' Jantungnya semakin tidak karuan. Begitupun Clarissa, Lagi-lagi dia kalah, terpaku pada sosok yang tidak ada minusnya ini. Mata tajam dan bulu mata yang lentik, rahang yang tegas, hidung mancung dan bibir yang merah.


'Jangan melihatku seperti itu' Clarissa bergumam didalam hati.

__ADS_1


"Clarissaaa,,,, " Teriak ibu dari dalam rumah. Seketika menyadarkan mereka.


"Keenan sekarang pergi ya, jangan sampai ibu melihatmu. Di dekat sini ada danau, pergi lah kesana, aku akan menyusul setelah pekerjaan ku selesai." Mohon Clarissa.


"Baiklah, tapi kau harus datang, aku akan menunggu mu."


"Iya aku akan kesana. Aku masuk dulu ya. " Ucap Clarissa dan masuk ke rumah meninggalkan Keenan.


Keenan pun pergi menuju danau yang Clarissa katakan. Tempatnya cukup indah dan nyaman. Cocok bagi orang yang ingin menenangkan diri.


"Pasti dia sering kesini. " Ucap Keenan sambil tersenyum. Keenan duduk di bangku, terpampang jelas pemandangan indah sekitar danau seketika membuat hati Keenan damai. Udaranya juga sangat sejuk. Tidak berapa lama Clarissa datang.


"Hai,,, " Sapa Clarissa pelan dan terlihat sedikit canggung.


Keenan yang tadi nya sedang memejamkan mata menikmati udara dan nyamannya suasana danau seketika membuka mata.


"Eh,,, sudah selesai?"


"Hm,,, apa terlalu lama? Tanyanya kembali dan duduk di samping Keenan.


" Tidak, tempat ini bagus hingga tidak menyadari waktu berapa lama menunggu mu."


"Kau sering kesini? " Tanya Keenan.


"Lumayan, aku selalu kesini saat aku,,,,, " Clarissa tersadar dan tidak melanjutkan kata-katanya lagi.


"Bersedih? " Tanya Keenan.


Clarissa tidak menjawab.


"Aku suka tempat ini, sangat nyaman, hanya saja terlalu banyak pasangan kekasih yang datang kesini. Bagaimana perasaan mu saat datang kesini seorang diri." Tanyanya sambil tersenyum.


"Biasa saja, aku tak perlu menghiraukan apapun." Jawabnya datar.


"Kau memang terlalu cuek."


Clarissa langsung menatap Keenan. Keenan hanya melirik nya.

__ADS_1


"Jangan terlalu lama menatapku, nanti kau akan susah tidur kepikiran wajah ku terus" Kembali Keenan bergurau agar suasananya tidak canggung. Dia tertawa melihat wajah Clarissa yang langsung bersemu kemerahan.


"Kau terlalu percaya diri." Jawab Clarissa ketus.


"Itu harus." Senyumnya terlihat sangat manis.


"Kenapa kau senang menyendiri? Aku tidak pernah melihat mu bersama teman kecuali teman wanitamu kemarin yang sering memanggilmu " Sweety Pie". Tanya Keenan sambil mengejek.


"Dia Lucy. Dia sahabatku dari kami sekolah dasar."


"Hanya dia?"


"Ya hanya dia. Kenapa? Apa ada yang aneh? Tidak perlu banyak teman jika semuanya suka berdusta. Tidak tulus dan tidak bisa menerima kekurangan mu." Jawab Clarissa dengan pandangan datar ke arah danau. Gantian Keenan yang menatapnya.


"Tidak ada yang tulus selain dia, semua nya berubah setelah mengetahui status sosial mereka tidak setara. Aku hanya anak dari Petani miskin, bisa sekolah di sekolah kita sekarang juga karena beruntung bisa mendapat beasiswa. " Clarissa tersenyum miris. "Dan Kau,,,kenapa kau mau berteman dengan ku. Kenapa tidak berteman dengan mereka yang sederajad dengan mu?" Tanya nya melihat Keenan yang juga sedang menatapnya.


"Aku bukan mereka. Aku tidak melihat orang dari status sosialnya. Aku hanya melihat siapa yang tahan dengan mulut kasarku" Jawab nya tegas.


"Kau memang kasar. Dan selalu berbuat sesuka hatimu." Sindir Clarissa


"Tapi kau senang dekat denganku kan? Tanya Keenan tersenyum genit.


" Yah mau bagaimana lagi, kau selalu mengikutiku dari belakang. " Clarissa tertawa renyah membuat jantung Keenan semkin luluh lanta.


"Sering-sering tersenyum seperti itu. Lebih enak dilihat. Jangan pasang wajah ketat mu lagi di depan ku. Mengerti? " Paksa Keenan sambil tersenyum.


"Jangan mengatur ku. Semua tergantung manusia seperti apa yang aku hadapi. Kau harus paham itu."


"Kau terlalu sulit di mengerti. Tapi tenang, aku punya banyak cara dan jurus untuk meluluhkan mu, bukan hal sulit. Tidak akan ada yang sanggup menolak pesonaku." Ucapnya sombong.


"Kau terlalu sombong Tuan."


"Hhm itulah aku, tapi aku tau kau sangat nyaman kan berada di dekatku. Jujur saja. Aku tidak akan besar kepala. " Ujar Keenan.


'Ya kau benar, aku nyaman, sangat nyaman sampai aku lupa batasan yang selama ini aku bangun untuk melindungi diriku sendiri' Clarissa bergumam dalam hati.


"Kau diam, itu tanda bahwa yang aku katakan benar. "

__ADS_1


"Hmm anggap saja begitu." Jelas Clarissa datar. Dan Keenan hanya tersenyum melihat gadis yang ada di samping nya itu.


__ADS_2