
Sesampainya di kelas, Clarissa melihat Keenan duduk dengan menundukkan kepalanya disisi meja. Perasaan Clarissa semakin tidak karuan. Merasa bersalah dan bingung ingin berbuat apa. Ingin menanyakan keadaan Keenan tapi takut semua temannya heboh. Clarissa tidak ingin menjadi bahan ejekan lagi dikelas ini. Clarissa mencoba duduk dengan tanang. Sementara Josh mendekati Keenan karena aneh melihat Keenan yang sedari tadi hanya menundukkan kepalanya.
"Keen, ada apa dengan mu? Apa kau baik-baik saja? " Josh menepuk bahu Keenan.
"Hhm,, aku baik-baik saja. " Jawab Keenan dengan suara lemah.
"Kenapa dengan suara mu? Kau Sakit?" Josh mencoba menarik tubuh Keenan agar duduk tegak.
"Josh,, aku baik-baik saja. Aku hanya sedikit mengantuk. " Jawab Keenan kesal. Clarissa langsung menoleh kebelakang untuk melihat wajah Keenan yang ternyata begitu merah terutama hidungnya.
"Kau baik-baik saja? " Tanya Clarissa khawatir.
Keenan hanya mengangguk sambil tersenyum tanpa mengatakan apapun.
"Kenapa wajah mu memerah begitu. Hidung mu juga. Kita ke UKS sekarang ya" Ucap Josh khawatir. Keenan langsung mengambil masker untuk menutupi wajahnya.
"Aku baik-baik saja. Aku hanya mengantuk karena efek obat yang baru aku minum. Alergi ku kambuh lagi. " Jawab Keenan sambil melirik Clarissa yang terlihat sedikit panik.
"Alergi apa? Yang benar saja sampai separah ini? " Josh memeriksa detail wajah Keenan.
"Singkirkan tangan mu, jangan menyentuhku dalam keadaan tangan kotor. " Kesal Keenan pada Josh hingga membuat Clarissa sedikit tersinggung, dia langsung tertegun dan merasa semua karena nya, yang berarti dia juga kotor. Keenan seperti itu karena berjabat tangan dengannya. Clarissa semakin bersedih perasaannya campur aduk. Langsung dia membalikkan badanya menghadap kedepan. Tidak melihat Ke arah Keenan lagi. Keenan menyadari bahwa Clarissa sepertinya tersinggung oleh ucapan Keenan.
"Maksudku, aku alergi terhadap bulu binatang. " Ucap Keenan sedikit Kuat agar Clarissa mendengarnya. Tapi Clarissa tidak berbalik sedikitpun dan membuat Keenan tidak enak hati.
Bel pulang sekolah pun berbunyi. Jesika menghampiri Keenan yang sedang berberes untuk pulang, masker tidak lepas dari wajahnya.
"Hai Keenan, 2 minggu lagi aku ulang tahun. Datang ya ke pesta ku." Ucap Jesika senyum genit. Tapi Keenan diam saja.
"Keenan datang ya. " Bujuk Jesika.
"Acara mu masih 2 minggu lagi. Masih lama, kenapa sudah heboh sekarang. Aku akan datang jika tidak ada halangan. " Ucap Keenan datar dan ketus.
" Baiklah, aku hanya ingin kau orang pertama yang ku undang. "
Hargai Pacar mu, kenapa begitu genit pada pria lain. ".
" Aku tidak ada hubungan apa-apa lagi. Kau tenang saja. Dia tidak akan cemburu. "
__ADS_1
Clarissa langsung bergegas keluar kelas, tidak ada gunanya dia lama-lama di kelas. Melihat itu Keenan juga buru-buru keluar kelas menyusul Clarissa
"Keenan,,," Panggil Jesika kesal, Keenan tidak menjawab dan itu membuat Jesika semakin kesal. Kenapa Clarissa yang biasa saja Keenan mau berteman dengannya.
**
Diparkiran sepeda.
"Clarissa sudah mengambil Sepedanya dan hendak bergegas pulang." Keenan pun langsung memanggil Clarissa.
"Clarissa, ,, tunggu aku. " Sambil mengambil sepeda dan mengejar Clarissa.
Clarissa tetap mendayung sepedanya. Di tengah perjalanan yang agak sunyi Keenan langsung menjegat Clarissa.
"Cla,,,Kenapa tidak menungguku" Keenan tampak kelelahan mengejar Clarissa. Wajah Keenan terlihat tidak begitu merah lagi. Mungkin karena respon obat Keenan cepat dalam pemulihan.
"Menjauhlah, aku kotor, aku tak mau alergi mu kambuh lagi karena bersentuhan denganku.. " Ucap Clarissa sedih tetapi dia mencoba menyembunyikannya.
"Maksudku bukan begitu Cla, aku memang alergi bulu kucing. Aku tidak bermaksud membuat mu tersinggung. Ucapanku tadi hanya kesal karena Josh begitu bawel."
Clarissa hanya diam tidak mampu mengatakan apapun lagi.
"Iya aku terlalu bersemangat karena baru dapat bekal darimu, hingga lupa kalau kau baru memegang kucing." Keenan tersenyum. Clarissa tiba-tiba terdiam mengartikan apa yang dikatakan Keenan.
"Aku baik-baik saja. Ini biasa terjadi. Jangan menyalahkan dirimu. Lagian kau benar, aku yang menyentuh mu lebih dahulu. Berarti aku yang teledor kali ini. "
"Apa itu sakit? Tanya Clarissa lembut.
" Tidak sama sekali. Ayo kita pulang" jawab Keenan santai. Clarissa kembali tersenyum dan merasa lega. Mereka berpisah di depan gerbang Mansion.
"Tidak mau mampir? Tanya Keenan.
" Tidak lain kali saja. Lagian ayah ku juga sudah pulang. "Ucap Clarissa.
"Baiklah, maaf aku tidak bisa mengantar mu, kebetulan orang tuaku sedang ada disini.. Mereka datang mengunjungiku.
"Kapan mengantarku pulang menjadi tugas mu? Aku bisa sendiri tidak perlu diantar. " Jawab Clarissa sambil tersenyum. Keenan terpaku melihat senyum yang begitu manis itu.
__ADS_1
"Aku pergi, sampai ketemu besok. Jacket mu besok aku kembalikan."
"Jangan sungkan. Hati-hati ya. " Ucap keenan.
"Dah,, " Clarissa melambaikan tangannya dan mulai mendayung sepedanya.
Keenan masih tersenyum melihat Clarissa yang belum jauh dari pandangannya.
'Senyum mu dan wajah sendu mu itu yang membuat aku penasaran dan ingin mengenalmu lebih jauh. Akhirnya aku bisa melihat kau tersenyum tulus padaku dengan senyuman termanis itu. ' Gumam Keenan dalam hati.
Keenan masuk kedalam Mansion. Ketika di dalam Keenan melihat kedua orang tua nya sedang duduk bermesraan di ruang tamu. Membuat Keenan menyeringai.
"Aku pulang pa, ma. " Ucap Keenan.
"Hai sayang," Sang ibu langsung bangkit dan memeluk Keenan.
"Apa hari mu menyenangkan? Tanya Sandra sambil tersenyum.
" Kau begitu cute di depan wanita mu itu. Sangat lembut. " Sindir sang papa sambil tersenyum.
" Kalian memergoki aku dan menguping pembicaraan ku tadi ya?
"Maaf sayang kami tidak bermaksud, kami sedang duduk di balkon dan kebetulan sekali melihat kalian." Ucap Sandra menenangkan.
"Sayang, dia begitu manis. " Bisik Sandra pada Keenan.
"Ma pa, aku hanya berteman dengannya. Kami satu kelas dan duduk berdekatan. Tidak ada hubungan yang aneh-aneh. Aku hanya akan fokus pada pelajaran. Dan dia adalah teman yang tepat, dia juara di setiap semester. " Jelas Keenan detail agar orang tua nya tidak curiga.
" Hmm,,, kau pikir bisa membohongi ku dan Mama mu? Dari tatapan mu saja terlihat kalau kau menyukainya. " Anderson Mengungkapkan apa yang dia lihat. Memang terlihat begitu nyata kalau putra nya sedang jatuh hati pada wanita itu.
"Sudahlah pa, itu tidak penting. Jangan bicarakan lagi ya. Aku harus ke kamar. " Keenan salah tingkah dan langsung meninggalkan kedua orang tua nya yang sedang mengintrogasinya.
"Baiklah sayang, ganti baju dan bersihkan dirimu, setelah itu kita makan bersama ya. Mama sudah masak makanan kesukaanmu. "
"Iya ma, aku naik dulu. " Keenan langsung beranjak.
Anderson dan Sandra tertawa terbahak melihat tingkah putranya yang begitu polos.
__ADS_1
"Putra mu memang menggemaskan sayang. " Ucap Anderson sambil memeluk istrinya.
"Iya kalian berdua sama, Sama-sama menggemaskan. " Sandra membalas pelukan suaminya. Mereka memang selalu terlihat romantis, walau umur mereka dan pernikahan mereka sudah tak muda lagi. Tapi mereka masih selalu memupuk cinta hingga siapa pun yang melihat akan merasa iri. Anderson sangat mencintai istrinya. Begitupun sebaliknya.