
"Tidak tidak tidak, kau tidak pernah tau. Kau memang sangat kejam. Ruby menolak pipi Keenan dengan jari telunjuknya.
Keenan masih diam menerima perlakuan Ruby. Keenan sadar Ruby seperti ini karena dirinya.
Ruby mengeluarkan uang dari dompetnya dan meletakkan uang itu di meja. Dia segera beranjak dari tempat itu. Dia berjalan sempoyongan, sesekali hampir terjatuh, namun masih berusaha berjalan sendiri tanpa mau di bantu oleh Keenan.
"By,,,aku akan mengantar mu pulang." Keenan meraih tangan Ruby. Ruby lagi-lagi menghempaskan tangan Keenan. Namun tubuhnya sendiri yang terjatuh. Keenan mendekati Ruby untuk menolongnya, Ruby menghindar dan menolak tubuh Keenan hingga terduduk dijalan. Pria itu merasa frustasi namun tetap sabar.
Ruby bangkit dan kembali menyusuri jalanan yang hampir sunyi. Keenan mengikutinya dari belakang. Sesekali Ruby berhenti dan duduk. Kadang tertawa namun masih mengeluarkan airmata.
Keenan semakin merasa bersalah karena sudah menyakitinya. Tapi dia juga kesal karena Ruby sama sekali tidak bisa di bujuk.
Keenan menguatkan tekatnya untuk bisa membawa Ruby pulang. Keenan menarik tangan Ruby dan langsung mengangkat tubuh Ruby ke bahu nya.
"Heii,,, apa yang kau lakukan. Kau mau menculik ku, lepaskan aku." Teriak Ruby memberontak sambil mengibas-ngibaskan kakinya.
"Ruby tenang lah, aku akan mengantar mu pulang. Jangan berteriak, orang-orang akan mengira aku mau menculik mu." Sambil memperkuat gendongannya.
"Keenan sialan, lepaskan aku." Ruby masih berteriak.
"Heii apa yang kau lakukan. Kau ingin menculik gadis ini di tempat ramai? Berani sekali kau." Teriak seorang ibu-ibu yang sedang lewat. Dia mengira Keenan orang jahat yang ingin menculik Ruby.
"Apa tampangku seperti penjahat Nyonya? Dia kekasihku. Dia sedang mabuk." Ucap Keenan mengarang cerita.
"Kenapa dia mabuk? Pasti kau sudah menyakiti hatinya kan? Tolong jangan suka kasar dan berbuat semaunya pada wanita jika tidak ingin di tinggalkan. Jangan sampai kau menyesal." Ujar wanita itu memperingatkan.
"Baiklah Nyonya, aku tidak akan membiarkannya pergi dariku, apakah kau puas? Bisa kah kau memberi ku jalan? Aku harus membawanya kembali." Ucap Keenan menyela.
"Baiklah, antar dia sampai rumah, gadis secantik dia masih ada saja yang menyakitinya." Celetuk wanita itu lagi namun Keenan tidak menyahutinya. Dia berjalan cepat menuju parkiran mobilnya yang lumayan jauh.
Keenan memasukkan Ruby kedalam mobil dan langsung melajukan mobilnya. Ditengah perjalanan Keenan bingung hendak membawa Ruby ke Apartemen nya atau apartemen Ruby. Karena jika membawanya ke Apartemen Ruby, orang sekitar apartemen Ruby pasti mencurigainya.
Keenan memutuskan untuk membawa Ruby ke Apartemen nya. Diperjalanan Ruby sudah tertidur walau kadang mengigau dan juga menangis. Kali ini Keenan benar-benar melihat kondisi Ruby yang betul-betul berantakan saat mabuk.
"Sudah tau tidak bisa mengontrol diri saat mabuk malah berani-beraninya mabuk. Kau pemabuk yang payah." Ejek Keenan sambil memperbaiki kepala Ruby.
"Uueekk,,, tolong berhentikan mobil mu. Rasanya aku ingin muntah." Ucap Ruby. Keenan pun langsung menepikan mobilnya.
__ADS_1
Ruby langsung keluar dan memuntahkan semua isi perutnya.
Keenan yang masih berada di dalam mobil memijat pelan dahinya. Keenan menarik nafas panjang dan langsung keluar menghampiri Ruby. Dia membantu memijat-mijat lembut punggung Ruby.
Keenan memberikan Ruby minum, gadis itu mulai tenang, dia duduk sambil menundukkan kepalanya. Keenan mengira Ruby tidur lagi. Dia dengan sabar menunggu Ruby, namun ternyata gadis itu sedang menangis. Tubuhnya tampak bergetar. Hatinya begitu sakit, Ruby tidak mampu manahan diri. Dia terus menangis.
Keenan sempat terkejut melihat Ruby yang kembali menangis. Dia berjongkok di hadapan Ruby mencoba berbicara baik-baik dengannya.
"By,,, kau menangis lagi?" Keenan memberikan sapu tangan untuk Ruby. Dan Ruby menerimanya. Dia menghapus airmatanya namun tangisnya semakin pecah. Keenan semakin sakit melihatnya.
"By aku minta maaf karena ucapanku sudah sangat menyinggung mu dan menyakiti hatimu." Keenan memegang tangan Ruby. Kali ini gadis itu tidak menghindar.
"Apa salahku padamu? Kenapa kau begitu kejam padaku? Jika kau membenci ku kenapa tidak memecatku dan cepat-cepat menendangku? Apa aku sudah menyinggung mu? Apa aku pernah menyakiti mu? Katakan padaku. Kau menjadikan aku sekretaris mu hanya untuk menyiksa ku? Apa kau tidak tau bagaimana perasaan ku?" Ungkap Ruby sambil menangis.
"By, , , ! ! ! " Mata Keenan tampak bersedih keningnya mengerut.
"Sstt,,, " Ruby menutup mulut Keenan dengan jari telunjuknya. Keenan sontak terdiam.
"Kau tau sakitnya dimana? Disini, disini terasa begitu sakit." Ruby memegang dadanya lalu menepuk-nepuknya pelan.
Raut wajahnya juga terus berubah-ubah. Terkadang tampak murung, ceria bahkan kadang terlihat begitu menggemaskan.
"Kenapa Keen? Kau juga punya dendam terselubung padaku? Benarkah? Haha,,,Aku lah yang seharusnya dendam pada mu." Ruby memukul dada bidang Keenan. Tp pria itu hanya diam menatap lamat wajah Ruby.
"Kenapa seharusnya kau dendam padaku?" Tanya Keenan tidak mengerti.
"Karena kau aku seperti sekarang ini. Karenamu aku tidak memiliki tujuan hidup, karenamu aku kehilangan,,,, " Belum sempat dia menyelesaikan ucapannya, dia tersungkur dan menubruk tubuh kekar Keenan. Keenan menahannya.
"Kehilangan apa By? Apa yang kau ucapkan, aku tidak mengerti, kenapa kau berbicara seolah aku sudah terlalu lama melukaimu. Kau berbicara untuk siapa?"
Ruby mendongak dan menatap sayu wajah Keenan yang tampak begitu penasaran.
"Kau sangat tampan tapi kau juga bodoh Pak." Ucap Ruby dengan wajah centilnya dan seketika berubah menjadi wajah menyela.
Keenan menarik tengkuk Ruby dan tampak seperti menjambak rambut Ruby.
"Katakan padaku dengan jelas, apa maksud semua perkataan mu dan apa yang kau sembunyikan selama ini dari ku. Aku sangat yakin ada banyak hal yang kau sembunyikan dari ku. Makanya aku merasa tidak asing padamu. Dan siapa itu Rachel Kiel. Katakan Ruby." Tanya Keenan geram, wajah nya mulai memerah karena kesal. Dia begitu penasaran siapa Ruby sebenarnya.
__ADS_1
Ruby kembali tertawa menyela dan dia langsung mendorong tubuh Keenan hingga sedikit menjauh.
"Kau tidak perlu mengetahui apapun. Dan jangan bertanya tentang hal pribadiku. Di dalam kontrak kerja tidak tertulis bahwa kau harus tau tentang masalah pribadiku."
"Tapi aku berhak tau jika itu berkaitan dengan ku." Teriak Keenan marah.
"Menjauhlah, aku tidak ingin dekat dengan mu." Ruby terus menolak tubuh Keenan.
"Ruby tolong jelaskan padaku. Jangan membuatku bertanya-tanya seperti ini." Keenna mulai memelas.
"Menjauhlah jangan mendekatiku, pergilah bersama keluarga mu, istri dan juga anak mu. Jangan menggangguku lagi. Biarkan aku sendiri Keenan" Teriak Ruby sekuat-kuatnya sambil menangis histeris.
Keenan membesarkan matanya mendengar ucapan Ruby. Dia langsung menarik Ruby kedalam pelukannya. Dia tau kenapa Ruby seperti ini. Gadis ini jelas-jelas sedang cemburu setelah melihat Inez dan Noah tapi dia selalu berdalih.
"Maaf,,, maafkan aku, aku tidak peka padamu." Keenan membelai rambut Ruby dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Aku membencimu Keenan, sangat membencimu." Ruby hanya pasrah di pelukan Keenan.
"Kenapa tidak mengaku dari awal. Kau terlalu sombong dengan menyembunyikan perasaanmu. Apa terlalu susah mengatakan kalau kau memang menyukaiku." Keenan tersenyum entah kenapa dia merasa lega setelah tau Ruby cemburu.
"Aku tidak pernah menyukaimu, tidak akan pernah. Karena aku akan terus membencimu." Jawab Ruby ketus sambil memukul dada Keenan.
"Sstt,,, sudahlah, kau tidak bisa mengelak lagi, mulutmu bisa berbohong tapi sikap mu sudah menunjukkan jika kau memang cemburu." Keenan tidak melepaskan pelukannya.
"Aku membencimu. Aku membencimu."
"Kau masih berhutang banyak penjelasan padaku Ruby. Aku akan cari tau apa yang kau sembunyikan dan kau harus menjelaskan siapa itu Rachel Kiel."
Ruby tidak menjawab, Keenan menggoyang-goyang tubuh Ruby namun tidak ada respon, tiba-tiba terdengar suara dengkuran halus di telinga Keenan pertanda bahwa Ruby sudah tertidur sambil berdiri.
"Kau tidak mendengarku? Kau benar-benar suka membuatku kesal." Ucap Keenan sambil menghelakan nafasnya dengan kasar.
Keenan langsung menggendong Ruby seperti bridal style. Dia berjalan menuju mobil sambil menatap lamat wajah tenang Ruby yang tampak sembab. Keenan meletakkan Ruby dibangku sebelah kemudi dan memakaikannya Seatbelt. Wajahnya sangat dekat dengan Ruby. Sesekali dia tersenyum melihat Ruby, sesekali wajahnya kembali datar.
Perasaannya juga terasa campur aduk. Banyak yang ingin Keenan tanyakan pada Ruby. Dan dia yakin semua ada hubungannya dengan dirinya. Dia sangat kesal kenapa dia tidak bisa mengingat apapun. Dia menyadari bahwa 8 tahun lalu dia mengalami kecelakaan dan mengakibatkan dia kehilangan ingatannya. Dan Keenan merasa Ruby ada kaitannya di tambah lagi Josh juga mengenalnya.
Keenan memasuki mobil dan langsung melajukan mobilnya menuju Apartemen miliknya.
__ADS_1