Come Back My Love

Come Back My Love
24. Rencana Licik Jesika


__ADS_3

Di Toilet Clarissa membasuh wajahnya. Entah kenapa hatinya terasa sakit melihat interaksi Keenan dan Jesika. Dia menatap diri nya dari kaca westafel, Clarissa merasa hatinya di remas sekuat mungkin. Dia berusaha memungkiri perasaannya terhadap Keenan. Tapi semakin di pungkiri semakin sakit rasanya. Clarissa menarik nafas dalam-dalam dan perlahan membuangnya. Setelah merasa tenang dia pun keluar dan kembali ke tempat Acara Jesika.


**


Keenan menarik nafas dan mulai memegang tangan Jesika.


"Aku menyukai mu Jesika. Aku mohon jadilah pacarku." Ucap Keenan dengan ekspresi datar.


"Kau serius Keenan. Jangan bergurau." Ucap Jesika berpura-pura senang.


"Apa wajah ku terlihat bergurau?"


"Tapi kenapa bisa kau menyukai ku? Aku malah mengira kau menyukai Clarissa. Kalian sepertinya sudah dekat. Kau sering membelanya." Ucap Jesika.


"Clarissa? Keenan tertawa sinis.


"Mana mungkin aku menyukai gadis desa itu, dia tidak setara denganku. Bahkan tidak layak bersanding dengan ku. Hanya kau yang layak menjadi kekasihku. Aku membelanya karena merasa kasihan." Ucap Keenan dan entah kenapa hatinya terasa sakit mengucapkan itu. Tanpa mereka sadari Clarissa sudah mendengar pembicaraan mereka. Clarissa berdiri terpaku, tak mampu berkata maupun berbuat apapun. Hatinya perih bagai luka yang disirami air cuka. Dia sangat tidak menyangka apa yang di dengar nya barusan. Bulir bening mengalir begitu saja dari mata indahnya. Keenan begitu tega mengatakan itu pikirnya.


Melihat Keenan memegang erat tangan Jesika menambah perih di hatinya.


Jesika melirik Clarissa dan bibir nya sedikit terangkat menciptakan senyum kemenangan.


"Clarissa,,, " Ucap Jesika sambil melihat ke arah Clarissa. Keenan pun menoleh ke arah Clarissa dan begitu terkejut melihat gadis itu sudah banjir air mata.


"Cla,,, " Ucap Keenan ingin mendekati Clarissa yang sudah mulai jalan mundur sambil menangis. Tapi segera Jesika menahan tangan Keenan.


"Terima kasih atas perkataan mu yang sangat indah itu. Terima kasih sudah kasihan padaku. Kau sama saja dengan yang lainnya." Clarissa terisak dan langsung berbalik meninggalkan Keenan. Tanpa sengaja dia menabrak tubuh yang sedikit kekar, tiba-tiba sudah ada di belakang nya. Clarissa mendongak melihat siapa sosok yang ada di hadapannya. Ternyata Leon, sedari tadi dia sudah berdiri di belakang Clarissa menyaksikan segalanya. Tangan itu langsung merangkul dan memeluk Clarissa. Dan tangis Clarissa semakin pecah. Dia tidak menolak pelukan yang di berikan oleh Leon. Clarissa semakin terisak. Hatinya sangat hancur. Keenan yang melihat kejadian itu semakin panas. Dia tidak menyangka hal ini akan terjadi.


"Clarissa,,, " Panggilnya pelan dengan wajah yang sangat frustasi dan mata nya mulai berkaca-kaca.


"Biarkan saja. Bukan waktu yang tepat untuk menjelaskannya pada Clarissa sekarang. Dia tidak akan mendengarkan mu" Ucap Jesika kegirangan di dalam hati. Dia sangat senang Leon datang di waktu yang tepat.


"Berhentilah menangis, kau tak perlu menangisinya." Ucap Leon sambil mengelus punggung Clarissa. Dia merasa tidak tega melihat air mata Clarissa. Hatinya juga sakit.


"Leon,,, hatiku sangat sakit. Sakit nya begitu terasa. Aku tak tau kenapa begini rasanya" Ucap Clarissa tersedu.

__ADS_1


"Tenang lah, aku akan mengantar mu pulang." Ucapnya lembut. Dan melerai pelukannya. Segera menghapus air mata Clarissa. Memegang tangan Clarissa dan membawanya pergi dari tempat itu. Keenan melihat itu mengepalkan tangannya. Tapi dia tidak bisa melakukan apapun. Tangannya masih dipegang erat oleh Jesika.


"Lepas Jes, apa kau sengaja melakukan ini supaya Clarissa mendengarnya? Kau sengaja menjebak ku? " Keenan mulai marah dan menghempaskan pegangan Jesika.


"Tidak Keen, aku tidak ada niat melakukan ini. Aku juga tidak menyangka Clarissa mendengarkan semua nya. Lagian kenapa kau mengucapkan hal itu tentang Clarissa? Wajar dia sakit hati." Jesika berpura-pura padahal hatinya saat ini sedang tertawa bahagia. Rencana nya berjalan dengan lancar.


"Aaarghh sial....." Jerit Keenan sambil menjambak rambut nya. Dan segera dia pergi meninggalkan Jesika. Gadis itu begitu bahagia dan dia meloncat-loncat sambil menjerit kegirangan.


'Kerja yang bagus Leon.' Batin nya.


*Sebelumnya


Di taman dekat Toilet.


"Apa kau menyukai Clarissa? Sampai kau tidak melihat kalau aku juga menyukaimu?" Tanya Jesika dengan wajah sedih nya.


"Sekalipun aku suka itu tidak ada hubungannya dengan mu."


"Tapi kenapa? Kenapa bukan aku?"


"Clarissa berbeda." Ucap Keenan sambil membayangkan senyuman indah Clarissa.


"Tapi aku tidak, berhentilah Jes, jangan tanya kenapa. Karena perasaan ku padanya datang begitu saja." Jelas Keenan membuat hati Jesika sakit.


"Baiklah aku harus cari Clarissa, aku akan mengatakan perasaanku padanya." Keenan mulai beranjak.


"Keenan tunggu sebentar." Jesika menahan tangan Keenan.


"Apa lagi?" Tanyanya ketus.


"Keenan bisakah kau membantu ku?" Tanya Jesika pada Keenan.


"Membantu apa?" Jawab Keenan datar.


"Saat ini Leon sedang mengawasi ku di suatu tempat. Sampai saat ini dia tidak mau melepaskan ku. Aku sudah tidak nyaman lagi, jadi aku ingin kita berpura-pura punya hubungan. Berpura-pura lah menyukai ku dan katakan jika kau tidak menyukai Clarissa. Agar dia menjauh dari ku." Bohong Jesika sambil bicara berbisik memohon pada Keenan. Keenan mengernyitkan kening nya. Merasa omongan Jesika tidak masuk di akal.

__ADS_1


"Tapi aku tidak bisa." Jawab Keenan.


"Aku mohon Keenan kali ini saja tolong bantu aku, sebagai tanda pertemanan kita. Setelah ini aku tidak akan mengganggu hubungan mu dengan siapa pun. Aku akan melupakan perasaanku padamu. Aku mohon Keenan." Ucap Jesika dengan suara pelan dan tak satu pun yang mendengar.


"Baiklah. Tapi kali ini saja." Ucap Keenan Pasrah dan di jawab dengan anggukan kesenangan oleh Jesika.


Senyum bahagia Jesika terpampang jelas, ini adalah kado terindah yang dia terima yaitu melihat penderitaan Clarissa. Jesika begitu membenci Clarissa. Karena banyak hal yang Clarissa rebut dari nya. Dia tidak akan senang melihat Clarissa lebih unggul.


** 1 hari sebelum pesta


" Aku punya rencana dan aku butuh bantuan mu." Ucap Jesika pada Leon.


"Rencana apa?" Tanya Keenan penasaran.


"Aku tau kau masih menyukai Clarissa kan? Walau kau berpacaran dengan ku, aku tau perasaan mu sebenarnya pada Clarissa." Ucap Jesika datar membuat Leon terkejut.


"Apa maksudmu. Aku tidak punya perasaan apa pun pada Clarissa." Bohong nya. Leon terlihat salah tingkah.


"Jangan berbohong, aku tau, walau kau sering mengganggunya, meyiksanya tapi setelah itu kau akan bersedih menyesalinya. Aku bisa melihat itu. Jadi jangan tutupi lagi. Mari kita putus. Tapi kau harus mau ikuti rencana ku. Aku yakin kau bisa mendapatkan Clarissa." Ucapan Jesika jelas membuat Leon heran.


"Apa mau mu sebenarnya Jes? Rencana apa yang ingin kau lakukan?"


Jesika tersenyum licik.


"Kau boleh melakukan apapun tapi tidak untuk melukai Clarissa. Aku tidak akan Terima itu. Hanya aku yang bisa melakukan hal sesuai mau ku padanya"


"Ck ck,,, so sweet sekali sayang. Kau begitu mencintainya." Ejek Jesika.


"Tenang saja, tidak akan sulit, hanya ingin menjauhkannya dengan Keenan, dengan begitu kau bisa mendekati Clarissa dan Keenan akan menjadi milikku." Ucap Jesika santai.


"Kau menyukai Keenan?" Tanya Leon terkejut.


"Menurut mu? Tidak ada seorang gadis pun yang tidak tergila-gila padanya. Termasuk aku." Leon meyipitkan matanya. Dia tidak menyangka Jesika selicik itu. Tapi Leon menyetujui rencana Jesika karena dia juga tidak menyukai Keenan dekat dengan Clarissa.


"Baiklah, lakukan saja, aku akan lakukan semampu ku." Ucap Leon ketus.

__ADS_1


"Terima kasih sayang, kau begitu manis." Sambil mencubit pipi Leon dan langsung beranjak meninggalkan Leon.


'Aku tidak akan pernah membiarkan mu dekat dengan siapapun selagi aku masih ada Ca. Karena kau hanya milikku. Sekalipun keluarga ku menentangnya' Batin Leon sambil tersenyum licik.


__ADS_2