
Di Perusahaan K-Group.
"Jadi Keenan punya perusahaan lain yang sudah berjalan selama hampir 3 tahun di California? Apa maksud anak ini? Kenapa dia tidak memberitahu keluarga nya lebih dulu. Apa dia mencoba menyaingi perusahan keluarganya sendiri. Dan siapa wanita dan anak laki-laki yang bersama Keenan itu. Anak ini benar-benar ingin membuat ku mati dengan cepat" Anderson marah besar dan melempar semua foto-foto yang yang baru di serahkan oleh asisten pribadinya. Foto saat Keenan berada di california dan perusahaan barunya, dan foto saat bersama Inez dan Noah di taman hiburan.
Ternyata Anderson menyewa detektif mahal-mahal untuk menyelidiki apa saja yang Keenan lakukan saat liburan. Kemana saja dan bersama siapa. Kenyataannya Anderson mengetahui segalanya dan semakin membuat Anderson naik darah.
"Saya tidak tau siapa gadis dan anak ini pak. Tp mereka terlihat seperti keluarga." Ucap Asistennya dan langsung mendapat tatapan tajam dari Anderson.
"Jaga ucapan mu. Jd maksud mu Keenan menikah tanpa sepengetahuan keluarga nya?" Tatapan membunuh Anderson membuat asistennya begidik ngerih.
"Maaf tuan bukan begitu maksud saya." Asisten Anderson gagap.
"Aku tidak akan membiarkan putra ku menikahi sembarang wanita. Aku sendiri yang akan memilihkan jodoh yang tepat untuknya." Tekan Anderson.
"Batalkan semua rapat dan pertemuan hari ini. Aku akan pulang kerumah sekarang. Siapkan mobil." Ucap nya tegas.
"Baik Tuan." Sang asisten membungkukkan badan dan langsung bergegeas menyiapkan mobil.
Sesampainya dirumah. Anderson membanting tas jas ke meja di ruang tamu. Sandra yang sedang duduk santai sambil menganyam hanya melirik tanpa bertanya ada apa dengan suaminya.
"Ini semua karena mu. Kau selalu memanjakan Keenan hingga membuat anak itu semakin melunjak." Bentak Anderson. Kali ini dia benar-benar marah. Sandra sering melihatnya marah dan kesal saat pulang kerja karena masalah pekerjaannya. Tapi Sandra selalu setia mendengarkannya. Kali ini wanita yang cantiknya tidak pernah luntur walau dimakan umur itu tidak akan tinggal diam tanpa merespon seperti biasanya.
"Pelankan suara mu. Apakah begini cara mu bicara dengan istri mu?" Balas Sandra dengan santai tapi penuh penekanan. Anderson tampak kaget. Dia tidak menyangka istrinya menjawab ucapannya. Padahal selama ini dia adalah wanita yang begitu sabar dan lemah lembut.
__ADS_1
"Apa yang di lakukan Keenan sampai kau semarah ini?"
"Bagaimana aku tidak marah, putra ku sendiri mengkhianatiku dengan membangun perusahaan yang lumayan besar tanpa sepengetahuanku. Sudah berjalan hampir 3 tahun dan aku tidak tau sama sekali. Padahal kau tau dia juga seorang direktur besar di K-Group. Bagaimana bisa dia menghandle 2 perusahaan sekaligus? Pantas saja dia selalu bersikap santai saat bekerja di K-Group. Tidak kompeten dan mengganggap remeh semua pekerjaan yang berhubungan dengan K-Group."
"Jangan asal bicara, selama ini K-Group berkembang juga karena Keenan. Dia anak yang pintar dan bertanggung jawab. Bahkan ketika dia berlibur dia tetap bekerja secara online. Aku yakin kau menyadari itu tapi kau tidak sanggup untuk mengakui kehebatan putra mu."
Anderson menatap lamat wajah istrinya. Dia benar-benar tidak menyangka dengan apa yang dikatakan istrinya. Karena yang dia tau Sandra tidak mengerti apapun tentang perusahaan. Karena dia hanya berada di rumah selama 24 jam.
"Aku tau kau pasti mengira aku tidak mengerti apa-apa bukan? Aku tau di mata mu aku hanya ibu rumah tangga yang hanya mengerti mengurus semua kebutuhan di rumah ini. Kau salah besar Tuan Anderson. Aku mengetahui semua nya tanpa cela sedikitpun. Aku mengerti apa yang terjadi diperusahaan dan bahkan siapa yang selalu ambil alih semua nya ketika K-Group dalam keadaan kritis. KEENAN,,,, yah dia adalah putra ku yang selalu menyerahkan seluruh hidupnya untuk K-Group. Terutama untuk keluarga besar Kiel. Dia tidak pernah mengecewakan ku. Tapi kau sedikitpun tidak pernah menghargai kerja keras putra mu. Wajar jika dia membangun dunia nya sendiri dengan memiliki perusahaan yang dia rintis sendiri dengan kemampuan yang tidak main-main di umur nya yang masih sangat mudah. Akui saja, kau tidak perlu malu mengakuinya." Tatapan Sandra tampak menyela. Baru kali ini Sandra banyak bicara pada suami nya.
"Jadi selama ini kau mengetahui bahwa Keenan memiliki perusahaan sendiri?" Tanya Anderson semakin naik darah.
"Aku mengetahuinya baru-baru ini. Dan menurut ku itu sah sah saja karena aku memang sangat bangga terhadap kinerja putra ku yang tidak pernah kau hargai. Padahal dia sangat luar biasa."
Sandra menatap Anderson dengan wajah miris dan mata nya mulai berkaca-kaca. Tapi wanita itu mencoba menahannya. Karena kali ini dia tidak akan tinggal diam. Sandra akan membela Keenan.
Anderson sempat menyesali ucapannya apalagi dia melihat wajah Sandra tampak begitu kecewa.
"Hubungi Keenan sekarang juga dan suruh segera pulang. Dia harus menjelaskan semuanya padaku." Perintah Anderson.
Sandra bangkit dari duduk nya. Dia sama sekali tidak menggubris Anderson.
"Sayang aku sedang bicara dengan mu." Suara Anderson terdengar begitu tegas.
__ADS_1
"Panggil aku Sandra hari ini dan seterusnya. Dan jika kau ingin putra mu kembali hubungi saja sendiri. Aku tidak akan ikut campur dengan masalahmu. Tapi jangan sesekali kau berani berbuat di luar batas seperti dulu dan mengorbankan putra mu. Jika kau berani siap-siap kau melihat jasad ku." Ancam Sandra dan langsung pergi meninggalkan suami nya.
Dada Anderson terasa seperti di pukul kuat oleh perkataan istrinya. Dia benar-benar tidak menyangka betapa mengerihkan istrinya ketika sedang marah. Tapi bukan Anderson namanya jika dia diam saja. Dia akan segera menyelesaikan semua ini dan semua harus berjalan sesuai keinginannya.
Dari lantai dua Tuan Newton berdiri sambil memegang dada nya. Menatap dan mendengar jelas pertengkaran antara Putra dan juga menantu nya. Dia benar-benar tidak mengerti mengapa putranya begitu keras kepala. Padahal sudah sangat sering diberi peringatan oleh sang Ayah. Tapi Anderson tetap keras dan kekeh pada pendiriannya. Dia selalu ingin putra nya menjadi hebat sesuai aturannya. Sementara Keenan sendiri paling tidak bisa di atur sama seperti Anderson.
'Dosa apa yang aku lalukan di masa lalu, hingga memiliki keturunan yang sama-sama keras kepala.' batin Tuan Newton sambil menatap foto dirinya dan juga istrinya yang masih terpampang jelas di dinding.
"Aku merindukan mu sayang. Entah kapan kau menjemputku." Ucap Tuan Newton miris.
***
Di Apartement Keenan.
Ponsel Keenan terus berdering. Keenan sedang menyantap makanan bersama Ruby. Dia tahu bahwa ayahnya yang menghubunginya beberapa kali. Tapi Keenan sama sekali tidak menggubrisnya. Ruby yang mendengar ponsel itu terus berdering menjadi gelisah dan terganggu. Dia mengira bahwa panggilan itu dari Wanita yang bernama Inez kemarin.
"Kenapa tidak di angkat. Nanti pacar mu akan marah jika kau mengabaikan panggilannya pak." Ucap Ruby mengejek.
Keenan hanya tersenyum menyeringai. Dia dengan santai melahap makanannya. Ponsel Keenan tidak berhenti berdering. Tapi Keenan sama sekali tidak meliriknya lagi.
"Pak bisakah kau angkat dulu panggilan suara itu. Mungkin itu penting."
"Angkat saja jika kau ingin. Aku sedang tidak ingin di ganggu. Dan hari ini kira tidak jadi ke kantor. Besok kita berangkat ke kantor bersama dan segera tanda tangani kontrak kerja lagi, kau di Rotasi ke bagian operasional ku. Lebih tepatnya sekretaris pribadi ku." Ujar Keenan tegas.
__ADS_1
Ruby melotot dan mulutnya terbuka mendengar hal itu.