Come Back My Love

Come Back My Love
78. Menggoda


__ADS_3

"Kenapa langsung berdiri. Kau masih lemah pasca pingsan tadi." Suara serak Keenan terdengar begitu jelas di telinga Ruby karena posisi mereka sangat dekat saat ini.


"Apa yang sudah anda lakukan pak? Kenapa aku ada disini dan kenapa anda tidak memakai pakaian?" Tanya Ruby dengan suara bergetar dan wajahnya memerah ketika melihat Keenan tidak memakai baju, terpampang nyata bentuk otot lengan dan perut Keenan yang begitu seksi. Membuat Ruby salah tingkah,


Keenan tersenyum smirik melihat tingkah gadis yang ada di hadapannya. Keenan gemas melihat wajah Ruby yang memerah seperti itu.


"Kau lagi-lagi tidak mengingat apa yang sudah kau lakukan. Kenapa kau begitu pelupa sayang?" Keenan menyelentik dahi Ruby. Dan gadis itu langsung merintih.


"Aku benar-benar tidak ingat apa yang sudah terjadi." Ruby memegang dahi nya yang terasa lumayan sakit.


"Kau lupa sudah menggodaku tadi Nona?" Tanya Keenan berbisik di telingan Ruby sambil menyeringai. Sontak Ruby langsung menutup mulut dengan kedua tangannya. Dia begitu terkejut dan syok.


"Ti,,, tidak mungkin pak, itu tidak mungkin." Ruby mulai panik. Dia berusaha lepas dari pelukan Keenan tapi pria itu menahan tubuhnya.


"Maaf pak saya harus pergi." Ucap Ruby memohon dengan wajah takutnya.


"Kau mau kemana? Bukankah kau sedang sakit? Berbaringlah, aku akan menemanimu." Canda Keenan dan membuat Ruby merinding.


"Tidak pak saya baik-baik saja, saya mau ke kantor sekarang. Ada pekerjaan yang harus saya kerjakan. Tolong lepaskan saya pak." Ruby masih berusaha berdiri. Tetapi Keenan menarik tangan Ruby kembali berada di dekapan Keenan.


"Kenapa kau terlalu terburu-buru, kau bekerja di perusahaan ku. Santai saja. Aku sudah mengatakan kepada kepala bagian bahwa kau sedang sakit. Berbaringlah, aku ingin bertanya sesuatu pada mu." Keenan membelai lembut rambut Ruby. Ruby benar-benar tidak nyaman.


"Tapi aku mohon tolong pakai baju anda pak. Apa yang kita lakukan ini sangat tidak benar. Jika kekasih anda datang dan melihat kita seperti ini akan salah paham."


"Kekasih ku atau kekasih mu yang akan salah paham? " Tatapan Keenan berubah datar membuat Jantung Ruby semakin berdetak kencang.


"Aku,,, aku,,,,!!! Ruby semakin gagap dan salah tingkah karena posisi mereka yang begitu intim. Duduk dengan kedua tangan Keenan mendekapnya erat. Seolah tidak ingin melepaskan Ruby.


" Alex,,, siapa Alex?" Tanya Keenan datar membuat dahi Ruby berkerut.


"E,, eh,, dia kakak ku." Jawab Ruby tegas.

__ADS_1


"Kakak? Kalian sama sekali tidak mirip. Kau berbohong padaku?" Tuduhnya


"Tidak pak, dia kakak ku, lebih tepatnya kakak angkat. Darimana anda tau tentang Alex?"


"Kakak angkat kenapa begitu mesra?" ucapnya pelan dengan wajah kesalnya.


"Anda bilang apa? " Ruby tidak begitu jelas mendengarkannya.


"Ohh tidak,,, kau terus mengigau memanggil namanya. Kau yakin hanya sekedar kakak angkat? Tidak lebih?" Pertanyaan Keenan seolah memastikan bahwa Alex bukan lah kekasih Ruby. Ruby menjawab dengan anggukan.


"Apa kau menyukainya? Atau apa dia menyukai mu?"


Ruby menatap Keenan dengan tatapan tidak mengerti.


"Anda terlalu banyak bertanya pak. Itu bukan urusan anda dan bukan hal yang penting untuk anda." Jawab Ruby kesal.


"Kenapa setelah siuman cara bicara mu begitu kaku?" Keenan mencubit hidung Ruby.


"Kau menggoda ku lagi dengan suara ******* mu itu?" Tatapan Keenan seolah ingin menerkam.


"Maaf pak, saya tidak bermaksud begitu. Maafkan saya." Ruby mendorong kasar tubuh Keenan dan Ruby langsung berdiri walau kepala nya masih lumayan sakit. Ruby pun menundukkan tubuhnya berulang kali untuk meminta maaf pada Keenan. Keenan terngangak.


"Maafkan saya jika hari ini saya bersikap lancang. Maafkan saya...."


'Gadis aneh, untung saja dia tidak sadar dengan apa yang aku lakukan tadi. Tapi aku masih belum percaya pada pria kemarin. Pasti dia punya perasaan lebih terhadap Ruby, aku bisa melihat dari tatapan matanya.' Batin Keenan.


"Berhenti seperti itu. Jangan meminta maaf, lagian aku menyukai keagresifan mu." Ucap Keenan sambil tersenyum licik dan candaan Keenan berhasil membuat Ruby semakin membuat Ruby frustasi. Fikiran Ruby melayang kasana kemari, menerka-nerka apa yang sudah di perbuatnya.


"Istirahatlah, aku sudah memesan makanan untuk kita makan siang ini." Keenan bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi, semakin lama dekat dengan Ruby semakin membuatnya bergairah. Keenan memikih untuk ke kamar mandi untuk berendam sebentar. Sementara Ruby langsung bergegas keluar kamar. Alangkah baiknya jika dia istirahat di ruang tamu. Daripada dikamar dia khawatir akan terjadi apa-apa. Diruang tamu Ruby sudah duduk bersandar sambil memijat-mijat dahinya. Fikirannya masih pada omongan Keenan yang mengatakan bahwa dirinya sudah menggoda Keenan. Apa mungkin? Tapi Ruby akui jika dia sedang mabuk atau demam tinggi akan berbuat diluar dugaan. Gadis itu tidak mampu mengontrol dirinya saat setengah tidak sadar.


"Iiihhh,,,, bodoh, bodoh,,!!! Ungkapnya sambil menghentak-hentakkan kaki nya.

__ADS_1


***


Club Gym Alex.


Saat selesai melatih peserta Gym Alex di sadarkan oleh sosok wanita yang begitu mirip dengan Ruby. Alex mengira itu adalah Ruby. Dia sempat tersenyum sumringah. Alex menghampiri wanita itu.


"By,,, kapan kau tiba? " Alex menepuk lembut bahu wanita itu. Dan seketika wanita itu berbalik, kening Alex berkerut. Bagaimana tidak, yang ada di hadapannya bukan lah Ruby, melaikan orang lain. Seorang wanita paruh baya sekitar 40an tahun, tidak begitu tua tapi tubuhnya masih terlihat sangat bagus, sehatdan juga begiti cantik. Sangat mirip dengan Ruby.


"Maaf nyonya saya fikir adik saya. Kalian sangat mirip." Ungkap Alex sambil membungkukkan tubuhnya.


Wanita itu tersenyum manis. Benar-benar mirip Ruby fikir Alex.


"Tidak apa-apa nak." Jawabnya lembut.


"Anda pengunjung baru? Aku baru melihat mu baru ini. Perkenalkan aku Alex, pemilik Club ini." Alex mengulurkna tangannya dan di sambut ramah oleh Rose.


"Salam kenal nak Alex, perkenalkan aku Rose, aku baru beberapa kali kesini. Benarkah aku sangat mirip dengan adik mu?" Tanya Rose sambil tersenyum ramah.


"Benar sekali nyonya, kalian sangat mirip. Sangat cantik." Alex tersenyum kikuk.


"Kau bisa saja. Aku sudah terlihat tua bisa-bisa nya kau mengira aku adik mu. Haruskah aku bersenang ria mendengar nya?" Canda Rose membuat kedua nya tertawa.


"Silahkan di lanjutkan Nyonya. Maaf atas ketidaknyamanannya. Sebagai gantinya anda boleh minum dan makan apa saja gratis hari ini


Di Club ini."


"Jangan berlebihan, tidak masalah bagiku, wajar jika kau salah orang. Di dunia ini kita memiliki kemiripan dengan beberapa orang. Jadi wajar saja. Atau mungkin kau sedang merindukan adik mu? Adik kandung atau adik Sayang?" Bisik Rose sambil menggoda Alex hingga membuat Alex bersemu.


"Melihat wajah mu sepertinya bukan adik kandung melainkan adik sayang." Rose semakin membuat Alex salah tingkah. Keduanya pun tertawa.


"Baiklah nyonya Rose aku kembali bekerja dulu ya. Silahkan lanjutkan, jika perlu sesuatu panggil aku saja ya." Alex undur diri dengan sedikit membungkukkan tubuh.

__ADS_1


"Terima kasih nak Alex." Rose kembali melanjutkan olahraganya. Batinnya mengatakan masih ada anak muda seramah dan sopan santun seperti Alex.


__ADS_2