
"Bukan urusan mu. Menjauh lah." Suara Clarissa bergetar, mata nya pun mulai berkaca-kaca.
"Clarissa ada apa? Apa yang terjadi? Kau baik-baik saja kan?" Tanya Keenan panik.
Clarissa tidak bisa mengontrol rasa takut nya semenjak kejadian seminggu yang lalu. Dia takut berhadapan dengan orang terutama laki-laki. Tubuhnya semakin bergetar, tangan nya meremas tangan sebelahnya. Wajah nya semakin pucat dan air mata nya mulai mengalir.
"Clarissa,,, " Keenan hendak menghapus air mata Clarissa tetapi Clarissa langsung menghindar dan menjauhkan diri nya. Keenan begitu khawatir, kenapa Clarissa takut padanya. Tanpa aba-aba Keenan langsung menarik tangan Clarissa secara paksa ke arah toilet ujung sekolah. Dia memegang tangan Clarissa dengan erat agar gadis itu tidak pergi dan menghindar lagi. Sesampainya di belakang toilet. Clarissa langsung menghempaskan tangan Keenan. Dan menolak tubuh Keenan hingga Keenan menjauh darinya. Clarissa menangis sejadi-jadi nya. Dia langsung berjongkok dan menutup mata dan telinga nya sambil menangis ketakutan. Keenan semakin bingung dan panik kenapa Clarissa bisa seperti ini. Dia pun ikut berjongkok.
"Jangan,,, jangaan mendekat,,,!!! Ucap Clarissa ketakutan.
"Clarissa ada apa? Tenang lah, aku tidak akan menyakiti mu. Kenapa kau takut padaku? Ucap Keenan sambil memegang lengan Clarissa.
" Cla, lihat aku, buka mata mu Clarissa." Bentak Keenan hingga membuat Clarissa menatapnya.
"Lihat aku Clarissa,,,!!! Keenan memegang wajah Clarissa, dia membelai rambut Clarissa, menghapus air mata dan keringat Clarissa yang membasahi wajahnya..
" Tenangkan diri mu, aku bukan orang jahat." Keenan menatap lamat wajah cantik Clarissa. Masih memegang kedua pipi Clarissa yang terlihat putih pucat.
"Ada apa dengan mu? Apa yang terjadi? Kenapa kau begitu ketakutan? Apa aku seperti penjahat bagi mu?" Ucapan Keenan sangat lembut. Clarissa hanya menggeleng-geleng kepala sambil menangis. Keenan langsung menarik Clarissa ke dalam pelukannya. Clarissa tidak menolak, malah membalas pelukan Keenan yang begitu menenangkan. Reaksi tubuh dan hati nya bertolak belakang.
"Aku,,,aku takut,,, aku,,, " Clarissa berbicara sambil terisak.
"Sstt,,,Tenang ya, jangan takut lagi, aku ada disini bersama mu." Semakin mengeratkan pelukannya. Mengelus punggung Clarissa untuk menenangkannya. Dan benar Clarissa merasa tenang berasa di dalam pelukan Keenan hingga tak ingin melepas nya lagi. Lama Keenan memeluk Clarissa hingga Clarissa mulai tenang dan tidak menangis ketakutan lagi. Keenan merasa lega.
"Sudah tenang?" Tanya Keenan lembut dan Clarissa menggangguk. Keenan pun mulai melepas pelukannya dan memberi sedikit jarak.
"Sudah mau cerita? Aku bersedia mendengar nya."
"Tidak,,, tidak ada apa-apa. Aku hanya sedang tidak enak badan. Kemarin aku panas tinggi hingga membuat aku mimpi buruk dan merasa ketakutan hingga sekarang.
__ADS_1
Keenan mendengar itu merasa khawatir. Hatinya tak tenang. Ingin rasanya bersama dengan gadis ini terus, menjaga dan melindungi nya. Betapa gilanya Keenan bisa berfikir seperti itu. Hingga melupakan hal bahwa Clarissa membenci dirinya dan melupakan bahwa ayah Clarissa adalah mata-mata penjahat yang mengusik keluarga nya.
"Jadi seminggu ini tidak masuk sekolah karena sakit?" Tanya Keenan lembut.
Clarissa mengangguk, dia tidak akan menceritakan kejadian yang di alami nya kepada siapapun kecuali kepada sang ayah.
"Pergilah menjauh, aku tidak layak berdekatan dengan mu." Sindir Clarissa.
"Sstt,,, jangan katakan itu lagi. Hati ku sakit rasa nya mendengar perkataan itu." Keenan memegang dada nya.
"Lalu menurut mu bagaimana dengan aku yang mendengar hal itu langsung dari mulut mu? Ucap Clarissa langsung menusuk jantung Keenan. Keenan membenarkan itu semua salah nya. Tapi Clarissa tidak percaya kalau itu hanya sandiwara dan semua rencana Jesika.
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud mengatakan itu karena,,, "
"Cukup, aku mengerti, semua yang kau ucapkan sangat benar. Aku yang terlalu membawa ke perasaanku. Potong Clarissa.
'Perasaan kalau aku tidak bisa jauh dari mu, perasaan tenang jika dekat dengan mu. Betapa gila nya aku Keenan. Beberapa hari ini aku sudah menyadari perasaanku kalau aku memang benar-benar sudah menyukai mu. Tapi itu semua tidak mungkin. Betapa tidak tau diri nya aku sudah berani seperti ini. ' Batin Clarissa sambil menatap mata Keenan. Pria yang mulai di gilai nya.
"Perasaan apa Clarissa? Keenan menunggu jawaban Clarissa.
" Lupakan saja. Mulai sekarang menjauhlah. Aku tidak suka dekat-dekat dengan mu. Aku tidak ingin kita seperti kemarin-kemarin. Lebih baik kita saling menjaga jarak seperti dahulu awal pertama kita yang saling tak mengenal. Itu lebih menenangkan bagi ku. Aku harus kembali ke kelas. Ujian akan di mulai kembali. " Ucap Clarissa dengan suara lemah nya.
Betapa sakitnya hati Keenan saat Clarissa berkata seperti itu. Dia merasa tidak sanggup. Entah kenapa dia merasakan ketenangan saat bersama Clarissa. Apa itu benar-benar rasa suka yang sebenarnya? Keenan takut meyakinkan diri nya. Dia terpaku melihat kepergian Clarissa, perlahan dia melangkang dan kembali ke kelas. Gadis ini sudah merubah dirinya.
Ujian pun berlangsung kembali dengan mata pelajaran yang berbeda. Selesai ujian semua murid pun pulang di tandai dengan bel panjang dan menandakan jam sekolah sudah berakhir.. Di parkiran depan.
"Nona kemana saja beberapa hari ini tidak terlihat?" Tanya Dodo.
"Hai Pak Dodo, aku baru saja sembuh dari sakit pak dan sekarang sudah mulai baikan."
__ADS_1
"Astaga aku baru saja tau dari mu. Istirahat lah yang cukup, makan makanan yang bergizi. " Jelas Pak Dodo pada Clarissa.
"Iya Pak, iyaa,,, " Jawab Clarissa sambil tersenyum.
"Jadi hari ini siapa yang menjemput mu?" Tanya Dodo kembali bertanya.
"Ayah akan menjemput ku pak." Mata Clarissa mulai melirik kesana kemari. Sekolah mulai sunyi dan Clarissa mulai ketakutan. Ayahnya belum juga tiba di sekolah. Perasaan Clarissa mulai tidak tenang seperti merasa ada seseorang yang sedang mengawasi nya. Tidak berapa lama Teddy datang dengan mengendarai sepeda motor nya yang sedikit butut. Melihat kedatangan ayah nya Clarissa menghela kan nafas lega.
"Ayah,,,!!! " Panggil Clarissa sambil berlari menghambur ke pelukan sang ayah. Dodo tersenyum melihat itu.
"Kenapa ayah lama sekali? " Rengek Clarissa.
"Maafkan ayah nak, tadi ayah sedang membantu ibu mu di rumah. Ayo kita pulang." Ajak Teddy.
"Iya Ayah. Pak Dodo aku deluan ya. Sampai ketemu besok pagi.
" Baiklah nona. Hati-hati di jalan." Ucap Dodo sambil sedikit menundukkan kepala nya sebagai rasa hormat. Teddy tersenyum dan langsung membawa Clarissa untuk pulang ke rumah nya. Diperjalan Teddy mulai membuka suara untuk bertanya pada putri semata wayang nya.
"Bagaimana tadi ujian nya nak? Apa kau bisa menyelesaikan semua nya? " Tanya Teddy.
"Tentu ayah. " Jawab nya pelan tetapi tegas.
"Ayah aku merasa sepertinya kita sedang di awasi. Daritadi saat di sekolah juga aku merasakan seperti itu yah. Ucap Clarissa dan membuat ayahny terbelalak. sang ayah semakin khawatir pada putrinya.
" Jangan khawatir berlebihan nak. Mungkin itu hanya perasaan mu saja. Ucap Teddy menenangkan Clarissa.
"Ayah akan mengantar dan menjemput ke sekolah ya."
"Iya ayah." Jawab Clarissa sambil melirik kesana kemari.
__ADS_1