
Diruang tamu. Keenan duduk santai setelah menemani Noah tidur.
"Masih Insomnia?" Tanya wanita itu yang sedang mengaduk teh racikannya.
"Hmm,,,!!! " Jawab Keenan singkat sambil memijat-mijat pangkal hidung nya.
"Aku buatkan teh hangat, agar lelah mu sedikit berkurang. Pasti kau sangat lelah bukan? " Wanita ini menyuguhkan teh kehadapannya. Suara wanita ini benar-benar sangat lembut, pria manapun yang mendengar nya akan terlena.
"Terima kasih Nez." Keenan meraih gelas itu tanpa menyentuh Inez.
Ya Inez adalah wanita cantik berumur 28 tahun yang 5 tahun lalu dia kenal di California ini, saat itu Keenan iseng-iseng berlibur ke Negara itu setelah menyelesaikan Study nya. Inez 2 tahun lebih tua di atas Keenan tapi wanita ini masih tampak cantik dan terawat seperti gadis dibawah 25 tahun. Mungkin karena Keenan rajin memberinya uang untuk merawat diri.
"Terima kasih sudah menyempatkan diri datang untuk Noah." Inez menatapnya lembut dan penuh damba.
"Jangan begitu sungkan padaku. Apapun akan aku lakukan untuk Noah." Jawabnya lembut.
"Apa kau baik-baik saja? Sepertinya kau memiliki banyak pikiran." Tebak Inez. Dan langsung mendapat lirikan dari Keenan yang membuat jantung Inez berdetak kencang.
"Seperti biasa, rutinitas ku di perusahaan cukup menyita waktu dan pikiran ku." Keenan memejamkan matanya sembari menyandar di sofa yang begitu lembut.
"Mau aku bantu pijat?" Inez menawarkan diri.
"No,,, tidak nez, aku baik-baik saja." Keenan dengan sigap menjauh dan sontak membuat raut wajah wanita itu seketika berubah.
Keenan melihat hal itu dan langsung mengalihkn pembicaraan.
"Bagaimana dengan butik mu? Lancar? Tanya Keenan.
"Butik mu, aku hanya bekerja disitu." Jawab Inez dengan senyuman.
Keenan kembali melirik Inez setelah mendengar ucapan Inez mengganggu pendengarannya.
__ADS_1
"Butik sangat lancar dan ramai sampai aku tidak bisa meluangkan banyak waktu untuk Noah. Aku jadi merasa bersalah melihat dia sakit seperti ini." Inez tertunduk sedih.
Keenan merasa iba dan dengan memberanikan diri menyentuh pundak wanita itu. Walau tubuhnya sedikit bergetar karena takut penyakitnya akan kambuh.
"Jangan salahkan diri mu. Kau sudah bekerja keras" Ucap Keenan menenangkan Inez dan wanita itu langsung melihat tangan Keenan yang menyentuh pundaknya.
'Apa aku mencobanya dengan Inez saja? Daripada harus dengan \*\*\*\*\*\* pilihan Josh' batin Keenan sambil menatap Inez yang juga sedang menatapnya.
Mata indah wanita itu menatapnya dalam hingga tidak sadar wajah mereka saling berdekatan. Hanya tinggal beberapa senti lagi bibir mereka akan bersentuhan. Lebih tepatnya Inez mendekatkan dirinya pada Keenan yang masih terpaku.
'Tidak ada getaran atau reaksi apapun, bahkan sudah sampai sedekat ini. Kenapa sangat berbeda ketika bersentuhan dengan gadis tadi. Tidak ada gairah apapun yang muncul' batin Keenan mengerutkan dahinya.
Inez mengecup bibir Keenan. Berharap pria itu membalasnya. Namun nihil, Keenan sama sekali tidak merespon.
Jantung Inez terus bergetar dan dia sangat mendambakan pria yang selama 5 tahun ini dekat dengannya. Ini pertama kalinya dia berani berbuat sejauh ini pada Keenan.
"Maafkan aku Keenan. Aku,,,, " Ucapannya terhenti ketika melihat tangan Keenan terangkat untuk memintanya diam. Tubuh Keenan mulai terasa sakit dan panas. Wajahnya semakin memerah.
'Ada apa ini? Bukankah tadi tidak apa-apa. Kenapa setalah Inez menyentuhku penyakit ini kambuh kembali.' gumam Keenan dalam hati. Keenan mulai kualahan dan tidak mampu menahan sakit di tubuh nya. Inez melihat hal itu langsung panik. Karena ini pertama kalinya dia berani menyentuh Keenan dan seperti ini lah respon pria itu.
"Keenan kau baik-baik saja? Kenapa wajah mu merah seperti ini? Tubuh mu bergetar hebat seperti ini. Dimana yang sakit? Inez kembali mendekati Keenan dan pria itu langsung menjauh.
"Jangan mendekat Nez." Celetuknya dengan tubuh yang bergetar dan dadanya terasa sesak.
Inez semakin panik dan kalut melihat kondisi Keenan. Ada apa dengan Keenan batinnya.
Keenan langsung bangkit dan berlari kearah dapur mencari air putih. Dia meraba saku nya dan mengabil 1 butir obat yang diberikan Josh padanya kemarin. Karena dia takut tiba-tiba penyakitnya kembli kambuh.
"Keenan ada apa dengan mu? Aku akan mengantar mu ke rumah sakit? " Inez kembali menghampiri Keenan tapi tidak berani menyentuhnya. Dia melihat pria itu sudah meneguk obatnya. Omongan Inez sama sekali tidak di gubris Keenan. Selama 5 menit dia menunggu dan akhirnya sesak di dada dan getaran ditubuhnya perlahan berkurang. Keenan berangsur-angsur membaik dan Inez sama sekali tidak berani berbicara lagi. Setelah tenang Keenan pun izin pamin untuk pulang.
__ADS_1
"Aku harus segera pulang Nez. Katakan pada Noah aku akan kembali lagi besok." Ucap Keenan lembut tapi terasa dingin.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku. Ada apa dengan mu? Kenapa tubuh mu,,,, "
"Aku baik-baik saja." Potong Keenan.
"Istirahatlah ini sudah mulai pagi, kau pasti sangat lelah menunggu Noah. Aku akan pulang dulu dan mungkin aku akan kesini sore hari nanti." Keenan meraih Jas nya di sofa dan langsung bergegas pergi. Inez hanya menatap pasrah punggung pria itu seketika airmatanya jatuh mengalir begitu saja. Perasaan Inez tidak pernah berubah pada Keenan. Inez masih terus mencintainya.
***
Apartement Keenan
Keenan membanting kasar Jas yang di pegang nya di lantai dan menghampaskan tubuhnya di kasur.
"Ada apa dengan tubuh ku. Bukankah sebelumnya tubuh ku baik-baik saja bahkan aku mencium gadis itu begitu lama tapi tubuh ku tidak mengeluarkan respon apapun. Tapi kenapa saat bersama Inez alergi ku kembali kambuh? Siapa sebenarnya gadis itu?" Keenan bermonolog di dalam kamar. Di begitu frustasi memikirkan tubuhnya.
Sudah pukul 07.00, Keenan akan berendam beberapa waktu dan setelah itu pergi ke kantor pagi ini untuk mencari tau siapa gadis itu. Ini pertama kali nya setelah 1 tahun tidak masuk ke kantor.
Keenan sudah selesai mandi, walau tidak tidur Keenan sudah tampak fresh kembali setelah berendam setengah jam dan membuat tubuh nya kembali rileks. Keenan mengambil stelan jas di Work in closet yang sudah tersusun rapi di tempatnya. Keenan mengambil stelah hitam dan dasi senada. Merapikan rambutnya dengan pomade. Memakai parfurm kesukaannya. Dan bergegas berangkat ke kantor. Sebelumnya Keenan sudah mengirim pesan pada Jonas untuk mengadakan rapat dadakan.
"Pagi ini kita rapat dadakan dengan para pemegang saham. Kumpulkan semua kepala bagian setiap departement. Aku sendiri yang akan turun langsung ke kantor, setengah jam lagi aku akan tiba di kantor. " Keenan menarik pedal gas mobil nya. Kali ini dia tidak menggunaka supir seperti di New York. Dia lebih memilih mengemudi sendiri.
****
Dikantor Jonas menarik nafas kasar setelah mendapat pesan dari sang bos. Dengan sigap Jonas menyiapkan semua nya.
Sesampainya Keenan di depan Gedung Emerald Corporate. Dia menyerahkan kuncinya pada security yang berjaga disitu untuk memarkirkan mobilnya. Keenan berjalan dengan kaca mata hitamnya dan semua mata tertuju pada Keenan yang begitu tampan dan berkharisma. Terutama kaum wanita yang tatapannya tidak lepas dari Keenan.
Saat masuk ke dalam gedung Keenan membuka kaca matanya. Memasukkan sebelah tangan nya kedalam saku celana. Keenan berjalan dengan gagah dengan tubuhnya yang begitu bagus. Pria bertubuh tinggi di sertai otot-otot kekar walau tertutupi Jas hitamnya. Biarpun wajahnya begitu dingin dan mematikan tetapi sulit untuk mengabaikannya. Siapapun melihatnya tidak akan beralih kemana pun lagi. Tubuhnya yang harum semerbak seakan menggoda para kaum wanita di sekitarnya. Bahkan para pria juga merasa Insecure setelah melihat bos ganteng mereka yang tidak ketulungan.
***
Departement pemasaran.
"Pak Troy tidak masuk karena istrinya sedang sakit" Ujar Rain pada seluruh anggotanya.
"Siapa yang siap menemaniku mengikuti rapat para pemegang saham hari ini? Tanya Rain.
" Sorry bos aku dan Doni akan turun ke lapangan, jadi aku tidak bisa ikut. Ujar Steve pada Keenan.
"Kebetan aku juga tidak bisa bos karena pekerjaan kemarin masih menumpuk. Dandeadline nya semua hari ini. Maaf bos. Bagaimana jika bersama Ruby saja, hari ini dia tidak begitu sibuk." Celetuk Sean.
__ADS_1
Ruby terdiam begitupun Rain yang sekilas melirik nya.