
Di sebuah rumah mewah.
"Ayah,,,terima kasih sudah membantu ku untuk memberi pelajaran pada gadis miskin itu." Ucap Jesika sambil menyeringai.
Sang ayah hanya diam, seperti ada yang memberatkan pikirannya.
"Ayah, apa ayah tidak mendengarkan ku? " Kembali Jesika bertanya dan langsung menyadarkan Samuel sang ayah.
"Ehh,,,ada apa sayang? Apa yang kau ucapkan tadi?" Tanya Samuel dan melihat Jesika yang sudah kesal.
"Jadi daritadi ayah tidak mendengarkan ku. Tadi aku bilang Terima kasih sudah membantu ku memberi pelajaran.pada si Gadis miskin Clarissa." Ucap nya sambil cemberut.
"Maaf sayang, ayah sedang ada pikiran tetang kerjaan di kantor. Jadi ayah tidak fokus." Samuel membelai rambut Jesika.
"Ayah sudah melakukan semua sesuai yang kau katakan. Ayah sudah memfitnah dan mengarang cerita yang tidak-tidak untuk ayah nya dan sekarang ayah nya sudah di pecat dari pekerjaannya." Ucap Leon ambil tersenyum licik.
"Iya ayah, aku juga melihat di sekolah Clarissa sudah mulai berjauhan dengan Keenan. Dan itu kesempatan baik untuk ku. " Timpal Jesika.
Samuel tersenyum kecut, pikirannya masih tidak tenang dan tidak banyak merespon omongan sang putri.
"Inti nya kau harus berhati-hati jika berdekatan dengan anak itu. Jangan sampai mereka tau ini rencana kita. Ayah juga sedikit tidak menyukai si Teddy itu. Sudah miskin sombong lagi. " Ucap Samuel sinis.
"Sekarang mereka akan merasakan akibatnya sudah menyinggung putri cantik ku." Samuel mencubit pipi sang anak. Jesika ikut tersenyum senang.
"Ayah mau ke kamar dulu. Istirahat lah. " Ucap Samuel gelisah sambil membelai sayang Jesika putri semata wayang nya. Yang sangat dia sayangi dan cintai karena hanya dia yang Samuel miliki. Ibu Jesika sudah meninggal dunia saat melahirkannya. Tapi sampai saat ini ayah Jesika enggan menikah karena Jesika melarang nya.
"Baik ayah. Sekali lagi Terima kasih. Ayah memang terbaik." Jesika memeluk Samuel.
"Aku ke kamar ya Ayah." Jesika undur diri dan di jawab dengan anggun oleh Samuel. Kini Samuel sendiri di ruang keluarga. Dia memegang kepala nya, meramas rambutnya karena merasa beban pikirannya hari ini sangat banyak. Dia ketakutan dan gelisah.
__ADS_1
"Anak itu harus di musnahkan bagaimana pun cara nya. Jika tidak itu sama saja mengancam karir dan hidup ku." Ucap Samuel berbicara sendiri dengan raut wajah yang masih gelisah.
Keesokan hari nya saat di sekolah. Jam belajar pun di mulai. Keenan gelisah karena melihat kursi Clarissa masih kosong. Dia bertanya-tanya kenapa Clarissa belum juga datang.
'Kenapa dia belum datang? Apa dia memang tidak hadir? Apa dia sakit.?' Tanyanya dalam hati. Josh bertanya pada Keenan dengan tanpa suara.
"Ada apa?" Tanya nya heran melihat teman nya gelisah tak menentu. Keenan hanya menggelengkan kepala. Jesika dan Leon pun melirik ke arah nya. Tak berapa lama bel istirahat pun berbunyi. Semua murid meninggalkan ruang kelas hnya Jesika dan Keenan yang ada di ruangan kelas. Jesika langsung menghampiri Keenan.
"Hai,,, " Sapa Jesika. Keenan hanya diam tidak merespon ucapan Jesika, dia masih memikirkan kemana Clarissa, kenapa hari ini dia tidak masuk sekolah. Apa dia sakit? Atau sedang sibuk dengan pria nya.
"Tidak ke kantin?" Tanya Jesika.
"Tidak lapar." Jawab Keenan singkat dan cuek. Melihat hal itu membuat Jesika kesal. Keenan belum juga membuka hati untuknya.
"Kau sedang memikirkan Clarissa? Tanya Jesika. Keenan langsung melirik Jesika.
" Kenapa dia tidak masuk sekolah? Apa Guru ada memberi tahu mu? Tanya Keenan kepo.
"Aku tidak tau mengapa dia tidak masuk sekolah. Mungkin saja dia sakit." Ucap Jesika asal.
"Sakit? Raut wajah Keenan langsung berubah. Sepertinya pria itu begitu mengkhawatirkan Clarissa.
" Kau masih memikirkan orang yang tidak ada disini. Sementara aku kau abaikan. Tega sekali. " Suara Jesika terdengar menyedihkan.
"Jangan berkata omong kosong, kau tau sendiri kenapa alasannya." Jawab Keenan ketus.
"Lupakan dia, dia tidak pantas untuk mu.
" Lalu apa kau pantas untuk ku?" Tanya Keenan dengan wajah menghina nya membuat Jesika gemetar.
__ADS_1
"Dari ucapan kita kemarin sudah begitu jelas bahwa kita hanya berteman dan itu tidak lebih." Tegas Keenan.
"Kapan kau bisa membuka hati mu untuk ku? Aku begitu menyukai mu sampai aku kehilangan akal sehat ku. Aku tidak bisa melupakan mu. "
"Aku tidak pernah mengucapkan akan membuka hati ku dan menyuruh mu menunggu hingga aku bisa menerima diri mu. Jangan berharap Jesika. Karena kau tau jelas hati ku sudah terpaut dan sulit untuk di rubah.
Jesika semakin terpukul, sebelum nya dia yakin Keenan akan menjadi milik nya, tapi ternyata tidak semudah itu.
"Tidak masalah asal kau tetap berada di sisiku walau kau tidak bisa ku miliki." Perkataan Jesika sama sekali tidak merubah Keenan. Dia lagi dan lagi masih memikirkan Clarissa, dia takut kalau Clarissa sedang sakit.
Seminggu pun berlalu, Keenan dan teman-teman yang lain akan melaksanakan Ujian akhir sekolah untuk mendapatkan kelulusan. Tapi sampai saat ini Clarissa juga belum masuk juga. Padahal besok ujian sudah akan dimulai. Keenan semakin frustasi melihat Kursi Clarissa masih kosong. Beberapa hari ini Keenan juga sering kerumah Clarissa untuk melihat gadis itu, tapi seperti nya Clarissa tidak ada dirumahnya. Karena yang terlihat hanya ayah dan ibu nya saja yang ada di rumah itu.
"Apa yang terjadi pada anak itu." Keenan sedang bertanya pada Lucy.
"Aku tidak tau, karena beberapa hari ini aku sibuk dan tidak sempat mengunjungi nya." Ucap Lucy semakin membuat Keenan gila.
"Kenapa kau mencari nya, bukan kah kau sudah tidak ada hubungan yang baik dengannya? Kau menyakitinya dan sekarang kau mencari nya. Mau mu sebenarnya apa? " Pertanyaan Lucy tidak mampu di jawab oleh Keenan. Dia bak pecundang yang kehilangan malu.
"A,,aku, aku hanya bertanya saja apa tidak boleh, apalagi dia duduk di depan ku dan juga sebentar lagi kita ujian akhir." Jawab Keenan sinis.
"Kau tidak perlu mengkhawatirkan nya. Saat ini mungkin dia tidak mengingat mu sama sekali. Ucap Lucy ketus. Keenan terdiam.
'Aku merindukan mu Cla' Batin Keenan dan sambil menghayal.
Ujian akhir pun dilaksanakan. Tidak berapa lama Clarissa pun datang dengan wajah pucat nya. Dia duduk dan dengan tenang mengerjakan soal-sial ujian itu. Keenan sudah mulai tersnyum. Karena melihat Clarissa kembali masuk sekolah. Keenan begitu bahagia.
'Aku sampai tidak fokus hanya karena Clarissa sudah masuk sekolah. Aku benar-benar sudah gila.' batin Keenan.
Saat istirahat Clarissa berjalan menuju kantin tapi seketika tangannya dipegang oleh Keenan. Keenan menahannya. Clarissa begitu terkejut dan tubuh nya kembali bergetar. Clarissa melepaskan pegangan Keenan. Dia kembali seperti orang ketakutan. Keenan sedikit kaget melihat respon Clarissa.
__ADS_1
"Kau kenapa. Kenapa tubuh mu bergetar seperti ini? Tangan mu juga dingin sekali. Apa kau sedang sakit? Makanya hingga seminggu tidak datang ke sekolah?
" Bukan urusan mu." Jawab Clarissa dengan suara bergetar.