
Pandangan Clarissa tampak kosong, wajahnya memerah. "Clarissa lihat aku. Clarisaaa,,,," Jerit Keenan pada Clarissa.
Clarissa menoleh melihat Keenan dengan senyuman pasrah nya. Senyuman yang mengatakan aku tidak baik-baik saja. Clarissa tidak tau kenapa tubuh nya bisa menjadi seperti ini. Ingin rasa nya dia berlari memeluk Keenan.
'Tolong aku Keenan.' batin Clarissa. Airmatanya menetes. Menatap sayu pria yang ada di hadapannya. Pria yang pertama kali menempati hati nya.
Si penjahat membuka baju nya. Membuat mata Keenan melotot.
"Aa,,apa yang ingin kau lakukan. Kau jangan macam-macam padanya." Teriak Keenan panik.
"Kau terlalu berisik. Sebaiknya bawa dia keluar. Biarkan aku menikmati tubuh gadis ini dengan tenang. Setelah itu kalian boleh bergantian menikmatinya. Keenan dan Leon melotot.
" Shitt,,,Jangan coba-coba menyentuhnya. Jika kau berani aku akan membunuh mu. Jangan sentuh dia. "Teriak Keenan sambil menangis.
" Bawa mereka keluar dari sini. Tinggalkan minumannya untuk ku. Malam ini akan jadi malam yang panas untuk ku dan gadis ini." Penjahat tertawa.
"Tidaaaakkk,,,, jangan lakukan itu. Jangann,,,, " Keenan menangis histeris. Leon juga ikut menangis. Dia tidak pernah membayangkan apa yang akan terjadi pada Clarissa setelah ini. Dia menyukai Clarissa sejak lama. Ingin menjadikan Clarissa wanitanya. Tapi kini kenyataan berkata jika Clarissa tidak akan bisa menjadi miliknya.
"Caa,,,!!! Ucap Leon menangis ketika tangannya di tarik paksa oleh penjahat untuk menyeretnya keluar.
Begitupun Keenan, dia bersikeras untuk tetap di dalam menyelamatkan Clarissa. Dia tidak akan rela dan tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh Clarissa. Walau saat ini para penjahat menariknya paksa untuk keluar dari ruangan itu.
"Lepas, lepaskan aku. Sialan kalian. Aku tidak akan melepaskan kalian." Ancamnya. Saat berada di depan ruangan, Keenan melihat ada pistol di saku salah satu penjahat. Kesempatan nya sudah tiba. Dia mengerahkan seluruh tenaga nya untuk melepaskan pegangan beberapa penjahat. Dan dengan sigap langsung merampas pistol itu. Menembak semua penjahat yang berusaha menariknya keluar.
"Doorr,,,dorrr,,,doorr. Bajingan kalian semuaaaa,,,, " Teriak Keenan sambil menembak semua penjahat yang ada di hadapannya. Ada yang kaki nya tertembak, lengan maupun perut penjahat. Semua penjahat lumpuh di tangannya. Sebahagian berhasil lari karena mereka tidak ingin mengambil resiko mati tertembak oleh Keenan yang sudah murka. Leon terduduk sambil menutup telinga nya. Dia syok melihat murka nya Keenan yang sanggup menggunakan pistol untuk melumpuhkan para penjahat. Penjahat yang berada didalam ruangan pun keluar. Betapa terkejutnya dia melihat para anak buahnya sudah lumpuh tertembak oleh Keenan. Melihat penjahat itu keluar Keenan langsung menembak kedua kaki nya. Menghajarnya habis-habisan.
"Berani nya kau menyakiti Clarissa. Ini untuk mu karena sudah berani bermain dengan ku. Menyentuh wanita ku." Keenan terus memberi pukulan keras untuk si penjahat itu. Keenan langsung meminum minuman yang ada di gelas satu nya lagi. Paling tidak jika Clarissa mati dia juga akan ikut mati. Penjahat itu berhasil kabur walau dalam kondisi Kaki tertembak. Anak buah nya ikut membantu nya berjalan. Keenan yang mulai merasa tubuhnya berubah menjadi panas tidak memperdulikan mereka lagi. Dia terduduk dan pistol itu masih berada ditangannya.
__ADS_1
"Keenan,,,, " Teriak Clarissa.
Mendengar itu Keenan langsung tersadar dan kembali berdiri. Berlari hendak menghampiri Clarissa.
"Tunggu Keenan, biar aku yang membawa Clarissa." Ujar Leon. Lamgkah kaki Keenan berhenti dan Kening Keenan mengerut.
"Jika kepala mu tidak ingin tertembak pergi lah. Aku yang akan menyelamatkan Clarissa." Ancam Keenan pada Leon membuat Leon merinding, badannya ikut bergetar. Keenan segera masuk dan menutup kuat dan rapat pintu itu. Leon begitu terkejut. Tapi dia tidak berani melawan Keenan saat ini karena emosi pria itu sedang tidak baik-baik saja.
Di dalam ruangan.
"Clarissa,,,, " Panggil Keenan. Clarissa menoleh dan tersenyum manis walau dalam kondisi menangis dan tidak berdaya karena pengaruh obat tadi. Keenan berlari menghampiri Clarissa dan memeluk gadis itu dengan erat.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Keenan khawatir sambil mengelus punggung Clarissa. Clarissa menyandarkan tubuh nya di dada bidang Keenan. Terasa sangat nyaman dan dia sangat menyukai kulit liat Keenan. Kulit Clarissa terasa sangat panas.
"Keenan panas,,, " Rengek Clarissa.
"Keenan tolong aku." Bujuk Clarissa dengan wajah yang begitu merona. Hal itu membuat Keenan semakin bergairah. Reaksi obat itu sudah terasa di tubuh Keenan. Dia juga merasa kepanasan. Melihat tubuh Clarissa otak dan hati nya tidak bisa lagi bekerja dengan waras.
"Aku akan mencari air dingin, bertahanlah Clarissa. " Keenan beranjak dan berlari mencari air di semua ruangan tetapi Keenan tidak menemukannya. Keenan semakin frustasi, bagaimana cata menyelamatkan Clarissa dari pengaruh obat itu.
Keenan kembali menghampiri Clarissa yang semakin tidak berdaya. Dia menyentuh seluruh tubuh nya karena panas dengan erotis dan hal itu membuat Keenan kepanasan.
Keenan mendekati Clarissa.
"Maaf aku tidak menemukan air dingin nya. Bertahan lah Clarissa." Keenan pun meresa tubuh nya semakin tidak menentu, terasa sangat panas. Keenan pun hendak beranjak lagi untuk menghindari Clarissa tetpi Clarissa menahan serta menarik tangan Keenan hingga membuat Keenan terjerembab jatuh di dekat Clarissa. Clarissa langsung menarik tangan Keenan dan melahap habis bibir Keenan, Keenan dapat merasakan kelembutan dari bibir berwarna merah muda yang begitu lembut dan manis.
Keenan semakin memperdalam ciumannya berharap bisa meringankan obat yang masih bereaksi di dalam tubuh kedua nya. Terdengar leguhan yang keluar dari mulut Clarissa yang sudah terpendam. Tubuhnya terasa semakin dalam. Airmata Clarissa meneter terus menerus. Keenan mengelus pipi nya dengan ibu jari nya. Keringat dan airmata yang membasahi wajah gadis cantik itu pun tak luput dari jari ramping Keenan. kenan membersihkannya.
__ADS_1
"Kau tau apa yang harus kau lakukan? Ucap Clarissa terburu-buru.
" Tidak,,, aku tidak tau." Keenan mencoba menahan reaksi obat itu. Dia sebenarnya tau apa yang harus dilakukannya. Karena dia tau saat ini kedua nya sedang dalam pengaruh obat perangsang. Keenan berusaha mengalihkannya. Walau respon reaksi tubuh Clarissa sulit di tolaknya.
"Keenan tolong aku, ini terlalu panas. Aku tidak kuat lagi." Mata sayu Clarissa jelas menyiratkan sesuatu harus di tuntaskan. Jantung Keenan berdegup kencang. Ini pengalaman pertamanya menyatu dengan wanita.
"Aku tidak bisa Cla, aku tidak mungkin menodaimu dengan kasar. Aku juga dalam pengaruh obat." Keenan semakin merasa tidak menentu.
"Aku mohon tolong aku Keenan." Air mata nya kembali mengalir. Clarissa memaki diri nya sendiri kenapa dia bisa meminta sesuatu yang sama sekali tidak ia mengerti.
Gairah dalam tubuh Keenan pun semakin bergejolak. Dia langsung mendekati Clarissa dan mengecup bibir Clarissa. Perlahan tangannya melucuti pakaian Clarissa hingga baju nya terlapas dan sudah tampak polos. Begitu pun sebaliknya. Kedua nya sudah dalam keadaan polos. Demi Tuhan pahatan indah tercipta nyata di hadapan Keenan saat ini.
Apa yang ada pada Clarissa sangat kuar biasa menakjubkan. Jelas kaum pria enggan menolak ketika melihat apa yang dia lihat saat ini. Keenan mencoba untuk menahan diri dengan kesadarannya dan mengalihkan perasaannya dan kembali mentup tubuh Clarissa dengan baju nya. Tapi Clarissa membuka nya dan Keenan tidak bisa menghindari pemandangan yang sangat membinarkan kedua matanya.
'Sangat indah, sangat cantik.' batinnya dalam hati setelah melihat tubuh polos Clarissa. Keenan menatap lamat wajah Clarissa dan dengan tanpa sadar berucap Aku menyukaimu Clarissa. Aku mencintai semua yang ada padamu. " Mendengar hal itu Clarissa semakin tertegun, jantung nya berpacu dengan cepat namun tidak bisa menahan bulir bening yang terus mengalir di wajah sendunya. Mengapa tidak, Keenan menyatakan cintanya. Dan kali ini Dia dan Keenan melakukan hal di luar batas. Sebenarnya dia sangat takut. Tapi sentuhan Keenan bagai sengatan listrik bagi nya. Keenan mulai memberi sentuhan-sentuhan yang membuat tubuh Clarissa semakin bergetar hebat, setiap inci tak terlewatkan. Leguhan pun lolos dari mulut Clarissa dan membuat Keenan semakin bergairah. Dia membaringkan tubuh Clarissa diatas kasur. Dengan bibirnya dia menyentuh setiap inci yang ada pada kulit Clarissa yang terasa begitu halus dan lembut. Setelah itu Keenan kembali menatap lamat wajah gadis yang ada di bawahnya. Dia begitu frustasi. Otak nya tidak ingin melakukannya. Tapi tubuhnya begitu menginginkannya.
"Maafkan aku Clarissa maafkan aku" Airmata Keenan mengalir dan jatuh ke permukaan pipi Clarissa.
Clarissa membelai lembut pipi Keenan. Clarissa ikut menangis. Hidupnya sudah hancur mulai hari ini. Laki-laki yang ada dihadapannya ini akan mengambil segalanya yang sudah ia jaga selama 18 tahun. Tapi reaksi obat itu membuat nya semakin gila apalagi setelah di sentuh oleh Keenan.
Keenan perlahan membuka lebar kedua kaki Clarissa dan dia perlahan mendorong milik nya untuk masuk. Clarissa mencakar kuat punggung Keenan karena merasakan sakit yang teramat sangat. Padahal milik Keenan belum sepenuhnya masuk. Keenan sempat memberhentikan geraknya karena merasa tidak tega melihat Clarissa kesakitan. Tapi wajah sayu Clarissa menyiratkan hal ini harus segera di tuntaskan.
Dengan bermodalkan keberanian Keenan langsung mendorong miliknya dengan Kuat hingga miliknya dapat masuk dengan sempurna. Clarissa menjerit kuat. Air matanya mengalir deras. Segera Keenan membungkam mulut Clarissa dengan bibirnya. Saat melihat kebawah pinggulnya, mata Keenan membelalak karena melihat darah segar keluar dari dalam milik Clarissa. Tubuh Keenan bergetar hebat. Dia merasa berdosa karena benar-benar sudah menodai gadis yang begitu di cintainya. Keenan terus menggerakkan pinggulnya. Suara erangan dan ******* terus bersahutan dan leguhan panjang saat mereka menikmati penyatuan hingga berujung pelapasan yang begitu dahsyat. Malam berlalu begitu panjang. Berkali-kali Keenan mendapat pelapasan begitipun dengan Clarissa.
Kedua nya bercinta dalam kondisi hati yang berantakan. Sebagian hatinya menolak tetapi rekasi obat tersebut membuat kedua nya lupa bahwa itu sangat salah. Keduanya dihantui rasa takut dan bersalah. Tangis Clarissa tidak berhenti. Tapi mereka tetap melakukannya tanpa rasa malu. Malakukan dalam berbagai macam gaya dan posisi. Setiap sudut dan sekeliling ruangan menjadi saksi pelepasan kedua nya. Hingga Clarissa kehilangan kesadaran dirinya setelah pelepasan terakhirnya. Clarissa terkulai lemah di dalam pelukan Keenan. Keenan kembali mengecup bibir Clarissa. Dia terus menyadarkan Clarissa tapi gagal. Dia tau Clarissa pasti kelelahan dan syok.
"Maafkan aku sudah menodaimu dengan cara seperti ini." Keenan menangis dan semakin mempererat pelukannya pada Clarissa.
__ADS_1