
Di sebuah apartement mewah. Keenan sudah duduk dengan melipat kedua tangannya di atas dada menghadap ke arah sahabatnya yang sepertinya baru bangun tidur.
"Sekarang apa lagi sobat? Kau tau ini jam berapa? Kau benar-benar membuat ku tersiksa. Kau tau 1 jam yang lalu aku baru selesai melakukan operasi dan baru saja tidur setengah jam, tapi kau dengan seenaknya datang menggangguku." Ucap Josh mendengus kesal pada sahabatnya yang selalu bertingkah seenaknya.
"Aku ingin mengatakan sesuatu." Nada suaranya tersengar datar.
"Tidak bisakah kau bicarakan nya besok? Ini sudah jam 02.00 pagi Keenan. " Geram nya.
"Ini sangat penting dan aku tidak sabar menunggu besok untuk mengatakannya." Nada suara Keenan meninggi.
"Pelankan suara mu, seharusnya aku yang marah padamu." Balas Josh.
"Sepertinya aku sudah sembuh." Ujar Keenan sontak membuat wajah Josh yang tadinya kesal berubah drastis wajah tidak percaya.
"Dari raut wajah mu aku yakin kau tidak percaya. Sama seperti ku. Aku juga tidak percaya. Tapi gadis itu,,,, " Keenan menghentikan ucapannya.
"Gadis mana? Bicara yang jelas Keenan. Jangan membuat ku penasaran seperti ini." Rengek Josh.
"Tadi ketika aku ingin pulang dari acara perusahaan aku sempat menolong gadis yang terjebak di suatu ruangan, tidak sengaja aku terjatuh dan menimpa tubuhnya. Dan bibirnya,,, "
Keenan terdiam sejenak sepertinya dia sedang membayangkan adegan tadi. Dan seketika tercipta senyuman manis di wajahnya. Josh lantas terkejut dan ini pertama kali nya dia kembali melihat senyuman Keenan setelah sejak lama hilang.
Josh pun terkejut dan segera duduk di samping Keenan sangat dekat membuat Keenan heran dan sedikit jijik.
"Lalu bibir mu kenapa? Apa yang terjadi setelah itu? Bagaimana kelanjutannya? Kenapa senyummu seperti mengandung banyak cerita? " Josh menimpuk Keenan dengan banyak pertanyaan
"Bisa kau duduk sedikit jauh? Kenapa malah kau yang menggebu-gebu? Bukankah tadi kau ingin tidur dan tidak ingin di ganggu." Keenan menolak tubuh Josh agar pria itu menjauh.
"Baiklah aku akan mendengarkan mu. Sekarang ceritakan padaku apa yang terjadi." Josh bicara tenang.
"Aku tidak sengaja bertemu seorang gadis. Aku menyelamatkannya ketika dia di sekap di Club malam. Saat mendobrak pintuk tidak sengaja aku menimpanya karena tidak bisa mengendalikan tubuhku dan bibir kami,,, " Keenan menghentikan ucapannya. Dia terdiam melihat respon sahabatnya yang begitu serius mendengarkannya.
__ADS_1
"Tadi nya aku sudah panik alergi ku akan kambuh ketika menyentuh gadis itu tapi ternyata tidak dan aku mencoba memberanikan diri untuk mencium nya. Cukup lama dan hampir saja dia memukul ku."
Josh pun tertawa mendengar cerita sahabatnya itu sampai memegang perut nya.
"Kau luar biasa Dude, berani sekali mencium gadis asing. Hanya karena menguji ketahanan diri. Haha,,, " Suara Josh semakin kuat.
"Jangan mentertawakan ku dan lebih mengejutkannya lagi, aku bisa berereksi, dia dapat merespon, berdiri tegak dan minta untuk dikeluarkan. Bukankah ini berita yang bagus? Tanya Keenan polos.
" Benarkah? Untung saja kau tidak menarik nya untuk tidur dengan mu. Ckck,,,Apa kau sudah meminum obat nya?
"Tentu saja belum, bukankah kau mengatakan aku boleh meminum obat itu setelah merasa jika alergi ku kambuh. Dan saat ini memang tidak bereaksi sama sekali." Ujar Keenan.
"Ini suatu mukjizat, tapi untuk memastikan nya kembali aku akan mengirim mu wanita malam yang akan menemanimu, mencoba apakah penyakit itu akan sembuh."
"Jadi maksud mu aku harus tidur dengan wanita \*\*\*\*\*\* begitu? Apa kau pikir \*\*\*\*\*\* bisa menikmati tubuh ku dengan mudah?" Tanya Keenan menahan amarah.
"Hanya memancing saja dan memastikan apa kau benar-benar sudah sembuh apa belum. Tenang saja kau tidak perlu melakukan apapun. Tapi jika kau mau menikmati nya tidak masalah juga." Ejek Josh.
"Sialan kau." Keenan mengangkat tanganya hendak memukul Josh tapi pria itu dengan sigap menghindar. Josh masih tersenyum menggoda Keenan.
"Aku hanya bercanda. Santailah." Josh memegang pundak Keenan.
"Tapi aku penasaran siapa gadis cerewet itu. Aku tidak bisa melihatnya karena dia memakai topeng. Sialnya dia malah menuduh ku yang menyekapnya di ruangan itu. Padahal aku yang menyelamatkannya.
" Wajah dan penampilan mu mungkin terlihat seperti pria mesum." Celetuk Josh dan segera mendapat tatapan tajam dari Keenan.
"Tidak akan segampang itu, semua karyawan memakai topeng." Ucap nya kesal.
"Kau seorang Keenan Emery Kiel, akan mudah bagimu menemukannya."
Keenan melirik tajam ke arah sahabatnya. Seketika Keenan terdiam larut dalam pikirannya sendiri.
"Gadis itu terlalu cerewet dan bermulut sadis, aku baru pertama kali bertemu dengan gadis yang sangat galak seperti dia. Mata nya juga seperti elang yang akan menerkam. Keenan memperagakan apa yang di ucapkannya.
" Berarti kalian sama. Sama-sama bermulut pedas." Josh kembali mengejek Keenan. Keenan hendak mengangkat kaki nya untuk menemdang Josh tapi pria itu langdung berlalri menjauhi Keenan.
"Pulang lah, aku akan kembali beristirahat. Sampai jumpa besok." Josh melambaikan tangannya dan segera masuk ke kamar untuk melanjutkan tidur nya.
__ADS_1
"Sialan kau mengusirku?" Teriak Keenan kesal pada Josh yang sudah masuk ke kamar. Tiba-tiba ponselnya berdering ada pesan masuk. Keenan penasaran siapa yang mengirimnya pesan dini hari seperti ini.
"Kau masih di California? Noah demam tinggi dan sekarang mengigau menyebut dan memanggil namamu terus. Jika tidak keberatan bisakah kau datang melihatnya sebentar?"
Wajah Keenan seketika berubah muram dan dengan langkah yang berat dia beranjak keluar dari apartement Josh dan kembali pulang tetapi tidak apartemennya melainkan sebuah apartrment lain yang tak jauh dari apartemen Keenan. Sesampainya di apartement itu.
Seorang wanita yang begitu cantik dan anggun dengan piyama tidurnya sudah membukakan pintu untuk nya.
"Kau sudah tiba? Ayo silahkna masuk."
Penampilan yang sangat cantik, sayang untuk di lewatkan, tubuhnya yang putih, bersih dan juga lumayan seksi. Keenan meliriknya sekilas dan langsung masuk untuk menemui Noah tanpa berkata apapun pada Wanita itu. Keenan berjalan seolah tempat itu bukanlah tempat asing bagi Keenan. Setiap ke California dia selalu menyempatkan diri untuk singgah. Dan ini adalah salah satu niat dan tujuannya mengapa dia mendirikan perusahaan di Negara California ini.
Di sebuah kamar bernuansa langit malam. Sebuah kamar anak kecil yang saat ini tergeletak lemah di atas tempat tidur. Di kepalanya terdapat kain basah untuk menurunkan panasnya. Keenan menghampiri anak laki-laki umur 5 tahunan itu. Wanita itu mengikuti Keenan dari belakang.
"Tiba-tiba dia demam tinggi, sebelum nya dia sibuk bertanya kapan kau datang menemuinya. Ujar Wanita itu dengan suara pelan dan juga lembut.
" Maaf belakangan ini aku sangat sibuk, jadi tidak sempat menghubungi kalian." Jawabnya tak kalah lembut.
"Daddy Keen,,, " Anak laki-laki itu mengigau memanggil Keenan. Keenan meraih tangan anak itu dan mengelus serta mengecup tangannya dengan lembut.
"Noah,,,Daddy disini." Jawab Keenan lembut.
Seketika mata anak itu bergerak dan langsung membuka matanya. Senyum manis anak itu pun tercipta.
"Daddy Keen,,, kau sudah pulang? Kenapa pergi nya lama sekali? Aku merindukan mu Daddy. " Noah bangkit dan langsung memeluk Keenan. Hati Keenan melembut seketika setelah memeluk anak kecil itu.
"Aku juga merindukan mu. Kenapa bisa sakit? Apa kau tidak makan dengan baik dan banyak? "
"Sudah Daddy tapi aku merindukanmu, setiap malam memimpikanmu kembali kesini. Jangan pergi lagi ya." Rengek anak itu sambil menangis.
"Tidak, Aku tidak akan kemana-mana. Daddy akan menemani mu. Tidurlah. Daddy tidak akan kemana-mana. Sambil Mengelusnya lembut kepala anak itu.
__ADS_1
Senyuman manis wanita cantik itu pun terlukis menghiasi wajahnya. Keenan melihatnya dan membelas senyuman itu walah sebentar.