Come Back My Love

Come Back My Love
33. Bertahan Lah


__ADS_3

Sore hari saat acara perpisahan selesai. Clarissa dan Lucy berpisah di parkiran. Lucy sempat menawarkan Clarissa untuk ikut dengan nya. Tapi Clarissa menolak dengan alasan sang ayah akan menjemputnya. Lucy pun mengerti dan langsung bergegas pulang.


"Aku deluan ya Sweety. Hati-hati di jalan. Kabari aku terus ya." Ucap Lucy.


"Iya, kau juga hati-hati ya. Nanti aku akan menghubungi mu begitu sampai di rumah." Jawab Clarissa sambil melambaikan tangan nya.


"Byee Sweety Pie. " Lucy melambaikan tangannya.


"Bye,,,!!! Balas Clarissa sambil tersenyum hangat. Clarissa pun duduk sendiri sambil menunggu jemputan sang ayah yang tak kunjung tiba. Tidak berapa lama Leon datang menghampiri Clarissa.


" Ca,, , " Sapa Leon. Clarissa hanya menoleh tanpa menjawab. Dia sudah terlanjur malas berhubungan dengannya.


"Ca selamat ya atas nilai memuaskan yang kau raih kali ini. Kau memang selalu hebat. Selamat ya." Leon mengulurkan tangannya. Clarissa tidak menggubris nya.


"Terima kasih." Jawab Clarissa singkat.


Leon menarik kembali tangan nya.


"Ca, aku juga mau minta maaf atas kejadian waktu itu. Aku tidak bisa,,,,!!!


" Jangan dibahas lagi. Aku sudah tidak memikirkannya lagi. Lagian semua nya bukan lah hal yang penting." Potong Clarissa membuat Leon mengeratkan gigi nya. Clarissa memang paling susah di luluhkan. Leon merasa kesal karena Clarissa tidak mengerti perasaannya.


"Aku harus pergi. " Clarissa bangkit dari duduk nya dan mulai beranjak. Tapi tangannya di tahan oleh Leon. Clarissa terlonjak kaget. Tubuhnya kembali bergetar. Serangan panik nya kembali kambuh tetapi Clarissa mencoba menahan dan menutupi nya.


"Leon lepaskan." Ucap Clarissa mencoba melepaskan diri.


"Maafkan aku Ca, jangan seperti ini lagi. Aku tidak sanggup jika kau menjauh dari ku." Ucap Leon bersedih.


"Leon ingat kita juga tidak pernah dekat. Sebelumnya juga hubungan kita tidak pernah baik. Jadi jangan bicara omong kosong." Clarissa menghempaskan tangan Leon. Tapi Leon kembali meraih tangan Clarissa. Leon merasakan dinginnya tangan Clarissa, tubuhnya juga mulai bergetar.


"Lepas Leon." Clarissa mulai menangis.


"Aku tidak akan melepaskan mu sebelum kau mengatakan sudah memaafkan ku dan bersedia memberiku kesempatan untuk kembali dekat dengan mu lagi. Aku,,, aku menyukaimu Clarissa." Leon akhirnya menyatakan isi hati nya. Clarissa terlonjak kaget mendengar pernyataan Leon. Tetapi dia tidak perduli itu. Clarissa terus berusaha agar lepas dari Leon.


"Tolong Terima aku jadi kekasih mu Clarissa. Aku tak bisa hidup tanpa mu." Leon memelas.


" Jangan paksa aku Leon. Semua hal tidak bisa kau paksakan sesuai dengan yang kau harapkan. Lepaskan aku Leon." Teriak Clarissa. Tiba-tiba Keenan datang langsung menarik tubuh Leon dan menolaknya hingga terjatuh di tanah.


"Aahh,,, " Teriak Clarissa terkejut.


"Sialan,,," Ucap Leon kesal.

__ADS_1


"Sudah aku ingatkan pada mu jangan pernah menyentuh Clarissa apalagi sampai memaksa nya. Kenapa kau selalu memaksa kehendak" Ucap Keenan begitu marah.


"Bukan urusan mu. Kau jangan ikut campur. " Ucapan Leon yang terlihat marah.


"Jika itu berhubungan dengan Clarissa berarti kau harus berhadapan dengan ku. Kau jangan macam-macam Leon." Ancam Keenan dan langsung berbalik melihat Clarissa yang sudah ketakutan seperti beberapa waktu lalu.


"Clarissa,,, " Keenan mendekat karena panik melihat Clarissa yang semakin memucat. Clarissa langsung mundur. Perlahan mundur dan langsung berlari meninggalkan Keenan dan Leon.


"Clarissaa,,,!!! Teriak Keenan memanggil Clarissa. Dia pun segera menyusul Clarissa.


Clarissa terus berlari hingga jauh dari gerbang sekolah. Dia tidak perduli apapun asalkan Keenan dan Leon tidak mengikuti nya. Clarissa berhenti berlari karena merasa mulai lelah dan dia melihat ke belakang sudah tidak ada Keenan yang mengejar nya. Dia tampak asing terhadap tempat dimana dia berada. Rasa takut nya kembali menghantui nya. Dia mulai gemetaran dan kembali menangis karena rasa takut yang di rasakan nya hingga membuat nya bingung hendak pulang ke arah mana. Tidak ada siapa pun di tempat itu. Begitu sunyi tanpa penghuni. Clarissa pun berjongkok sambil menutup telinga nya. Dia begitu takut dan semakin panik.


"Ayaah,,,,tolong aku" Panggil Clarissa sambil terisak. Clarissa berjongkok sambil menutup wajah nya. Tiba-tiba sekelompok orang bertopeng datang mengepungnya. Sekitar 5 orang dan membuat Clarissa mendongak. Setelah melihat beberapa pria bertopeng itu rasa takut Clarissa semakin menjadi. Clarissa melirik satu per satu pria yang ada di sekelilingnya itu.


"Siapa kalian? Tanya Clarissa dengan suara bergetar. Tetapi para penjahat hanya tersenyum remeh. Clarissa semakin takut.


" Siapa kalian? Menjauh lah." Teriak Clarissa.


"Tenang manis tak perlu berteriak. Tidak akan ada yang bisa mendengar mu. Akhir nya dari sekian lama. Kau yang menyerahkan dirimu pada kami." Ucap salah satu penjahat sambil menyeringai.


"Apa mau kalian?" Clariss mulia berdiri walau kaki nya terasa lemas. Para penjahat mulai mendekati nya.


"Jangan,,, jangan mendekat. Menjauh kalian semua. " Teriak Clarissa kepanikan. Salah satu penjahat mulai memegang tangan Clarissa.


"Lepas, lepaskan aku." Clarissa mulai menarik tangan nya dari si penjahat. Tapi si penjahat memegang nya dengan erat. Clarissa mulai panik dan mengangkat sebelah kaki nya untuk menendang kaki si penjahat.


"Aauu,,, " Teriak si penjahat kesakitan. Beberapa penjahat lain ada yang terkejut pun ikut tertawa. Membuat sang penjahat itu emosi dan kesakitan.


"Sialan berani nya kau menendang ku." Ucap si penjahat sambil menarik rambut Clarissa.


"Tolong,,, tolong aku. " Teriak Clarissa.


"Takkan ada orang yang bisa menolong mu." Ancam penjahat itu. Clarissa hanya menangis menahan sakit dan juga takut. Dia yakin kalau mereka adalah pembunuh yang mengejarnya kemarin.


Dari kejauhan Keenan mendengar suara Clarissa dan Keenan pun segera menghampiri nya.


"Lepaskan aku. Apa mau kalian?" Clarissa mulai memberontak sambil menangis. Dan membuat penjahat mulai kesal dan kehilangan kesabaran.


"Sialan,,,,!!! " Ucap si penjahat yang sudah sangat marah.


"Jangan harap. Kau tidak bisa pergi begitu saja. Ikat dia, tutup mulut nya agar tidak berisik dan masukkan ke dalam mobil." Mereka sempat menyiksa Clarissa, menarik secara paksa. Menampar pipi Clarissa hingga mengeluarkan darah segar dari pinggir bibir nya. Dia mulai kelelahan dan terduduk di tanah. Tubuh nya sungguh lemah. Keenan menyaksikan semuanya di depan mata nya. Amarahnya memuncak. Dia tidak bisa melihat wanita nya di siksa dengan cara seperti itu dan membuatnya emosi dengan membabi buta. Amarah nya begitu menggebu-gebu.

__ADS_1


"Lepaskan dia.." Teriak Keenan. Clarissa yang terkulai lemas di tanah ikut menoleh dengan wajah sendu nya yang terlihat pucat dantak berdaya. Penuh dengan air mata dan luka.


"Keenan.. " Ucap Clarissa lembut dengan senyuman bahagia nya.


"Sialan, siapa kau? Pergi lah, ini bukan urusan mu." Balas si penjahat


"Lepaskan wanita itu dan serahkan padaku. Aku akan membuat perhitungan pada kalian jika kalian berani menyakiti nya lagi." Timpal Keenan


"Dasar bocah ingusan. Bersiaplah untuk mati. " Ucap penjahat dan berlari mendekati Keenan yang sudah siap tempur. Mereka pun berkelahi. Keenan mampu mengalahkan 1 penjahat itu Hingga babak belur. Untung nya Keenan bisa bela diri dan bisa melawan semua penjahat itu. Setelah itu para penjahat beramai ramai melawan Keenan yang belum terkalahkan.


"Dasar bocah ingusan. Berani nya kau menghalangi tugas kami." Ucap si penjahat.


Clarissa semakin panik karena takut Keenan kenapa-kenapa.


Dari kelima orang penjahat itu, ada salah satu penjahat yang diam-diam mengambil kayu beton besar yang ada di sekitar tempat itu untuk melawan Keenan. Penjahat itu mendekati Keenan. Clarissa melihat hal itu langsung berlari menghampiri Keenan.


"Rasakan ini bocah sialan,, " Teriak si penjahat dan segera memukul Keenan.


"Keenan,,, awass,,!!! Teriak Clarissa dan membuat Keenan menoleh sekejap. Saat penjahat itu hendak memukul ternyata Clarissa datang memeluk Keenan dari belakang dan akhir nya Kayu beton itu mengenai kepala nya.


Keenan terbelalak menyadari jika Clarissa lagi-lagi melindungi nya.


"Clarissa apa yang kau lakukan." Ucap Keenan memegang wajah Clarissa. Membelainya lembut.


"Ka,,kau ti,,tidak apa-apa kan? " Tanya Clarissa dengan suara lemah dan terputus-putus dan sempat tersenyum manis pada Keenan.


"Kau bodoh sekali, kenapa kau lakukan ini. Cla bertahan lah. " Keenan tidak mampu mengatakan apa pun lagi. Matanya mulai berkaca-kaca ketika melihat wanita yang di sukai nya sudah terkulai lemas di pelukannya dan paling mirisnya, Clarissa masih sempat menanyakan apakah Keenan baik-baik saja.


"Clarissa,,, !!! Teriak Keenan menahan tubuh Clarissa yang sudah tidak berdaya. Dia langsung memeluk erat Clarissa. Dia meraba kepala Clarissa yang sudah basah dan ternyata adalah darah segar. Tubuh Keenan semakin bergetar. Amarah nya semakin memuncak. Para penjahat itu pun memberhentikan aksi nya setelah melihat gadis itu sudah terluka.


"Aku akan membunuh kalian semua" Teriak Keenan. Keenan meletakkan Clarissa dan kembali menghajar semua penjahat itu.


" Sialan kalian,,,, " Ucap Keenan marah besar.


"Berani nya kalian menyakiti nya."


Keenan mulai melawan semua penjahat itu, Keenan mulai kualahan karena melawan 5 penjahat sekaligus terlebih melihat Clarissa tak berdaya. Dan kesempatan penjahat ini melumpuhkan Keenan dengan menendang kaki Keenan hingga membuat Keenan terjatuh dan sulit berdiri. Dan di situlah kesempatan si penjahat menyekap Keenan.


"Huuhh akhir nya. Dasar bocah. Kau membuang waktu kami saja." Ucapan si penjahat.


"Sialan, lepaskan aku. " Teriak Keenan memberontak.

__ADS_1


"Segera bawa gadis itu dan anak sialan ini. Saat nya kita bermain" Ucap Sin penjahat dan membuat semua teman-teman nya tertawa.


__ADS_2