Come Back My Love

Come Back My Love
124. Pesta Ulang Tahun (1)


__ADS_3

Sore harinya di Hotel, Lucy dan Ruby sedang sibuk menghias diri untuk menghadiri pesta ulang tahun kakek Keenan. Ruby mengeluarkan semua dress yang sengaja Keenan beli untuk dia kenakan di acara pesta nanti. Namun Ruby bingung harus memakai yang mana.


Tiba-tiba ponsel Ruby berbunyi tertanda ada pesan yang masuk. Ruby langsung membaca pesan tersebut.


"Merah..!!! " Pesan itu dari Keenan. Ruby langsung ngeh kalau Keenan memintanya untuk memakai gaun berwarna merah.


"Cy,,, bagaimana menurutmu dari ketiga dress ini aku lebih cocok memakai yang mana?" Tanya Ruby.


Lucy yang baru selesai keluar dari kamar mandi langsung terperangah melihat dress milik Ruby.


"Bagus semua, siapa yang pilih semua dress ini Sweety? "


"Keenan, dia membuat ku bingung, dress putih terlalu formal menurutku. Merah terlalu mencolok dan hitam aku seperti memiliki pribadi yang dingin. Sementara ini acara ulang tahun yang santai." Ruby semakin bingung.


"Dia memiliki selera yang tinggi. Pilihannya bagus semua." Lucy tanpa sungkan memuji Keenan.


"Yah,, aku akui dia memang memiliki selera yang bagus." Sambung Ruby.


"Menurutku kau lebih baik memakai yang warna merah agar semua mata tertuju padamu. Warnanya juga sangat cocok di kulit mu. Ayo cepat, aku akan membantu mu berhias."


"Dia juga memintaku mengenakan gaun merah ini." Ujar Ruby pelan.


Pilihan Ruby jatuh kepada One shoulder dress panjang berwarna merah. Sesuai dengan permintaan Keenan dan saran dari Lucy. Gaun dengan warna yang lumayan mencolok.


Walau Ruby sedikit tidak percaya diri karena dia memang tidak suka menjadi perhatian orang banyak.


Namun ini adalah salah satu cara Ruby menarik perhatian keluarga Kiel.


Ruby langsung memakai One shoulder dress tersebut. Ukurannya sangat pas di tubuh Ruby. Gadis itu tampak seksi dengan menampilkan sebelah bahu dan lehernya yang putih mulus.


Ruby juga memakai drop earrings dan penampilannya semakin terlihat glamor namun tetap cantik dan elegan. Rambut nya sengaja dia gerai lurus dan rapi. Dengan make up yang flawless natural dan warna lipstik merah hati semakin menambah kemewahan dari penampilannya.


Ruby tampak begitu seksi dan mempesona, penampilannya tidak berlebihan namun tetap glamor dan juga elegan.


"Kau sungguh cantik sekali Sweety Pie. Keenan pasti akan bertekuk lutut saat melihat mu seperti ini. Aku sangat yakin." Lucy benar-benar kagum melihat kecantikan sahabatnya itu.


"Kau terlalu berlebihan memuji ku sayang. Jangan membuat ku melayang. Aku sangat malu" Ujar Ruby tersipu.


"Aku serius sayang. Aku yakin semua mata akan tertuju padamu dan aku yakin kau akan mendapat perhatian lebih dari keluarga Kiel."


Ruby seketika terdiam dan larut dalam fikirannya.


"Apa yang kau fikirkan? Kenapa tiba-tiba murung? "


"Semakin kesini aku semakin tidak yakin untuk bertemu keluarga itu Cy. Aku merasa belum siap." Ruby tampak begiti ragu.


"Kau sudah melangkah sejauh ini, jangan menyerah di tengah jalan. Percayalah semua akan baik-baik saja. Aku dan Josh tidak akan membiarkanmu menghadapi semuanya sendiri." Lucy terkesiap memberi semangat untuk Ruby.


Ruby langsung sumringah mendengar ucapan Lucy. Dia harus yakin dan percaya semua akan berjalan sesuai keinginannya. Dan dia tidak boleh berhenti.


"Terima kasih sayang, kau selalu menjadi penyemangat terdepan untuk ku." Ruby memegang tangan Lucy.


"Pasti baby." Seru Lucy dengan senyuman manisnya.


"Kau juga cantik sekali. Josh juga pasti akan senang melihatmu berdandan secantik ini. Aku pastikan dia akan langsung menyatakan cintanya padamu." Hibur Ruby membuat kedua nya tertawa.


Sementara di kamar Keenan, Josh dan Jonas sudah selesai bersiap, mereka hanya tinggal menunggi Keenan yang sedari tadi belum keluar dari kamarnya. Entah apa yang pria itu lakukan di dalam. Josh dan Jonas masing-masing sibuk dengan ponselnya.


Tidak berapa lama Keenan keluar dengan Goldy Outfit Setelan Jas Celana & Rompi Hitam slim fit nya. Pria itu terlihat sempurna. Ketampanan nya pun sangat mendukung. Pria yang sangat berkelas.


Jonas dan Josh pun terpukau melihat penampilan Keenan yang sempurna.


"Tidak sia-sia kau berdandan lama. Penampilanmu cukup mengerlingkan mata. Semua wanita akan jatuh hati padamu.


" Aku tidak cukup terkesima dengan ucapanmu. Ucapan itu sudah terlalu sering aku dengar." Ucap Keenan angkuh.


Josh menyeringai, dia sangat paham kalau sahabatnya itu tidak suka di puji.


"Kita berangkat sekarang bos?" Tanya Jonas yang juga tampak sudah rapi.


"Hhm,,,!!! " Jawab Keenan sambil berjalan menuju pintu. Namun Josh memotongnya. Dia keluar terlebih dahulu karena ingin menghampiri Ruby dan Lucy.


Tiba di depan pintu Josh mengetuk pintu tersebut. Dan pintu itu langsung terbuka, Josh terperangah melihat gadis yang membuka pintu itu. Gadis yang memakai dress berwarna biru muda dengan off shoulders. Tampak begitu cantik dan menggoda imannya.


"Josh,,,tokong kondisikan ekspresimu. Membuat ku malu saja." Ketus Lucy dan membuat Josh senyum-senyum.

__ADS_1


"Kau cantik sekali, aku sampai pangling melihatnya." Puji Josh semakin membuat Lucy malu.


"Kau juga sangat tampan." Seru Lucy memuji Josh.


Rasanya Keenan ingin muntah mendengar sepasang sejoli ini saling memuji.


"Kau seperti tidak pernah melihat wanita cantik saja." Ejek Keenan.


Lucy menatap Keenan dengan wajah bengis. Mulut Keenan memang sangat lihai dalam mencela orang lain. Lucy dan Josh cukup mengerti dengan sikap Keenan. Walau begitu Lucy sering kesal melihatnya walau tidak ada rasa benci di hatinya.


"Sweety Pie,,, keluarlah, kita akan segera berangkat." Teriak Lucy sambil melirik Keenan dengan tidak senang.


"Iya,,, aku juga sudah selesai." Suara Ruby terdengar dan tiba-tiba muncul dari balik pintu.


Keenan terpaku saat melihat penampilan Ruby yang begitu memukau, sangat cantik dan seksi. Matanya tidak mampu berkedip dan sempat menelan salivanya. Jantung Keenan semakin berpacu, berdetak dengan kencang.


"Cantik sekali." Seru Jonas keceplosan. Pria itu juga begitu terpesona melihat kecantikan Ruby.


Keenan langsung menyikut lengan Jonas, menandakan bahwa dia tidak senang mendengar pujian itu keluar dari mulut Jonas, asistennya itu harus bisa menjaga sikap dan omongannya pada Ruby.


"Ekspresi mu seperti tidak pernah melihat wanita cantik saja Dude." Ujar Josh membalikkan kata-kata Keenan.


Lucy terbahak karena akhirnya Keenan kenak juga.


Keenan sedikit malu, namun dia tidak menggubris omongan Josh karena saat ini dia hanya fokus pada Ruby sang pemilik hatinya sekarang. Wanita yang secara spontan sudah mengobrak-abrik hatinya.


"Haii,,,!!! " Sapa Ruby sambil tersenyum manis.


'Aku menyesal kenapa harus memilih gaun itu untuk dia kenakan. Dia tampak sangat seksi. Semua akan tergoda melihatnya. Aku jadi tidak rela semua orang bisa menikmati pemandangan indah seperti ini.' Batin Keenan bermonolog.


"Kita berangkat sekarang." Teriak Josh mematahkan lamunan Keenan.


Keenan mendengus kesal melihat tingkah sahabatnya itu.


Di dalam mobil Keenan duduk bersama Ruby di kursi penumpang dengan Jonas mengemudi.


Sementara Josh dan Lusy menggunakan mobil yang lain. Suasana di dalam mobil Keenan terasa canggung. Keduanya diam dalam fikiran mereka masing-masing.


Jonas juga sesekali melirik sepasang sejoli itu sambil tersenyum simpul. Dia tidak pernah melihat bos nya salah tingkah pada seorang wanita.


"Kau sengaja ingin menggoda semua orang, hm?" Ketik Keenan.


Ponsel Ruby berbunyi dan Ruby langsung melirik Keenan. Ruby membaca pesan dari Keenan dan langsung tersenyim tipis. Dia pun membalas pesannya itu.


"Kau yang memilih gaun ini untuk aku pakai. Lalu bagaimana? "Balas Ruby.


"Ya benar sekali dan aku sangat menyesal. Kau,,,, tampak sangat cantik dan menggoda iman ku." Balas Keenan lagi.


Wajah Ruby seketika bersemu kemerahan karena malu. Dia tersenyum senang.


"Maaf,,, kau juga begitu tampan hari ini." Puji Ruby. Dia juga sangat terpukau melihat penampilan Keenan yang begitu sempurna tanpa cela sedikitpun. Dia terkadang suka minder jalan bersisian dengan pria ini. 


"Apa hanya hari ini aku tampan? Bukankah selama ini aku juga selalu terlihat tampan?" Keenan akhirnya tersenyum.


"Ya kau selalu tampan Pak." Ruby membalas  menggunakan emoticon tesenyum manis.


"Tunggu hukuman dariku setelah ini. Kau akan semakin terpukau melihat ketampananku." Balas Keenan dengan sejuta kepercayaan dirinya.


Ruby sedikit khawatir namun kali ini khawatirnya bercampur rasa senang.


Di kediaman Keluarga Kiel.


Para undangan sudah memenuhi ruangan yang sudah di sediakan, kali ini banyak kolega-kolega bisnis yang bekerja sama dengan K-Group turus hadir.


Anderson dan Sandra tampak berdiri sambil menyapa ramah para tamu undangan. Samuel berdiri di sisi kanan Anderson. Pria itu memang selalu bergelayut dan selalu mengikuti kemana pun Anderson pergi.


Sandra sedikit merasa tidak nyaman. Tampak seperti orang yang sedang mengambil hati.


"Kau mengatakan putri mu akan datang. Dimana dia?" Tanya Anderson pada Samuel.


"Sebentar lagi dia akan tiba bersama istri ku. Mereka masih dalam perjalanan." Sahut Samuel. Tidak berapa lama mereka pun muncul. 


"Nah itu mereka datang." Tunjuk Samuel ke arah dua wanita yang terlihat tidak mirip sama sekali, tampak tidak kompak namun sang ibu berusaha mengimbangi jalan putrinya itu.


Gadis yang terlihat lebih muda itu adalah Jessika. Penampilannya sangat mencolok kali ini. Dengan Gaun hitamnya yang panjang dan slim Fit hingga mengexpose lekukan tubuh nya yang begitu indah dan menggoda. Berjalan seperti model, ya Jessika memang seorang model yang begitu anggun.

__ADS_1


"Hai ayah...!!! " Sapa Jessika sambil mencium kedua pipi sang ayah.


"Akhirnya kalian tiba juga. Ayo perkenalkan dirimu dengan Paman Anderson dan Bibi Sandra. Anderson tersenyum sumringah lain hal dengan Sandra yang tampak tersenyum terpaksa.


" Hai Paman, Bibi perkenalkan aku Jessika. Senang bertemu kalian." Sapa nya dengan manis. 


"Kau sudah dewasa dan terlihat begitu cantik nak." Puji Anderson. Sandran hanya melirik sang suami yang tumben-tumbenan memuji wanita. Sandra menaikkan sebelah bibir nya menampilkan seringaian kesal. Namun Sandra bisa mengendalikan dirinya. 


"Terima kasih Paman." Sahut Jessika. 


"Dan ini Clara istriku." Samuel memperkenalkan Clara.


"Halo,,, senang bertemu dengan kalian." Mereka saling menjabat tangan.


"Mari silahkan nikmati hidangannya. Jangan sungkan-sungkan ya." Ucap Sandra pada Clara.


Sandra tampak melirik kesana kemari melihat Kedua anak nya belum juga tiba.


"Mama,,, Papa,,,!!! " Tiba-tiba Kenny mengejutkan keduanya. Anderson dan Sandra pun langsung menoleh langsung memeluk putrinya itu.


"Putriku sayang. Kau mengagetkan Papamu saja." Ucap Anderson lembut. 


"Sayang kamu kemana saja. Dari tadi Mama mencari mu. Dimana kakak mu?


" Aku baru saja tiba Ma bersama Bibi Rose dan juga Alex. Kalau Kak Keenan mungkin sebentar lagi datang Ma.


"Oh ya? Dimana mereka?" Tanya Sandra.


"Disana ma, sedang menunggu seseorang mungkin ma." Ujar Kenny.


Kenny sempat melirik Jessika yang sedari tadi menatap Sandra dan dirinya.


"Siapa ma?" Bisik Kenny bertanya.


"Anak sahabat Papa mu yang mau di kenalkan dengan Kakak mu." Jawab nya begis namun sambil berbisik. 


Kenny langsung menatap Jessika dari atas sampai bawah. Dia menyakini bahwa kakak nya tidak akan tergoda dengan wanita ini.


"Kakek dimana ma? Kenapa belum terlihat?" Tanya Kenny melihat kesana kemari namun tidak melihat Kakeknya.


"Kakek mu tidak akan turun jika Keenan belum datang." Jawab Sandra.


Di luar Mobil mereka masuk kedalam halaman yang begitu luas. Dan bangunan kediaman keluarga Kiel pun terlihat begitu besar dan megah. Ruby turun dari mobil dengan di bantu oleh Keenan. Pria itu begitu telaten dalam urusan seperti ini.


Keenan meletakkan lengannya di pinggang dan Ruby langsung menggandeng Keenan. Mereka tampak begitu serasi. Josh dan Lucy hanya bisa tersenyum senang sambil mengikuti Keenan dan Ruby.


"Ingat Jangan pernah lepaskan pegangan ini sampai akhir acara. Aku tidak ingin mereka curiga dengan hubungan kita." Bisik Keenan.


"Kalau begitu kau harus membayar ku mahal setelah ini Tuan." Canda Ruby.


"Tenang saja. Kau mau apa?" Tanya Keenan menantang.


"Seluruh harta kekayaan mu." Canda Ruby.


"Tidak masalah, aku akan berikan semuanya padamu."


"Benarkah. Kau tidak takut aku membuatmu jatuh miskin Tuan." Ejek Ruby sambil berjalan menggadeng tangan Keenan.


"Aku tidak perduli. Semua akan aku berikan padamu." Keenan menepuk pelan tangan lembut Ruby yang sedang memegang lengannya. Keduanya tersenyum sumringah, benar-benar terlihat seperti pasangan kekasih yang sedang di mabuk cinta. 


Di dalam Ruangan, benar saja semua mata tertuju pada pasangan ini. Ruby tampak malu namun pegangan Keenan semakin erat, dia tau Ruby sedang gugup. 


"Tenang lah, jangan canggung, aku bersama mu." keenan tersenyum hangat sambil menatap dalam mata Ruby. 


Ruby merasa nyaman saat melihat tatapan itu. Ruby seakan merasakan semua yang Keenan lakukan tidak lah bersandiwara seperti yang mereka rundingkan sebelumnya. 


'Boleh kah aku egois Keen? Egois merasakan ini adalah kenyataan walau hanya malam ini saja?' Ruby bergumam dalam hati. 


"Itu Kakak ma, dia dengan siapa Ma? Tanya Kenny begitu penasaran, dia seperti mengenali gadis itu. Namun entah dimana.


Sandra melirik Ruby dari atas hingga bawah. Dia langsung sumringah melihat Keenan datang bersama seorang gadis yang begitu cantik.


" Putra ku memang paling bisa memilih pasangan. Lihatlah, sangat cantik dan elegan. Aku menyukainya" Bisik Sandra pada Anderson.


Anderson melihat sang putra berjalan dengan seorang gadis. Dia juga tampak berbinar melihat pasangan ini. Namun Samuel langsung berdehem dan Anderson langsung mengalihkan pandangannya. 

__ADS_1


Wajah Samuel berubah karena melihat Keenan membawa wanita lain ke pesta itu. Dia terlihat geram.


__ADS_2